302 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN BERAS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Noni Sunarni dengan judul skripsi Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Beras di Provinsi anggroe Aceh Darussalam", dengan pembimbing utama Bapak Ir Kadir Zalani dan Bapak Ir Edy Marsudi, M.Si,sebagai pembimbing keduaUntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran terhadap beras di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penawaman terhadap beras di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Seluruh data yang dikumpul diolah dan dianalisis dengan memakai peralatan komputer dengan Program SPSS. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang dikumpulkan dani BPS, Dinas Pertanian, Bulog, dan instansi-instansi terkait lainnya Rentang waktu data yang digunakan adalah dari tahun 1984 - 2003Secara Parsial Harga Beras, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk berpengaruh nyata terhadap permintaan beras. Secara parsial harga beras, harga pupuk, ingkat teknolog dan luas panen berpengaruh nyata terhadap penawaran beras. Permintaan beras tidak menurun, dengan meningkatnya harga beras Permintaan beras menurun dengan semakin tingginya tingkat pendapatan.Peningkatan harga pupuk dapat menurunkan produksi beras, sedangkan peningkatan harga beras, teknolog, dan luas panen dapat meningkatkan produksi beras.Adapun saran yang dapat penulis berikan pada penelitian ii diantaranya adalah sebagai berikut Pemerintah perlu menetapkan suatu kebijakan harga terhadap beras, disebabkan beras masih merupakan konsumsi utama khususnya di Aceh .Untuk mendorong produksi petani diperlukan subsidi pupuk bagi petani, hal ini disebabkan tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dibandingkan dengan nilai yang diperoleh petani tersebu
Zonasi dan Struktur Komunitas Mangrove di Pesisir Kabupaten Merauke
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi dan struktur ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Merauke tepatnya di Pantai Payumb Distrik Merauke, Pantai Nasem Distrik Naukenjerai dan muara sungai Kumbe Distrik Semangga pada bulan Oktober 2015. Pantai Nasem dan Pantai Payumb dibagi menjadi 2 zona pengambilan sampling sedangkan stasiun muara Sungai Kumbe dibagi menjadi 3 zona. Ukuran transek 100-150m tegak lurus garis pantai dengan ukuran plot 10x10m2. Pada setiap plot sampling dilakukan perhitungan kerapatan jenis, frekuensi jenis dan indeks dominansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 15 jenis mangrove yang tersebar di ketiga stasiun yaitu Pantai Nasem 7 spesies, Pantai Payumb 9 spesies dan muara Sungai Kumbe 13 spesies. Vegetasi mangrove di kawasan penelitian disusun oleh 8 genus dan 15 jenis mangrove. Berdasarkan dominansi jenis vegetasi mangrove, kondisi komunitas di stasiun Pantai Nasem dan Pantai Payumb termasuk dalam kriteria labil dengan tipe substrat berpasir dan dominansi genus Avicennia. Sebaliknya stasiun muara Sungai Kumbe memiliki kondisi komunitas vegetasi yang stabil dengan tipe substrat berlumpur dan dominansi genus Rhizophora. Zonasi ekosistem mangrove pada area pesisir Kabupaten Merauke terdiri dari dua tipe zonasi. Pada daerah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut, genus Avicennia merupakan pioneer dalam membentuk zonasi vegetasi mengrove. Sebaliknya pada daerah sungai, genus Rhizophora menjadi pioneer membentuk zonasi pada kedua sisi badan sungai
UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE STAD DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR FISIK WILAYAH INDONESIA PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 1 SIDOHARJO SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Sunarni, UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA
MELALUI METODE STAD DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA
POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR FISIK WILAYAH INDONESIA PADA
SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 1 SIDOHARJO SRAGEN TAHUN
PELAJARAN 2008/2009. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2009.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa
melalui metode STAD (Student Teams Achievement Division) dalam pembelajaran
