1,723,983 research outputs found
Pakeliran padat"Sumantri Ngenger"
Pakeliran padat"Sumantri Ngenger"
Penyaji: Bayu Kisworo, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Pedalangan, Pendopo ISI Surakart
Analisis Koreografi Tari Hardjuna Sasra Sumantri (Choreographic Analysis of the Hardjuna Sastra Sumantri Dance)
Salah satu bentuk tari pethilan yang menggarnbarkan kesigapan, ketangguhan serta kesaktian seorang ksatria dalam pola gerak tari alus gaya Surakarta adalah tari Harjunasasra Sumantri Dalam penggarapan koreografi tari pethilan Harjuna Sasra Sumantri terdiri dari 4 (empat) bagian pokok yaitu maju beksan, beksan, perangan dan terakhir mundur beksan, yang dikemas dengan musik tari/gendhing berbentuk sampak pelog barang; ketawang megatruh; srepeg kemuda dan ladrangan. Tari Harjunasasra Sumantri merupakan garapan baru dari cerita Sumantri Ngenger namun tidak menampilkan urutan cerita secara utuh tetapi sudah mengalami pemadatan, yang mengungkapkan sebuah cerminan kehidupan manusia dalam tingkah laku atau segala perbuatan antara yang baik dan buruk, disengaja maupun tidak disengaja
Pakeliran padat"sumantri ngenger"
Pakeliran padat"sumantri ngenger"
Penyaji: Sugiyo, Dalam rangka lomba dalang muda Dies Natalis STSI Surakarta, Pendopo ISI Surakart
Studi analisis bentuk Wireng Arjunasasra Bambang Sumantri Mangkunegaran Surakarta
Wireng Arjunasasra Bambang Sumantri merupakan wireng yang menceritakan tokoh Arjunasasra perang tanding dengan Bambang Sumantri. Pada masa itu wireng Arjunasasra Bambang Sumantri hanya bisa dinikmati oleh orang-orang istana beserta kerabatnya, jadi orang-orang di luar istana tidak begitu banyak mengetahui tentang wireng itu. Seiring dengan perkembangan jaman, maka pada masa pemerintahan KGPAA Mngkunegara VII wireng Arjunasasra Bambang Sumantri sudah bisa dipentaskan di luar istana.Adapun tujuan secara umum penelitian ini adalah untuk ikut serta melestarikan, menghidupkan & menginformasikan wireng Arjunasasra Bambang Sumantri melalui pendataan kembali dari gerak tarinya
Sistem Informasi Penjualan Kebaya Berbasis Website Pada Butik Zohra Sumantri
Kebaya Zohra Sumantri Butik merupakan salah satu butik kebaya yang berlokasi di Grand ITC Permata Hijau Lt.2 Blok D2 No.3 , Butik ini didirikan sejak tahun 2003. Pada awal berdiri bernama Tamaya Boutique namun di tahun 2008 berubah nama menjadi Kebaya Zohra Sumantri yang juga beralihnya kepemipinan. Perusahaan yang bergerak dibidang usaha penjualan Kebaya merupakam perusahaan yang sedang berkembang dengan jumlah supplier yang terus bertambah dari tahun ke tahun.Di dalam perkembanganya zohra sumantri dianggap harus mengikuti teknologi internet yang sudah maju agar dapat mendongkrak penjualanya, akan tetapi zohra sumantri butik saat ini walaupun sudah menggunakan interenet sebagai media penjualan dan promosi. Dianggap masih kurang efektif, karena website yang ada saat ini hanya menampilkan biodata dan foto-foto dari model kebaya yang ada di butik tersebut, sehingga belum ada sistem untuk pemesanan kebaya.Dengan beberapa kekurangan tersebut, sudah saatnya Zohra sumantri butik memperluas penjualan dan promosinya melalui internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah sistem informasi penjualan dan pemesanan berbasis website, mengetahui implementasi sistem dan mengetahui analisis dan pengujian program pada Zohra Sumantri Butik
