1,720,988 research outputs found

    Rahasia kaki itik

    Full text link
    Si kaki pendek dan kasar, dan jari-jari kakinya berselaput.Ejekan itu sering terdengar di telinga Itik. Hatinya sedih sekali.Saat melihat kaki-kaki ramping sekawanan Bangau. Atau melihat kokoh dan kuat kaki-kaki Elang. Itik membayangkan seandainya dia bisa memiliki kaki-kaki seperti mereka.Cerita tentang si Itik yang menemukan rasa percaya dirinya. Dan membuat perubahan besar dalam hidupnya

    Studi Deskriptif Teknik Personal Selling Produk Flexl Oleh Divisi Telkom Flexi Pt Telkom Padang

    No full text
    Personal selling termasuk salah satu dari lima bentuk bauran komunikasi di dalam komunikasi pemasaran. Personal selling (penjualan pribadi) merupakan interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan maksud untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan memperoleh pemesanan. Bagi Divisi Telkom Flexi PT Telkom Padang, personal selling dalam penjualan produk banyak digunakan dikarenakan keuntungan yang diperoleh lebih banyak dengan mendekati calon konsumen dan mengetahui kemampuan calon konsumen yang akan membeli produknya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan personal selling yang dilakukan oleh Divisi Telkom Flexi PT Telkom Padang dalam mempromosikan serta menjual produk dari Telkom Flexi. Adapun pendekatan penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Untuk menganalisis basil penelitian digunakan Teori Komunikasi Organisasi dari Baden Eunson. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan enam orang informan, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi pemasaran yang terjadi antara tim marketing dari Divisi Telkom Flexi PT Telkom Padang dengan konsumen yaitu dengan saling bertukar informasi melalui program-program personal selling perusahaan, menggunakan komunikasi organisasi yang dimiliki oleh setiap karyawan tidak terkecuali dari atasan yang digunakan untuk mengorganisir setiap program promosi produk Flexi salah satunya melalui teknik personal selling sehingga perusahaan dapat menarik minat masyarakat untuk selalu menjadi pengguna setia produk Flexi

    Implementasi akad murabahah dengan wakalah pada pembiayaan KPR Syariah di BTN Syariah Ngaliyan

    Full text link
    Rumah adalah kebutuhan yang sangat mendesak karena secara efektif melindungi dari intensitas dan hujan tanpa henti. BTN Syariah datang memberikan jawaban sebagai bahan bantuan, khususnya KPR Syariah (Kredit Pemilikan Rumah) dengan memanfaatkan akad Murabahah dengan Wakalah berdasarkan fatwa DSN-MUI di BTN Syariah cabang Ngaliyan. Kehadiran perbankan syariah di Indonesia tentu berdampak pada umat Islam yang membutuhkan kantor dari lembaga perbankan yang terbebas dari riba. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan melihat analisis deskriptif-kualitatif yang direncanakan untuk menggambarkan pelaksanaan akad Murabahah dengan Wakalah dalam pembiayaan akad Syariah di BTN Syariah Ngaliyan, untuk melihat apakah pelaksanaan akad Murabahah dengan Wakalah dalam penunjang akad Syariah sudah sesuai dengan DSN - Fatwa MUI di BTN Syariah Ngaliyan Semarang. Dalam strategi pengumpulan informasi, para ilmuwan menggunakan prosedur wawancara, khususnya dengan mengarahkan pertanyaan dan jawaban kepada salah satu perwakilan yang bekerja di lokasi eksplorasi yang penting untuk segmen pendukung yang merupakan spesialis dalam kontrak Syariah, serta untuk pekerja dan kelengkapan tenaga dan dokumentasi untuk mencari data tentang pelaksanaan akad murabahah. Wakalah dalam Pembiayaan KPR Syariah. Strategi ilmiah yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah teknik pencerahan. Dampak lanjutan dari tinjauan ini, secara spesifik pelaksanaan Fatwa DSN-MUI tentang Murabahah dengan Wakalah tentang Pendanaan KPR Syariah yang dilakukan di BTN Syariah Ngaliyan Semarang sudah tepat, khususnya pada model murabahah dengan wakalah yang pas

