1,724,160 research outputs found

    BENTUK PERTUNJUKAN PANTOMIM NGILO GITHOK KARYA JEMEK SUPARDI

    Full text link
    Pantomim merupakan salah satu cabang seni dari teater. Bentuk gerak dan mimik wajah yang menjadi suatu cerita serta dimengerti oleh penonton disebut pantomim. Kata Pantomim di Yogyakarta, tidak asing lagi untuk didengar. Salah satunya Pantomimer yang dijuluki sebagai maestro pantomim Yogyakarta yaitu Jemek Supardi.Jemek Supardi lahir pada tanggal 22 Mei 1953 di desa Kembangan Pakem Sleman Yogyakarta. Dari tahun ketahun, Jemek Supardi konsisten dalam menggeluti seni pantomim. Walaupun pantomim mengalami pasang surut tetapi beliau tetap semangat dalam berkesenian di pantomim. Berpuluh-puluh tahun Jemek Supardi mementaskan bentuk pertunjukan pantomim dengan ide maupun cerita yang selalu menarik hati penikmatnya. Salah satu bentuk pertunjukan tersebut berjudul Ngilo Githok. Penelitian ini membahas bagaimana latar belakang Jemek Supardi dan bagaimana bentuk pertunjukan pantomim Ngilo Githok karya Jemek Supardi. Pendekatan metode penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek material adalah Jemek Supardi yang menjadi maskot tersendiri di Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jemek Supardi dalam membuat karya pantomim berhubungan dengan pengalaman hidup beliau, kehidupan masyarakarat di sekitarnya, kehidupan keluarga, ide jalanan, dan kenakalan-kenakalan yang dilakukan di kehidupan nyata beliau dan bentuk pertunjukan pantomim Ngilo Githok karya Jemek Supardi adalah pantomim kelompok. Bentuk Pertunjukan Ngilo Githok ini merupakan karya pantomim yang merefleksikan kehidupan keadaan di zaman sekarang. Dimana orang sekarang merasa sok mengagungkan dirinya sok suci sok mengemukakan dirinya. Pementasan tersebut mempunyai sesuatu keunikan dan originalitas cerita serta pesan moral didalamnya.Kata kunci : Jemek Supardi, Bentuk pertunjukan, Ngilo Githo

    Simmilarity Supardi

    Full text link

    BENTUK PERTUNJUKAN PANTOMIM NGILO GITHOK KARYA JEMEK SUPARDI

    No full text
    Pantomim merupakan salah satu cabang seni dari teater. Bentuk gerak dan mimik wajah yang menjadi suatu cerita serta dimengerti oleh penonton disebut pantomim. Kata Pantomim di Yogyakarta, tidak asing lagi untuk didengar. Salah satunya Pantomimer yang dijuluki sebagai maestro pantomim Yogyakarta yaitu Jemek Supardi.Jemek Supardi lahir pada tanggal 22 Mei 1953 di desa Kembangan Pakem Sleman Yogyakarta. Dari tahun ketahun, Jemek Supardi konsisten dalam menggeluti seni pantomim. Walaupun pantomim mengalami pasang surut tetapi beliau tetap semangat dalam berkesenian di pantomim. Berpuluh-puluh tahun Jemek Supardi mementaskan bentuk pertunjukan pantomim dengan ide maupun cerita yang selalu menarik hati penikmatnya. Salah satu bentuk pertunjukan tersebut berjudul Ngilo Githok. Penelitian ini membahas bagaimana latar belakang Jemek Supardi dan bagaimana bentuk pertunjukan pantomim Ngilo Githok karya Jemek Supardi. Pendekatan metode penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek material adalah Jemek Supardi yang menjadi maskot tersendiri di Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jemek Supardi dalam membuat karya pantomim berhubungan dengan pengalaman hidup beliau, kehidupan masyarakarat di sekitarnya, kehidupan keluarga, ide jalanan, dan kenakalan-kenakalan yang dilakukan di kehidupan nyata beliau dan bentuk pertunjukan pantomim Ngilo Githok karya Jemek Supardi adalah pantomim kelompok. Bentuk Pertunjukan Ngilo Githok ini merupakan karya pantomim yang merefleksikan kehidupan keadaan di zaman sekarang. Dimana orang sekarang merasa sok mengagungkan dirinya sok suci sok mengemukakan dirinya. Pementasan tersebut mempunyai sesuatu keunikan dan originalitas cerita serta pesan moral didalamnya.Kata kunci : Jemek Supardi, Bentuk pertunjukan, Ngilo Githo

    Komposisi karawitan "Lo ro ji nem"

    No full text
    Komposisi karawitan "Lo ro ji nem" Karya: Supardi, Pementasan gelar karya dosen, Pendapa ISI Surakart

    Tari Berdialog"Tari Wayang"

    No full text
    Tari Berdialog"Tari Wayang" Karya: Supardi, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart

    Komposisi Karawitan"Lu ji ro nem"

    No full text
    Komposisi Karawitan"Lu ji ro nem" Karya: Supardi, Gelar Karya Dosen ISI Surakarta, Pendopo ISI Surakart

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN BERBASIS WEB PADA UMKM SUPARDI

