1,720,958 research outputs found

    REPEAT PURCHASE SEBAGAI WUJUD HEDONISME PADA REMAJA PENGGUNA ONLINE SHOP

    No full text
    Abstrak:  Di era digital saat ini, perilaku konsumsi masyarakat mengalami pergeseran signifikan, terutama di kalangan remaja yang terbiasa dengan layanan belanja daring. Aktivitas pembelian berulang (repeat purchase) tidak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencari kesenangan, status, dan kepuasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku pembelian berulang sebagai bentuk ekspresi gaya hidup hedonistik pada remaja pengguna layanan online shop. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repeat purchase dipengaruhi oleh kombinasi faktor seperti harga yang terjangkau, kualitas produk yang memuaskan, dan promosi yang menarik. Responden menunjukkan kecenderungan untuk tetap dalam kategori produk yang sama sambil mengeksplorasi berbagai merek, pola yang mencerminkan tipe konsumen repertoire markets. Perilaku ini memperlihatkan dorongan hedonistik yang kuat dalam keputusan pembelian. Dampak dari pembelian berulang mencakup meningkatnya loyalitas pelanggan, stabilitas pendapatan perusahaan, efisiensi biaya pemasaran, dan penguatan brand equity. Oleh karena itu, repeat purchase tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga berkontribusi strategis dalam membangun hubungan jangka panjang antara merek dan konsumen. Kata Kunci: Hedonisme; Repeat Purchase; Online Shop

    Tingkat Perilaku Burnout Study pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 12 Kota Tegal

    Get PDF
    Burnout study merupakan kondisi di mana seseorang merasa kelelahan akibat tekanan belajar yang dapat diartikan sebagai perasaan kejenuhan yang mengganggu. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami burnout study dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan kondisi psikis siswa, sedangkan faktor eksternal melibatkan lingkungan sekolah yang kurang kondusif, metode pengajaran guru, tugas-tugas yang monoton, serta kurangnya dukungan dari orang tua dan guru. Seseorang yang mengalami kejenuhan dalam belajar dapat mempengaruhi berbagai aktivitasnya, termasuk kecenderungan menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas dan terlibat dalam kegiatan yang tidak memberikan manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menilai tingkat risiko Burnout Study yang mungkin dialami oleh siswa kelas VII A di SMP Negeri 12 Tegal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ialah siswa kelas VII A di SMP Negeri 12 Tegal, dengan sampel sebanyak 31 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat Burnout Study pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 12 Tegal. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap faktor-faktor penyebab dan strategi pengelolaan yang tepat untuk mengurangi risiko kejenuhan belajar di kalangan siswa tersebu

    PERILAKU PHUBBING PADA REMAJA AKHIR YANG KECANDUAN GAME ONLINE

    No full text
    Abstract: This study aims to reveal the causal factors, impacts, and efforts to overcome Phubbing behavior that occurs in late adolescents who are addicted to games. The approach used is descriptive qualitative with interview, observation, and documentation methods. The main subjects in this study were 21-year-old adolescents who showed a high tendency to use mobile phones excessively, especially in the context of playing online games. The results of the study indicate that Phubbing behavior is caused by internal factors such as boredom or loneliness, and external factors such as the influence of the social environment that likes to play online games. The impact of Phubbing is the emergence of feelings of anxiety when away from the cellphone, decreased quality of communication with family and friends, and decreased direct social interaction. As an effort to reduce this behavior, subjects tried strategies by limiting cellphone use and replacing it with more positive activities, and increasing awareness to be fully present in face-to-face interactions. The results of this study are expected to be a guideline for designing preventive measures and overcoming Phubbing behavior in adolescents. Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor penyebab, dampak, serta Upaya penanggulangan terhadap perilaku Phubbing yang terjadi pada remaja akhir yang mengalami kecanduan terhadap game. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek utama pada penelitian ini adalah remaja usia 21 tahun yang menunjukan kecenderungan tinggi pada penggunaan ponsel secara berlebihan, khususnya dalam konteks bermain game online. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku Phubbing disebabkan oleh faktor internal seperti rasa bosan ataupun kesepian, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan sosial yang senang bermain game online. Dampak dari Phubbing seperti munculnya perasaan cemas saat berjauhan dengan ponsel, menurunnya kualitas komunikasi dengan keluarga dan teman, serta berkurangnya interaksi sosial langsung. Sebagai upaya untuk mengurangi perilaku tersebut, subyek mencoba strategi dengan membatasi penggunaan ponsel dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih positif, serta meningkatkan kesadaran untuk hadir penuh dalam interaksi tatap muka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk merancang Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan perilaku Phubbing pada remaja

    EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT DI SATUAN PAUD KOTA TEGAL

    No full text
    Pelaksanaan implementasi kurikulum darurat menemui kendala pada tahap persiapan dan pelaksanaan, oleh sebab itu perlu dilakukan tindakan berupa evaluasi kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pendahuluan (antecedent), tahap proses (transaction) tahap hasil penilaian  (outcomes) pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Kota Tegal kemudian memberikan rekomendasi perbaikan pelaksanaan kurikulum. Evaluasi kurikulum yang digunakan adalah Stake Countenance Models. Informasi yang didapatkan adakan disesuaikan dengan standar dari Kemendikbud. Populasi penelitian ini adalah Satuan yang ada di kota Tegal dengan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu memiliki ketentuan Satuan yang memiliki kurikulum darurat dan telah melaksanakan kurikulum darurat. Instrumen pengumpulan data angket, observasi dan dokumentasi. Uji coba instrumen dilaksanakan di Satuan Pendidikan Anak Usia Kota Tegal yang telah memiliki kurikulum darurat dan telah melaksanakan kurikulum darurat. Analisis yang digunakan yaitu dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian keseluruhan hasil evaluasi kurikulum darurat pada 5 Satuan Pendidikan Anak Usia memperoleh hasil rata-rata keseluruhan berjumlah 75,50% dengan kategori baik. Pada tahap pendahuluan (antecedent) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 72,36%, tahap proses (transaction) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 82,8% dan tahap hasil penilaian (outcomes) dengan perolehan rata-rata dari 5 Satuan sebesar 84%. Kesimpulan implementasi kurikulum darurat di 5 Satuan di Kota Tegal belum sesuai standar yang ditentukan maka perlu diberikan rekomendasi perbaika

    AKREDITASI : PENERAPAN BUDAYA MUTU PENDIDIKAN SATUAN PAUD PADA MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Coronavirus Disease 2019 (Covid19) virus has changed the normal order of life in all aspects of life especially the field of education. The epidemic is expected to not interfere with the quality culture of the education unit given the function of education that should provide continuous public service to improve the quality culture of the education unit's performance. The application of quality cultures to the education unit is closely related to the national standards of accreditation process. The goal of research described how a culture of accreditation quality was adopted during the covid pandemic of 19 in the town of tegal. The study Kindergarten is a qualitative approach with a holistic naturalistic descriptive method. Research subjects number 3 advanced education units in the town of tegal. Based on the results of the study, it is expected that the implementation of a culture of accreditation in 3 supedes' education unit has been successful in implementing a quality culture through a national standard of accreditation established by the completion of a document of 8 liabilities, a process standard, a process standard, a standardized education, a management standard, a standard of financing, a standard of education assessment

    Analisis Ketergantungan Gadget Di Tengah Pandemi Covid-19 Pada Siswa Kelas VIII SMP 19 Kota Tegal Kecanduan, Gadget, Masa Pandemi, Siswa.

    No full text
    Sistem pembelajaran online gadget yang membosankan siswa dalam jangka panjang justru dapat disalahgunakan siswa dan berujung pada kecanduan gadget. Ketergantungan pada perangkat yang terus-menerus digunakan dapat mempersulit pengelolaan waktu dan interaksi dengan orang lain. Kecanduan gadget dapat merugikan apabila penggunaan secara berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, pengaruh dan intensitas penggunaan gadget pada siswa. Dalam penelitian ini pengambilan informasi menggunakan metode kualitatif dengan teknik mengambilan data subjek secara acak. Hasil yang diperoleh dari kedua subjek mengalami ketergantungan gadget dengan durasi intensitas tinggi 120 menit /hari dan penggunaan 75 menit atau lebih. Misalnya penggunaan intensitas tinggi dapat menyebabkan efek samping sebagai berikut kesulitan fungsi dalam sehari-hari, pola tidur yang terganggu, bahkan kurang istirahat membuat tubuh lelah dan menurun kualitas aktivitas

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore