1,720,981 research outputs found
Pengelolaan Akreditasi Sekolah (Studi Situs SD Negeri 2 Mranti Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) penyusunan evaluasi diri sekolah dalam akreditasi sekolah di SDN 2 Mranti Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. (2) proses visitasi dalam akreditasi sekolah di SDN 2
Mranti Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. (3) hasil akreditasi sekolah di SDN 2 Mranti Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan desain etnografi. Subjek utama penelitian adalah kepala sekolah, dan guru. Metode pengumpulan
data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data diawali dari (1) Pengumpulan Data, (2) reduksi data, (3) display data, dan (4) penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil Penelitian ini adalah (1). Penyusunan evaluasi diri sekolah di SDN 2 Mranti dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh kepala sekolah. Penyusunan dilakukan sebelum tahun pelajaran baru berlangsung yang dilakukan dengan
pengumpulan data dari Standar Nasional Pendidikan(SNP). Evaluasi Diri Sekolah(EDS) berisi pengisian instrumen EDS dan juga bukti fisik untuk masingmasing butir SNP. Format penyusunannya berupa cheklist untuk setiap butir SNP
yang menggambarkan kondisi riil sekolah. Susunan EDS dimasukkan ke dalam stopmap dengan warna yang berbeda untuk setiap tahunnya. Hasil penyusunan EDS akan ditindak lanjuti dengan melakukan perbaikan dari kondisi SNP yang
nilainya rendah, sehingga ketika dilakukkan akreditas pihak sekolah mendapatkan nilai yang baik. (2) Proses visitasi dalam akreditasi sekolah di SDN 2 Mranti berjalan lancar dan sesuai prosedur. Proses tersebut diawali dengan pengajuan surat pelaksanaan akreditasi yang dilengkapi dengan dokumen EDS kepada BAS kabupaten. Pihak BAS akan melakukan penilaian kelayakan, kemudian mengirim
surat pemberitahuan tentang jadwal pelaksanaan visitasi. Sekolah meyediakan ruang khusus untuk proses visitasi. Tim khusus mendampingi asesor dalam melakukan penilaian SNP dengan cara mengecek dokumen, wawancara, dan juga
observasi di lingkungan sekolah. (3) Hasil akreditasi sekolah di SDN 2 Mranti mengalami peningkatan dari hasil akreditasi sebelumnya. Pada tahun 2002 hasil akreditasi menunjukkan SDN 2 Mranti mendapatkan nilai 79, sedangkan pada tahun 2010 mendapatkan nilai 86,81. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras warga sekolah khususnya tim khusus. Peningkatan hasil tersebut berdampak
positif terhadap kondisi sekolah seperti peningkatan kedisiplinan guru, lengkapnya sarana dan prasarana, angka kelulusan mencapai 100%, dan juga proses pembelajaran yang berjalan interaktif
GRASPING THE CULTURAL IDENTITY OF BLACKS AND WHITES IN TONI MORRISON’S SONG OF SOLOMON (A STUDY OF POSMODERNISM)
Grasping the cultural identity in a society is the characteristic and signifier to the existence and dimension of society in their life. The life of community in the broadest sense exists in paradigm of reflection and representation in the plots of norm, ideology, tradition and aesthetic involved in and it should not be the dichotomy in space and time in transferring the meaning of life. It is the forms of integrity, responsibility in orders of values, hope, ideals and futurThe research represents the life of human being in following, encouraging, accompanying, even fighting for how to reach the cultural identity in terms of rational and historical times. Colored with the problems of social stratification, race, and gender, this novel tries to convey the forms of paradoxical analyses and sharply elaborated in the structures of oxymoron in which imply on the studies of culture in a society to find out the self-identity. The analyses of the research are in the approach of post-modernism discussed as the reaction to the established modern era and its colors, meanwhile the data analyzed in terms of qualitative method with the techniques of interpretative qualitative in the steps of: data comprehensively read, interpretation of meaning and critical analyses
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
