Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Kuliah Kerja Nyata Berbasis Teknologi Dan Manajemen Di Pondok Kebon Jambu Al–Islamy Cirebon

    No full text
    KKN Plus bertujuan untuk meningkatkan manajemen pesantren dan edukasi digital bagi santri di Pondok Pesantren Kebon Jambu di Cirebon dengan fokus pada peningkatan efisiensi administrasi dan keterampilan teknologi. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknologi digital di pesantren serta pengetahuan ilmu manajemen  yang menghambat kemampuan mereka untuk bersaing di dunia yang semakin digital. Program ini melibatkan 10 mahasiswa ITB AD dan 100 santri sebagai partisipan. Program kegiatan yang dilaksanakan antara lain: penghitungan kalkulator PPh otomatis, pembuatan master pembukuan akuntansi, pengenalan coding, pembuatan dispenser sabun otomatis, mendesain kemasan usaha, dan membuat denah pesantren. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik. Berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan pengetahuan peserta di setiap program. Berdasarkan survey evaluasi kegiatan 73,6% peserta menyatakan sangat puas, 20% menyatakan puas, dan hanya 6,4% menyatakan netral. KKN Plus ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam manajemen dilingkungan pesantren dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing lulusan pesantren di era digital. Technology and Management Based Community Service Lecture at Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon Abstract KKN Plus aims to improve Islamic boarding school management and digital education for students at the Kebon Jambu Islamic Boarding School in Cirebon with a focus on improving administrative efficiency and technological skills. The main problem faced is the lack of knowledge and skills in digital technology in Islamic boarding schools as well as knowledge of management science that hinders their ability to compete in an increasingly digital world. This program involves 10 ITB AD students and 100 students as participants. The program activities implemented include: automatic PPh calculator calculation, making accounting bookkeeping masters, introduction to coding, making automatic soap dispensers, designing business packaging, and making Islamic boarding school plans. The methods used are counseling and practice. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in participant knowledge in each program. Based on the activity evaluation survey, 73.6% of participants stated that they were very satisfied, 20% stated that they were satisfied, and only 6.4% stated that they were neutral. KKN Plus concludes that the integration of technology in management in Islamic boarding schools can improve the quality of education and the competitiveness of Islamic boarding school graduates in the digital era

    Pelatihan Etika, Estetika, Dan Pengembangan Kepribadian Bagi Anggota PPIF Dan Darma Wanita Persatuan KBRI Filipina Di Manila

    No full text
    Tujuan PKM ini adalah melatih para anggota PPIF untuk menerapkan etika dan estetika berbusana, berhias, dan berpenampilan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan mereka. Target PKM kepada PPIF tersebut ditujukan kepada aspek kemampuan soft skill meliputi etika dan estetika berbusana dan berhias. Adapun target PKM adalah (1) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang etika berbusana dan berhias. (2) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan estetika berbusana dan berhias dan (3) Memberikan pengetahuan dan keterampilan cara berpenampilan.Hasil kegiatan PKM antara lain: Pelatihan etika dan estetika telah berjalan dengan baik. Pelatihan ini menggunakan metode yang interaktif dan aplikatif, meliputi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi, role-playing, workshop, serta sesi motivasi dan evaluasi.Hasil keterampilan etika menunjukkan nilai rata-rata 80 dan dinyatakn sangat baik, keterampilan estetika berbusana dan berhias memperoleh nilai rata-rata 85 sangat baik. Respon peserta rata-rata 90 sangat baik. Ethics, Aesthetics, and Personality Development Training for PPIF and Darma Women Members of The Indonesian Embassy in The Philippines in Manila Abstract The purpose of this PKM is to train PPIF members to apply ethics and aesthetics in dress, decoration, and appearance. This Community Service Program (PKM) was carried out as a solution to overcome their problems. The PKM target for PPIF is aimed at aspects of soft skills including ethics and aesthetics of dressing and decorating. The targets of PKM are (1) Providing knowledge and skills about dress and decoration ethics. (2) Providing knowledge and skills in dressing and decorating aesthetics and (3) Providing knowledge and skills on how to perform. The results of PKM activities include: Ethics and aesthetics training has been going well. The results of ethical skills showed an average score of 80 and were declared very good, and the aesthetic skills of dressing and decorating obtained an average score of 85 very good. The average participant response of 90 is very good

    Peningkatan Pengetahuan Pengolahan Makanan Sehat untuk Pencegahan Stunting pada Komunitas PKK Desa Sumberejo

