394 research outputs found
TINJAUAN MUSIKAL KARAWITAN PAKELIRAN WAYANG GOLEK DALANG KI SUPADI DARI DESA KARANGJAMBU
Penelitian ini membicarakan masalah musikalitas karawitan yang terdapat pada pakeliran wayang golek Ki Supadi dari Desa Karangjambu, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Pembicaraannya dititikberatkan pada unsur-unsur musikalitas karawitan pakeliran wayang golek Ki Supadi melalui pendekatan konsep-konsep Karawitan Jawa, yaitu meliputi masalah laras, irama, patet, ricikan, gending, bentuk gending, sulukan, dan garap.
Karawitan pakeliran wayang golek Ki Supadi ini mempunyai ciri khas tersendiri yang saat sekarang tidak dimiliki oleh dalang-dalang lain di daerah Purbalingga. Di dalamnya disebutkan bahwa ciri khas itu terletak pada penggunaan vokabuer gending, sulukan, dan penggunaan ricikan saron barung yang untuk mendukung sajian sulukan. Di dalam pakeliran wayang golek Ki Supadi digunakan gending-gending dari tiga daerah gaya, yaitu Gaya Banyumas, Gaya Tegal (Pekalongan), dan Gaya wetanan (Surakarta dan Yogyakarta).
Tulisan ini juga memaparkan masalah struktur karawitan pakeliran wayang golek Ki Supadi, yaitu sebuah susunan yang menyangkut urut-urutan sajian gending dan sulukan dalam pergelaran wayang golek Ki Supadi semalam suntuk. Penerapan sajian gending dan sulukan ini dimulai dari sajian gending talu sampai tancep kayon yang dibagi menjadi tiga patet, yaitu nem, patet sanga, dan patet manyura.
Untuk melengkapi tulisan ini di dalamnya diwarnai pula hal-hal melatarbelakangi timbulnya gaya pakeliran wayang golek Ki Supadi di daerah Purbalingga. Proses pembentukan kesenimanan Ki Supadi itu ditentukan oleh beberapa aspek dan keterlibatannya dalam pergelaran wayang golek. Ki Supadi sendiri adalah seorang dalang keturunan dari dalang wayang golek dari Tegal yang dahulunya berasal dari Pemalang. Pedalangan golek itu, setelah sampai pada Ki Supadi mengalami perubahan, terutama pada karawitannya berupa penambahan dan penggantian gending serta ricikan yang digunakan. Proses pengumpulan data pada laporan penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka
ESTETIKA PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK MENAK PURBALINGGA LAKON KENDHIT BRAYUNG GUGUR SAJIAN KI SUPADI HADIMIHARDJO
Penelitian berjudul "Estetika Pertunjukan Wayang Golek Menak Purbalingga Lakon Kendhit Brayung Gugur Sajian Ki Supadi Hadimihardjo" ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang: (1) Bagaimana bentuk pertunjukan wayang golek menak Purbalingga Lakon Kendhit Brayung Gugur sajian Ki Supadi Hadimihardjo, dan (2) Bagaimana estetika pertunjukan wayang golek menak Purbalingga Lakon Kendhit Brayung Gugur sajian Ki Supadi Hadimihardjo.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model analisis kualitatif. Permasalahan pertama dikaji menggunakan teori dan konsep struktur pertunjukan wayang dalam Pathokan Pedalangan Gagrag Banyumas yang diterbitkan oleh Senawangi, yang dipadukan dengan teori struktur dramatik lakon wayang yang dikemukakan oleh Soediro Satoto. Adapun untuk mengungkap estetika yang terkandung di dalam pertunjukan wayang golek menak Purbalingga tersebut menggunakan konsep estetika mendhalungan yang dikemukakan oleh Bagong Pujiono. Data-data penelitian didapat melaluiobservasi, studi pustaka, dan wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan keunikan pertunjukan wayang golek menak Purbalingga Lakon Kendhit Brayung Gugur sajian Ki Supadi Hadimihardjo, ditemukan bahwa strukturlakontersusun dari pathet nem, yakni jejer kapisan Negara Koparman, kondhur kedhatonan, paseban jaba, budhalan, jejer Tegal Kepanasan, candhakan Patih Jalandara, perang kembang, dan candhakan Prabu Malangsemirang. Pada bagian pathet sanga, yakni jejer Pertapan Nabi Khidir, candhakan Gunung Waja,dan perang pathet sanga. Adapun pada pathet menyuri, yakni jejer pathet manyuri Negara Koparman, candhakan menyuri, perang menyuri, perang tandhing, dan jejer pungkasan Negara Koparman. Adapun estetika pada pertunjukan wayang golek menak Purbalingga Lakon Kendhit Brayung Gugur sajian Ki Supadi Hadimihardjo dapat dilihat dari keberhasilan dalang dalam membangun suasana gathuk, runtut, jebles manjing, dan cucutyang tercermin dalam beberapa adegan.
Kata Kunci: bentuk, estetika, wayang golek, Kendhit Brayung gugu
KESANTUNAN BERBAHASA PADA TUTURAN TENAGA MEDIS DAN PASIEN DI PUSKESMAS MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Rea Utami. 2022. Kesantunan Berbahasa Pada Tuturan Tenaga
Medis dan Pasien di Puskesmas Muara bangkahulu Kota
Bengkulu. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Bengkulu. Pembimbing l Drs. Supadi, M. Hum. dan
Pembimbing ll Dr. Irma Diani, M. Hum.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan realisasi
kesantunan berbahasa pada tuturan perawat dan pasien di Puskesmas
Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan teknik observasi, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil
dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut, yang terdiri dari enam
maksim. Maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim
penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kemufaktan, dan maksim
kesimpatian. Berdasarkan rinciannya yaitu terdiri atas 12 maksim
kebijaksanaan, 4 maksim kedermawaanan, 7 maksim penghargaan, 2
maksim kesederhanaan, 14 maksim kemufakatan, dan 10 maksim
kesimpatian. Maka dapat disimpulkan dari data yang ditemukan sebanyak
49 data bahwa tuturan tenaga medis dan pasien di Puskesmas Muara
Bangkahulu Kota Bengkulu sudah termasuk menggunakan bahasa yang
santun.
Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Tenaga Medis dan Pasien,
Puskesmas Muara Bangkahulu
KESANTUNAN BERBAHASA MELAYU BENGKULU PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI ZAKAT KELURAHAN BAJAK KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU
Kesantunan Berbahasa Melayu Bengkulu pada Masyarakat Pesisir Pantai Zakat Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu : Kajian Prgamatik. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, dengan pembimbing (1) Dr. Dian Eka Chandra W., M.Pd., dan pembimbing (II) Drs. Supadi, M.Hum. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat dan bagaimanakah jenis-jenis kesantunan dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat di Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu dan mengetahui jenis-jenis kesantunan berbahasa pada percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat di Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik rekaman, dan teknik wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahaptahap (1) transkripsi data, (2) identifikasi data, (3) reduksi data, (4) klasifikasi data, dan (5) interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh gambaran bahwa kesantunan berbahasa Melayu Bengkulu pada masyarakat pesisir Pantai Zakat yang terjadi di Pantai Zakat, DAM Pantai Zakat, rumah-rumah warga di Kelurahan Bajak, kelompok arisan RT 05, dan warung-warung di Kelurahan Bajak terdapat dua jenis kesantunan, yaitu kesantunan positif dan kesantunan negatif. Kesantunan positif diperoleh sembilan (9) tuturan santun dengan memberikan pertanyaan atau meminta alasan, tiga (3) tuturan santun dengan mencari persetujuan dengan topik yang umum atau mengulang sebagian atau seluruh ujaran mitra tutur (penutur), satu (1) tuturan santun memberikan tawaran atau janji, satu (1) tuturan santun menyatakan paham atau mengerti akan keinginan mitra tutur (penutur), dua (2) tuturan santun membesarbesarkan perhatian, persetujuan, dan simpati kepada mitra tutur, dua (2) tuturan santun mengintensfikan perhatian penutur dengan mendramatisasikan peristiwa atau fakta. Selanjutnya, untuk kesantunan negatif, hanya terdapat: tiga (3) tuturan santun meminimalkan paksaan dan satu (1) tuturan santun menunjukkan keoptimisan
The integrated inventory and production planning for time-varying demand process / Siti Suzlin Supadi
In the literature, integrated inventory model has received a lot of attention.
