441 research outputs found

    Penerapan Pelayanan Prima dalam Pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara

    Get PDF
    ABSTRAK EKO SUMARYANTO. Penerapan Pelayanan Prima dalam Pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara (Dibimbing oleh Andi Agustang dan Hanafie Mahtika). Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui gambaran penerapan pelayanan prima dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara. (ii) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat penerapan pelayanan prima dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Mamuju Utara. Sumber data dalam penelitian ini ditetapkan secara purposive antara lain kepala sekolah, guru-guru dan peserta didik di SMK Negeri 1 Mamuju Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis secara kualitatif yang pada bagian akhir disahkan dengan meningkatkan ketekunan, triangulasi dan membercheck. Hasil penelitian menggambarkan bahwa (i) penerapan pelayanan prima dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara secara keseluruhan belum terlaksana dengan optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa dimensi pelayanan prima yang diuraikan sebagai berikut: a) pelayanan prima guru ditinjau dari dimensi kehandalan (reliability) belum dilakukan sepenuhnya dengan baik, b) pelayanan prima guru ditinjau dari dimensi daya tanggap (responsiveness) sudah dilakukan dengan baik, c) pelayanan prima guru ditinjau dari dimensi jaminan (assurance) belum dilakukan sepenuhnya dengan baik, dan d) pelayanan prima guru ditinjau dari dimensi empati (empathy) sudah dilakukan dengan baik, e) pelayanan prima guru ditinjau dari dimensi penanda fisik (tangibles) belum memadai untuk memberikan pelayanan yang maksimal (ii) Terdapat beberapa faktor yang mendukung penerapan pelayanan prima dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Mamuju Utara diantaranya yaitu a) kehandalan, semangat dan motivasi guru yang tinggi dalam mengajar, b) daya tanggap, kesediaan guru membantu mengatasi kesulitan/permasalahan pribadi peserta didik, c) jaminan, keramahan dan kenyamanan guru dalam mengajar, d) empati, kepedulian guru dengan memberi tambahan jam belajar di rumah, kemudahan guru untuk ditemui dan dihubungi, e) penanda fisik, lingkungan sekolah tenang dan nyaman karena jauh dari pusat keramaian, serta banyaknya area perkebunan dan pertanian di sekitar sekolah. Sedangkan faktor yang menghambat yaitu a) kehandalan, kurang konsistenya guru dalam ketepatan waktu pelaksanaan pembelajaran, b) jaminan, kompetensi guru yang masih perlu ditingkatkan, jumlah guru yang belum mencukupi, kompetensi/kualifikasi pendidikan guru tidak sesuai dengan pelajaran yang diajarkan, c) penanda fisik, kurangnya prasarana ruang kelas, laboratorium, serta lahan praktik pertanian, kurangnya sarana perpustakaan seperti buku-buku mata pelajaran produktif, sarana laboratorium berupa peralatan dan bahan praktikum. ABSTRACT EKO SUMARYANTO. The Implementation of Excellent Service in the learning at SMK Negeri 1 North Mamuju (Supervised by Andi Agustang and Hanafie Mahtika). The study aimed at discovering (i) the description of the implementation of excellent service in teaching at SMKN 1 North Mamuju, (ii) the supporting and inhibiting factors on the implementation of excellent service in teaching at SMKN 1 North Mamuju. The type of the study was qualitative research with descriptive approach. The study was conducted at SMKN 1 North Mamuju in North Mamuju district. The data were taken purposively and obtained the principal, teachers, and students at SMKN 1 North Mamuju. Data were collected through interview, observation, and documentation. Data were analyzed qualitatively then validated by conductin with increasing persistence, triangulation, and membercheck. The results of the study revealed that (i) implementation of excellent service in teaching at SMKN 1 North Mamuju overall was not conducted optimally, proved by a) the excellent service of teachers based on reliability dimension have not been fully performed well, b) the excellent service of teachers based on responsiveness dimensions was conducted well, c) the excellent service of teachers based on assurance dimensions have not been fully performed well, d) the excellent service of teachers based on empathy dimensions was conducted well, and e) the excellent service of teachers based on tangibles dimensions was not adequate to provide maximum service, (ii) The supporting and inhibiting factors on the implementation of excellent service in teaching at SMKN 1 North Mamuju were, a) the reliability, spirit and motivation of teachers are high in teaching, b) the responsiveness, willingness of teachers to help overcome difficulties/personal problems of students, c) the assurance, friendliness and comfort of teachers in teaching, d) the empathy, attention and caring teachers by providing additional hours of study at home, ease of teachers to be found and contacted, e) the tangible, quiet and comfortable school environment due to far from the noisiness, many plantations and agriculture area around the school. Whereas, the inhibiting factors were, a) the reliability, inconsistency of teachers in the timely implementation of the learning, b) the assurance, teacher competence that still needs to be improved, the number of teachers were insufficient, irrelevant competency/qualification of teacher education with the lessons taught, c) the tangible, lack of infrastructure classrooms, laboratories, and land farming practices, lack of facilities such as library books productive subjects, laboratory facilities in the form of equipment and lab materials

