1,720,977 research outputs found

    Kerajinan Tenun Di Dusun Gamplong Desa Sumber Rahayu Moyudan Sleman

    Full text link
    Penelitian ini berusaha mengungkapkan permasalahan yang berhubungan dengan penelitian seni kerajinan tenun Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman dalam konteks perkembangannya. Sehubungan dengan hal itu, studi perkembangan desain sebagai produk kebudayaan melalui pendekatan analisis akan memberikan pemahaman bahwa, faktor pemicu perkembangan yang terjadi mencakup dorongan-dorongan dari dalam dan luar, sehingga terjadi inovasi inovasi baru. Perubahan ini yang diakibatkan oleh perkembangan dari dalam, dapat terjadi karena adanya penemuan baru di unsur yang sudah ada dalam kebudayaan tersebut. Perubahan dari luar yaitu, adanya kontak sosial dengan masyarakat di luar komunitas yang berpengaruh terhadap badannya produk-produk baru. Perkembangan ini desain diawali pada tahun 1998 dengan produk yang dihasilkan masih sangat sederhana, seperti serbet dan stagen. Pembuatan produk seni kerajinan tenun tersebut, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hal ini terjadi karena bahan yang digunakan mudah diperoleh dan banyak berasal dari daerah sekitarnya, piring perjalanan waktu, lambat laun produk yang dihasilkan mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga muncul desain baru, seperti: taplak, selendang, tas, place mate, kerey,korden, sarung bantal,sajadah. Produk-produk tersebut ternyata diminati konsumen, baik dari dalam negeri atau luar negeri sehingga menimbulkan dampak positif bagi masyarakat gamplong. Perubahan yang terjadi masalah pada masyarakat ini, merupakan gejala normal dalam kehidupan manusia. Perkembangan produk budaya tersebut akan menimbulkan dampak bagi masyarakat pendukungnya, baik menyangkut sosial, ekonomi, maupun sosial budaya. Hal inilah yang mendorong keberadaan seni kerajinan tenun (ATBM) dusun Gamplong semakin berkembang dan sudah menjadi kenyataan bahwa kondisi seni kerajinan mempunyai makna yang besar dalam dimensi kehidupan manusia

    PERAN PSIKOLOGI OLAHRAGA DAN KEPELATIHAN DALAM OLAHRAGA

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi olahraga dan kepelatihan dalam olahraga. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode tinjauan literatur (library research) yaitu didasarkan pada pendapat-pendapat para ahli dan hasil-hasil penelitian terdahulu. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembinaan olahraga prestasi merupakan proses yang panjang dan rumit. Banyak ilmu yang mendukung untuk pencapaian prestasi optimal seoarang atlet. Salah satunya adalah psikologi, karena manusia adalah makhluk dwi tunggal yaitu terdiri dari jasmani dan rohani yang menjadi satu. Psikologi diperlukan dalam olahraga guna menjelaskan/explanatif, memprediksi/prediktif, mengendalikan/krontrol perilaku dalam aktifitas olahraga

    HUBUNGAN VENTILASI DAN PENCAHAYAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS I PUNGGELAN KECAMATAN PUNGGELAN KABUPATEN BANJARNEGARA

