151 research outputs found
Suja
Karya SUJA berbicara tentang transformasi kesadaran manusia dari sadar menuju alam bawah sadar. Ndadi umumnya terjadi pada pertunjukan Jathilan. Dalam penciptaan karya tari SUJA penata memfokuskan karya pada transformasi perubahan alam bawah sadar yang menimbulkan ndadi. Pada dasarnya kesuksesan kesenian Jathilan berujung pada ndadi. Ndadi dalam kesenian rakyat Jathilan adalah point utama kesenian tersebut, tetapi di balik itu semua ada hal yang perlu kita perhatikan, bahwa tidak hanya persoalan sadar dan tidak sadar dalam kesenian tersebut, transformasi perubahan kesadaran manusia juga sangat penting, begitu juga dengan transisi perpindahan bentuk gerak satu ke gerak yang lain. Rangsang yang digunakan adalah rangsang kinestetik dan gagasan. Kedua rangsang ini menjadi acuan berfikir untuk proses penciptaan karya tari SUJA. Rangsang kinestetik untuk menemukan motif baru melalui gerak tangan, torso, dan kaki yang diamati dari kesenian Jathilan. Rangsang gagasan untuk menentukan dramatik dan dinamika, alur dalam sebuah garapan karya tari SUJA. Tipe tari yang digunakan dalam koreografi ini adalah tipe dramatik dengan menggunakan proses penciptaan karya tari melalui tahapan metode dari Hawkins dalam buku berjudul Mencipta Lewat Tari yang diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi yaitu, eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini diterapkan dalam proses penciptaan karya tari SUJA. Metode lain juga digunakan seperti merasakan, mengahayati, mengkhayalkan, mengejawantahkan, dan memberi bentuk, dari buku berjudul Bergerak Menurut Kata Hati yang diterjemahkan oleh I Wayan Dibia. Metode ini digunakan pada proses awal dengan melihat secara langsung hingga menjadi penari kesenian rakyat jathilan. Secara personal karya tari SUJA ini bertujuan memberi pesan pada masyarakat, bahwa kesenian rakyat Jathilan tidak hanya sebagai kesenian rakyat pinggiran yang dipandang sebelah mata. Namun, di balik itu semua masih banyak sekali ide yang bisa diolah secara kreatif dari kesenian tersebut untuk melahirkan karya yang inovatif dan menjadi sumber riset yang sangat kaya
DUNIA MAGIS DALAM CERPEN LEAK PEMOROAN KARYA I WAYAN SADHA
of the occult not only lived in the past but penetrated freely until Era 4.0. Although the development of the world has advanced in such a way as with the sophistication of its technology, the belief in supernatural and magical things cannot be erased. The magical world has its own charms and problems in the lives of Balinese people. Undeniably, the attractiveness often invites the attention of the author in welcoming and recording the phenomenon into literary works. In this paper examines modern Balinese literary works in the form of short stories. The short stories studied were taken from a collection of Leak Pemoroan stories written by I Wayan Sadha. This study examines three short stories in a collection of Pemoroan Leak short stories entitled Jeg Pragat Ka Balian, Pemoroan Leak and Walik Sumpah. The focus of the discussion in this paper is to raise the magical aspects contained in the three short stories that have been mentioned. The magical aspects to be discussed are the Pangiwa aspect and the Panengen aspect contained in the short story.Keywords: Magic, Pangiwa, Panengen, Short Story, modern Balinese literatur
Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah Dasar (IAD) atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD adalah salah satu mata kuliah dasar umum (MKDU) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang berada di fakultas non-eksakta di perguruan tinggi. IAD merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) dan teknologi
Revitalisasi etnosains untuk mendukung literasi
Setiap komunitas yang ada di muka bumi ini, termasuk kelompok budaya yang paling primitif sekalipun, mempunyai pengetahuan empiris yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Walaupun terbukti bersifat fungsional untuk kehidupan masyarakat, pengetahuan tradisional tersebut termarginalisasi oleh sistem pendidikan formal yang mengadopsi kurikulum sains Barat. Jika tidak segera ditanggulangi, maka suatu saat akan muncul generasi-generasi yang buta akan kearifan lokalnya. Untuk itu, dalam artikel ini dipaparkan upaya untuk mengintegrasikan pengetahuan sains tradisional (indigenous knowledge) dan sains ilmiah dalam konstruk etnosains (ethnoscience) melalui tahap inventarisasi, rekonstruksi dan redefinisi, serta reinterpretasi. Tahap inventarisasi bertujuan untuk mengumpulkan konten-konten sains asli yang layak diintegrasikan dengan sains ilmiah. Pada tahap rekonstruksi diberikan penjelasan ilmiah atas bukti dan klaim pengetahuan sains asli membentuk etnosains sebagai produk sinergitas budaya dan sains. Selanjutnya, pada tahap reinterpretasi dilakukan pemberian makna atas proses dan produk sains yang dipelajari agar memiliki sikap literasi sains dan mampu memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata
MODEL MENTAL MAHASISWA CALON GURU KIMIA DALAM MEMAHAMI BAHAN KAJIAN STEREOKIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan distribusi model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia, serta (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi khusus (specific misconceptions) dan model mental alternatif yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru kimia. Subyek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNDIKSHA yang sedang mengambil mata kuliah Kimia Organik III di Kelas C Semeter V pada tahun ajaran 2013/2014. Jumlah subyek penelitian sebanyak 28 orang. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dua tingkat, terdiri dari bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia adalah: tidak ada konsep (20,71%), miskonsepsi spesifik (33,04%), model mental alternatif (12,50%), dan benar secara ilmiah (33,75%); serta (2) miskonsepsi tertinggi (92,86%) terjadi pada penentuan konfigurasi (R/S) senyawa berdasarkan proyeksi Newman, dan model mental alternatif tertinggi (32,14%) pada penggambaran proyeksi Fischer stereoisomer yang diketahui konfigurasi absolutnya
