1,720,963 research outputs found
EFEKTIVITAS KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L) PADA SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan komposisi media
terbaik terhadap pertumbuhan tanaman terong (Solanum melongena L), Untuk
mengetahui perbedaan komposisi media terbaik terhadap hasil produksi tanaman
terong (Solanum melongena L). penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan 25 Mei sampai
dengan 9 Juni 2018.
Hasil analisis sidik ragam tinggi tanaman, jumlah buah panen, berat basah
vegetativ tanaman, berat basah akar, berat kering vegetativ tanaman, berat kering
akar menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah Perlakuan komposisi media tanam substrat hidroponik berpengaruh
terhadap pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman pada 45 dan 60 HST, berat basah
berangkasan vegetatif, berat kering berangkasan vegetatif, berat basah akar dan
berat kering akar dengan kecenderungan terbaik adalah media substrat pecahan
batu bata. Perlakuan komposisi media tanam substrat hidroponik berpengaruh
terhadap jumlah buah panen III dan V dengan kecenderungan terbaik adalah
media substrat pecahan batu bata.
Kata kunci: Terong, media tanam, hidroponi
Efektivitas Komposisi Media terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Soalnum Melongena L) pada Sistem Budidaya Hidroponik
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan komposisi media terbaik terhadap pertumbuhan tanaman terong (Solanum melongena L), Untuk mengetahui perbedaan komposisi media terbaik terhadap hasil produksi tanaman terong (Solanum melongena L). penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan 25 Mei sampai dengan 9 Juni 2018.
Hasil analisis sidik ragam tinggi tanaman, jumlah buah panen, berat basah vegetativ tanaman, berat basah akar, berat kering vegetativ tanaman, berat kering akar menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perlakuan komposisi media tanam substrat hidroponik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman pada 45 dan 60 HST, berat basah berangkasan vegetatif, berat kering berangkasan vegetatif, berat basah akar dan berat kering akar dengan kecenderungan terbaik adalah media substrat pecahan batu bata. Perlakuan komposisi media tanam substrat hidroponik berpengaruh terhadap jumlah buah panen III dan V dengan kecenderungan terbaik adalah media substrat pecahan batu bata
ANALISA LANJUT PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAHAN PEWTER DENGAN REDUKSI 50% PADA PROSES PENGEROLAN BAHAN
Proses pengurangan ketebalan, penghalusan dan perataan permukaan pada pelat pewter dari proses penuangan oleh usaha kecil di Pulau Bangka masih dilakukan dengan menggunakan metode pengamplasan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses tersebut lama. Untuk membantu proses tersebut, maka dilakukan proses pengerolan dengan menggunakan mesin roller press. Bahan pewter yang digunakan dengan komposisi timah 97%, tembaga 2%, antimon 1% dengan dimensi benda uji awal 150 x 50 x 3-3,5 menggunakan 3 sampel dengan rata-rata kekuatan tarik awal 52,18 MPa dan rata-rata kekerasan bahan awal sebesar 12,56 VHN. Dari hasil reduksi sebesar 50% didapatkan bahwa terjadi perubahan dimensi dengan rata-rata kenaikan panjang sebesar 100,48%, kenaikan lebar sebesar 6,86%, penurunan ketebalan akhir rata-rata sebesar 1,69 m. Deformasi yang terjadi menyebabkan perubahan kepadatan butiran pada mikro struktur bahan sehingga rata-rata kekuatan tarik meningkat sebesar 60 MPa dan rata-rata kekerasan akhir bahan meningkat menjadi 13,1 VHN
The Production of Carbon Nanofiber on Rubber Fruit Shell-Derived Activated Carbon by Chemical Activation and Hydrothermal Process with Low Temperature
Recently, the conversion of biomass into carbon nanofibers has been extensively studied. In this study, carbon nanofibers (CNFs) were prepared from rubber fruit shell (RFS) by chemical activation with H3PO4, followed by a simple hydrothermal process at low temperature and without a vacuum and gas catalyst. XRD and Raman studies show that the structure formed is an amorphous graphite formation. From the thermal analysis, it is shown that CNFs have a high thermal stability. Furthermore, an SEM/TEM analysis showed that CNFs’ morphology varied in size and thickness. The obtained results reveal that by converting RFS into an amorphous carbon through chemical activation and hydrothermal processes, RFS is considered a potential biomass source material to produce carbon nanofibers
Analisa Sifat-Sifat Serat Alam Sebagai Penguat Komposit Ditinjau Dari Kekuatan Mekanik
Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar material komposit yang akan di gunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradasi secara alami di alam. Penggunaan serat alam adalah solusi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekutan mekanik komposit dengan mengkombinasikan matrik polimer yang diperkuat dengan serat alam. Polimer yang digunakan adalah jenis resin YUKALAC 157 BQTN –EX dengan pengeras MEKPO. Penguat yang digunakan adalah masing-masing serat resam (dicranopteris linearis), serat ijuk (arenga Pennata) dan jerami padi. Setiap serat mendapatkan perlakuan perendaman pada NaOH 5% selama 2 jam. Standar uji menggunakan ASTM D638 untuk uji tarik dan D5941 untuk uji impak. Dari hasil pengujian diperoleh uji tarik yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 26,8747 MPa, modulus elastisitas yang paling tinggi adalah serat jerami padi yaitu 4427,4030 MPa, dan nilai regangan yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 0,5482%. Nilai kerja patah tertinggi adalah serat ijuk yaitu 18,1500J dan nilai kekuatan impak tertinggi adalah serat ijuk yaitu 0,1120 J/mm2
ANALISA KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) UNTUK PEMBUATAN PANEL PANJAT TEBING SESUAI STANDAR BSAPI
Komposit adalah suatu material yang terbuat dari kombinasi dua atau lebih material sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Bahan komposit yang biasa digunakan adalah komposit sintetis yaitu komposit yang menggunakan serat karbon sebagai bahan penguat komposit fiberglass. Panel panjat tebing adalah bagian dari perlengkapan panjat tebing yang biasanya terbuat dari fiberglass,dimana syarat dan standar dari pembuatan panel panjat tebing telah ditentukan oleh BSAPI. Pada penelitian inipembuatan panel panjat tebing dilakukan dengan menggunakan serat sabut kelapa (cocos nucifera) sebagai serat penguat yang telah dilakukan perendaman dalam NaOH 5% selama 2 jam, dilakukan menggunakan metode hand lay up, perbandingan resin dan katalis 1:100, perbandingan talk dan resin 1:1, dimensi benda uji yang dibuat menggunakan standar ASTM D638 untuk pengujian tarik dan ASTM D790 untuk pengujian lentur sesuai standar BSAPI. Dari pengujian didapatkan hasil uji tarik dan uji lentur yaitu kekuatan tarik 13,034 modulus elastisitas tarik 4359,322 Mpa, kekuatan lentur 24,515, modulus elastisitas lentur 3649,179. Jika dilihat dari hasil penelitian panel panjat tebing serat sabut kelapa maka kekuatan mekanik panel panjat tebing serat sabut kelapa belum mencapai kekuatan mekanik panel panjat tebing yang telah distandarkan oleh Badan Standarisasi dan Akreditasi Pemanjatan Indonesia (BSAPI)
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA SMP NEGERI 1 WONOSARI
This research is a class act that research subjects are defined in class VIII A StateWonosari SMP 1 academic year 2012/2013 using the Model Cooperative Learning StudyStudent Teams Achievement Division (STAD) and Performance Assessment in sciencelearning Physics. STAD model is characterized by a structure of tasks, goals, and rewardscooperative. Students work together in the spirit of cooperative learning situations need towork together to achieve common goals and coordinate efforts in completing the task.Performance assessment is an assessment based on the observation of the activities ofstudents as evaluators happened. Assessment conducted on performance, behavior orstudent interaction study, which began on October 16, 2012 until 20 November 2012 with adata collection method used is the method of observation, documentation, interviews, andtests. The data obtained are all teachers and student activity during the learning process andlearning outcomes ongoing cycle I and cycle II and the results of interviews with teachersand students' field of study
ANALISA HASIL PENGELASAN KAKI PULSATOR PENGGERAK JIG YUBA KK SINGKEP UNTUK MENDAPATKAN KEKUATAN KONSTRUKSI OPTIMAL
Pulsator merupakan salah satu alat penggerak jig yang digunakan PT. Timah Tbk dalam proses pemisahan bijih timah dan mineral-mineral ikutan lainnya berdasarkan perbedaan berat jenis (B.J). Kerusakan yang terjadi pada pulsator khususnya pada kaki, dapat disebabkan adanya getaran tinggi yang ditimbulkan jig secara terus-menerus saat beroperasi sehingga membuat baut pengikat lama-kelamaan akan menjadi aus. Proses perbaikan yang dilakukan PT. Timah (Persero) Tbk terhadap kerusakan kaki pulsator adalah dengan cara pengelasan, yaitu penyambungan kaki pulsator yang rusak (patah) dengan material cor atau pelat. Mengingat pentingnya pulsator terhadap proses pemisahan biji timah, maka dilakukanlah penelitian terhadap hasil lasan kaki pulsator tersebut menggunakan elektroda AWS A5.15 cin-1, cin-2 dan cin-3 yang digunakan PT. Timah (Persero) Tbk. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan elektroda yang tepat digunakan untuk proses pengelasan kaki pulsator agar hasil lasan tersebut dapat memberikan kekuatan konstruksi lasan yang optimal. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara eksperimen yaitu dengan membandingkan elektroda cin-1, cin-2 dan cin-3 merek Nikko Steel terhadap proses pengelasan kaki pulsator dengan menggunakan material pulsator dan pelat sebagai sambungan. Setelah pengelasan dilakukan kemudian menganalisa hasil lasan kaki pulsator tersebut dengan meninjau dari hasil uji ketangguhan, kekerasan dan struktur mikro lasan. Hasil pengujian didapatkan material cin-3 memiliki nilai kekerasan serta ketangguhan yang lebih tinggi dibandingkan material cin-1 dan cin-2, dengan nilai kekerasan 109 HRB dan nilai ketangguhan 6,53 joule/mm². Tingginya nilai kekerasan serta katangguhan material cin-3 dibandingkan dengan material cin-1 dan cin-2 bila dilihat dari struktur mikro adalah pada material cin-3 terdapat butiran karbida yang sangat keras pada batas butir perlit yang kuat dan tanggu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
