1,720,970 research outputs found

    Integrasi Sistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren Tradisional (Studi Kasus Pondok Pesantren al-Anwar Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang)

    Full text link
    Sebagai salah satu institusi sosial yang dibentuk masyarakat guna memenuhi kebutuhan pendidikan anggotanya, pesantren tidak bisa lepas dari logika pasar. Pesantren akan eksis (survive) sepanjang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebaliknya masyaraakat akan menarik kembali kepercayaan pendidikan keluarganya dari pesantren apabila merasa tidak dapat terpenuhi kebutuhannya di sana. Pesantren al-Anwar merupakan satu-satunya pesantren yang ada di Kecamatan Sarang yang sangat welcome terhadap produk modernisasi, yang sudah membuka diri terhadap perubahan, karena kebutuhan zaman dan karena semakin berkembangnya pemikiran rasio sehingga dikembangkan juga sistem pendidikan modern dengan mendirikan madrasah al-Anwar. Jenis penelitian lapangan ini bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang telah di dapat kemudian uji keabsahaanya dengan tiranggulasi data dan dianalisis melalui analisis deskriptif induktif sehigga di temukan data mengenai integrasi model pendidikan di madrasah al-Anwar dalam rangka peningkatan mutu lembaga pendidikan pesantren. Hasil penelitian menunujukkan :1) Model pendidikan pondok pesantren al-Anwar Sarang telah mengalami integrasi. Hal ini ditandai dengan telah berdirinya lembaga pendidikan formal (madrasah) dari jenjang Madrasah Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan juga Perguruan Tinggi (STAI al-Anwar). Perubahan tersebut dimaksudkan untuk mencetak santri yang mampu mengikuti perkembangan zaman di satu sisi dan santri yang tetap mempertahankan nila-nilai budaya salaf di sisi lain. Dengan tujuan yang semacam itu, para peserta didik di madrasah al-Anwar diwajibkan untuk mengikuti mata pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pemerintah dan mata pelajaran yang merupakan kurikulum pondok pesantren tradisional (salaf). 2) Integrasi model pendidikan madrasah al-Anwar dilatarbelakangi oleh adanya perubahan tantangan zaman dan tuntutan pondok pesantren untuk tetap menjadi lembaga pendidikan yang Islami, populis dan berkualitas

    Manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis pendidikan karakter: Studi multikasus di SMAN 5 Mataram dan SMA Muhammadiyah Mataram

    Full text link
    INDONESIA: Pendidikan karakter merupakan upaya menanamkan nilai-nilai karakter kebajikan (vertus value) dalam membentuk karakter bangsa yang unggul. Melalui kurikulum PAI proses penanaman nilai-nilai karakter beragama pesrta didik di sekolah akan dapat dikembangkan dengan efektif. Untuk itu dibutuhkan pengelolaaan atau manajemen kurikulum yang tepat. Manajemen kurikulum PAI berbasis karakter merupakan pengelolaan pendidikan yang tersistem dalam menanamkan nilai-nilai karakter dalam mewujudkan kurikulum PAI baik di dalam kelas maupun di luar kelas mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai penilaian/ evaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan dengan menjadikan nilai-nilai karakter sebagai basis kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: 1) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram, 2) Implementasi manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram, dan 3) Implikasi manajemen kurikulum PAI bagi pembinaan karakter di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan rancangan penelitian berupa studi multikasus. Sedangkan tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tehnik observasi (observation), wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi (documentation). Kemudian data dianalisis menggunakan comparative contant analysis melalui dua tahap, yaitu analisis data kasus individu (individual case analysis), dan analisis data lintas kasus (cross-case analysis). Pengecekan data dilakukan melalui uji kredibilitas, trandfermabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SMAN 5 Mataram menekankan memepertahankan karakteristiknya. Nilai karakter prestasi, terdepan, disiplin, kerja keras dan toleransi/saling menghormati didukung komitmen bersama mengintgrasikan nilai-nilai religious dalam lingkungan sekolah. Sedangkan di SMA Muhammadiyah Mataram mengembangkan karakteristiknya sebagi sekolah Plus agama. Menekankan nilai karakter religious, berpikiran maju. kerja keras dan peduli sosial (b) sumber nilai karakter dikembangkan dari al-Quran, al-Hadist, kebijakan pemerintah tentang kurikulum PAI dan delapan belas nilai karakter bangsa serta nilai karakteristik lembaga/insitusinya yang tertuang dalam visi, misi dan tujuan lembaga. 2). Implementasi dalam perencanan digunakan pendekatan system integrasi, pengorganiasian dan pelaksanaan dengan model parallel, strategi implementasinya dibutuhkan power strategi, habitualisasi serta integrasi terancang dan terprogram. Dalam penilaian digunakan pendekatan autentik dengan control langsung 3) Implikasi internal mempengaruhi kebijakan sekolah, sistem pengelolaan kurikulum berbasis karakter, terciptanya budaya religius di lingkungan sekolah, meningkatnya prestasi yang diperoleh. Dari sisi eksternal, adanya keberterimaan lulusan di lingkungan masyarakatnya, pelabelan positif kepercayaan masyarakat meningkat. Temuan formalnya: manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter model parallel humanistik integratif. ENGLISH: Character education is an effort to instill character values of virtue (virtue values) in shaping the character of students who are superior. Through curriculum of PAI, the instillation of the character values of learners in schools can be developed effectively. Management of PAI curriculum based on character education is a systemic education management. This study aims to find: (1) The values of character developed in SMAN 5 Mataram and SMA Muhammadiyah Mataram, (2) Implementation of curriculum management of PAI based on character education in SMA N 5 Mataram and SMA Muhammadiyah Mataram, and (3) Implications of PAI curriculum management for the guidance of characters of students in SMAN 5 Mataram and SMA Muhammadiyah Mataram. This study used a qualitative approach with the type of case study and research design of multi-case. While the techniques used in data collection was observation, in-depth interviews, and documentation. Then the data were analyzed using constant comparative analysis in two stages, namely data analysis of individual cases (individual case analysis), and data analysis of cross cases (cross-case analysis). Data checking was done through a test of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results show that the values of character developed in the schools are character values oriented on: first, improving student academic achievement, in forms of: appreciation to achievement, discipline, progressive thinking, and hard work. Second, religious communities awareness, in forms of religious, tolerance, and social cares. (2) Implementation of management of PAI curriculum based on character education implemented with systemic, humanistic, and integrative in planning, organizing and implementation with parallel model and the needs for power strategy. Character values education through habituation which has been integration in the curriculum and programmed in intra and extra-curricular activities. In the assessment, it used authentic approach with direct control. (3) Internal Implications: the increase of student achievement in academic and non-academic, availability of supporting facilities, character-based curriculum management system, the creation of a religious culture in the school environment. On the external side, the acceptability of graduates in the community, the positive labeling from society, increasing public confidence. The finding of this research is: curriculum management of PAI based on character education by parallel model of parallel humanistic integrative

    Pembinaan Kewirausahaan Berkarakter Islami Di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru Kecamatan Cakranegara Kota Mataram

    No full text
    Tujuan pengabdian pada Masyarakat ini adalah pembinaan kewirausahaan berkarakter Islam di Kelurahan Carka Selatan Baru. Kegitan ini bermitra dengan masyarakat pelaku wirausaha yang ada di lingkungan Getap Barat, Getap Timur dan Getap Timuk Oloh Kelurahan Cakranegara Selatan Baru. Jumlah anggota mitra yang terlibat 30 orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegitan antara lain 1) Mitra memahami tentang prinsif-prinsif berwirausaha yang didasari syariat islam, 2) mitra memahami tentang pentingnya berwirausaha yang dilandasi dengan hukum syariat islam, dan 3) terbentuknya karakter-karakter islami mitra dalam berwirausaha, karakter ini dapat terlihat dari sikap disiplin, ramah, dan sopan santun dalam bertransaksi. Kegiatan ini tentunya perlu dilakukan secara kontinu agar masyarakat mitra benar-benar dapat menjalankan usaha sesuai kententuan-ketentuan dalam ajaran islam Islamic Character Entrepreneurship Development In South Cakranegara Baru Village Cakranegara District Mataram City The purpose of this community service is to foster entrepreneurship with an Islamic character in the Carka Selatan Baru Village. This activity is partnered with entrepreneurial communities in the Getap Barat, Getap Timur, and Getap Timuk Oloh neighborhoods, Cakranegara Selatan Baru Village. The number of partner members involved is 30 people. This activity is carried out using the extension method with the stages of preparation, implementation, and evaluation. The results of the implementation of the activity include 1) Partners understand the principles of entrepreneurship based on Islamic Shari'a, 2) Partners understand the importance of entrepreneurship based on Islamic Shari'a law, and 3) the formation of partners' Islamic characters in entrepreneurship, this character can be seen from discipline, friendly attitude, and politeness in transactions. This activity certainly needs to be carried out continuously so that the partner community can actually run a business according to the provisions of Islamic teaching

    Hirarkhi alam menurut Suhrawardi

    Full text link
    Alam merupakan sebuah entitas yang menarik untuk diteliti, yang menjadi kajian penelitian dalam ini adalah alam semesta dan benda-benda yang terdapat di dalamnya yang hubungannya mencakup intregasi dan relasi tiga realitas antara Allah, makrokosmos dan mikrokosmos. Al-Qur’an sebagai kitab pentunjuk berfungsi sebagai acuan bagi manusia dalam memahami relasi antara tiga realitas tersebut. Rujukan al-Qur’an terhadap fenomena alam dimaksudkan untuk menarik perhatian manusia pada pencipta alam yang Maha Mulia dengan mempertanyakan dan merenungkan wujud-wujud alam; dan untuk mendorong manusia agar berjuang mendekat kepada-Nya. Al-Qur’an mengajak manusia untuk mengetahui dan memahami pesan moral yang hakiki melalui penelitian dan observasi terhadap fenomena alam semesta yang penuh rahasia dan keajaiban, dan akhirnya membawa jiwa manusia membayangkan keagungan dan kemegahan penciptanya, yaitu Allah. Inilah yang menjadi gagasan awal penulis menganalisis pemikiran Suhrawardi tentang alam semesta yang penulis tuangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul “Hirarkhi Alam Menurut Suhrawardi”. Suhrawardi dalam menjelaskan formulasi teori kosmologi berpangkal dari prinsip emanasi yang kemudian dikembangkan menjadi teori pancaran (iluminasi, ‘isyraqi). Teori Suhrawardi tentang iluminasi merupakan bentuk khas teori emansi seperti yang dikembangkan oleh kaum Neoplatonis. Menurutnya, Cahaya segala cahaya mengeluarkan “cahaya” karena kedudukannya, dan sinar yang tersebar sampai ke seluruh kosmos; melalui sinar-sinar inilah kosmos dipelihara kesatuannya, gerak dan perubahannya. Menurut Suhrawardi, alam semesta dan semua wujud yang ada di dalamnya bermula dan berasal dari proses penyinaran raksasa dari Prinsip Utama yang Tunggal yang oleh Suhrawardi di sebut sebagai Nûr al-Anwâr. Nûr al-Anwâr merupakan sumber semua gerak, akan tetapi, gerak cahaya di sini bukan dalam arti perpindahan tempat. Menurut Suhrawardi, gerakan itulah yang memiliki peran sentral bagi terbentuknya segala yang ada (al-hawâdits). Cahaya segala cahaya dalam pandangan Suhrawardi adalah Allah SWT, sedangkan dalam pandangan para filsuf, cahaya-cahaya adalah intelek-intelek. Cahaya pengendali adalah intelek cakrawala, sedangkan cahaya adalah jiwa-jiwa manusia. Substansi gelap adalah badan, dunia perantara (‘alam al-barâzikh) adalah dunia badan. Maka, deskripsi Suhrawardi terhadap cahaya abstrak atau Cahaya Segala Cahaya tidak banyak berbeda dengan deskripsi para filsuf terhadap Wâjib al-Wujûd, Yang Satu atau Yang Pertama. Suhrawardi mengklasifikasikan alam menjadi empat jenis yang ia paparkan dalam dua karyanya, ketiga di antarnya tertuang dalam kitab Hayakil al-Nûr, kemudian ia menambahkan jenis alam yang ke empat dalam kitab Hikmah al-Isyrâq. Keempat alam tersebut adalah alam akal (‘âlam al-‘aql) atau alam intelek, kedua alam jiwa (‘âlam al-nafs) dan ketiga alam materi atau alam bentuk (‘âlam al-jism), sedangkan yang keempat adalah ‘âlam al-mitsâl al-mu’allaq (alam citra yang tergantung)

    Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter: Studi Multikasus di SMAN 5 Mataram dan SMA Muhammadiyah Mataram

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan upaya menanamkan nilai karakter kebajikan (virtue values) dalam membentuk karakter siswa yang unggul. Melalui kurikulum PAI proses penanaman nilai karakter peserta didik di sekolah dapat dikembangkan dengan efektif. Manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter merupakan pengelolaan pendidikan yang tersistem. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: 1) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram, 2) Implementasi manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram, dan 3) Implikasi manajemen kurikulum PAI bagi pembinaan karakter siswa di SMA N 5 Mataram dan SMA Muhamadiyah Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan rancangan penelitian multikasus. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi (observation), wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi (documentation). Kemudian data dianalisis menggunakan comparative constant analysis melalui dua tahap, yaitu analisis data kasus individu (individual case analysis), dan analisis data lintas kasus (cross-case analysis). Pengecekan data dilakukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di sekolah adalah nilai karakter yang berorientasi pada: pertama peningkatan mutu akademik, yakni berupa: menghargai prestasi, disiplin, berpikiran maju, dan kerja keras. Kedua, peningkatan kesadaran beragama, berupa: religius, toleransi, dan peduli sosial. 2) Implementasi manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter menggunakan pendekatan sistemik, humanistic dan integratif dalam perencanaan, pengorganiasian, pelaksanaan dengan model parallel dan membutuhkan power strategy. Penanaman nilai karakter melalui pendekatan habitualisasi yang diintegrasikan dalam kurikulum dan kegiatan yang terprogram baik intra maupun ekstrakurikuler. Dalam penilaian, digunakan pendekatan autentik dengan kontrol langsung. 3) Implikasi internal: meningkatnya prestasi akademik dan non akademik, tersedianya fasilitas pendukung, sistem pengelolaan kurikulum berbasis karakter, terciptanya budaya religius di lingkungan sekolah. Dari sisi eksternal, adanya keberterimaan lulusan di lingkungan masyarakat, pelabelan positif dari masyarakat, kepercayaan masyarakat meningkat. Temuan formal penelitian ini adalah: manajemen kurikulum PAI berbasis pendidikan karakter model parallel humanistik integratif. ABSTRACT Character education is an effort to internalize character values to build excellent student character. Internalization process of religious character values toward student of school is implemented affectively. Through Islamic education curriculum is management of Islamic Religion education based on character is a systemic education management. This research is intended to find out:1) character values developed at senior high school 5 Mataram and Senior high School of Muhammadiyah Mataram. 2) Implementation of curriculum management of Islamic religion education based on character education at senior high school 5 Mataram and Senior high school of Muhammadiyah Mataram. 3). Curriculum management implication of Islamic religion education for character building at senior high school 5 Mataram and Senior high school of Muhammadiyah Mataram. This research used qualitative approach with case study and multicases design. Data were collected with observation, indepth interview and documentation. Then, data were analyzed with comparative constant analysis from individual case analysis and cross case analysis. Trustworthines of data is decided by credibility, dependability, confirmability, and transferability. This research shows that: 1) character values developed at school are directed to defend: achievement, excellence, descipline, work hard, and tolerance. School also tends to develop religious school, (school religion), accentuate religious character values, forward thinking, work hard and social care. 2) implementation of curriculum planning is done with systemic integrative approach, curriculum organization and action is applied with parallel model, implementation strategy is power strategy, habitualization and integrative, design, programmed approach. Then, evaluation used is authentic assessment with direct control. 3) internal implication has effect toward school policy, curriculum management system based on character, religious culture which is created at school, attainment of high achievement. Then, external implications are: social legitimation where outcome is received well by his community, reputation of school, improvement of social trust this. This research found: curriculum management of Islamic religious education based on character education with integrative, humanistic and parallel model

    halal Bihalal, tukar Pengalaman dan Wawasan: Melukis Bersama Komunitas Pelukis Magelang

    No full text
    Beberapa perupa atau pelukis dan komunitas Pelukis Magelang menggelar acara melukis bersama di kompleks bekas Kantor Karisedanan Kedu. dalam melukis bersama ini tema sudah ditentukan yaitu kepahlawanan

    Integration of Quranic Values in Learning Strategies: Review of Interpretation and Implementation

    Full text link
    The integration of Qur'anic values in learning strategies is important for successful learning, but there is often a misunderstanding of the values contained in the Qur'an. With regard to that, this study aims to analyze the integration of Qur'anic values in learning strategies, focusing on verses related to learning, namely surah al-Alaq verses 1-5, Taha verse 114, al-Mujadilah verse 11, an-Nahl verse 125, an-Nur 30-31. Implementation of values at MTs. Mizabul Ulum West Lombok is the focus of research. Qualitative methods with thematic interpretation and descriptive analysis were used, as well as observation, interviews, and documentation studies as data collection techniques. The research findings show that Qur'anic values, such as the importance of reading, educational aids, patience, tolerance, and justice, underlie learning strategies. The implementation of lectures, discussions and habituation effectively support students' character building and understanding. Implementation challenges include lack of understanding and practical guidelines. This research has implications for the integration of Qur'anic values in learning strategies that improve learning quality and shape student character according to Islamic teachings. Results support Jean Piaget's theory of constructivism which emphasizes learning not only memorizing, but also internalizing values

    Learning Community Management (Kombel) In Improving Student Literacy At SDN 2 Jenggala, Tanjung Sub-District, North Lombok

    Full text link
    This study aims to determine how the learning community (Kombel) improves student literacy at SDN 2 Jenggala, Tanjung District. The research is a study with the research subject being the Learning Community (Kombel) at SDN 2 Jenggala. Data collection techniques in this study were carried out by observation, interview, and documentation. The author uses triangulation techniques to analyze the information obtained. Based on data analysis, the results obtained from this study show that the learning community of SDN 2 Jenggala has carried out management principles with planning, program implementation, supervision, and evaluation of activities. This is done by the learning community of SDN 2 Jenggala to improve the quality of learning at SDN 2 Jenggala. The program of the SDN 2 Jenggala learning community in improving student literacy is the existence of a reading corner, reading aloud activities, labeling, Salaman ya (Saturday smooth reading), and one word before going home. It is hoped that this activity can be consistently carried out so that it can be transferred to other schools in the Tanjung sub-district.   Keywords: Learning Community, Management, Teacher Empowermen

    Integration of Quranic Values in Learning Strategies: Review of Interpretation and Implementation

    Full text link
    The integration of Qur'anic values in learning strategies is important for successful learning, but there is often a misunderstanding of the values contained in the Qur'an. With regard to that, this study aims to analyze the integration of Qur'anic values in learning strategies, focusing on verses related to learning, namely surah al-Alaq verses 1-5, Taha verse 114, al-Mujadilah verse 11, an-Nahl verse 125, an-Nur 30-31. Implementation of values at MTs. Mizabul Ulum West Lombok is the focus of research. Qualitative methods with thematic interpretation and descriptive analysis were used, as well as observation, interviews, and documentation studies as data collection techniques. The research findings show that Qur'anic values, such as the importance of reading, educational aids, patience, tolerance, and justice, underlie learning strategies. The implementation of lectures, discussions and habituation effectively support students' character building and understanding. Implementation challenges include lack of understanding and practical guidelines. This research has implications for the integration of Qur'anic values in learning strategies that improve learning quality and shape student character according to Islamic teachings. Results support Jean Piaget's theory of constructivism which emphasizes learning not only memorizing, but also internalizing values
    corecore