Penggunaan Analogi dalam Pembelajaran Kimia
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mendeskripsikan analogi-analogi yang biasa digunakan oleh guru-guru dalam mengajarkan konsep-konsep Kimia di SMA. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan melibatkan masing-masing dua orang guru Kimia dari seluruh SMA Negeri dan Swasta yang memiliki Jurusan IPA di Kota Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan, guru-guru menggunakan tidak kurang dari 12 kelompok analogi dalam pembelajaran Kimia. Penggunaan analogi-analogi tersebut masih bersifat tunggal dan belum disertai pemetaan kemiripan fitur-fitur analog dengan konsep target. Kondisi itu berpeluang menimbulkan terjadinya over interpretasi dan miskonsepsi bagi siswa.</jats:p
IMPLEMENTATION IMPACT OF THE TRIPLECHEM LEARNING MODEL ON PERSONAL AND SOCIAL ATTITUDES OF CHEMISTRY PROSPECTIVE TEACHERS
This study was aimed at describing and explaining the impact of the application of TripleChem learning model to the personal and social attitude of chemistry prospective teacher. The study was conducted in three classes of Organic Chemistry I at the Chemistry Education Department of Universitas Pendidikan Ganesha in the odd semester of the 2015/2016 academic year. Each class consists of 22 students. In each class, learning is done by applying the TripleChem learning model. The data were collected by two observers using the observation sheet. Data analysis was performed descriptively. The results indicate that the personal and social attitudes of prospective teachers have increased gradually until it reaches the optimum condition around the eight meeting. The findings suggest that the TripleCem learning model is effectively implemented to train the personal and social attitudes of chemistry prospective teachers.</jats:p
Modeling of animal groups based on individual goals
Title: Modeling of animal groups based on individual goals Author: Ema Wayan Danielová Department: Department of Macromolecular Physics Supervisor: doc. RNDr. Viktor Holubec, Ph.D. Abstract: Collective motion represents a fascinating example of self-organization in non-equilibrium systems. This work introduces and examines a modified Vicsek model of collective motion, enhanced with alignment-induced local attractive and repulsive interactions. Numerical simulations demonstrate that such a system spontaneously forms stable clusters with a characteristic size determined by the interaction radius. The results show that group cohesion can be achieved even without periodic boundary conditions and by using using finite-range interactions that are reasonable from a biological perspective. Keywords: collective motion, Vicsek model, active matter, numerical simulations, self-organization, cohesion, interaction radius, non-equilibrium systemsNázev práce: Modelování skupin zvířat na základě cílů jednotlivců Autor: Ema Wayan Danielová Katedra: Katedra makromolekulární fyziky Vedoucí bakalářské práce: doc. RNDr. Viktor Holubec, Ph.D. Abstrakt: Kolektivní pohyb představuje fascinující příklad samoorganizace v nerovnovážných systémech. V této práci je navržena a zkoumána modifikace Vicsekova modelu kolektivního pohybu doplněná o lokální přitažlivé a odpudivé interakce vyvolané optimalizací směru. Numerické simulace ukazují, že takový systém spontánně vytváří stabilní skupiny s charakteristickou velikostí určenou interakčním poloměrem. Získané výsledky demonstrují, že koheze skupiny může být dosažena i bez použití periodických okrajových podmínek a s z biologického hlediska rozmumnými konečně-dosahovými interakcemi. Klíčová slova: kolektivní pohyb, Vicsekův model, aktivní hmota, numerické simualce, samoorganizace, koheze, interakční poloměr, nerovnovážné systémyDepartment of Macromolecular PhysicsKatedra makromolekulární fyzikyFaculty of Mathematics and PhysicsMatematicko-fyzikální fakult
Digitised comparative word list of Malay, Nias, Toba-Batak, and Enggano in Modigliani’s “L’isola Delle Donne” from 1894
The first release (v1.0.0) for the digitised, computer-readable Enggano word list in Modigliani (1894), with comparison from Nias, Toba-Batak, and Malay. The Enggano word list is included in the EnoLEX database. The data-source directory contains the original data in .xlsx file that the author hand-digitised from the original source (Modigliani 1894). The light annotation included reflects the content of the original source, covering several aspects. First, annotating the string component that is printed in italics in the original source; the marking is indicated by the XML tag so it can be traced computationally. Second, there is also annotation concerning remark () for a given language column in the original source, and that concerning aspect of meaning (). These annotations are still available in the WORD column of the data-output with long-table format (the column WORD2 excludes these annotations, which are transferred into the REMARK column of the long-table format). In the wide-table format of the data-output, the language columns named with ..._1 do not contain these annotations, which have been transferred into other columns named with ..._rm and ..._sem labels. The REMARK column in the two sets of data-output contains another annotation I put while transcribing from the source: the cell beginning with M-- is a comment for the Malay column while that starting with I-- is for the Italian (the reference language). The author also provided the segmented/tokenised forms. Information concerning the orthography standardisation is available on the README page of the ortho directory
- …
