1,721,059 research outputs found

    Tindak Tutur Asertif Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far Dalam Kanal Youtube Sujiwo Tejo dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Teks Diskusi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tindak Tutur Asertif Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far dalam Kanal Youtube Sujiwo Tejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa data kalimat tuturan dalam video yang diunggah pada kanal Youtube Sujiwo Tejo bersama Habib Husein Ja’far dengan topik nilai-nilai relijius di mata budayawan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian kualitatif yang dilakukan, tindak tutur asertif dalam video Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far edisi Juli 2021, Desember 2022, dan Januari 2023 dengan topik nilai relijius di mata budayawan Sujiwo Tejo ditemukan 699 data tindak tutur yang diperoleh dari lima video yang menjadi sumber data

    Melukis Selam 24 Jam Nasirun-Sujiwo Tejo Kolaborasi

    No full text
    Sujiwo Tejo mengungkapkan, selama ini selain menggeluti profesi dunia musik dan dalang, juga melukis. Karena itu, ketika bisa terealisir kolaborasi melukis bersama selama 24 jam dapat menjadi momentum penanda dan peristiwa budaya yang istimewa. Nasirun sangat lega bisa berkolaborasi dengan Sujiwo Tejo, dapat merampungkan 3 lukisan. Yang menggembirakan, mendapat dukungan para seniman perupa Yogya, pemusik yang mengiringi Sujiwo Tejo ketika menyanyi

    Kang Mbok : sketsa kehidupan Sri Teddy Rusdy

    No full text
    Buk uini merupakan biografi seorang wanita bernama Sri Teddy Rusdy. Buku ini merupakan refleksi dari penghayatan penulisnya yaitu Sujiwo Tejo terhadap kehidupan Sri Teddy rusdy, sebagai hasil dari mencerap informasi, pemikiran-pemikiran dan ide-ide dari seorang wanita bernaam Sri Teddy Rusd

    Interferensi Morfologi Pada Video Youtube Sujiwo Tejo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi morfologi pada video youtube Sujiwo Tejo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah video youtube dari salah satu seniman terkenal Indonesia yaitu Sujiwo Tejo. Dari penelitian kita bisa tahu bahwa interferensi mengacu pada penyimpangan dalam menggunakan suatu bahasa dengan memasukkan sistem bahasa lain. Faktor utama yang dapat menyebabkan interferensi antara lain perbedaan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Fokus utama dari penelitian ini adalah interferensi morfologi. Interferenai morfologi terjadi apabila pembentukan kata suatu bahasa menyerap afiks-afiks bahasa lain. Penyimpangan struktur itu terjadi kontak bahasa antar bahasa yang sedang diucapkan (bahasa indonesia) dengan bahasa lain yang dikuasainya (bahasa daerah atau bahasa asing)

    Nyanyian bangsa : Telaah musik Sujiwo Tejo dalam menghadirkan wacana identitas dan karakter bangsa

    No full text
    Sujiwo Tejo adalah dalang yang konsisten menerbitkan karya musik. Sejak debutnya di tahun 1999, terhitung sudah empat album yang dihasilkan. Materi musiknya sangat kaya: perpaduan musik tradisional dan musik modern dihadirkan dengan apik. Beberapa cara yang dilakukan oleh Sujiwo Tejo dalam merepresentasikan diskursus identitas dan karakter bangsa terlacak dalam lirik yang digunakan, penggunaan instrumen musik, dan nada-irama yang dimainkan. Pada musik Sujiwo Tejo, tampak kekuasaan bekerja, serta terlacak pula bagaimana persebaran pengetahuan terjadi. Karena itulah, buku ini hendak mendalami bagaimana kekuasaan dari luar dan dalam diri Sujiwo Tejo bekerja dan diterjemahkan ke dalam musik-musiknya

    Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Novel Rahvayana Karya Sujiwo Tejo

    Get PDF
    The purpose of this study are: (1) Knowing the factors that cause knowing English that is not polite in the novel Rahvayana by Sujiwo Tejo. (2) Knowing the values of politeness according to the people of Central Java in Rahvayana's novel by Sujiwo Tejo. This research is a qualitative descriptive study. The results of this study are: (1) factors that are not polite language consists of 4 factors, namely Factor the social-norm view (conversational norm view), Factor conversational maxim (conversation proverb), Factor conversational contract (Conversation Contract) and, Social indexing factors (Social Index). In this study, researchers took a sampling of data in the form of language variations in terms of speech that existed in Rahvayana's novel by Sujiwo Tejo. Researchers can find 30 data in the form of utterances that contain elements of language politeness contained in Rahvayana's novel by Sujiwo Tejo. And (2) the values of politeness according to the people of Central Java in Rahvayana's novel by Sujiwo Tejo. In this study there are 3 values of politeness according to the people of Central Java, namely the Moral Value of Language, the social value of Language and the cultural value of Language