Most previous works on this topic have been based on the assumption
of constant demand rate. However this assumption is not reliable in reality;
it is either increasing or decreasing with time.
In this thesis, we considered the model which consists of a single vendor
who manage the production and deliver to a single buyer with a linearly
decreasing demand rate over a finite time horizon. Costs are attached to
manufacturing set up, the delivery of a shipment and stockholding at the
vendor and buyer. The objective is to determine the number of shipments
and size of those shipments which minimize the total system cost - assuming
the vendor and buyer collaborate and find a way of sharing the consequent
benefits.
We begin this thesis with the integrated inventory policy for shipping a
vendor’s final production batch to a single buyer under linearly decreasing
demand. The first case considered here is the holding cost at the vendor is less
than at the buyer. We solve this model with equal shipment sizes policy, equal
shipment periods policy and unequal shipment sizes and unequal shipment
periods policy.
Then, we develop a mathematical model when the unit holding cost is higher at the vendor rather than at the buyer (consignment stock problem).
For this case, we also consider equal shipment sizes policy, equal shipment
periods policy, and unequal shipment sizes and unequal shipment periods as
in the previous case policy.
It is followed by an integrated inventory model with n production batches
which consists of the final batch at the end of the production cycle. This
model also considers the case of the buyer’s holding cost being greater than
the vendor’s and vice versa. We consider this model with equal cycle time
and unequal cycle time for both policies. We show the solution procedure
when the shipment sizes are equal and when they are unequal.
We solve all the models in this thesis using Microsoft Excel Solver and
illustrate all the policies with numerical examples and sensitivity analysis.
Then we make some comparison of the model. Lastly we end the thesis with
conclusion and some recommendations for further research
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DENGAN GURU DI SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Kiki Lestari. 2022. Analisis Kesantunan Berbahasa Siswa dengan Guru di SMK
Negeri 3 Kota Bengkulu. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia,
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Bengkulu. Pembimbing I Drs. Supadi, M.Hum. dan
Pembimbing II Drs. Bambang Djunaidi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran
kesantuan berbahasa siswa dengan guru pada saat kegiatan pembelajaran bahasa
Indonesia kelas X Jurusan Kecantikan di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu. Metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Objek penelitian ini
adalah siswa dengan guru di kelas X Jurusan Kecantikan SMK Negeri 3 Kota
Bengkulu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi
dan teknik rekaman. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan tahapan: (1)
Mentranskripsi hasil rekaman, (2) Mengidentifikasi data, (3) Mengklasifikasi data,
(4) Menginterpretasi data, dan (5) Menyimpulkan data. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran kelas X Jurusan Kecantikan di
SMK Negeri 3 Kota Bengkulu ditemukan data tuturan kesantunan berbahasa yang
terdiri atas 16 pematuhan kesantunan berbahasa siswa dengan guru yang meliputi:
Pematuhan maksim-maksim (1) kebijaksanaan dengan indikator yaitu memberikan
banyak pilihan kepada mitra tutur (2) kedermawanan dengan indikator yaitu
mengurangi keuntungan diri sendiri dan menambah keuntungan mitra tutur (3)
pujian dengan indikator yaitu memberikan penghargaan berupa ucapan yang
menyenangkan (4) kerendahan hati dengan indikator yaitu penutur dapat
mengurangi pujian terhadap diri sendiri (5) kemufakatan dengan indikator yaitu
menghindari pembicaraan yang berbeda dari topik pembicaraan. Data tuturan
pelanggaran kesantunan berbahasa terdiri dari 11 pelanggaran kesantunan
berbahasa yang meliputi: Pelanggaran maksim-maksim (1) kebijaksanaan dengan
indikator yaitu tidak memberikan banyak pilihan kepada mitra tutur (2) kesimpatian
dengan indikator yaitu tidak mengungkapkan perasaan peduli dan (3) kemufakatan
dengan indikator yaitu tidak menghargai mitra tutur. Kesantunan berbahasa siswa
dengan guru di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu tidak ditemukan tuturan yang
mengandung pelanggaran maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati dan
maksim pujian atau penghargaan.
