1,720,961 research outputs found

    al-Idhah fi al-fiqh: dirasah wa tahqiq

    No full text
    Tesis ini adalah edisi kritis dan studi naskah khas Indonesia, yaitu naskah berbahasa Arab yang terdapat terjemahan antar barisnya kedalam bahasa Jawa dengan menggunakan huruf Pegon. Naskah tersebut berjudul Al-�d?h f? Al-Fiqh. Studi didasarkan pada empat naskah buku tersebut. Buku itu termasuk naskah berbahasa Arab tertua yang ada di Belanda yang berasal dari Indonesia. Isinya ringkas tapi membahas semua bab-bab Fikih. Disamping hal diatas, yang dilakukan dalam tesis ini adalah identifikasi naskah-naskah buku itu, penelitian terjemah antar baris naskah, dan meneliti hukum-hukum Fikih yang ada didalam buku tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 18 naskah buku Al-�d?h: delapan ada di Eropa, sembilan di Indonesia, dan satu di Hadramaut. Tapi semuanya berasal dari Indonesia kecuali naskah terjemahan buku Al-�d?h ke bahasa Belanda. Mayoritas kopian naskahnya berbahan kertas Dluwang. Tahun penulisan naskah-naskah itu tidak diketahui dari kolofonnya tapi dari hal lain seperti tahun akat jual beli yang dicatat di dalam naskah atau tahun naskah itu sampai di perpustakaan yang menyimpannya saat ini. Dari itu semua diketahui bahwa naskah-naskah buku Al-�d?h berasalah dari awal abad 16 sampai akhir abad 19 M. Penelitian ini mendukung pendapat Martin van Bruinessen bahwa penulis buku Al-�d?h adalah anonim, tidak diketahui namanya. Penelitian ini juga mendukung hipotesis P. Voorhoeve bahwa buku itu ditulis di Indonesia. Penelitian ini tidak mendukung empat klaim penisbatan penulisan buku itu ke nama penulis tertentu. Penelitian ini mengungkap bahwa Fikih didalam buku itu mengikuti Mazhab Syafi�i dan hanya menyebutkan satu pendapat dalam Mazhab kecuali sebagian kecil saja. Buku itu juga tidak menyebutkan dalil dari Al-Qur�an kecuali dalam masalah penerima Zakat dan juga hanya menyebutkan sembilan Hadits. Buku Al-�d?h juga tidak menyebut nama ulama atau buku sebagai rujukan hukum-hukum Fikih yang ia sebutkan. Hadits-hadits yang disebutkan tidak disertai sanad, perawawi, derajat kesahihannya, dan juga tidak terikat dengan teks Hadits. Bahkan Al-�d?h menyebutkan satu Hadits yang tidak ditemukan dalam buku-buku Hadits yang ada. Ditemukan juga bahwa penulis menepati perkataanya dalam Mukaddimah bahwa dia akan menyebutkan pendapat yang didukung oleh mayoritas Al-Ash?b kecuali dalam dua masalah. Buku Al-�d?h juga menyebutkan pendapat dalam tujuh masalah yang tidak difatwakan dalam Mazhab Syafi�i. Tapi di tujuh masalah tersebut, dua diantaranya adalah pendapat mayoritas Al-Ash?b dan lima yang lain tidak ditemukan apakah itu pendapat mayoritas mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa huruf Pegon yang dipakai dalam penerjemahan tidak hanya 20 huruf seperti yang dikatakan Titik Pudjiastuti dalam bukunya Perang, Dagang, Persahabatan: Surat-Surat Sultan Banten (2007 M), tapi hurunya berjumlah 36, yaitu semua huruf Hijaiyah ditambah 7 huruf penyesuain dengan huruf Hanacaraka. Dialek dan model penerjemahannya, dan tempat dikenalnya buku Al-�d?h berkesusaian dengan pembagian periode bahasa Jawa oleh J.J. Ras, bahwa periode tahun 1500 sampai 1900 M diidentifikasi sebagai Islami dan berkembang di: daerah-daerah pesisir, kerajaan Mataram, kerajaan Kartasura, dan kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Metode penelitian tesis ini terbagi menjadi dua: berkenaan dengan studi naskah dan penelitian teks. Dalam studi naskah, metode yang dipakai adalah metode landasan yaitu mendasarkan penelitian pada salah satu naskah yang paling baik diantara yang naskah yang ada dan mengadakan perbandingan dengan naskah lain lalu menyebutkan perbedaannya dalam penjelasan di footnote. Penjelasan dalam studi naskah dipisahkan antara penjelasan yang berhubungan dengan perbandingan antar naskah dan penjelasan yang berhubungan dengan penkajian masalah-masalah yang ada dalam naskah, yang pertama diletakkan di footnote dan yang lain di endnote. Kemudian didalam penelitian naskah digunakan pendekatan deskriptif dari referensi fikih Syafi�i, buku Hadits, dan buku-buku studi naskah Indonesia untuk menkaji hukum-hukum Fikih yang ada di buku Al-�d?h, mentakhrij Hadits, dan kajian tentang pernaskahan di Indonesia. Sumber primer tesis ini adalah naskah-naskah buku Al-�d?h, buku fiqih Syafii, buku Hadits, dan kamus bahasa Arab untuk menjelaskan isi dan menjelaskan kata yang sulit buku Al-�d?hk, dan buku Takhrij Hadits. Sumber sekundernya adalah buku dan penelitian tentang manuskrip Indonesia dan wawancara dengan penjaga perpustakaan dimana naskah Al-�d?h disimpan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    RANCANGAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA PT. MUKINDO MINING MANDIRI DI KECAMATAN POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA

    Full text link
    PT. Mukindo Mining Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel. Lokasi penambangan PT. Mukindo Mining Mandiri berada di Desa Hakotutobo, Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan luas wilayah 60 HA dan jumlah produksi 50.000 ton per bulan. Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode yang digunakan adalah selective mining Masalah yang dihadapi oleh PT. Mukindo Mining Mandiri salah satunya adalah permasalahan banyaknya genangan air pada area kerja yang terjadi terutama pada musim hujan. Hal ini sangat mengganggu kondisi kerja dan mempengaruhi produksi. Sumber utama air tambang pada lokasi penambangan bijih Nikel oleh PT. Mukindo Mining Mandiri adalah air hujan. Curah hujan harian rerata tertinggi 162,7 mm/hari pada bulan November dengan intensitas curah hujan sebesar 38,23 mm/jam dan periode ulang hujan (PUH) 3(tiga) tahun Lokasi penambangan belum memiliki sistem penyaliran yang memadai. Daerah yang menjadi penyedia air limpasan hujan pada lokasi rencana penambangan terdapat 1 Daerah Tangkapan Hujan untuk air limpasan, dan Daerah Tangkapan Hujan yang masuk lang sung masuk area a. Daerah Tangkapan Hujan air limpasan, luas = 0,357 km b. Daerah Tangkapan Hujan masuk tambang, luas = 0,26 km Volume air yang masuk ke dalam tambang sebesar 0,489 m 3 2 2 /detik. Saluran yang direncanakan merupakan kombinasi antara mine drainage dan mine dewatering. Saluran Mine Drainage dibuat pada batas KP guna mencegah masuknya air dari luar lokasi tambang, yaitu : a. Saluran 1: a = 0,7 m; b = 0,7 m; B = 1,4 m b. Saluran 2: a = 0,7 m; b = 0,7 m; B = 1,4 m Air limpasan yang melewati saluran 1 langsung dialirkan menuju sungai yang berada di sebelah utara tambang. Saluran 2 yang berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam tambang berada di sebelah barat dalam tambang. Air yang melewati saluran 2 ini langsung menuju kolam pengendapan. Dengan pengujian pengendapan, pada aliran air dari dalam tambang didapatkan persen solid sebesar 38,5%. Dengan besar persen solid tersebut maka, diperlukan lama pengendapan material selama 16 menit. Waktu yang dibutuhkan material keluar dari kolam pengendapan dengan dimensi panjang 17 m, lebar 8 m, dan kedalaman 4 m adalah 18 menit. Pada akhirnya diharapkan setelah keluar dari kolam pengendapan ini maka air yang keluar tidak akan mencemari lingkungan sekitar tambang. Kata kunci: Sistem Penyaliran Tambang, Daerah Tangkapan Hujan, Air Limpasan, Curah Hujan, Intensitas Huja