    MAJAS SATIRE PADA NOVEL TEMBANG TALIJIWO KARYA SUJIWO TEJO

    No full text
    Karya sastra memiliki berbagai macam gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan penulis kepada pembaca. Penyampaian sindiran atau mencemooh terhadap suatu gagasan seseorang maupun kelompok dapat disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa satire. Gaya bahasa satire merupakan gaya bahasa sindiran untuk mencemooh, mengkritik, menyindir terhadap suatu ide, gagasan, Lembaga, seseorang, kelompok dengan cara candaan atau humor. Bentuk gaya bahasa satire dapat disampaikan dalam satire berbentuk ironi, satire berbentuk sarkasme, dan satire berbentuk parodi. Oleh karena itu, perlu adanya tinjauan pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo terhadap penyampaian sindiran maupun kritik yang digunakan penulis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskrisikan bentuk-bentuk yang terdapat pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo, (2) mendeskripsikan fungsi satire yang terdapat pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo. Dengan adanya tujuan tersebut, penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan terhadap pesan yang disampaikan penulis dan dapat menambah khazanah ilmu kesusastraan dengan menggunakan gaya bahasa satire. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan teori satire. Desain penelitian ini menggunakan penelitian semiotik karena objek kajian berupa karya sastra. Data yang diperoleh berupa kata, frasa, klausa, penggalan kalimat, atau penggalan wacana. Sumber data pada penelitian ini mengacu pada tuturan yang terdapat pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo. Teknik dalam pengumpulan data dengan cara pembacaan heuristik. Sedangkan, dalam menganalisis menggunakan teknik pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo memiliki bentuk gaya bahawa satire berupa ironi dan bentuk gaya bahasa satire berupa sarkasme. Fungsi gaya bahasa satire yang terdapat pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo yaitu fungsi gaya bahasa satire sebagai humor, fungsi gaya bahasa satire sebagai kritik sosial, dan fungsi gaya bahasa satire sebagai mempengaruhi atau pembelajaran. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo didominasi gaya bahasa satire berbentuk ironi dengan jumlah 16 data. Gaya bahasa satire berbentuk sarkasme ditemukan 13 data. Dengan demikian, penulis menyindir, mengkritik, atau dan mencemooh mengenai isu-isu,gagasan, seseorang, hingga lembaga dengan menggunakan bahasa yang halus karena penyampaiannya secara berlawanan dan dengan candaan. Fungsi gaya bahasa satire sebagai humor mendominasi novel Tembang Talijiwo karya Sujiwo Tejo dengan jumlah 10 data. Fungsi gaya bahasa satire sebagai kritik sosial ditemukan 3 data dan fungsi gaya bahasa satire sebagai mempengaruhi atau pembelajaran sejumlah 4 data. Adanya hal demikian, maksud penulis untuk menyampaikan pesan kepada pembaca dengan cara humor. Adanya hal tersebut, dapat mengundang pembaca karena estetika bahasa penulis dalam menyampaikan pesan

    SEMIOTIK SYAIR LAGU KARYA SUJIWO TEJO ALBUM PADA SUATU KETIKA

    No full text
    Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang telah populer di masyarakat. Syair lagu digolongkan ke dalam bentuk puisi meskipun dengan nilai kesusastraan yang paling rendah. Syair lagu karya Sujiwo Tejo banyak mengungkap masalah sosial, yaitu mengenai perselingkuhan, korupsi, ekonomi masyarakat, serta keadaan Indonesia. Melalui lagu yang disuguhkan, membuat para penikmat musik seolah-olah diajak untuk lebih menyelami kenyataan hidup dan bagaimana harus bersikap sebagai manusia yang bergaul dengan lingkungannya. Tejo merupakan pemusik yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri, yaitu kepekaannya terhadap peristiwa-peristiwa sekitar digambarkannya kembali melalui lagu ciptaannya yang mengangkat tema tentang nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Kendati dalam menuangkan lagu dalam album perdananya menggunakan ragam bahasa Jawa dan sedikit diselipkan bahasa arkhais yang sering digunakan dalam pementasan wayang, lagu karyanya tetap menyedot perhatian besar dari masyarakat untuk menikmati karya yang sarat dengan muatan sosial. Bahasa yang digunakan dalam syair lagu karya Sujiwo Tejo ini, tidak umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah pembacaan semiotik pada syair lagu karya Sujiwo Tejo dalam album Pada Suatu Ketika? (2) Tema dan masalah apa saja yang terdapat dalam syair lagu karya Sujiwo Tejo dalam album Pada Suatu Ketika? Tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut. (1) Menjelaskan pembacaan semiotik pada syair lagu karya Sujiwo Tejo dalam album Pada Suatu Ketika. (2) Menjelaskan tema dan masalah yang terdapat dalam syair lagu karya Sujiwo Tejo dalam album. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif merupakan pendekatan yang menganalisis makna yang terdapat dalam syair lagu karya Sujiwo Tejo album Pada Suatu Ketika. Metode struktural memusatkan perhatian pada karya sastra sendiri. Hasil analisis penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Diperoleh pembacaan heuristik atau pembacaan yang didasarkan pada lapis arti luar dalam syair lagu, serta pembacaan hermeneutik yang merupakan pembacaan lapis dalam yang mengupas simbol dan makna untuk dijabarkan lebih lengkap, sehingga ditemukan makna yang sesungguhnya. (2) Tema yang terdapat dalam syair lagu karya Sujiwo Tejo dalam album Pada Suatu Ketika antara lain sebagai berikut. Ketuhanan, perjuangan cinta, kesetiaan, dan pengkhianatan, sosial, kerja keras, dan menghargai orang lain. Saran yang direkomendasikan adalah hasil analisis dalam penelitian ini hendaknya dipergunakan sebagai pengembangan penelitian yang lain. Selain itu perlu ada penelitian lanjut seperti kritik sosial yang terkandung dalam syair lagu, struktur fisik dan batin dalam syair lagu, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam syair lagu, pendekatan intertekstual dalam penelitian sastra, pengkajian sastra dari sisi pembaca, analisis karya sastra berdasarkan latar belakang pengarang serta lingkungan sosialnya, dan sebagainya. Pemahaman dan apresiasi adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum mengembangkan pengetahuan dan pemikiran terhadap karya sastra. Oleh karena itu dalam melakukan penelitian terhadap karya sastra diperlukan penguasaan terhadap teori-teori sastra untuk dapat lebih mengembangkan karya sastra

