1,721,594 research outputs found
PENGARUH BALIKAN (FEEDBACK)GURU DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (SUATU KAJIAN TEORITIS DAN EMPIRIK)
Feedback in learning is defined as information that is communicated to students that aims to change the thinking or behavior to improve the learning process. Giving feedback by teachers in teaching is an important activity to improve their knowledge and acquisition capabilities, accomplishments, and motivate learners. The researchers recommend the characteristics of effective feedback in learning must be non-evaluative, supportive, timely, and specific. Feedback provided in the form of learning on the learner information in response to action learning activities that have been carried out. Feedback can be presented in various forms, for example in the form of verification of the accuracy of the answers, an explanation of the correct answer, instructions and examples as well as performed at any time during the learning process, such as it provides answers, or after a certain time lag. Effect of feedback in learning can be explained with reference to the learning theories, namely the theory of behaviorism, cognitivism, constructivism and learn some vital lessons theory of self-regulation.
DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um019v1i22016p11
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan berbasis kompetensi : teknik dan bisnis sepeda motor memelihara sistem bahan Bakar Bensin "
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) berbasis kompetensi
merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media
transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan
untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan yang mengacu
kepada Standar Kompetensi.
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi (Competence
Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku
Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan
dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut, maka disusunlah
modul pelatihan berbasis kompetensi dengan judul “ Memelihara Sistem Bahan
Bakar Bensin“
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan berbasis kompetensi : teknik elektronika industri mengatasi troble pada peralatan instrumen lapangan ( field device )
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Berbasis Kompetensi merupakan
salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai
kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan yang mengacu kepada Standar
Kompetensi.
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi (Competence
Based Training) yang diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku
Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
penggunaanya. Modul ini digunakan sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi
peserta pelatihan dan instruktur agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara
efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut,
maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi dengan judul “Menganalisa
Trouble pada Peralatan Instrumentasi Lapangan (Field Device) “
Efektifitas Kerja Shift untuk Menyelesaikan Tugas Commissioning di Project Azerbaijan
Istana Karang Laut, yang berlokasi di Jakarta, memiliki tim internasional yang bermotivasi tinggi dan berpengalaman. Perusahaan ini menawarkan berbagai produk dan layanan proyek, mencakup proyek lump-sum EPC (Engineering, Procurement, Construction), peralatan proses individu, serta kontrak O&M (Operasi dan Pemeliharaan) untuk industri minyak dan gas. Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Shift Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai PT. Istana Karang Laut untuk menyelesaikan pekerjaan commissioning. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana sistem kerja shift mempengaruhi produktivitas dan efektivitas penyelesaian tugas-tugas commissioning di PT. Istana Karang Laut. Metode yang dimanfaat dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif.. Data dikumpuulkan melalui studi kepustakaan, studi lapangan dan penyebaran angket. Selanjutnya dianalisis menggunakan Analisis Koefisien Korelasi, Analisis Koefisien Determinasi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sistem shift yang diterapkan membantu memenuhi tuntutan proyek, dampak negatif seperti kelelahan karyawan perlu diatasi agar efektivitas tetap optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kerja shift memberikan pengaruh terhadap efektivitas kerja, tetapi penerapan jangka panjang tanpa pengelolaan risiko kesehatan yang baik dapat mengurangi produktivitas. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi dan penyesuaian kebijakan shift yang memperhatikan kesejahteraan karyawan untuk mencapai hasil kerja yang lebih efektif dan berkelanjutan
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe STAD untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKN Siswa Kelas VI SD Negeri 016 Kunto Darussalam Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/ 2018
Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas VI SDN 016 Kunto Darussalamdiketahui aktivitas dan hasil belajar siswa masih rendah khususnya pada pelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI DN 016 Kunto Darussalam rmelalui penerapan model CooperativeLearningtipeStudent Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan dalam dua pertemuan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI DN 016 Kunto Darussalam dengan jumlah siswa sebanyak 16 siswa terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan. Data yang diperlukan diperoleh melalui observasi, dokumentasu dan tes menggunakan soal-soal tes. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD), dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Adapun hasil rata-rata tes formatif secara individu adalah sebagai berikut : kondisi awal sebesar 65,50, siklus I adalah 74,56, siklus II adalah 83,00 dengan ketuntasan belajar dari 2 siswa atau 12,50% menjadi 62,50%, atau 10 siswa dan 93,75% atau 15 siswa pada siklus terakhir serta penilaian hasil observasi aktivitas belajar yang juga meningkat di mana pada kondisi awal sebesar 18,75% atau 3 siswa, siklus I sebesar 62,50% atau 10 siswa, meningkat menjadi 100% atau 16 siswa. Kesimpulannya adalah penerapan penerapan model cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn di Kelas VI DN 016 Kunto Darussala
KAJIAN STRUKTUR KOLONG DAN PERGESERAN FUNGSI GARDU POS RONDA STUDI KASUS PADA GARDU POS RONDA RW 29 MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA
Night watch guardhouse (gardu pos ronda) is one of Indonesian cultural uniqueness forms compared with other states remaining to exist up to now. In such the condition, guardhouse is also a witness of historical course from several eras accompanying. The uniqueness of guardhouse lies, among other
things, at its form and the system accompanying it. The structure of guardhouse is as same as other architecture construction consisting of floor, wall and roof. Several guardhouses, by its floor structure, consist of kolong (space underneath main construction) floor and guardhouse exactly on the land. Amid the architectural culture abandoning kolong structure particularly in Java, the structure of guardhouse kolong is an interesting topic to study. It is because the kolong structure is the reflection of Javanese floor construction structure in the past. The objective of research is to find out: (a) what the structure of guardhouse construction is as the interior element; (b) in the present context, how the change of the development of guardhouse function is and what activities it serves in addition to guard security. In order to achieve the objective, the research method employed was a qualitative research.
The research was taken place in Surakarta city. The sampling technique used was purposive sampling one taking all of guardhouses with kolong structure existing in RW 19, Kelurahan Mojosongo, Jebres Subdistrict, Surakarta City. Techniques of collecting data used include interview, recording, library
study, measurement, and documentation. The data validation is conducted using data triangulation, while the data analysis is done by using Miles and Huberman’s interactive model of analysis.
Keywords: guardhouse, kolong structure, function
PENGARUH BIAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH SEKOLAH MELALUI CITRA SEKOLAH DI SMP INSAN CENDEKIA MANDIRI SARIROGO SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris: pengaruh
biaya dan lingkungan sekolah, terhadap keputusan memilih sekolah melalui citra
sekolah di Sekolah Menengah Pertama Insan Cendekia Mandiri ( SMP ICM )
Sarirogo Sidoarjo. Penelitian ini bersifat kuantitatif, jenis penelitiannya
kausalitas, populasi dalam penelitian ini adalah orang tua peserata didik SMP -
ICM yang berjumlah 295 orang. Pengambilan sampel responden yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah 75 orang.
Adapun tehnik analisa yang digunakan adalah analisa jalur ( path analysis). Hasil
pengujian membuktikan Uji t (parsial) bahwa: biaya dan lingkungansekolah
berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih sekolah, sedangkan Citra
sekolah tidak memediasihubungan biaya dan lingkungan sekolah terhadap
keputusan memilih sekolah.
Kata kunci : biaya, lingkungan , citra, dan keputusan memilih sekola
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Kompetensi " Teknik dan Bisnis Sepeda Motor "
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) berbasis kompetensi
merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media
transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta diklat
untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program diklat yang mengacu
kepada Standar Kompetensi.
Modul diklat ini berorientasi kepada diklat berbasis kompetensi (Competence
Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku
Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta diklat
dan instruktur, agar pelaksanaan diklat dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Untuk memenuhi kebutuhan diklat berbasis kompetensi tersebut, maka
disusunlah modul diklat berbasis kompetensi dengan judul “ Merakit Dan
Memasang Sistem Rem Berikut Komponen-Komponennya
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan berbasis kompetensi : teknik dan bisnis sepeda motor memperbaiki sistem pengapian
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) berbasis kompetensi
merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media
transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta
pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan
yang mengacu kepada Standar Kompetensi.
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi
(Competence Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku
Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dalam penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran
bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat
dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan
berbasis kompetensi tersebut, maka disusunlah modul pelatihan berbasis
kompetensi dengan judul Memperbaiki Sistem Pengisian
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan berbasis kompotensi: teknik kendaraan ringan otomotif, memperbaiki transmisi manual
Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi(Competence Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut, maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi dengan judul : Memperbaiki Transmisi Manua
- …
