1,130 research outputs found

    KREATIVITAS EKO SUPRIYANTO PADA PENCIPTAAN TARI BALABALA

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Kreativitas Eko Supriyanto pada Penciptaan tari Balabala”, Balabala merupakan karya ke dua dari serial seni pertunjukan berbasis riset, Trilogi Of Jailolo, yang diciptakan oleh Eko Supriyanto pada tahun 2016. Karya tari ini telah tampil dua puluh dua kali di beberapa negara di Asia, Australia dan Eropa dari tahun 2016, dan berlanjut untuk World Tour di tahun 2017 dan sepanjang 2018. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini mengenai bagaimana bentuk pertunjukan tari Balabala karya Eko Supriyanto dan bagaimana kreativitas Eko Supriyanto dalam penciptaan tari Balabala. Tujuan penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan struktur koreografi tari Balabala dan menemukan ciri-ciri yang baru atau hubungan-hubungan baru dari karya Eko Supriyanto yang telah ada sebelumnya, serta menemukan konsep kebaruan, ide gagasan dalam penciptaan koreografi Balabala. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif interpretatif. Kerangka teori yang digunakan teori mengenai aspek koreografi kelompok Y. Sumandiyo Hadi dan teori Participation Action Research (PAR) yaitu Re-Visiting, Re-Questioning dan Re-Interpreting oleh Eko Supriyanto. Teknik pengumpulan data melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa Eko Supriyanto seorang seniman tari kontemporer mampu membawa inovasi pengembangan dari tradisi ke kontemporer dalam kancah tari kontemporer Indonesia. Balabala disusun berdasarkan pijakan bentuk tari tradisi Soya-Soya, Cakalele dan Beronggeng yang dikemas melalui proses pengembangannya dari tari tradisi ke tari kontemporer. Dalam proses penciptaan tari Balabala menunjukkan bahwa Eko Supriyanto menggunakan teori Participation Action Research (PAR) yaitu Re-Visiting, Re-Questioning dan Re-Interpreting sebagai riset dalam tahap proses kreatif, masing-masing tahap tersebut menghasilkan sebuah inovasi kebaruan dalam wujud pertunjukan tari Balabala. Di tinjau dari berbagai aspek yaitu, gerak, musik tari, tata rias dan busana, tata panggung, tempat pertunjukannya

    PROSES KREATIVITAS EKO SUPRIYANTO DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI TRAJECTORY

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Proses Kreativitas Eko Supriyanto Dalam Penciptaan Karya Tari Trajectory” ini adalah ingin mengkaji tentang kreativitas yang dilakukan oleh Eko Supriyanto. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, dengan mengacu pada konsep 4P pemikiran Mel Rhodes dikutip oleh Utami Munandar untuk menganalisis dengan melihat elemen (1) pribadi (person) (2) Pendorong (press) ( (3), Proses (process) dan (4) hasil (product). Selain itu digunakan juga teori kreativitas menurut Dedi Supriyadi. Selanjutnya, bentuk koreografi tari Trajectory dianalisis dengan menggunakan pemikiran Sumandyo Hadi yaitu : (1) tema tari, (2) judul tari, (3) penari, (4) gerak tari, (5) iringan tari, (6) rias dan busana, (7) properti tari, (8) pola lantai (9) ruang tari. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat faktor-faktor (internal dan eksternal) yang mempengaruhi Eko Supriyanto, sedangkan kreativitas Eko Supriyanto tercermin dari kemampuan Eko Supriyanto dalam mengaktualisasikan ide gagasan dari Silat BIMA dan Tari Soya-Soya dengan metode pelatihan endurance (ketahanan), kemudian diimplementasikan dalam bentuk karya tari Trajectory. Kata Kunci : Tari Trajectory, Kreativitas, dan Bentuk Koreografi

    SALT

    Full text link
    ABSTRAK SALT merupakan karya penutup dari serial seni pertunjukan berbasis riset, Trilogy of Dancing Jailolo, yang diciptakan oleh Eko Supriyanto. Komponen dalam karya ini meliputi riset ketubuhan gerak “Jathilan” dari tari tradisional Magelang dan “Cakalele”, tarian perang di Halmahera Barat. Latar belakang yang mendasari SALT adalah terjadinya perubahan dari kultur petani menjadi kultur maritim, di mana dalam bentuk riset di lapangannya menjadikan Eko Supriyanto seorang penyelam scuba professional. Selain itu, teknik, keahlian, serta pengalaman di dunia nyata turut berkontribusi dalam terbentuknya karya SALT. Penggabungan riset nyata di lapangan dengan riset terdahulu terkait silent tourism, desentralisasi, komunitas, pemuda dan industri, serta seni pertunjukan memberikan sebuah perspektif baru bagi Eko Supriyanto dalam pemahaman akar tubuhnya sebagai penari tarian Jawa klasik yang dekat dengan budaya agrikultur. Selain itu, disertasi ini juga menjelaskan kompleksitas dan perjalanan tubuh tari Eko Supriyanto pada ruang penjelahan anti-gravitasi bawah permukaan laut Jailolo. Kata kunci: tari, seni pertunjukkan, silent tourism

    Tari Berthema"Nyai"

    No full text
    Tari Berthema"Nyai" Karya: Eko Supriyanto, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Tari, Pendapa ISI Surakart

    IBUIBU BELU - Bodies Of Borders

    Full text link
    Merupakan karya seni pertunjukan berupa karya Seni tari, dengan judul IBUIBU BELU - Bodies Of Borders karya dari Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A