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Zohra sumantri Butik, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi sumber data primer yaitu dengan cara observasi klangsung ke tempat dan wawancara dengan pemilik toko. Metode pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode terstruktur dan metode pengembangan sistem informasi penjualan berbasis web yang di buat menggunakan metode prototype dengan alat bantu analisis perancangan sistem berupa flowmap, diagram konteks, DFD dan alat perancangan database yang diusulkan berupa ERD. Sedangkan pembuatan perangkat lunak ini penulis menggunakan perangkat lunak PHP dan Macromedia Dreamweaver dan untuk database menggunakan My-SQL. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi penjualan dan pembelian berbasis website dapat membantu konsumen dalam melakukan pemesanan, promosi, serta mengimplementasikan sistem informasi yang meliputi implementasi perangkat lunak, perangkat keras, basis data serta antarmuka dari aplikasi yang dihasilkan. Tahapan akhir adalah pengujian terhadap aplikasi dengan menggunakan metode blackbox
Bentuk Gending Kembang Gayam Garap Malangan Versi Ki Sumantri
ABSTRAK Isniawan, Muhammad Ilham. 2017. Bentuk Gending Kembang Gayam Garap Malangan Versi Ki Sumantri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. E. W. Suprihatin D. P. M.Pd (II)Hartono S.Sn, M.Sn. Kata Kunci:bentuk, gending, Kembang Gayam, garap Malangan, versi Ki SumantriGending memiliki bentuk yang berbeda-beda, salah satunya adalah gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri. Gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri memiliki bentuk yang berbeda dengan gending-gending garap Malangan lainnya.Perbedaan tersebut terletak pada unsur-unsur bentuk gending yang meliputi unsur notasi dan vokal. Perbedaan unsur-unsur tersebut dikarenakan adanya pembaruan dan penambahan isen-isen pada unsur notasi dan vokal yang dilakukan oleh seniman karawitan senior kota Malang yang bernama Ki Sumantri. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam lagi mengenai bentuk Gending Kembang GayamGarap MalanganVersi Ki Sumantri.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikanbentuk Gending Kembang GayamGarap MalanganVersi Ki Sumantri.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri menggunakan notasi Kepatihan yang di dalamnya terdapat272 sabetanyang dilambangkan dalam tanda titik-titik, memiliki 68 gatra yang setiap gatra terdiri dari 4 sabetan, notasi yang termasukdalam jenis gending ageng.Gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri menggunakan laras slendro, dan menggunakanpathet 9 dengan nada gong 2, serta memiliki dua jenis irama yaituirama tanggung dan irama dadi. Alat musik terdiri dari kendang sebagai pengatur irama, demungdan saron sebagai alat musik yang melagukan notasi, serta bonang babok, bonang penerus,kempul, gong, kethuk, kenongsebagai alat musik yang memiliki pola dalam tabuhannya. Vokalterdiri dari sindhenan parikandan sindhenan gawanatau sindhenan khusus gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap unsur-unsur di dalambentuk gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri memiliki bagian-bagian yang berbeda-beda dan unsur-unsur tersebut memberi ciri padabentuk gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri. Saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian mendalam mengenai makna gending Kembang Gayam garap Malangan versi Ki Sumantri
Seri Pewayangan : Sumantri dan Sukrasana Kisah Dua Bersaudara Yang Berbeda Tabiat
Di tanah lapang itu, Sumantri tersungkur. Rahwana berhasil membunuhnya setelah pertempuran yang panjang. Tubuh anak muda itu setengah hancur. Ya, Sumantri gugur dengan mengenaskan. Tapi ia segera melesak ke surga. Dan di sana, Patih Suwondo itu bertemu dengan Sukrosono, adiknya yang setia. Mereka seperti mengulang kembali masa kanak-kanak yang bahagia, melupakan dendam dan rasa bersalah. Tragedi ''anak panah'' di antara keduanya bagai tak pernah terjadi.Kita kenang perjalanan Sumantri sebelum menjadi Patih Suwondo. Sejak awal, anak muda ini memang telah menyiapkan masa depannya. Ia menuju Maespati untuk mengabdi pada Prabu Harjuna