    Full text link
    Tuberkulosis paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Diperkirakan setiap tahun terdapat + 9 juta paru dengan kematian + 3 juta orang. Tuberkulosis paru juga merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Berdasarkan data dari Pengelola Program P2 TB Paru Puskesmas I Punggelan selama tahun 2000s/d 2003 penyakit tuberkulosis paru selalu termasuk dalam 10 besar kunjungan berdasarkan jenis penyakit. Salah satu faktor resiko penularan penyakit tuberkulosis paru adalah kondisi perumahan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan antara ventilasi dan pencahayaan rumah dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru. Lokasi penelitian di Puskesmas I Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara yang dilaksan akan pada tanggal 01 Maret s/d 31 Mei 2004. Metode penelitian yang dipakai adalah survey explanatory dengan pendekatan Case Control. Kasus adalah semua penderita tuberkulosis peru yang berobat di Puskesmas I Punggelan tahun 2002s/d tahun 2003 sebanyak 32 kasus dan kontrol adalah rumah terdekat dari kasus dan semua anggota keluaganya tidak menunjukkan sakit tuberkulosis paru berdasarkan gelaja klinis sebanyak 32 sampel. Pengolahan data dengan program SPSS dan diperoleh hasil ada hubungan antara ventilasi dan pencahayaan rumah dengan kejadian penyakit tuberkulosis Paru di Puskesmas I Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian hubungan ventilasi dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru x2=9,057, OR=6,176, p=0,003 dan pencahayaan rumah dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru x2=4,063, OR=2,829, p<=0,044. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti dapat memberikan saran sebagai alternatif tindakan pemecahan masalah pada pengelola program P2 TB Paru di Puskesmas I Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupate Banjarnegara. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, ventilasi udara pencahayaan rumah ASSOSIATION BETWEEN VENTILATION AND HOUSE ILLUMINATION WITH THE INCIDENCE OF PULMONARY TUBERCULOSES AT PUNGGELAN HEALTH CENTRE I SUB DISTRICT OF PUNGGELAN BANJARNEGARA DISTRICT Pulmonary tuberculoses represent main problem of health in society. It is estimated every year that tuberculoses there are + 9 million new patient with deadth + 3 million people. Pulmonary tuberculose also represent cause of death of number three after disease of first one and cardiovasculer of faction disease of infection. Pursuant to data of organizer of eradication program pulmonary tuberculose Punggelan health center I during year 2000 to 2003 disease type. One of the risk factor infection of disease of pulmonary tuberculose is the condition of unfavourable housing. Target of this research is to determinance that the assosiation between ventilation and house ilumination with incidence of disease of pulmonary tuberculose. Reserved was carried on Punggelan Banjarnegara District executed on 01 March to 31 May 2004. Research method weared is Survey Explanatory with approach of Case Control. Cases is all patient of pulmonary tuberculoses which medicinize at Punggelan health center I year 2002 to year 2003. In control were taken from the house closest from case and all its family member do not symptom or sign of pulmonary tuberculoses. Data processing with program of SPSS. The optained result that there was corelation between ventilation and house illumination with incidence of disease of pulmonary tuberculoses at Punggelan health center I subdistrict Punggelan Banjarnegara district. Ventilation of house with incidence of disease tuberculoses x2 pulmonary =9,057, OR=6,176, p=0,003. Illumination of house with incidence of disease tuberculoses x2 pulmonary =4,063, OR=2,829, p=0,044. Pursuant to obtained by conclusion is researcher can give suggestion alternatively trouble-shooting action at organizer of eradication progam pulmonary tuberculoses at Punggelan health center I subdistrict Punggelan Banjarnegara district Keyword : pulmonary tuberculose, house ventilation, house illuminatio

    Pengembangan Video Pembelajaran Pengenalan Alat Bahan, Pembuatan Spesi dan Pasangan Bata 1 Batu Pada Mata Kuliah Praktik Kerja Batu di Prodi PTSP FT UNY

    Full text link
    Pengembangan media pembelajaran Praktik Kerja Batu sangat diperlukan agar pelaksanaan belajar mengajar lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan video pembelajaran perkenalan alat bahan, pembuatan spesi dan pasangan bata 1 batu. (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis video pembelajaran menurut ahli materi, ahli media dan mahasiswa atau pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah Praktik Kerja Batu 1 di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY menggunakan metode penelitian Research and Development (RnD) yang beracuan pada model pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan yaitu 4D (four-D) dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap pendefinisian (define); (2) tahap perancangan (design); (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (desseminate). Pada penelitian ini menggunakan instrument berupa lembar penilaian dengan skala penilaian 1 sampai 5. Instrumen tersebut digunakan pada poses validasi yang dilakukan kepada ahli materi, ahli media dan mahasiswa atau pengguna. Teknik analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan video pembelajaran ini menunjukkan bahwa: (1) pengembangan video pembelajaran dengan 4D yang pertama Define (pendefinisian) memeproleh data hasil analisis, Desine (perancangan) pengembangan data yang telah didapat, Develop (pengembangan) validasi hasil pengembangan, Desseminate (penyebaran) publikasi hasil pengembangan. (2) penelitian ini mendapatkan hasil penilaian oleh ahli materi dengan kategori layak dengan skor rata-rata 3,98, oleh ahli media dengan kategori sangat layak dengan skor rata-rata 4,50, dan oleh pengguna (mahasiswa) mendapat skor presepsi dengan 37% layak dan 63% sangat layak. Dari hasil analisis tersebut video pembelajaran layak untuk disebarluaskan

    Pengaruh Latihan Plyometric dan Hurdle Jump Terhadap Kemampuan Keseimbangan dan Power Ditinjau dari Daya Tahan Otot Tungkai Siswa SDN 11 Buntok

    Full text link
    This study aims to test to analyze the differences in the influence of plyometric and hurdle jump training on the balance and power abilities of students at SDN 11 Buntok, to analyze the differences in the influence of high and low leg muscle endurance on the balance and power abilities of students at SDN 11 Buntok, and to analyze the interaction of training (plyometric and hurdle jump) and leg muscle endurance (high and low) on the balance and power abilities of students at SDN 11 Buntok. This research method is an experiment with a quantitative approach in the form of a 2x2 factorial design with research sample consisted of 16 students The instrument measuring the balance test is the balance test method.one leg stance testand power test using the Power Standing Board Jump tool. The results of the study were there was a significant difference between the effect of plyometric training and hurdle jump training on students\u27 balance and power abilities, with plyometric training being better than hurdle jump training, there was a significant difference between the effect of high leg endurance and low leg endurance on students\u27 balance and power abilities, with high leg endurance being better than low leg endurance, there was an interaction between the types of training (plyometric And hurdle jump) and leg muscle endurance (high and low) on students\u27 balance abilities, and (4) there is no interaction between the type of exercise (plyometric And hurdle jump) and leg muscle endurance (high and low) against student power Keywords: Plyometric Training, Hurdle Jump, Balance Ability, Powe

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Autocad Berbasis Adobe Flash

    Full text link
    Penelitian dilatarbelakangi oleh banyak guru yang belum memahami dan menyesuaikan metode dan cara merealisasikan materi kepada para peserta didik sehingga peserta didik kurang memahami dengan baik mengenai materi yang sudah dijelaskan. Penelitian akan berfokus kepada pengembangan media pembelajaran interaktif dengan tujuan mengembangkan dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran Adobe Flash menurut para ahli pada mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model 4D meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK N 2 Wonosari. Angket menggunakan skala likert 5 pilihan, selanjutnya didistribusikan kepada ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik sebagai pengguna (subjek penelitian). Kelayakan media pembelajaran media pembelajaran dari ahli materi diperoleh skor 4,63 dengan kategori “sangat layak”. Selanjutnya kelayakan media pembelajaran dari ahli media diperoleh skor 4,07 dengan kategori “layak”. Untuk kelayakan media pembelajaran dari guru diperoleh skor 4,25 dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan kelayakan media pembelajaran dari ahli materi diperoleh skor 4,71 dengan kategori “sangat layak”

    Pengembangan Video Pembelajaran Pasangan Dinding Batako dan Bata Ringan Pada Mata Kuliah Praktik Kerja Batu I di Departemen PTSP FT UNY

    Full text link
    Pada Mata Kuliah Praktik Kerja Batu I mahasiswa kesulitan mempelajari bagaimana cara memasang batako dan bata ringan dari awal sampai akhir. Hal tersebut disebabkan karena saat pandemi Covid-19 mahasiswa melakukan kuliah jarak jauh dan tidak melakukan praktik secara langsung. Dibutuhkan suatu media pembelajaran agar mahasiswa dapat memahami materi meskipun dengan kuliah jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengembangan video pembelajaran pasangan dinding batako dan bata ringan di Departemen PTSP FT UNY; (2) mengetahui hasil kelayakan video pembelajaran pasangan dinding batako dan bata ringan di Departemen PTSP FT UNY. Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development (RD) dengan model 4D (Define, Design, Development and Disseminate) oleh Thiagarajan. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert berskala 5 yang diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa: (1) Define, proses pembelajaran daring masih menggunakan media pembelajaran berbentuk jobsheet dan tidak semua kompetensi dijelaskan menggunakan video pembelajaran sehingga diperlukan video pembelajaran pemasangan dinding batako dan bata ringan; (2) Design,video pembelajaran dengan menggunakan aspek rasio 16:9 dan durasi masing-masing video adalah 10 menit yang berisi materi sesuai dengan jobsheet; (3) Develop, hasil validasi  yaitu revisi dari ahli materi untuk penggunaan thin bed mortar pada pasangan dinding bata ringan serta harus menggunakan selang untuk akurasi pengukuran kedataran pada profil, Sedangkan revisi dari ahli media adalah menggunakan siar dengan tebal 1,5 cm pada batako dan 5 mm pada bata ringan; (4)  Disseminate, penyebaran video pembelajaran ini berupa tautan Google Drive dan Youtube. Hasil penilaian ahli materi sebesar 4,33 dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil penilaian ahli media sebesar 4,29 dengan kategori sangat layak dan hasil dari penilaian mahasiswa mendapat kategori sangat layak

    PROSES PEMBENTUKAN KEAKRABAN ANTAR INDIVIDU DI WARKOP DINO’X

    No full text
    Familiarity becomes essential to create a harmonious atmosphere within a social group. Familiarity can be achieved through several processes, such as introductions to adapt or get to know each other and to solve problems that arise together. The process of achieving familiarity can also occur through interpersonal communication. This qualitative method used a qualitative descriptive approach. This study found that, based on social penetration theory, the process of forming familiarity in Dino’x coffee shops could occur through four stage, namely: orientation, affective exploratory exchange, affective exchange, and stable exchange. However, individuals tend to achieve familiarity according to their own behavior, although this research was limited to our aspects in social penetration theory. Key Words: Social Penetration Theory, Interpersonal Communication, Qualitative Descriptiv
    corecore