    PROSES KREATIF EKO SUPRIYANTO DALAM KARYA TARI CRY JAILOLO

    Full text link
    Penulisan ini mengungkap tentang proses kreatif Eko Supriyanto dalam karya tari Cry Jailolo yang didalamnya terdapat faktor pendukung dalam karya (faktor Internal dan Eksternal) yang sangat mempengaruhi Eko dalam menggarap karya khususnya karya tari Cry Jailolo. Skripsi ini menggunakan metode penelitain Kualitatif dengan pendekatan koreografi dan deskriptif analitis, dengan mendiskripsikan bentuk koreografi yang terdapat dalam karya tari Cry Jailolo mulai dari gerak, pola lantai, iringan, rias dan busana, dan waktu dan tempat pertunjukan, dengan pendekatan koreografi tentang sebuah proses kreatif karya tari. Yang disimpulan dalam rumusan masalah, bagaimana bentuk pertunjukan karya tari Cry Jailolo dan Bagaimaan Proses Kreatif eko supriyanto dalam karya tari Cry jailolo. Untuk membahas tentang bentuk petunjukan dan prosses kreatif karya tari Cry Jailolo, menggunakan teori Alma M. Hawkins tentang proses kreatif yang menguraikan tentang mereasakan, menghayalkan, mengejahwantahkan, dan member bentuk. Untuk membahas masalah bentuk pertunjukan menggunakan teori Soedarsono tentang elemen-elemen tari yang saling berkaitan antara lain gerak, pola lantai, iringan, rias dan busana dan tempat pertunjukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya tari Cry Jailolo ini merupakan karya yang digarap Eko Supriyanto melalui proses kreatif yang panjang yanitu dengan tahapan-tahapan yaitu riset, training, conditioning, rehearseal dan performing. Dari semuan tahapan tersebut dilakukan Eko dengan menghayalkan, mengejawantahkan, menghayati, dan memberi bentuk. Kata kunci : Proses kreatif dan bentuk koreografi tari Cry Jailol

    Proses Kreatif Eko Supriyanto dalam Penciptaan Tari Balabala

    Full text link
    Penelitian ini mengemukakan persoalan proses kreatif Eko Supriyanto dalam penciptaan tari Balabala, ditujukan untuk mengungkap bagaimana gagasan dan praktik kreatif tari kontemporer yang dikembangkan oleh Eko Supriyanto, dengan latar belakang kreativitas dalam ranah kultural dan jender yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan pendekatan etnokoreologi. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggabungkan studi pustaka, penelitian lapangan. Penelitian nantinya meghasilkan Buraian berupa proses kreatif penciptaan tari Balabala, serta gagasan kebaruan yang ada pada karya Balabala. Disisi lain, penelitian ini dapat menjadi refleksi kritis terhadap perkembangan tari kontemporer dan seniman tari di Indonesia yang dinamis, dengan tradisinya yang terus berubah dan beradaptasi dengan situasi kontemporer saat ini. Perlu ditegakan lagi bahwa kerangka pokok yang menjadi acuan dalam tulisan ini adalah proses kreatif dan hasil.Kata kunci: tari balabala, kreativitas, proses kreatif

    Ikat kait impulsif sarira: gagasan yang mewujud era 1990-2010

    No full text
    Buku ini adalah hasil dari penelitian Eko Supriyanto, seorang doktor dan koreografer tari kontemporer Indonesia. Di dalamnya berisi catatan sejarah kemunculan dan perkembangan tari kontemporer di Indonesia dengan sorotan utama pada 5 tokoh tari kontemporer. Penulis mencatat ada beberapa elemen yang membentuk tubuh tari kontemporer Indonesia yaitu penari, koreografer, gagasan kekinian, ruang pertunjukan, penonton, kritik, dan iklim pendukung (institusi pendidikan formal-non formal penghasil seniman, institusi penyelenggara, keterbukaan masyarakat dan pemerintah)

    MELAWAN GARIS KUNING, MELANTAS MEMORY OF THE WORLD

    No full text
    Orasi ilmiah ini mengelaborasi perjalanan artistik Dr. Eko Supriyanto dalam mengembangkan praktik penciptaan tari sebagai bentuk refleksi sosial dan diplomasi budaya. Berangkat dari pengalaman personal di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, khususnya Kabupaten Belu, pidato ini menjadikan trauma pascakonflik sebagai latar penciptaan karya tari "IbuIbu Belu: Bodies of Border". Karya tersebut tidak hanya menyoroti beban psikologis perempuan akibat konflik politik, tetapi juga mengangkat nilai-nilai tradisi Likurai sebagai narasi rekonsiliasi dan agensi budaya. Pengalaman bersama masyarakat pedesaan, khususnya di Bandungrejo (Magelang), menjadi laboratorium budaya yang mempertemukan ekologi pertanian dengan praktik tari Soreng. Melalui pendekatan new dramaturgy dan inkuiri koreografis, orasi ini menegaskan pentingnya memahami seni sebagai proses investigatif, bukan sekadar produk estetika. Dengan merujuk pada narasi Panji yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World, orasi ini merefleksikan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi alat diplomasi budaya, pengobatan kolektif, dan pembangunan kepemimpinan berbasis etika. Praktik seni tari dipahami sebagai bentuk perlawanan simbolik sekaligus upaya regeneratif dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan

    fish and fishery products microbiology bacteria causing fish spoilage

    Full text link
    This material describe bacteria which causing spoilage in fish and seafood products
    corecore