    Reforming Islamic Education in Iran: Creating An Emancipated and Creative Generation

    Full text link
    This research focuses on the theme of Islamic education reform in Iran, which aims to produce an emancipated and creative generation. The Islamic Republic of Iran has implemented a series of education reforms that prioritize the development of technical and vocational skills, entrepreneurship, interpersonal skills, and the cultivation of students' character and morality. The goal of these programs is to prepare students to face the challenges of the global job market and to advance the Iranian economy. Moreover, the Iranian government has introduced a series of initiatives to promote critical thinking and creativity in its education system. For instance, it has integrated modern technology into its educational system, established research centers and incubators, and encouraged student participation in extracurricular activities. As a result of these reforms, many Iranian students have emerged as successful graduates in various fields, including technology, science, business, and arts. Therefore, this abstract concludes that the Islamic education reform in Iran has been successful in creating a generation of students who are equipped with the skills and knowledge necessary to compete in the global job market and contribute to the advancement of their country's economy. Furthermore, it has also fostered a culture of critical thinking, creativity, and innovation among students, which will be critical to the country's continued progress in the future

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    RANCANGAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANGTERBUKA PT. MUKINDOMINING MANDIRIDI KECAMATAN POMALAA,KABUPATENKOLAKA, SULAWESI TENGGARA

    Full text link
    RINGKASAN PT. Mukindo Mining Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel. Lokasi penambangan PT. Mukindo Mining Mandiri berada di Desa Hakotutobo, Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan luas wilayah 60 HA dan jumlah produksi 50.000 ton per bulan. Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode yang digunakan adalah selective mining Masalah yang dihadapi oleh PT. Mukindo Mining Mandiri salah satunya adalah permasalahan banyaknya genangan air pada area kerja yang terjadi terutama pada musim hujan. Hal ini sangat mengganggu kondisi kerja dan mempengaruhi produksi. Sumber utama air tambang pada lokasi penambangan bijih Nikel oleh PT. Mukindo Mining Mandiri adalah air hujan. Curah hujan harian rerata tertinggi 162,7 mm/hari pada bulan November dengan intensitas curah hujan sebesar 38,23 mm/jam dan periode ulang hujan (PUH) 3(tiga) tahun Lokasi penambangan belum memiliki sistem penyaliran yang memadai. Daerah yang menjadi penyedia air limpasan hujan pada lokasi rencana penambangan terdapat 1 Daerah Tangkapan Hujan untuk air limpasan, dan Daerah Tangkapan Hujan yang masuk lang sung masuk area a. Daerah Tangkapan Hujan air limpasan, luas = 0,357 km b. Daerah Tangkapan Hujan masuk tambang, luas = 0,26 km Volume air yang masuk ke dalam tambang sebesar 0,489 m 3 2 2 /detik. Saluran yang direncanakan merupakan kombinasi antara mine drainage dan mine dewatering. Saluran Mine Drainage dibuat pada batas KP guna mencegah masuknya air dari luar lokasi tambang, yaitu : a. Saluran 1: a = 0,7 m; b = 0,7 m; B = 1,4 m b. Saluran 2: a = 0,7 m; b = 0,7 m; B = 1,4 m Air limpasan yang melewati saluran 1 langsung dialirkan menuju sungai yang berada di sebelah utara tambang. Saluran 2 yang berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam tambang berada di sebelah barat dalam tambang. Air yang melewati saluran 2 ini langsung menuju kolam pengendapan. Dengan pengujian pengendapan, pada aliran air dari dalam tambang didapatkan persen solid sebesar 38,5%. Dengan besar persen solid tersebut maka, diperlukan lama pengendapan material selama 16 menit. Waktu yang dibutuhkan material keluar dari kolam pengendapan dengan dimensi panjang 17 m, lebar 8 m, dan kedalaman 4 m adalah 18 menit. Pada akhirnya diharapkan setelah keluar dari kolam pengendapan ini maka air yang keluar tidak akan mencemari lingkungan sekitar tambang. Kata kunci: Sistem Penyaliran Tambang, Daerah Tangkapan Hujan, Air Limpasan, Curah Hujan, Intensitas Huja

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore