1,720,966 research outputs found
Formulasi Nanopartikel Minyak Ikan Gabus (Channa Striata) Menggunakan Poly Lactic-co-Glycolic-Acid (PLGA)
Latar Belakang: Minyak ikan gabus memiliki banyak efek terapetik karena memiliki kandungan asam amino dan asam lemak yang tinggi. Namun, protein yang ada pada minyak mudah terdegradasi sehingga dibutuhkan sistem penghantaran yang dapat melindungi dan mempertahankan kadar kandungannya dengan baik, salah satunya melalui pendekatan nanopartikel polimer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanopartikel minyak ikan gabus menggunakan PLGA dan karakterisasinya.
Metodologi: Nanopartikel minyak ikan gabus dibuat dengan metode solvent evaporation menggunakan variasi konsentrasi PLGA berturut-turut 2,5 mg; 5 mg; 7,5 mg dengan konsentrasi PVA yaitu 2% dan 0,3% pada masing-masing formula. Karakterisasi nanopartikel minyak ikan gabus dilakukan dengan mengukur ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi, analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan analisis Differential Scanning Calorimetry (DSC).
Hasil Penelitian: Hasil karakterisasi nanopartikel minyak ikan gabus memiliki ukuran nanopartikel 215,4 nm dengan nilai indeks polidispersitas (PDI) 0,13 dan zeta potensial -39,5 mV. Namun, morfologi nanopartikel minyak ikan gabus belum terlihat dengan baik karena terselimuti oleh minyak. Analisis FTIR menunjukkan adanya puncak gugus fungsi pada bilangan gelombang 2925 cm-1; 3336,63 cm-1; 1633,45 cm-1; 1743 cm-1; 1162 cm-1; 1456 cm-1; 2854 cm-1, dan analisis DSC menunjukkan adanya puncak endotermik pada peak 171,23°C.
Kesimpulan: Minyak ikan gabus dapat dibuat sediaan nanopartikel menggunakan metode solvent evaporation dengan konsentrasi PLGA 2,5 mg yang menghasilkan ukuran nanometer dengan kestabilan yang baik serta bersifat homogen. Minyak ikan gabus telah ter-loading-kan ke dalam nanopartike
Pengaruh Kemandirian Belajar , Self- Efficacy, Dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Smp Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan
tidak langsung dari kemandirian belajar, self-efficacy, dan motivasi terhadap
prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin
tahun ajaran 2024-2025. Kemandirian belajar mencakup kemampuan siswa
untuk mengelola strategi belajar, bertanggung jawab, dan menggunakan
berbagai sumber belajar. Self-efficacy merujuk pada keyakinan siswa
terhadap kemampuan mereka dalam mengorganisasi dan menyelesaikan
tugas matematika. Motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, bertindak
sebagai dorongan psikologis yang mendorong siswa untuk mencapai hasil
belajar optimal.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP
Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024-2025. Adapun sampel dalam
penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran
2024-2025 sebanyak 60 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik
random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala
likert, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini
adalah stastitik deskriptif dan uji prasyarat asumsi klasik, serta metode yang
digunakan adalah analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar
memberikan pengaruh langsung yang signifikan melalui self-efficacy
terhadap prestasi belajar siswa. Self-efficacy juga memiliki pengaruh
langsung yang signifikan melalui motivasi terhadap pretasi belajar siswa.
Motivasi sendiri memberikan kontribusi langsung yang kuat terhadap prestasi
belajar matematika. Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut memiliki
pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 15
Banjarmasin Tahun Ajaran 2024-2025
The Impact of Artificial Intelligence (AI) on Omnichannel Customer Experience
This research aims to determine the impact of Artificial Intelligence (AI) on Omnichannel Customer Experience (OCX). This research is quantitative with surveys as the data collection method. Data collection for this research was carried out on all Indonesian people. The data collection method uses an online questionnaire via Google Form which is obtained directly from the field and data collection is only carried out once and only represents at that time or cross- sectionally. The study collected data from 431 respondents in Indonesia. Hypothesis testing was performed using SEM-PLS with the SmartPLS software. The findings of this study suggest that dimension of AI can enhance the omnichannel customer experience
Pengaruh Model Picture and Picture terhadap Keterampilan Menulis Teks Nonfiksi dan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SD.
Penelitian ini bertjuan untuk mendeskripsikan : (1) pengaruh model Picture and Picture terhadap Keterampilan Menulis; (2) pengaruh model Picture and Picture terhadap keaktifan belajar siswa; (3) pengaruh model Picture and Picture terhadap Keterampilan Menulis dan keaktifan belajar siswa kelas V SD.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest- posttest non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan satu kelas kontrol dan dua kelas eksperimen. populasi pada penelitian ini adalah selurus siswa kelas V di SD Perumnas Condong Catur. Sampel penelitian ini sejumlah 52 siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa tes uraian keterampilan menulis, skala keaktifan belajar siswa dan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Box's M Test. Data dianalisis menggunakan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan uji Independent sample T test dan uji Hotelling Trace.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan model Picture and Picture terhadap keterampilan menulis dengan taraf signifikansi 0,001 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan model Picture and Picture terhadap keterampilan menulis dan keaktifan belajar siswa kelas V SD dengan nilai Sig. 0,003 < 0,05
Parenting Class: Peran Resiliensi Untuk Meningkatkan Parental Well-Being Pada Orangtua Generasi Z
Orang tua yang memiliki anak generasi Z harus memperhatikan pengasuhan yang sesuai dengan karakteristik generasi Z agar tujuan pengasuhan dapat tercapai. Generasi Z ini merupakan generasi yang terbiasa dengan teknologi sehingga berpengaruh terhadap pengasuhan generasi ini yang tidak bisa disamakan dengan generasi lainnya. Kondisi ini menimbulkan stress dalam pengasuhan dan mempengaruhi kondisi Psikologis orang tua. Kebutuhan dari pihak mitra adalah kegiatan edukatif dan informatif yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai pengasuhan pada generasi Z. Adanya kebutuhan mitra ini menjadi landasan utama kegiatan parenting class terhadap pentingnya resiliensi dalam peningkatan parental well-being pada orang tua generasi Z. Kegiatan parenting class merupakan bentuk kegiatan pelatihan pada orang tua yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan orang tua dalam pengasuhan melalui peran resiliensi pada orang tua. Metode pelaksanaan pengabdian ini berbentuk pelatihan dengan metode ceramah, dan diskusi. Hasil uji analisis dilakukan berdasarkan jawaban pretes dan postes peserta. Uji analisis menunjukkan adanya perbedaan kesejahteraan pengasuhan orang tua generasi Z setelah diberikan parenting class (t= 4,390, p= 0,002). Hasil analisis menunjukkan bahwa parenting class efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dalam pengasuhan pada orang tua generasi Z. Adanya pelatihan peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam pengasuhan memberikan kesadaran dan keyakinan diri pada orang tua untuk dapat menerapkan pengasuhan efektif pada generasi Z
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