    Full text link
    Laporan pengabdian ini, dibahas bagaimana UMKM Supardi membuat sistem informasi akuntansi penjualan berbasis web yang bertujuan dan bermanfaat untuk membantu mencatat transaksi penjualan dengan lebih akurat, efisien, dan efektif. Data primer dan sekunder digunakan dalam laporan ini. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penulis menggunakan informasi langsung yang mereka peroleh untuk melakukan analisis sistem penjualan manual UMKM Supardi. Sistem ini memiliki beberapa kekurangan karena pencatatan penjualan dilakukan secara manual, yang menyebabkan informasi yang dihasilkan tidak akurat. Berdasarkan masalah ini, pembahasan yang akan dibahas mengenai sistem informasi akuntansi penjualan berbasis web UMKM Supardi, perancangan program, dan bagaimana program beroperasi. Penulis mengusulkan bahwa di masa mendatang, web ini akan menjadi sarana pengembangan sistem yang lebih baik lagi

    DARI AKTIVIS KE POLITISI: BIOGRAFI SUPARDI KETUA DPRD PROVINSI SUMATERA BARAT (1987-2022)

    Full text link
    Skripsi berjudul “Dari Aktivis ke Politisi: Biografi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (1987-2022)” merupakan sebuah penulisan biografi yang memuat tentang perjalanan hidup dari masa kecil, remaja hingga dewasa seorang tokoh lokal Minangkabau serta lingkungan dan jiwa zaman yang mempengaruhi kepribadian tokoh tersebut. Peristiwa yang tergambar dari kehidupan Supardi, seorang aktivis Pelajar Islam Indonesia Payakumbuh dan SBSI meliputi latarbelakang keluarga, lingkungan organisasi PII dan SBSI, perjalanan karir sebagai seorang politisi pada Era Reformasi hingga mencapai Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan dokumen sejarah), kritik sumber (yang terdiri dari kritik ekstern dan intern), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kearsipan, studi kepustakaan, dan melakukan studi sejarah lisan (melalui metode wawancara). Hasil wawancara dilakukan dengan Supardi; istri Emilia, rekan sesama aktivis Pelajar Islam Indonesia yaitu Esa Muhardanil, Akmal Thulas, Kamrizal, Nova Ardinal, dan Efrizal, kemudian rekan yang aktif di legislatif ada Asmadi Taher, Hurisna Jamhur, Kamrizal dan Nova Ardinal selanjutnya kawan masa Sekolah Teknik Menengah ada Wendra. Supardi merupakan seorang aktivis dan politisi dari Partai Gerindra. Pada tahun 1987, Supardi ikut bergabung dengan organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) Payakumbuh dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Islam dengan terlibat berdemonstrasi mengkritisi Azas Tunggal Pancasila yang diterapkan oleh pemerintah Baru. Kiprah keaktivisan Supardi berlanjut hingga memasuki PII Sumatera Barat menentang pemutaran lagu Hari Valentine Day yang disiarkan radio pemerintah kota Payakumbuh. Selain itu, Supardi juga terlibat demonstrasi buruh pada tahun 1990-an di kota Medan. Supardi tergabung di organisasi SBSI Medan yang merupakan pelopor gerakan demonstrasi buruh pada tahun 1992-1994. Pada tahun 2004 Supardi bergabung dengan Partai Bulan Bintang dalam memperjuangkan masyarakat lewat lembaga legislatif. Pada tahun 2013, Supardi beralih ke partai Gerindra dan berhasil memenangkan pemilihan legislatif tahun 2014 untuk menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sampai terpilih menjadi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2019-2024. Kata Kunci: Supardi, Aktivis Islam, Politisi Loka

    Kongres kebudayaan sebelum dan sesudah Indonesia merdeka.

    Full text link
    Data yang ada di Museum Sonobudoyo Yogyakarta menunjukkan bahwa pada tahun 1918 telah diselenggarakan Kongres Kebudayaan, meski masih terbatas pada kebudayaan Jawa. Nama kongres itu adalah Congres voor Javaansche Cultuur Ontwikkeling (Kongres Guna Membahas Pengembangan Kebudayaan Jawa). Temuan ini amat menarik untuk disimak, karena ternyata selama masa tahun 1918 hingga Indonesia merdeka, telah diselenggarakan 7 kali kongres. Enam dari tujuh kongres itu diselenggarakan oleh 'JAVA-INSTITUUT' sebuah lembaga penelitian kebudayaan yang lahir berdasarkan keputusan Kongres Kebudayaan yang diselenggarakan pada tahun 1918 itu

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN BERBASIS WEB PADA UMKM SUPARDI

    Full text link
    Laporan Akhir ini membahas tentang perancangan sistem informasi akuntansi penjualan berbasis web pada UMKM Supardi yang bertujuan dan berguna untuk membantu dalam pencatatan transaksi penjualan lebih akurat, efektif, serta efisien. Data yang digunakan dalam laporan ini adalah data primer dan data sekunder. Penulis mengumpulkan data dengan cara Teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informasi langsung yang diperoleh oleh penulis ditemukan masalah yaitu menganalisis sistem penjualan manual pada UMKM Supardi yang memiliki beberapa kelemahan dikarenakan pencatatan penjualan yang dilakukan masih secara manual yang mengakibatkan informasi yang dihasilkan belum akurat. Berdasarkan permasalahan tersebut, pembahasan yang akan dibahas mengenai sistem informasi akuntansi penjualan berbasis web pada UMKM Supardi, perancangan program, dan cara kerja program. Penulis menyarankan agar web ini aka nada pengembangan sistem yang lebih baik lagi dimasa yang akan mendatang
    corecore