IPS Geografi pada pokok bahasan unsur-unsur fisik wilayah Indonesia pada siswa
kelas VIII C SMP Negeri 1 Sidoharjo Sragen. Dalam penelitian ini menggunakan
jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah kelas VIII C SMP Negeri 1
Sidoharjo Sragen dengan jumlah siswa 39 yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 23
siswa perempuan. Penelitian dilakukan di kelas VIII C pada Bulan Oktober-
November tahun 2008 pada semester I tahun ajaran 2008/2009. Lingkup materi
adalah unsur-unsur fisik wilayah Indonesia. Teknik pengumpulan data dengan
metode observasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode
STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan minat dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran geografi pada pokok bahasan unsur-unsur fisik
wilayah Indonesia. Peningkatan minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran IPS
Geografi menjadi lebih baik dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dengan
ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 85%. Dari jumlah siswa kelas VIII C
sebanyak 39 siswa sebelum dilakukannya tindakan dengan metode STAD yang
mendapat nilai kurang dari 6,5 ada sebanyak 24 siswa (61,5%) dan yang mendapat
nilai 6,5 ke atas ada 15 siswa (38,5%) dengan nilai rata-rata 5,9. Setelah dilakukan
tindakan dengan metode STAD yang di ikuti oleh 39 siswa yang mendapat nilai
kurang dari 6,5 ada 4 siswa (10%) dan yang mendapat nilai lebih dari 6,5 ada 35
siswa (90%). Hal ini terlihat jelas adanya peningkatan hasil belajar yaitu 51,5%
(sebelum dilakukan tindakan dengan metode STAD 38,5% menjadi 90% setelah
dilakukan tindakan dengan metode STAD). Dari hasil tersebut maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa metode STAD dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa
pada kelas VIII C
Penerapan Ragam Alat Bantu Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Permainan Bolavoli Pada Kelas X MIPA 1 SMA N 2 Boyolali Tahun Pelajaran 2016/2017
Ani Sunarni. K5613013. PENERAPAN RAGAM ALAT BANTU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLAVOLI PADA KELAS X MIPA 1 SMA N 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bermain bolavoli dengan penerapan ragam alat bantu pada siswa kelas X MIPA 1 SMA N 2 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Mipa 1 SMA N 2 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa 38 anak, yang terdiri dari 16 siswa dan 22 siswi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya melalui tes praktik dan observasi lapangan. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data meliputi jenis data, teknik data dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan ragam alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar bermain bolavoli dari prasiklus ke seiklus I dan siklus I ke siklus II. Proses pembelajaran pada prasiklus belum menggunakan alat bantu pembelajaran dalam mempelajari teknik dasar bermain bolavoli,yaitu pasing atas, pasing bawah, dan servis atas. Sehingga keterampilan bermain bolavoli siswa masih rendah dan hasil belajar bermain bolavoli siswa kurang maksimal. Dari hasil analisis diperoleh peningkatan yang cukup signifikan dari prasiklus ke siklus I dan siklus I ke siklus II. Pada prasiklus, siswa yang tuntas mencapai 42,11%. Pada siklus I, siswa yang tuntas mencapai 65,79%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang tuntas mencapai 71,05%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa melalui penerapan ragam alat bantu dapat meningkatkan hasil belajar bermain bolavoli pada siswa kelas X MIPA 1 SMA N 2 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Hasil belajar, bermain bolavoli, alat bantu pembelajara
Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik : Konsep, Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya
PETA RANTAI (PERMAINAN CERITA BERANTAI) METODE BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENUMBUHKAN KEBERANIAN KOMUNIKASI INTEPERSONAL SISWA