    INCREASING NUMBER OF SMALL FARMS IN INDONESIA: CAUSES AND CONSEQUENCES

    Get PDF
    According to agricultural cencus data, the percentage of small farms (holding <0.5 ha) has increased from 48.5% in 1993 to 56.5% in 2003. Evidence from micro panel data is also inline with this observation. In rice farming region of Java, average farm size has declined from 0.49 ha in 1995 to 0.36 ha in 2007. In the off-Java region, average farm size declined from 1.49 ha in 1995 to 1.35 ha in 2007. The increasing trend of small farm is due to several factors, namely: high population presure coupled with limited non-farm employment, persistent trend of land conversion to non-farm use, and traditional practice of land inheritance. Due to small farm size, rural farm household have to diversify their income to meet their family needs. In Java, 51.7% of household income in 2007 is accounted for nonfarm income. This observation implies that strategic policies to increase household income in rural areas are by increasing access to land resources coupled with promoting off-farm and non-farm employment.small farm, land conversion, non-farm employment, Labor and Human Capital, Land Economics/Use,

    Pekerjaan mesin perkakas untuk SMK/MAK kelas X semester 1

    Get PDF
    Buku teks ″ PEKERJAAN MESIN PERKAKAS ″ ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains. Buku ini memiliki 2 bab yaitu: (1) pendahuluan, (2) bagian utama mesin bubut: 1. bagian utama mesin bubut, (3) pahat bubut: 1. material, bentuk, fungsi dan standard pahat bubut, (4) parameter proses bubut: 1. kecepatan, putaran, feeding dan depth of cut 2. cairan pendingin, (5) jenis pekerjaan bubut: 1. proses bubut dasar 2. pembuatan kartel dan tirus 3. pembuatan ulir dengan mesin bubut. (6) melakukan pekerjaan bubut: 1. keselamatan kerja pada mesin bubut 2. membuat benda kerja bertingkat dengan toleransi umum. 3. membuat benda kerja bertingkat dengan toleransi khusus. 4. membuat benda kerja tirus 5. membuat ulir segitiga 6. membuat komponen sederhan

    Gambar konstruksi kapal fiberglass dengan CAD untuk SMK/MAK Kklas XI - Semester 1

    Get PDF
    Penyajian buku teks untuk disusun dengan tujuan agar peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas para ilmuwan dalam melakukan eksperimen, dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandir

    Konsep dasar kapal kelas X semester 2

    Get PDF
    Penyajian buku teks untuk disusun dengan tujuan agar peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas para ilmuwan dalam melakukan eksperimen, dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri

    LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SKEMA MANDIRI

    Get PDF
    ISAK adalah kerangka kerja akuntansi yang dipakai di Indonesia. Keberadaan standar tersebut sangat penting karena menghadirkan pedoman dan prinsip-prinsip yang menjamin keseragaman, kejelasan, serta ketepatan dalam menyusun laporan keuangan. Pemahaman terhadap PSAK dan khususnya ISAK 35 bisa menjadi perlu mengingat relevansinya terhadap metode akuntansi atau sektor bisnis tertentu. Sebagai contoh, ISAK 35 secara spesifik mengatur cara perlakuan akuntansi dalam transisi dari GAAP Indonesia ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Memahami standar ini sangat penting bagi perusahaan yang sedang bertransformasi dari praktik akuntansi lokal ke standar internasional, yang dapat meningkatkan pembandingan serta keterbukaan dalam laporan keuangan

    Pelaksanaan Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Favorit di Yogyakarta

    No full text
    This survey aims to investigate the implementation of Physical Educati

    IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DI MADRASAH ALIYAH NEGERI III YOGYAKARTA (MAYOGA)

    Get PDF
    Belakangan ini mulai terjadi perubahan pola pendekatan dalam bimbingan konseling yaitu dari pendekatan tradisional (Pola 17 dan 17+) mengacu pada pendekatan Komprehensif. Paradigma baru ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Madrasah lainnya (pimpinan Madrasah, Wali kelas, guru, dan staf administrasi), orang tua konseli, dan pihak-pihak terkait lainnya. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan secara keseluruhan. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis-deskriptif yaitu melakukan analisis terhadap program bimbingan konseling komprehensif dan korelasinya dengan struktur kurikulum dan kompetensi yang hendak dicapai. Adapun data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu; Pertama, bimbingan konseling komprehensif mengikuti pola separated curriculum dimana Bimbingan Konseling bukan merupakan kurikulum inti yang diajarkan dan mendapat jam pelajaran secara mandiri. Kedua, Bimbingan Konseling Komprehensif dilaksanakan berdasarkan empat bidang layanan yaitu; layanan dasar bimbingan, layanan responsif, pelayanan individual dan dukungan sistem.   Â
    corecore