1,720,962 research outputs found
Alien Registration- Subuh, Subuh Mohamed (Bangor, Penobscot County)
https://digitalmaine.com/alien_docs/13950/thumbnail.jp
Ragam dan Garap Gending Sekaten Keraton Yogyakarta (Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Praktik Karawitan Pakurmatan)
Gending Sekaten Keraton Yogyakarta merupakan salah satu jenis gending tradisi pakurmatan yang memiliki keunikan garap dan fungsi penting dalam upacara ritual sosial. Gending Sekaten menjadi bagian integral dalam tata upacara Keraton Yogyakarta. Dalam sebuah catatan dari masa Sultan Hamengku Buwono VIII, ditulis enam belas gending sekaten. Setiap gending ditulis lengkap dengan racikan yang digunakan dalam penyajian gending tersebut. Dalam catatan tersebut terdapat 63 gending yang terdiri atas 16 gending khusus untuk sekaten 47 gending-gending mares atau gending gati. Keragaman bentuk dan garap gending merupakan permasalahan penting dan menjadi fokus dan tujuan penelitian menyangkut analisis garap, teknis musikal, dan konteks fungsi penyajian dalam upacara. Proses pewarisan secara oral atau non literal merupakan problem dalam proses keberlajutan unsur budaya karawitan secara lengkap. Penelitian ini menjadi bahan penting sebagai dokumentasi seni dan upaya pelestarian materi dan unsur unsur seni budaya tradisi karawitan gaya Yogyakarta
Konsep Penciptaan Dan Ciri Khas Tembang Dolanan Karya R.C. Hardjasoebrata
R.C. Hardjasoebrata adalah salah seorang perintis, pelopor, dan komponis tembang dolanan anak di Jawa. Hasil karyanya sudah mulai muncul sejak tahun 1930-an, dan hingga sekarang bcberapa tembang dolanan karyanya yang masih cukup populer di masyarakat di antaranya adalah "Gundul Pacul", "Menthog Menthog", dan "Kupu Kuwe". Inspirasi penciptaannya dilatarbelakangi kehidupan pribadinya sebagai pendidik yang merasa prihatin dengan adanya tembang dolanan yang sudah ada pada waktu itu yang sulit dicerna dan dipahami anak anak. Muncullah niatnya untuk menggubah tembang dolan anak
yang mudah dicerna dan dipahami oleh anak sebagai sarana untuk mendidik anak. Tampak jelas bahwa tembang dolanan ciptaannya menggunakan wilayah nada laras yang diperuntukkan bagi anak, sementara isi liriknya dapat membawa pemikiran dan rasa anak untuk memahami dan mencintai alam lingkungannya sekaligus belajar olah seni karawitan. Metode deskriptis analitis dalam penelitian ini diterapkan untuk mengungkap koosep garap, ciri kbas, dan latar belakang penciptaan tembang dolanan karya R.C.Hardjasocbrata
Garap Gending Sekaten Keraton Yogyakarta
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi garap gending sekaten keraton Yogyakarta. Metode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis unsur-unsur musikal gending melalui transkripsi notasi dan analisis garap. Gending Sekaten Keraton Yogyakarta merupakan salah satu jenis gending tradisi pakurmatan yang memiliki keunikan garap dan fungsi penting dalam upacara ritual. Gending Sekaten menjadi bagian integral dalam tata upacara Keraton Yogyakarta. Dalam sebuah catatan dari masa Sultan Hamengku Buwono VIII, ditulis 63 titi laras gending, 16 di antaranya adalah gending khusus untuk sekaten yang ditulis lengkap dengan racikan yang digunakan dalam penyajian gending tersebut. Selebihnya adalah gending-gending mares (mars) atau gending gati. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa faktor yang mempengaruhi garap gending sekaten adalah keharmonisan antar unsur garap yang didominasi oleh pembonang sebagai pimpinan penggarap, karena bonang berfungsi sebagai pamurba lagu dan pamurba wirama, sedang pengrawit lainnya merupakan pendukung yang berkontribusi dalam suatu kerja kolektif untuk mewujudkan sajian yang ideal
Damar Wulan Ratu Opera Jawa LANGEN DRIYA di POS Retno Aji Mataram Yogya
Cuplikan Opera Jawa LANGEN DRIYA "Damar Wulan Ratu " , persembahan POS Retno Aji Mataram di Pendopo Ndalem Mangkunegaran Yogyakarta, 5 Desember 201
Perancangan Metode Pembelajaran Tepak kendang Jaipongan Berbasis Multimedia Tahun Ke-2 Dari Rencana 2 Tahun
Perancangan tahap ke-2 ini bertujuan membuat model pembelajaran kendang jaipongan berbasis mutimedia dalam mempelajari motif-motif tepak kendang jaipongan yang efektif dengan media audio visual. Model yang ditawarkan adalah model pembelajaran kendang jaipongan yang baru dan inovatif dengan memanfaatkan multimedia baik dalam bentuk penotasian kendang di komputer maupun model baru untuk mempelajari kendang dalam bentuk buku cetak dan audio visual (CD/VCD).Ide ini muncul berdasarkan fakta bahwa: (1) Belum ada buku cetak tentang model pembelajaran kendang jaipongan (2) Belum adanya model belajar kendang
jaipongan berbasis multimedia dalam bentuk audio visual. Dampaknya, banyak terjadi kesalahan memainkan kendang jaipongan oleh para seniman, antara lain kesalahan jenis kendang yang digunakan, teknik memainkan, warna bunyi
kendang, serta motif-motif tepak kendang jaipongan yang dihasilkan. Akibatnya, estetika karawitan Sunda dalam kendang jaipongan tidak tercapai. Maka,perancangan ini bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun para seniman pecinta kendang jaipongan.Target khusus yang ingin dicapai antara lain: (1) Produk Iptek-Teknologi
Tepat Guna yaitu multimedia tentang model pembelajaran kendang jaipongan; (2) Buku cetak Ber-ISBN; (3) Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi; (4) Hak Cipta (HAKI) Produk Baru Model Pembelajaran Berbasis Multimedia. Adapun metode yang digunakan adalah metode observasi, perancangan, dan pembentukan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