Tujuan pembelajaran akan tercapai jika proses belajar mengajar terjadi secara kondusifyang ditandai dengan terjadinya interaksi dua arah antara guru dan siswa. Saat prosespembelajaran siswa cenderung pasif sehingga suasana kurang kondusif, yangmenyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai. Solusi yang sangat tepat untukmenuntaskan permasalahan tersebut dengan menerapkan PETA RANTAI (PermainanCerita Berantai) Metode Pengalaman terbaik (Best Practice) telah dilaksanakan sejaktahun pelajaran 2018/2019 hingga sekarang dan terbukti sangat efektif untukmenumbuhkan keberanian komunikasi interpersonal siswa. Hasil dari penerapan PETARANTAI (Permainan Cerita Berantai) Metode Bimbingan Kelompok ini peserta didikmenjadi berani untuk bertanya, menjawab pertanyaan, berpendapat, berani tampilpresentasi di depan kelas dan berani untuk berbicara di depan umum. Suasanapembelajaran lebih aktif sehingga pembelajaran tidak hanya fokus pada guru. Terjadinyakomunikasi dua arah saat pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar sertapotensi siswa. Keberhasilan penerapan PETA RANTAI (Permainan Cerita Berantai)Metode Bimbingan Kelompok telah mengantarkan siswa menjuarai berbagai lombayang membutuhkan keterampilan public speaking. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Bimbingan Kelompok, Permainan Cerita Beranta
UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) PADA ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI KARANGANYAR KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui Metode Bermain Peran (Role Palying) dapat meningkatkan kemandirian anak Taman Kanak-kanak Pertiwi
Karanganyar Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian adalah
PTK. Subjek penelitian adalah seluruh siswa Taman Kanak-kanak Pertiwi Karanganyar Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012. Dalam pengumpulan data, metode yang dipergunakan metode observasi, dokumentasi, dan
test. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model induktif interaktif yang memiliki tiga komponen pokok analisis yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan
kesimpulan aktivitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Dalam bentuk ini peneliti tetap bergerak di antara empat komponen (termasuk proses pengumpuan data) selama proses
pengumpulan data berlangsung. Kemudian setelah pengumpulan data peneliti bergerak diantara tiga komponen pokok yaitu, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar (dengan memiliki kemampuan kemandirian sesuai harapan baik yang mendapatkan bantuan maupun tidak mendapatkan bantuan dari guru) pada siklus
I sebanyak 15 orang dari jumlah 20 siswa atau 75 %, sedangkan anak yang belum tuntas (tidak dapat melakukan aktivitas sesuai dengan harapan atau cenderung pasif)
sebanyak 5 orang dari jumlah 20 siswa atau 25 %. sedangkan siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar (dengan memiliki kemampuan sesuai harapan baik yang mendapatkan bantuan maupun tidak mendapatkan bantuan dari guru) pada siklus II sebanyak 20 orang dari jumlah 20 siswa atau 100 %, sedangkan anak yang belum tuntas (tidak dapat melakukan aktivitas sesuai dengan harapan atau cenderung
pasif) sebanyak 0 orang dari jumlah 20 siswa atau 0 %. Berdasarkan keterangan di atas maka dapat dibuat suatu kesimpulan sebagai berikut: Melalui metode bermain
peran (role playing) dapat melatih serta meningkatkan kemampuan kemandirian anak sejak dini di Taman Kanak-kanak Pertiwi Karanganyar Kecamatan Plupuh Kabupaten
Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012
ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY A UMUR 23 TAHUN GIP0A0 PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS PLERET BANTUL
SINOPSIS
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY A UMUR 23 GIP0A0 TAHUN PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS PLERET
TAHUN 2022
Kehamilan merupakan proses yang fisiologis, namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologis/abnormal. Risiko kehamilan bersifat dinamis, karena ibu hamil yang normal secara tiba-tiba dapat menjadi berisiko tinggi. Ny. A merupakan salah satu ibu hamil primigravida normal yang melakukan antenatal di puskesmas Pleret.
Kunjungan ANC yang kedua pada trimester III ditemukan ibu mengalami oligohidramnion. Pada tanggal 30 Januari 2022 ibu bersalin di RS Rajawali Citra secara SC atas indikasi gagal induksi dan oligohidramnion. Selama masa nifas ibu tidak terjadi komplikasi,bayi normal, ibu memutuskan menggunakan KB IUD pascasalin.