This research was conducted to analyze the Competency and System Applied Quality Management ISO 9001: 2000 about Employee Satisfaction Work in Mercu Buana University at Jakarta. A survey method used during this research in which questionnaires were distributed to the respondents. The hypothesis analysis used the technique of simple and multiple regression and followed by the correlation. Using the Computer Program of SPSS (Statistical Product Service and Solution) with n = 103 (respondents) and r-tabel = 0,195, the result showed that there was a less influenced between Competency and System Applied Quality Management ISO 9001 : 2000 to the Employee Satisfaction Work either Independent or concurrently. The Determinant Coefficients or Competency and System Applied Quality Management ISO 9001 : 2000 about Employee Satisfaction Work were 0,250 and 0,348. Which means the effects of Competency and System Applied Quality Management ISO 9001 : 2000 about Employee Satisfaction Work were 25 % and 34,8 % and the largely influenced by the factors. The Determinant Coefficients of Competency and System Applied Quality Management ISO 9001: 2000 about Employee Satisfaction Work was 0,420. Which means the effects of Competency and System Applied Quality Management ISO 9001: 2000 concurrently about Employee Satisfaction Work was 42% and the 58% Influenced by other factors.</jats:p
Uji Coba Karakterisasi Contoh Produk Inovasi Briket Batubara Biomasa di Pusat Penelitian Fisika – Lipi Bandung
Pada kegiatan penelitian dan pengembangan di Pusat Penelitian Fisika LIPI Bandung telah dilakukan
penelitian dengan judul “Peningkatan Kualitas Briket Batubara untuk Tungku Rumah Tangga/Industri
Kecil” dengan hasil berupa contoh produk inovasi briket batubara-biomassa yang diharapkan dapat
memenuhi kriteria ramah lingkungan. Briket batubara biomasa ini merupakan hasil optimasi dari jumlah
kombinasi antara batubara dan biomassa arang, ukuran mesh dari butiran bahan baku dan bentuk briket
tersebut. Untuk memperoleh kinerja terbaik dari contoh produk briket telah dilakukan uji coba karakterisasi
dengan menggunakan tungku briket yang dirancang dan dibuat memenuhi standar tungku dengan kinerja
optimal, dimana ruang bakar tungku terbuat dari bahan tahan api keramik dengan pelindung selubung pelat
logam alumunium yang berfungsi mempercepat pemanasan ruang bakar. Pengujian karakterisasi contoh
produk briket dengan menggunakan tungku uji dan dilakukan dalam berbagai kondisi yang tertentu dengan
parameter uji cara pembentukan (manual, mesin). Cara pengeringan briket (angin, oven), penggunaan
bahan perekat (kanji, lem kayu-semen). Hasil pengujian dengan kinerja tungku terbaik ( daya panas(kW)
0.83, efisiensi (%) 47.81, Waktu nyala awal 5 menit) dapat menunjukkan parameter yang berpengaruh
positif terhadap kinerja contoh produk inovasi briket batubara-biomassa antara lain cara pencetakan
dengan mesin, pengeringan oven dan penggunaan perkat lem kayu-semen.
Kata kunci briket batubara-biomassa; karakterisasi; tungku uji; parameter uji; kinerja tungk
Pelaksanaan Pelimpahan Wewenang Tindakan Medis dari Dokter Kepada Perawat di Puskesmas Kabupaten Banjarnegara sesuai Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan
Jumlah dokter yang terbatas dan penyebarannya yang tidak merata menyebabkan perawat terpaksa melakukan tindakan medik yang bukan kewenangannya. Belum adanya peraturan yang mengatur dengan jelas dan tegas mengenai konstelasi pelimpahan wewenang dokter kepada perawat dan petunjuk atau peraturan mengenai jenis-jenis tindakan medis tertentu yang dapat dilakukan oleh perawat menjadikan situasi yang abu-abu (grey area ), yang dapat menimbulkan implikasi hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1) pelaksanaan pelimpahan wewenang tindakan medis dari dokter kepada perawat pada Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara, 2) kajian hukum pelimpahan wewenang tindakan medis dari dokter kepada perawat yang sudah berjalan di Kabupaten Banjarnegara menurut UU No. 38 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah adalah deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan pada Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian ini meliputi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Kepala Puskesmas, dokter, dan perawat. Metode penentuan informan menggunakan purposive sampling. Metode analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pelimpahan wewenang tindakan medis dari dokter kepada perawat di Puskesmas Kabupaten Banjarnegara sebagian besar dilakukan secara lisan, menggunakan handphone (telepon dan sms ) dan melalui aplikasi media sosial (WA, BBM ) dan tidak menggunakan form baku yang tertulis yang ditandatangani oleh dokter yang memberikan wewenang dan perawat yang menerima wewenang, sehingga tidak ada bukti otentik tertulis yang dapat dipergunakan sebagai bukti sah manakala terjadi permasalahan hukum. Pelaksanaan pelimpahan wewenang tindakan medis dari dokter kepada perawat yang berjalan di Puskesmas Kabupaten Banjarnegara belum sesuai dengan amanah UU No. 38 Tahun 2014 karena kebanyakan dilakukan tidak secara tertulis. Ketidaksesuaian tersebut sangat mungkin membawa dampak hukum baik secara hukum administrasi, hukum perdata maupun hukum pidana. Secara hukum administrasi pelimpahan wewenang tersebut tidak sah karena tidak sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 32 ayat (1) UU No. 38 Tahun 2014. Secara hukum perdata dan pidana, pelaksanaan pelimpahan wewenang yang tidak tertulis berisiko terjadinya gugatan hukum terhadap perawat, terutama apabila tindakannya menimbulkan kerugian pada pasien, seperti luka, cacat, kematian, karena pertanggungjawabannya bersifat personal liability sesuai dengan Pasal 1365 BW dan Pasal 1366 BW
HUBUNGAN KEPILIKAN TERNAK DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGENTAN DAN KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang sel darah merah dan ditularkan oleh gigitan Nyamuk Anpheles betina. Angka kesesakitan malaria di Jawa Tengah masih cukup tinggi (API 1,44%), termasuk di Kabupten Banjarnegara (API 15,33%). Kecamatan yang memiliki masalah dengan malaria. Dari 16 desa yang ada 77 diantara nya merupakan daerah endemis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepemilikan ternak dengan kejadian malaria di Kecamatan Pagentan Kabupaten Bnjarnegara dan menghitung besarnya risiko kejadian malaria kaitannya dengan kepemilikan ternak.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case conrtrol) dan jumlah sampel keseluruhan 136, yang terbagi menjadi kasus yaitu penderita malaria dan kontrol yaitu buka penderita malaria masing-masing 68. Data dikumpulkan dengan kuisioner, kemudian diolah dan dianalisa melalui perhitungan statistik chi square dengan x =0,5.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 75 % responden pada kelompok kasus memiliki ternak, sedangkan pada kelompok kontrol responden yang memiliki ternak sebesar 55,9 %. Dari 89 responden yang memiliki ternak, 70,6 % pada kelompok kasus memikliki kandang yang menjadi satu/seatap dengan rumah, dan pada kelompok kontrol 78,9 %. Hal ini berarti sebagian besar
responden memiliki hewan ternak dan menpunyai kandang yang terletaknya satu/seatap dengan rumah tinggal. Uji statistik menjunjukan ada hubungan antara kepemilikan ternak dengan kejadian malaria (p=0,03), dengan nilai OR=2,37 dan 95 % CI:1,07-5,28. Dengan demikian responden yang memiliki ternak mempunyai risiko terkena malaria sebasar 2,37 kali lebih besar dibandingkan respondwen responden yang tidak memiliki ternak.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang besarnya risiko kepemilikan ternak kaitannya dengan kejadian malaria, dan perlu ditingkatkan lagi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya malaria, ternak dan penempatan kandang.
Kata Kunci: Kejadian malaria, Kepemilikan ternak, Kecamatan Pagentan dan Kecamatan Madukara-Banjarnegara
BANJARNEGARACORRELATION BETWEEN CATTLE OWNERSHIP WITH MALARIA OCCURRENCE IN PAGENTAN AND MADUKARA SUB DISTRICT OF BANJARNEGARA DISTRICT
Malaria is disease which caused by plasmodium, attack red blood cell (erythrocyt) and transmitted by female Anopheles. Morbidity Rate of malaria at Central Java is still high enough (API 1,44%), especially in Banjarnegara District (API 15,33%).Pagentan was Sub District in Banjarnegara Distrisct which had malaria problems. There are 7 villages among 16 villages which is endemic. The onjective of this research is to know correlation between cattle ownerrship and malaria occurrence, and to measure the risk off cattle ownreship to the malaria occurrence.
This is an observasional research using case control design. Total samples are 136 responders. The samples consist of two groups, study groups (case ) and control groups. Each group had 68 responders. Data were collected by questionairs, and data wouid be analyzed using chi squareat 0,05 level of significance.
The result show that 75% responders in Study groups had cattles, while in control groups there were 55,9%. From 89 responders who have cattles,70,6% in case groups had stabels as a part of the house, and have stabes as a part of the house. The stastical test show that there is significant correlation between cattle ownershipand malaria occurrence (p=0,03) with OR=2,37 and 95 % CI: 1,07-5,28. Thus, Cattles ownership responders had higher risk 2,37 times to suffer malaria than responders without cattles.
Lt is necessary to continue resarch to get good understanding how much risk owner cattles correlation with malaria occurrence, and necessary too public health promotion about malaria, cattles, and stabels place.
Keyword : Malaria occurrence Cattlesowner ship, Pagentan and Madukara Subdistrict of Banjarnegar
HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK KAMAR HUNIAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI PONDOK PESANTREN AL MUNAWWIR KRAPYAK BANTUL
Penyakit ISPA pada Pondok Pesantren Al Munawwir merupakan urutan pertama dari 10 besar penyakit. Pemondokan/Pondok pesantren yang sehat harus memenuhi beberapa variabel kondisi kesehatan lingkungan sesuai Surat keputusan Menkes RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan.
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisi kamar hunian dengan kejadian penyakit ISPA di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Bantul.
Metode yang digunkan dalam penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional dan jenis penelitian explanatory research. Besar sampel penelitian seluruhnya 52 kamar dengan 52 responden. Pengolahan data dengan menggunakan uji statistik chi square dengan alfa = 0,05 dfan df = 1.
Hasil penelitian menunjukan bahwa angka kejadian penyakit ISPA pada santri sebesar 75 %, tingkat kepadatan hunian 90,4 % tergolong padat (kurang baik), kelembaban kamar 78,8 %lembab (kurang baik), pencahayaan alami kamar 67,3 % kurang baik, ventilasi kamar 59,6 % kurang baik, dan suhu kamar 19,2 % kurang baik.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakir ISPA (p Value = 0,015), ada hubungan antara kelembaban udara kamar dengan kejadian penyakit ISPA (p Value=0,031), ada hubungan antara pencahayaan alami kamar dengan kejadian penyakit ISPA (p Value= 0,026), dan ada hubungan antara ventilasi kamar dengan kejadian penyakit ISPA (p Value= 0,034) sedangkan suhu udara kamar tidak ada hubungan dengan kejadian penyakit ISPA (p Value=0,104).
Bagi pengurus dan pengelola pondok agar meningkatkan wawasanya tentang kesehatan lingkungan , dan diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.
Kata Kunci: kondisi fisik kamar, Pondok Pesantren, ISPA.
ASSOCIATION BETWEEN CONDITION OF PHYSICAL ROOM WITH THE OCCURENCE OF ACUTE RESPIRATORY INFECTIOUS DISEAS IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL OF ALMUNAWWIR KRAPYAK BANTUL
Acute respiratory infectious diseas in Islamic Boarding School of Al Munawwir represent the first sequence from 10 big disease. Islamic Boarding School of healty have to fulfill some environmental variabel health condition of housing health.
In general this research target is to know assosiation between condition of of physical room with the occurence of acute respiratory infectious Islamic Boarding school of Almunawwir Krapyak Bantul.
Methode of research with approach of cross sectional and type of research of explanatory research. Population of research entirely 52 room and 52 responder. Data procesing by using statistical test of chi square by alfa=0,05 and df=1. Result of research that number of occurence of acute respiratory infectious diseas at student of equal to 75 %, level of room density 90,4 % pertained solid (unfavourabel), Natural illumination of room 67,3 % unfavourabel, ventilate the room 59,6 % and room temperature 19,2 % unfavourabel.
Conclusion of this research is association of between of room density with the occurence of acute respiratory infectious disease (p value = 0,015), there is relation of dampness of room air with the occurence of acute respiratory infectious disease (p value = 0,031), there is association of between natural illumination with the occurence of acute respiratory infectious disease (p Value = 0,026), and there is association of between room ventilation with the occurence of acute respiratory disease (p Value = 0.034), while temperature of there no association with the occurence of acute respiratory infectious disease (p Value = 0,104).
For manager and islamic Boarding Organizer of to be improving her horizon about environmental health, given counselling about environmental health.
Keyword : Condition of room physical, Islamic Boarding School, Acute Respiratory Infectious Diseas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