    Konsep Interaksi Sosial Keagamaan Sujiwo Tejo Studi dalam Buku Republik #Jancukers dan Tuhan Maha Asyik

    No full text
    Republik #Jancukers dan Tuhan Maha Asyik adalah karya sastra dari Sujiwo Tejo. Penulis meneliti 2 buku tersebut dengan focus pada “Interaksi Sosial Keagamaan”. Penulis memilih penelitian ini karena karya sastra memiliki kontribusi bagi kebudayan masyarakat. Penelitian ini mengambil 3 rumusan masalah yakni bagaimana konsep interaksi sosial keagamaan Sujiwo Tejo, konsep interaksi sosial keagamaan Sujiwo Tejo dalam pandangan Aqidah Aswaja, dan relevansi konsep interaksi sosial keagamaan Sujiwo Tejo dalam kehidupan keberagamaan masyarakat Indonesia sekarang. Penelitian ini termasuk riset kepustakaan, jenisnya kajian pemikiran, metodenya kualitatif dan pendekatannya menggunakan hermeneutika. Setelah data terkumpul dan dianalisis menggunakan hermeneutika Gadamer dengan teori effective history dan fussion horizon. Hasil riset penulis menemukan bahwa interaksi sosial keagaaman Sujiwo Tejo terbagi menjadi 2 yakni interaksi secara vertical dengan prinsip tata karma dengan Tuhan, perketat urusan personal, dan internalisasi ajaran pada diri. Interaksi horizontal dengan prinsip tidak mudah berburuk sangka, membenci, merendahkan orang lain, sombong, fanatik kemajemukan merupakan keniscayaan, interaksi dengan dasar cinta dan sesama mahluk Tuhan. Konsep interaksi sosial keagamaan Sujiwo Tejo erat kaitannya dengan Aqidah Aswaja karena memang dalam buku tersebut mengajarkan bahwa beragama bukan dengan ekstrim dan hal itu diterapkan dalam interaksi sosial. Konsep interaksi sosial keagamaan Sujiwo Tejo relevan dengan kondisi Indonesia sekarang dan prinsip didalamnya bisa dijadikan pijakan dalam melihat masalah kehidupan bersosial keagamaan melalui sudut pandang tersebut

    Kajian Eufemisme Pada Buku Republik Jancukers Karya Sujiwo Tejo

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penggunaan bahasa eufemisme dalam buku Republik Jancukers karya Sujiwo Tejo dan mendiskripsikan fungsi bahasa eufemisme dalam buku Republik Jancukers karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif induktif. Teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan teknik simak, juga digunakan teknik catat. Teknik analisis data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil dari penelitian ini adalah, penggunaan bahasa eufemisme dalam buku Republik Jancukers karya Sujiwo Tejo berdasarkan hasil analisis adalah terdapat 16 data eufemisme. Hasil analisis tersebut pada umumnya merupakan kata yang digunakan untuk memperhalus kata aslinya agar terdengar terdengar lebih sopan, seperti penggunaan eufemisme pada kata toilet, buang air besar, buang air kecil, kloset. Tetapi juga ada beberapa yang merupakan kata yang memperindah kata yang sebenarnya kata aslinya bukan kata yang berkonotasi buruk, seperti Kabar burung, berbadan dua, usia lanjut, dan lansia. Fungsi bahasa eufemisme dalam buku Republik Jancukers karya Sujiwo Tejo ditemukan dalam beberapa komponen yaitu sebagai alat untuk menghaluskan ucapan, sebagai alat untuk merahasiakan sesuatu, sebagai alat untuk berdiplomasi dan sebagai alat pendidikan. Beberapa eufemisme berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut, sebagai alat untuk menghaluskan ucapan seperti kata, toilet, kloset, menstruasi, kekasih gelap, berbadan dua, dan kabar burung. Sebagai alat untuk merahasiakan sesuatu adalah pada penggunaan eufemisme anu, sebagai alat untuk berdiplomasi adalah penggunaan kata oknum dan sebagai alat pendidikan adalah pada kata buang air besar, dan buang air kecil
    corecore