Kesimpulan dari asuhan ini ibu hamil primigravida mulai mengalami komplikasi saat kehamilan aterm berupa oligohidramnion sehingga dilakukan SC karena mengalami kegagalan induksi.
Saran untuk bidan agar dapat meningkatkan asuhan berkesinambungan dengan cara deteksi dini oligohidramnion sejak kehamilan secara komprehensip dan terpadu sehingga mampu mencegah komplikasi oligohidramnion pada ibu dan bayi.
SYNOPSIS
SUSTAINABLE MIDWIFE CARE AT THE AGE OF 23 GIP0A0 YEARS OF PRIMIGRAVIDA IN PUSKESMAS PLERET
YEAR 2022
Pregnancy is a physiological process, but a normal pregnancy can turn into a pathological/abnormal one. The risk of pregnancy is dynamic, because a normal pregnant woman can suddenly become at high risk. Mrs. A is a normal primigravida pregnant woman who performs antenatal care at the Pleret Public Health Center.
The second ANC visit in the third trimester found the mother had oligohydramnios. On January 30, 2022, the mother gave birth at the Rajawali Citra Hospital by SC for indications of failed induction and oligohydramnios. During the postpartum period, the mother did not experience complications, the baby was normal, the mother decided to use the postpartum IUD.
The conclusion of this care was that primigravida pregnant women began to experience complications during term pregnancy in the form of oligohydramnios, so they had an CS due to failure of induction.
Suggestions for midwives to improve continuous care by means of early detection of oligohydramnios since pregnancy in a comprehensive and integrated manner so as to prevent complications of oligohydramnios in mothers and babies
PENGARUH CELEBRITY WORSHIP TERHADAP IDENTITAS DIRI REMAJA USIA SMA DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian dilakukan berdasarkan fenomena celebrity worship pada remaja usia SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh celebrity worship terhadap identitas diri pada remaja usia SMA di Kota Yogyakarta.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif sebab-akibat. Sampel yang diambil sebanyak 164 siswa yang berasal dari tiga sekolah menegah atas di Kota Yogyakarta.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan multistage area random sampling. Instrumen yang digunakan ialah skala celebrity worship dan skala identitas diri. Uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh celebrity worship terhadap identitas diri. Uji regresi linear sederhana dilakukan setelah uji korelasi menggunakan korelasis product moment.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan 1) karakteristik celebrity worship remaja usia SMA di Kota Yogyakarta mayoritas pada kategori hiburan sosial sejumlah 86 orang (52,44%), kategori perasaan pribadi yang intens sejumlah 43 orang (26,22%), kategori patologis sejumlah 19 orang (11,59%), hiburan sosial dan perasaan pribadi yang intens sejumlah 8 orang (4,88%), perasaan pribadi intens dan patologis sejumlah 4 orang (2,44%), berada pada tiga kategori sejumlah 2 orang(1,22%) dan tidak memiliki celebrity worship sejumlah 2 orang (1,22%). 2) Karakteristik identitas diri remaja usia SMA di Kota Yogyakarta mayoritas kecenderungan pada kategori proses identitas diri model informasi sejumlah 118 orang(71,95%), norma sejumlah 31 orang (18,90%), penolakan sejumlah 6 orang (3,66%), informasi dan norma sejumlah 6 orang (3,66%) serta informasi dan penolakan sejumlah 3 orang (1,88%). 3) Hanya terdapat hubungan antara celebrity worship: hiburan sosial dan proses identitas diri model norma. Nilai signifikansi keduanya adalah 0,019 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0,019<0,05). 4) Hanya terdapat pengaruh pada celebrity worship: hiburan sosial terhadap proses identitas diri model norma pada remaja usia SMA di Kota Yogyakarta. Sumbangan celebrity worship: hiburan sosial terhadap proses identitas diri norma sebesar 3,3%. Persamaan regresi keduanya adalah Y=32,218 + 0,046X.
Kata Kunci : celebrity worship, identitas dir
- …