Sasrabahu. Sebab ia merasa mampu, juga pantas .Pada pagi yang belum sempurna, ia melangkah ke utara. Ia tinggalkan Sukrosono, adiknya yang bocah bajang yang buruk rupa, keriting, cebol, dan agak hitam itu. Dengan penampilan fisik semacam itu, mungkin Sumantri merasa adiknya hanya akan menjadi perintang. Meski ia tahu, kesaktian Sukrosono satu tingkat di atasnya. ''Aku sengaja pergi pagi-pagi benar pada saat kau masih lelap. Maafkan aku, adikku,'' kata Sumantri pada hari kepergiannya. Barangkali Sumantri memang laki-laki pilihan dewa. Dalam suatu pertempuran, ia berhasil membebaskan Negeri Magada dari kepungan pasukan Widarba. Ia menang telak. Pasukannya membawa banyak tawanan dan rampasan; emas-berlian, ternak, dan para putri. Tapi Sumantri tak segera pulang. Di perbatasan, ia justru mengirim surat ke Maespati dan menantang Harjuna Sasrabahu perang tanding. Ada kesombongan yang tiba-tiba melonjak. Juga ketidakpercayaan akan kekuatan dan kesaktian sang raja
Sangkan Paraning Dumadi Sumantri Ngenger: Siklus kehidupan dalam pandangan manusia Jawa, Buku Empat
Dalam pewayangan dikenal ada raja titising (penjelmaan) Bathara Wisnu. Mereka adalah Sri Rama Wijaya (Raja Pancawati) dan Sri Bathara Kresna (Raja Dwarawati).Keduanya hidup di zaman berbeda. Sebelum mereka ada seorang raja penjelmaan Bathara Wisnu juga bernama Sri Harjuna Sasrabahu. Cerita Prabu Harjuna Sasrabahu ada pada lakon Sumantri Ngenger atau Sumantri Suwita. Kisah ini menggambarkan pergulatan seorang pemuda bernama Bambang Sumantri yang hendak mengabdi pada Sri Prabu Harjuna Sasrabahu di Maespati. Ada tiga pelajaran penting yang patut diteladani, yaitu: guna (kecakapan, kepandaian), kaya (harta,kekayaan), dan purun (tekad, kemauan). Raden Sumantri berhasil melampaui serangkaian pergulatan ketika hendak suwita dengan bantuan adiknya, yaitu: Sukrasana. Pasuwitan Sumantri diterima Prabu Harjuna setelah memindahkan Taman Sriwedhari dari Magada ke Maespati atas bantuan Sukasrana. Buku ini disajikan dalam 10 bab. Bab 1 Sosok Bambang Sumantri. Bab 2 Sayembara Tanding Magada. Bab 3 Prabu Darmawasesa. Bab 4 Sumantri memboyong Dewi Citrawati. Bab 5 Sumantri menantang Prabu Harjuna. Bab 6 Sukasrana muter Taman Sriwedhari. Bab 7 Sukasrana Moksa. Bab 9 Prabu Harjuna ditantang Rama Bargawa. Bab 10 Prang Brubug, Maespati dengan Ngalengka
Sang pejuang dalam gejolak sejarah : otobiografi Iwa Kusuma Sumantri/ Sumantri
xliv, 487 hal. : ill.; 21 cm
Analisis Nilai-Nilai Nasionalisme Iwa Kusuma Sumantri Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis nilai-nilai nasionalisme Iwa Kusuma Sumantri sebagai sumber belajar dan pedoman nilai dalam pembelajaran sejarah sebagai penguatan perofil pelajar Pancasila. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana perjuangan Iwa Kusuma Sumantri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 2) Bagaimana nilai-nilai nasionalisme Iwa Kusuma Sumantri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan pedoman nilai dalam pembelajaran sejarah sebagai penguatan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desain deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah studi literatur, pengumpulan data dilakukan dengan menelaah buku, karya ilmiah, serta berbagai sumber tertulis yang masih memiliki relevansi dengan permasalahan yang akan dikaji. Hasil penelitian ini menunjukan nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam sejarah perjuangan Iwa Kusuma Sumantri meliputi nilai religius, berkebhinekaan global, gotong royong, berpikir kritis, dan mandiri yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pendidikan nilai , selain itu nilai-nilai nasionalisme Iwa Kusuma Sumantri dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran sejarah sebagai sebuah pembentukan karakter peserta didik
- …
