1,721,134 research outputs found

    TAX COMPLIANCE DAN TAX EVASION: TANTANGAN DEMOKRATISASI WAJIB PAJAK

    Full text link
    Abstract. This study focuses on tax compliance behavior that is emphasized in the viewpoint of government and individualistic taxpayers. Taxpayer compliance has always been an interesting issue and is still debatable in previous research. The democratic involvement of taxpayers still creates a reluctance to pay taxes so that non-compliance efforts still occur. This research tries to test the aspect of legality, modernization of tax system, service quality of tax officer and intellectual taxpayer toward taxpayer compliance and tax evasion. This research is a primary research conducted through the distribution of questionnaires in the convinience of taxpayers registered in the East Java tax office. Respondents of this study as many as 252 individual taxpayers. Testing is done by using Partial Least Square (PLS). The results showed that the variables of legality and service quality of tax authorities have an effect on taxpayer compliance, and taxpayer compliance also affects tax evasion. whereas, the variable modernization of taxation system and intellectual taxpayer have no significant effect on taxpayer compliance Keywords: Legal Aspect; Intellectual; Tax Compliance; Tax evasion   Abstrak. Penelitian ini berfokus pada perilaku patuh pajak yang ditekankan pada sudut pandang pemerintahan dan individualistik wajib pajak. Kepatuhan wajib pajak selalu menjadi isu yang menarik dan masih menimbulkan perdebatan pada penelitian sebelumnya. Keterlibatan wajib pajak secara demokratis masih menimbulkan keengganan untuk membayar pajak sehingga upaya ketidakpatuhan masih saja terjadi. Penelitian ini mencoba menguji aspek legalitas, modernisasi sistem perpajakan, kualitas layanan aparat pajak dan intelektual wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dan penggelapan pajak. Penelitian ini merupakan penelitian primer yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara convinience pada wajib pajak yang terdaftar di kantor pajak wilayah Jawa Timur. Responden penelitian ini sebanyak 252 wajib pajak orang pribadi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel legalitas dan kualitas layanan aparat pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, dan kepatuhan wajib pajak juga mempengaruhi penggelapan pajak. sedangkan, variabel modernisasi sistem perpajakan dan intelektual wajib pajak berpengaruh tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kata Kunci: Aspek Legal; Intelektual; Kepatuhan Pajak; Penggelapan Paja

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN-WRITE UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI SUHU DAN KALOR

    No full text
    Application of learning models POEW done to minimize the quantity of misconceptions experienced by students. The research was conducted by applying the POEW model of the experimental class and POE model of the control class. A method use quasi-experimental by design “Randomized Control Group Pretest-Posttest Design” implemented in X class one of high school at the city Cimahi in 2012/2013. Research results show that the description of misconception experienced by students in the experimental class lower than the control class. Responses of students to learn with the application of this POEW generally positive.</jats:p

    The Role of Teachers in Teaching Sexual Education for Primary School Students

    No full text
    Teachers in primary school have role as second parents at school by teaching and guiding students to prepare them for real life in the community. Primary school students, in the age range 6-12 years, are prepared for further development in adolescence or puberty. At that age, both male and female students are exposed to various sexual problems. Therefore, it is important to provide sexual education for primary school students. Unfortunately, schools only teach the function of reproductive organs. Teachers do not explain the dangers of sexual deviance and important values ​​of sexual education. Often teachers are very awkward when they teach something related to sex. It makes children curious and will find out more about sex by themselves. They look for it on the internet where there are a lot of inappropriate content for primary school students. The lack of sex education needs to be improved so that cases of adolescents who have premarital sex, people who are pregnant out of wedlock and other sexual deviations may be reduced in the future. Therefore, teachers are expected to play a big role in accompanying the growth and sexual development of students. This paper contains thoughts and ideas of the author in maximizing the role of teachers in teaching sexual education for primary school students

    PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA HASIL BELAJAR MATA DIKLAT PRODUKTIF AKUNTANSI SISWA SMK SUNAN DRAJAT LAMONGAN

    No full text
    This research purposed to examine the influence of social support and emotional intelligence on the results of the studying accounting subject. The populations of the research are the students of SMK Sunan Drajat Lamongan, accounting Expertise Program that consist of 174 with a sample of 122 students and it was using proportional random sampling. The Technique of data collecting using based on documents, observation and questionnaires. The data analysis uses multiple linear regression, in partial” there are influence between social support and learning outcomes between emotional intelligence and learning outcomes” and in simultaneously “there are the influence of social support and emotional intelligence with learning outcomes”</jats:p

    Pengembangan Sumbar Daya Manusia Pendidik dan Kependidikan di Madrasah

    No full text
    Tulisan ini mengkaji tentang pengembangan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan adalah salah satu komponen sumber daya manusia pendidikan yang harus terus mengupdate dirinya, mengikuti perkembangan zaman agar mampu menyelenggarakan pedidikan dan pembelajaran yang update, berkualitas, dan tidak ketinggalan dari bangsa lain. Pendidikan yang diselenggarakan dengan berkualitas akan menghasilkan output pendidikan yang berkualitas pula, mampu bersaing dengan bangsa lain. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan haruslah berjalan secara kontinyu dan berkelanjutan. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan dapat dilakukan dengan pendidikan dan pelatihan. Pengembangan di lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan metode on the job, demonstrasi and example, dan classroom methods. Melalui pengembangan, potensi sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan dapat dibimbing, dibina dan dikembangkan sebagai usaha meningkatkan pengetahuan, keterampilann dan kualitas kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran sehingga profesionalisme pendidik dapat terwujud

    RANCANG BANGUN CNC (COMPUTER NUMERICAL CONTROL) UNTUK PEMBUATAN PCB BERBASIS ARDUINO

    Full text link
    Rancang Bangun Mesin CNC (Computer Numerical Control) Untuk Pembuatan PCB Berbasis Arduino merupakan dibuat dengan tujuan untuk mencetak PCB dengan proses pengerjaan cukup efisien dan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia untuk mencetak PCB. Alat ini dirancang menggunakan sebuah sistem yang diproses melalui Arduino Uno dan menggunakan software flatcame dan juga candle sebagai user interface. Software tersebut berfungsi untuk mengubah file dengan format gerber dari software proteus menjadi file G-Code agar bisa dibaca oleh pemrosesnya. Pengujian dilakukan untuk mengetahui ketepatan gerak dari mesin CNC. Berdasarkan hasil pengujian yang diterima, software dapat mengirimkan file GCode dengan baik. Ketepatan gerak dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 0,86% pada sumbu X, sebesar 0,95% pada sumbu Y, dan 1,3% untuk sumbu Z.Kata kunci : CNC, PCB, Arduino Uno, Grbl, proteus, flatcam, candl

    Utilization of Learning Media Geography of High School in Sleman Regency

    Full text link
    This study aims to explore various aspects of learning media in geography at senior high schools in Sleman Regency, focusing on four key areas: the availability of media (including type, quantity, and condition), the utilization of media, the difficulties faced by teachers, and the efforts made to optimize media use. Utilizing a descriptive quantitative method, the research surveyed geography teachers and high school students in grades X, XI, and XII across 45 schools, comprising 17 public and 28 private institutions. A proportional random sampling technique selected 16 schools, with 16 teachers and 96 students chosen through purposive sampling. Data were collected via questionnaires, interviews, and observations, and analyzed using descriptive statistical techniques. Results revealed that the available learning media, primarily maps, atlases, and globes, were classified as insufficient in quantity, despite being in good condition. The utilization of media was in a favorable category, with a media variation of 68.75 percent. Student responses regarding media usage were high, and opportunities for engagement were also positive. However, teachers faced significant challenges, with 68.75 percent reporting difficulties related to limited media availability, manpower, costs, and time. Teachers' efforts to address these challenges were classified as moderate (87.50 percent), including organizing independent media, utilizing donations, and participating in training sessions and teacher meetings