Kata kunci: Kesantunan berbahasa siswa dengan guru
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA ACARA PODCAST DEDDY COURBUZIER EDISI BULAN AGUSTUS 2020
ABSTRAK
Jaka Aprianda.2022.Analisis Kesantunan Berbahasa pada Acara Podcast
Deddy Courbuzier Edisis Bulan Agustus 2020. Skripsi Program Studi
Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu.
Pembimbing I Dra. Ngudining Rahayu, M.Hum. dan Pembimbing II Drs.
Supadi,M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan kesantunan berbahasa
pada acara podcast Deddy Corbuzier edisi bulan Agustus 2020 yang terdapat di
media youtube tanggal 18 dan 20 Agustus 2020 atau dua video podcast. Metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data berupa
video yang diperoleh dari youtube Deddy Corbuzier. Data dalam penelitian ini
berupa tuturan yang mengandung maksim kesantunan. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat.
Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan tahapan: (1) Pentranskripsian
data, (2) Pengkodean data, (3) Pengklasifikasian data, (4) Penganalisisan data, (5)
Penyimpulan data. Hasil penelitian mengenai pematuhan kesantunan berbahasa
pada acara podcast Deddy Corbuzier antara penutur dan mitra tutur dengan
indikator pematuhan : (1) maksim kearifan yaitu memberikan banyak pilihan yang
tidak merugikan mitra tutur seperti Saya mengundang anda secara langsung
untuk datang kembali kesini jika anda berkenan (2) maksim kedermawanan yaitu
menambah keuntungan mitra tutur seperti Saya berharap anda akan datang lagi,
(3) maksim pujian yaitu dengan memberikan pujian yang menyenangkan mitra
tutur seperti Ini orang hebat loh, (4) maksim kerendahan hati yaitu mengurangi
atau tidak memberikan pujian terhadap diri sendiri seperti Saat itu aku kan orang
bodoh, (5) maksim kesepakatan yaitu memberikan kesetujuan atau kesepakatan
terhadap pendapat mitra tutur seperti Betul saya Sangat setuju, (6) maksim
kesimpatian yaitu mengungkapkan rasa simpati terhadap mitra tutur seperti Lu
bukan orang yang suka mabuk kan?.
Kata kunci: Kesantunan Berbahasa, Podcast Deddy Courbuzier
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA NOVEL GURU HALIMAH KARYA WANDRA ILYAS
ABSTRAK
Metta Arifica, 2022. Analisis Tindak Tutur Direktif pada Novel Guru Halimah
karya Wandra Ilyas. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan
Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Bengkulu. Pembimbing utama Dr. Rokhmat Basuki, M.Hum. Pembimbing
pendamping Drs. Supadi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif
pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Guru Halimah karya Wandra
Ilyas. Teknik pengumpulan data yang digunakam adalah dokumentasi. Langkah�langkah analisis data mulai dari mempersiapkan data hingga data dianalisis adalah (1)
pengumpulan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4)
menginterpretasi data, dan (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra
Ilyas terdapat delapan jenis tindak tutur direktif, yaitu (1) memesan atau meminta
(ordering) sebanyak 39 data tuturan, (2) memerintah (commanding) sebanyak 20 data
tuturan, (3) memohon (requesting) sebanyak 23 data tuturan, (4) menasihati
(advising) sebanyak 24 data tuturan, (5) menyarankan atau menganjurkan
(recommending) sebanyak 10 data tuturan, (6) bertanya (questions) sebanyak 74 data
tuturan, (7) melarang (prohibitives) sebanyak 6 data tuturan, (8) mengizinkan
(permissives) sebanyak 10 data tuturan. Sedangkan, fungsi tindak tutur direktif yang
ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas, yaitu (1) memesan atau
meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, mengajak, memberi pesan, memohon,
mendorong, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual minta, pesan,
mari, dan titip. (2) memerintah (commanding) memiliki fungsi memerintah,
menyilakan, menyuruh, mengkomando, mengharuskan, memaksa, menuntut,
mendesak, dan menginstruksikan dengan contoh penanda lingual ayo dan harus. (3)
memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, meminta, mengharap, dan mendoa
dengan contoh penanda lingual mohon dan tolong. (4) menasihati (advising) memiliki
fungsi mengarahkan, mengingatkan, memperingatkan, menasihati, dan mendorong
dengan contoh penanda lingual hati-hati. (5) menyarankan atau menganjurkan
(recommending) memiliki fungsi menganjurkan dan meminta dengan contoh penanda
lingual sebaiknya. (6) bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya, menginterogasi,
meminta, menghina, membujuk, dan mndesak dengan contoh penanda lingual apa,
berapa, dan bagaimana. (7) melarang (prohibitives) memiliki fungsi melarang dan
mencegah dengan contoh penanda lingual jangan. (8) mengizinkan (permissives)
memiliki fungsi mengizinkan, membolehkan, membiarkan, memaafkan, menyetujui,
dan mengabulkan dengan contoh penanda lingual boleh dan ya.
Kata kunci: Analisis, Tindak tutur direktif, novel Guru Halimah, Wandra Ilyas
ANALISIS PENGARUH PIJAT TERAPI RELAKSASI PROGRESIF DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG
ABSTRAKPengaruh Pijat Terapi Relaksasi Progresif Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Kota SemarangProgram Studi Pendidikan Profesi Program Profesi NersPoliteknik KeperawatanKemenkes SemarangMakalah Ilmiah Ners, 29 Juni 2022Risma Dyah Prastiwi1), Rodhi Hartono,S.Kep, Ns.M.Biomed 2), Supadi, S.Kep, Ners, M. Kep, Sp.MB3)Penulis koresponden : Risma Dyah PrastiwiEmail peneliti utama : [email protected] belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalamipeningkatan setiap tahun di negara seluruh dunia. Diabetes melitus perlu penanganan yang baik agar tidak menimbulkan komplikasi pada pembuluh darah makrovaskular maupun pada pembuluh darah mikrovaskular, serta gangguan pada sistem saraf atau neuropati. Salah satu tindakan pada penderita diabetes melitus dengan cara non farmakologi untuk menurunkan kadar gula darah adalah teknikrelaksasi otot progresif dan teknik relaksasi nafas dalam.Tujuan : Penelitian ini bertujuan memberikan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan tentang pemberian pijat terapi relaksasi progresif dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan kadar guladarah pada pasien diabetes melitus tipe 2.Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif, pemilihan subyekdengan metode convenience sampling methode (non-probabillty sampling technique) jumlah 2 responden,instrument yang digunakan adalah SOP (Standart Opersional Prosedur), Alat Gds. Penerapan dilakukan dengan jenis penerapan tindakan, dengan durasi penerapan tindakan relaksasi otot progresif 2-3 kali dalam 3 hari selama 25-30 menit dan teknik relaksasi nafas dalam 3 kali dalam 1 hari selama 15 menit
PENGUSAHAAN DAN KELEMBAGAAN LAHAN PERTANIAN DI BERBAGAI AGROEKOSISTEM (KASUS DESA-DESA PATANAS)
In trying to get his land the farmer must consider the technical problem, economical and social the culture, the exploitation of agriculture always was linked with what will be produced, how many, here, when, how and where is distributed him. The utilization of the farmer's land as the production factor that was most important in the farming really was influenced by the relations kind between humankind and his land because will be related to in continuation of his farming. The land that was made an effort to get could take the form of his property personally or property of the other person. This research was aimed at identifying and analyzing the exploitation and institutional the agricultural land in rural areas. The method used was survey that was carried out in 12 Patanas villages that were spread in Lampung, West Java, Central Java, East Java, South Sulawesi, and NTB. In three villages, 25 farm households were selected. Results of the research showed the growth index reached 200 to 300, except in the paddy-field land where its irrigation was rotated and in dryland that was cultivated with cassava. The farmer used the superior variety seed, but did not yet apply balanced fertilizing. Fertilizing exceeded the recomendation whereas for other fertilizer (P05 and K20) and relative manure utilization was still under recommendation, in fact some farmers did not use. The productivity of the crop in the rainy season (rice and corn) higher was compared to dry season, except for the potato. Generally the farmer used capital personally, “YARNEN” system was an alternative that often was followed. The price of agricultural product was fluctuating in which the price of the dry season tended to be higher than in the rainy season, the status of the farmer was dominated by owner followed by the sharecropper and the leaser. The sharecropper and the leaser always did not come from the group landless because of the owner, also entered the rented market and sharecropper. The rented system that more stressed the aspect of economics than social more prominent in production centers of the potato
- …