    PENETAPAN KADAR LEMAK PADA BUBUR BAYI INSTAN BERBAGAI MEREK YANG DIJUAL DI PASAR SWALAYAN DI KECAMATAN SUMBER

    Full text link
    Memahami kebutuhan nutrisi untuk anak bisa membuat pertumbuhan danperkembangan anak menjadi optimal, terutama pada usia di bawah lima tahunatau balita. Makanan bayi yang dianjurkan untuk balita adalah makanan kayaprotein dan kaya lemak. Oleh karena itu lemak merupakan bagian penting bagipemenuhan nutrisi bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar lemak padabubur bayi instan berbagai merek serta mengetahui perbedaan yang bermaknakadar lemak pada bubur bayi instan berbagai merek yang dijual di pasar swalayandi Kecamatan Sumber. Lemak merupakan kelompok heterogen dari senyawa yanglebih berkerabat karena sifat fisiknya dibanding sifat kimianya. Berdasarkan sifatini kandungan lemak dalam makanan bisa di ekstraksi dari makanan di dalam alatsoxhlet dengan menggunakan pelarut seperti N-Hexan, eter, kloroform, sertabenzene, setelah di ekstraksi cairan ekstraktans diuapkan dan residu yangtertinggal ditimbang dengan teliti. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode Deskriptif, adapun pemeriksaan kadar lemak menggunakan metode soxhlet.Hasil penelitian rata-rata kadar lemak sampel A: 7,41%, sampel B: 8,20%, sampelC: 4,45%, sampel D: 7,10%, sampel E: 8,84%, sampel F: 6,34%, sampel G:6,65%, sampel H: 4,65%, berdasarkan hasil analisis data menggunakan ujistatistik one way ANOVA, diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1diterima artinya terdapat perbedaan yang bermakna kadar lemak pada bubur bayiinstan berbagai merek yang dijual di pasar swalayan di Kecamatan Sumber.Kata kunci : Lemak, Bubur Bayi Instan, Soxhle

    PENETAPAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA MINUMAN ISOTONIK BERBAGAI MERK YANG DIJUAL DISALAH SATU SWALAYAN KOTA CIREBON

    Full text link
    Minuman isotonik merupakan minuman formulasi yang ditujukan untuk mengganticairan, karbohidrat, elektrolit dan mineral tubuh dengan cepat. Minuman isotoniksering dikonsumsi masyarakat tidak hanya sebagai pelepas dahaga atau rasa haus,tetapi juga memiliki kesehatan tertentu. Minuman isotonik dimanfaatkan olehorang yang sedang atau telah melalukan aktivitas fisik, Seperti bekerja danolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Natrium Benzoatpada minuman isotonik berbagai merk yang dijual di salah satu Swalayan KotaCirebon dan untuk mengetahui kadar Natrium Benzoat pada minuman isotonikberbagai merk yang dijual di salah satu Swalayan Kota Cirebon. Minumanisotonik yang mengandung bahan pengawet khususnya natrium benzoat dalamjumlah berlebihan akan menggangu kesehatan manusia. Natrium benzoatcenderung diserap oleh lambung dan jika dikonsumsi dalam jumlah yang besarakan mengiritasi lambung lalu merusak organ target (hati) setelah menumpuk satujumlah yang berlebihan. Penulisan penelitian ini bersifat Deskriptif yaitu suatumetode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaranatau deskripsi suatu keadaan secara objektif. Penelitian ini dilakukanmenggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini terdapat 1merek mengandung Natrium Benzoat dari 10 merek dan kadar natrium benzoatpada minuman isotonik didapatkan hasil rata-rata 250 mg/kg. Berdasarkan hasilpengolahan data statistik tersebut didapatkan nilai signifikasi (Sig. 1- tailed)sebesar 0.188a,b, nilai tersebut lebih besar dari 0.05 sehingga dapat dinyatakan H0diterima dan H1 ditolak, hal tersebut menunjukan tidak terdapat Natrium Benzoatpada minuman isotonik yang dijual di salah satu Swalayan Kota Cirebon.Kata Kunci: Minuman Isotonik, Natrium Benzoat, Cirebo

    Cempe belajar merajut

    Full text link
    Yuk, kenalan dengan Cempe, seekor kambing kecil yang selalu ingin tahu. Bu Kambing pandai merajut. Dia bisa merajut apa saja, kaus kaki, sarung tangan dan baju hangat. Nah kali ini, Cempe berniat belajar merajut pada Ibunya. Sayangnya, tak mudah bagi Cempe untuk belajar merajut. Sebab sebentar-sebentar dia malah bermain-main dengan teman-temannya. Cerita tentang ketekunan dalam mengerjakan sesuatu yang bermanfaat. Ketekunan adalah kunci keberhasilan