    Usulan Instrumen Pemilihan Dosen Berprestasi Menggunakan Metode Vise Kriterijumska Optimizajica I Kompromisno Resenje (VIKOR) (Studi Kasus : Fakultas Teknologi Industri Unissula)

    Full text link
    Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Kebijakan tersebut menjadi pedoman sebagai acuan pemilihan dosen berprestasi yang dilakukan setiap semester. Proses penilaian dan pemilihan dosen berprestasi dilakukan oleh Dekan FTI. Dekan menyeleksi 36 alternatif terhadap 8 kriteria yaitu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pendidikan/pengajaran, nilai absen angka, jabatan fungsional, EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa), Struktural dan kedisiplinan pengumpulan nilai ujian. Banyaknya kriteria dan alternatif yang harus diseleksi membutuhkan waktu yang relatif lama dan tingkat ketelitian yang relatif lama. Hal ini menimbulkan kelemahan dalam proses pemilihan dosen berprestasi. Kelemahan lainnya, tidak ada pembobotan setiap kriteria yang menimbulkan permasalahan dalam penjaminan konsistensi setiap kriteria. Penelitian ini terkait seleksi terhadap alternatif yang akan memperoleh predikat dosen berprestasi dan melakukan pembobotan setiap kriteria untuk menjamin konsistensi kriteria dalam pemilihan dosen berprestasi. Metode yang digunakan adalah Metode AHP digunakan untuk menentukan Bobot setiap kriteria dan metode VIKOR untuk pengrankingan atau peringkat terhadap hasil yang diperoleh dari pengolahan data guna memperoleh hasil yang sesuai terhadap pemilihan dosen berprestasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk metode AHP berupa nilai prioritas atau bobot untuk kriteria. bobot untuk kriteria Presensi Mengajar 0.473, Kedispilian Pengumpulan Nilai Ujian 0.283, Jabatan Fungsional 0.176, Pengawas Ujian 0.122, EDOM 0.122, Penelitian 0.086, Presensi Kehadiran 0.080, dan Jabatan Struktural 0.044. Untuk “by consensus” v ≈ 0,5, diperoleh hasil urutan ranking terhadap alternatif yaitu Alternatif 17 (A17) menjadi peringkat pertama diikut oleh A1, A14, A7, A26, A19, A34, A2, A32, A30, A11, A4, A35, A33, A21, A9, A31, A3, A29, A13, A18, A20, A12, A23, A8, A10, A28, A36, A24, A6, A16, A22, A27, A25, A15 dan A5. Kata Kunci : Dosen, AHP, VIKO

    PEMBENTUKAN MODEL FREKUENSI POPULASI DARI IMBAS PRODUK LANGSUNG PROSES BRANCHING

    Full text link
    Dalam proses stokastik, banyak sekali proses yang dihasilkan oleh rantai markov, salah satunya adalah Proses Branching. Berkaitan dengan hal tersebut, pada penulisan tugas akhir ini dipelajari suatu model stokastik yang dihasilkan oleh imbas rantai markov dad produk langsung proses branching. Pertama dibentuk fungsi pembangkit probabilitas dad proses branching tersebut, kemudian dihitung probabilitas transisinya. Dad probabilitas trarisisi ini akan diperoleh model stokastiknya. Angka pendekatan untuk mencapai keadaan (state) absorbing dari imbas rantai markov ini dapat dicari dengan menghitung eigenvalue dad matrik P, yaitu dengan membentuk fungsi pembangkit probabilitas dad probabilitas transisinya, kemudian mendefferensialkan fungsi pembangkit probabilitas tersebut, sehingga diperoleh bentuk umum eigenvaluenya
    corecore