    Celengan Ruru

    Full text link
    Buku ini merupakan bahan bacaan literasi yang bertujuan untuk menambah minat baca bagi pembaca jenjang PAUD. Tokoh dalam buku ini adalah gajah kecil yang bernama Ruru. Dia rajin membiasakan menabung. Namun, pada suatu hari Piko, teman baiknya, sakit. Karena itu, Ruru memecahkan celengannya. Dia menghabiskan uangnya untuk membeli madu kesukaan Piko. Lalu, pergilah Ruru menjenguk dan menghibur hati Piko.Pada sore harinya, Ruru baru ingat. Sore ini dia bersama Ibu berencana membeli baju baru. Dia berencana membeli baju baru dengan uang celengannya. Melalui cerita Ruru ini, kamu akan diajak untuk senang belajar berbagi. Hal yang terbaik adalah berbagi tawa bersama teman

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMP KELAS VIII SE-KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Full text link
    The objectives of research were to find out: (1) which one provided better mathematics learning achievement, TPS type of learning model with scientific approach, PBL learning model with scientific approach or direct learning model, (2) which one had better learning achievement, the students with high, those with medium, and those with low prior competency of mathematics learning, (3) in each learning model, which one had better learning achievement, the students with high, those with medium, and those with low prior competency of mathematics learning, and (4) in each category of prior competency, which one provided better mathematics learning achievement, TPS type of learning model with scientific approach, PBL learning model with scientific approach or direct learning model. This study was a quasi-experimental research with a 3x3 factorial design. The population of research was all of the 8th graders of Junior High Schools in Sragen Regency in academic year of 2014/2015. The sample was taken using stratified cluster random sampling. The samples of research consisted of 297 (102 students for TPS class, 96 students for PBL class, and 99 students for direct learning). The instruments used for collecting data were mathematic learning achievement test and prior competency test of students. The instruments of achievement test and prior competency were tried out for finding content validity, difficulty level, distinguishing power, and reliability. The equilibrium test was carried out using a one-way variance analysis with different cells, so that it could be concluded that the sample derived from the population with equal prior competency. The prerequisite test included normality test using Lilliefors method and homogeneity test using Bartlett method with Chi Square test. With α = 0.05, it could be concluded that the sample derived from the normally distributed population with same variance. The data analysis was conducted using a two ways analysis with different cells that was then followed by a multiple comparative test using Scheffe method. Considering the result of hypothesis testing, the following conclusions could be drawn. (1) The students treated with PBL learning model with scientific approach provided better learning achievement than those treated with TPS and those treated with direct learning model. The students treated with TPS learning model with scientific approach provided equal mathematics learning achievement to those treated with direct learning. (2) The students with high prior competency had better learning achievement than those with medium and those with low prior competencies. The students with medium prior competency had better learning achievement than those with low one. (3) In the TPS learning model with scientific approach and direct learning model, the students with high and medium prior competencies had better learning achievement than those with low one. In the PBL learning model with scientific approach, the students with high prior competency had better learning achievement than those with low prior competencies and both of them provided the same learning achievement than those with medium one. (4) The students with high prior competency category had the same learning achievement in TPS type of learning model with scientific approach, PBL learning model with scientific approach or direct learning model. In medium prior competency category, PBL learning model with scientific approach provided better learning achievement than TPS learning model with scientific approach did, and provided the same learning achievement as the direct learning model did. Meanwhile in low prior competency category, PBL learning model with scientific approach provided better learning achievement than TPS learning model with scientific approach and direct learning model, and TPS learning model with scientific approach provided the same learning achievement as the direct learning model did. Keywords: Mathematics Learning Achievement, TPS, PBL, Scientific approach, Prior Competenc

    Rahasia kaki itik (Audio)

    No full text
    Itik si kaki pendek dan kasar, dan jari-jari kakinya berselaput. Ejekan itu sering terdengar di telinga Itik. Hatinya sedih sekali. Saat melihat kaki-kaki ramping sekawanan Bangau. Atau melihat kokoh dan kuat kaki-kaki Elang. Itik membayangkan seandainya dia bisa memiliki kaki-kaki seperti mereka. Cerita tentang si Itik yang menemukan rasa percaya dirinya. Dan membuat perubahan besar dalam hidupnya
    corecore