    No full text
    Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah pedesaan yang memiliki tingkat kesadaran rendah terhadap gizi dan pengolahan makanan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota PKK Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang mengenai pengolahan makanan sehat sebagai upaya pencegahan stunting. Program dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap perencanaan, kebutuhan masyarakat diidentifikasi dan disusun bahan edukasi berupa buku resep berbasis pangan lokal. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan sesi edukasi dengan 65 peserta PKK mencakup penyampaian materi dan diskusi mengenai resep sehat terjangkau. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 83,54 menjadi 87,38, signifikan secara statistik (Z = 2,675; p = 0,007). Tahap akhir berupa distribusi buku resep dan rencana keberlanjutan. Studi ini merupakan intervensi edukasi berbasis komunitas tanpa kelompok pembanding, sehingga hasil difokuskan pada perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Program ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif terstruktur dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung pencegahan stunting berbasis lokal. Improving Knowledge of Healthy Food Processing to Prevent Stunting in the PKK Community of Sumberejo Village Abstract Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in rural areas where awareness of nutrition and food processing is relatively low. This community service program aimed to improve the knowledge of PKK members in Sumberejo Village, Gedangan Subdistrict, Malang Regency, regarding healthy food processing as an effort to prevent stunting. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Action (PDCA) approach. In the planning stage, community needs were identified and educational materials were prepared in the form of a recipe book based on local food resources. During the implementation stage, an educational session was conducted with 65 PKK participants, which included lectures and discussions on affordable healthy recipes. Evaluation using pre-test and post-test showed an increase in the average score from 83.54 to 87.38, which was statistically significant (Z = 2.675; p = 0.007). The final stage consisted of distributing the recipe book and developing a sustainability plan. This study represents a community-based educational intervention without a comparison group, with results focusing on pre- and post-intervention differences. The program demonstrated the effectiveness of a structured educational approach in enhancing community knowledge and supporting stunting prevention through the use of local resources

    Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan UKM Mahkota Jamur Sentana melalui Optimalisasi Jamur Tiram sebagai Bahan Baku Kaldu Jamur

    No full text
    Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan UKM Mahkota Jamur Sentana di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Permasalahan utama mitra meliputi penurunan hasil panen jamur tiram akibat penyiraman kumbung secara manual, belum adanya diversifikasi produk olahan, pemasaran yang masih terbatas pada lingkup lokal, serta pencatatan keuangan usaha yang belum tertata. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menerapkan pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta transfer teknologi tepat guna berupa sistem IoT penyiraman otomatis, oven pengering, mesin grinder, dan mesin spinner. Selain itu, disusun pula standar operasional prosedur (SOP) budidaya dan pascapanen, SOP produksi kaldu jamur bubuk, panduan pencatatan keuangan digital, serta strategi pemasaran berbasis media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas jamur tiram dari 4–5 kg/hari menjadi 6–7 kg/hari, lahirnya produk inovatif berupa kaldu jamur bubuk dengan merek “Kaldu Jamur Mahkota”, serta terbentuknya sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi digital yang lebih transparan. Produk olahan jamur juga mulai dipasarkan secara daring melalui Shopee, Tokopedia, dan Instagram sehingga jangkauan konsumen semakin luas. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, UKM, dan masyarakat desa mampu meningkatkan daya saing, mendorong diversifikasi produk, serta memperkuat keberlanjutan usaha kecil berbasis pertanian. Enhancing Productivity and Income of UKM Mahkota Jamur Sentana through the Optimization of Oyster Mushroom as Raw Material for Mushroom Broth Abstract The Community Partnership Program (PKM) of Universitas Panca Marga was implemented to improve the productivity and income of Mahkota Jamur Sentana SME located in Kregenan Village, Kraksaan District, Probolinggo Regency. The main problems faced by the partner included the decline in oyster mushroom yields due to manual watering of the mushroom house, the absence of product diversification, limited marketing which only reached the local market, and poorly structured financial records. To address these challenges, the program adopted a technology-based empowerment approach. The methods applied consisted of socialization, training, mentoring, and the transfer of appropriate technologies such as an IoT-based automatic watering system, drying oven, grinder, and spinner machine. In addition, standard operating procedures (SOP) for mushroom cultivation and postharvest handling, SOP for mushroom broth powder production, digital financial recording guidelines, and digital marketing strategies through social media and marketplaces were developed. The results showed that oyster mushroom productivity increased from 4–5 kg/day to 6–7 kg/day, while a new innovative product, branded “Kaldu Jamur Mahkota” (mushroom broth powder), was successfully produced and marketed. Financial management also became more transparent and organized through the use of mobile-based accounting applications. Moreover, the products started to penetrate a wider market through Shopee, Tokopedia, and Instagram, expanding beyond the local scope. This program demonstrates that the collaboration between universities, SMEs, and rural communities can enhance competitiveness, foster product diversification, and strengthen the sustainability of small-scale agribusinesses

    Penerapan Kebijakan Halal Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Produk Hasil Tenun Kelompok Nina Penenun (KNP) Desa Pringgasela Selatan, Lombok Timur

    No full text
    Tenun merupakan salah satu warisan budaya dari Desa Pringgasela Selatan Lombok Timur yang sedang menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing, khususnya di pasar Muslim, Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan halal untuk meningkatkan daya saing produk tenun Kelompok Nine Penenun (KNP). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi  Peningkatan Pengetahuan KNP dan Kesadaran Pentingnya Penerapan Kebijakan Halal dengan implementasi kebijakan halal, yang mencakup penggunaan  jenis bahan pada produk Tenun (bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong), proses produksi  (lokasi, tempat, alat dan perangkat PPH ), penyucian fasilitas produksi sesuai syariat Islam dan ketelusuran bahan meliputi titik kritis dan potensi kontaminasi produk tenun dengan bahan yang tidak halal. Selain itu, KNP Konsisten menggunakan pewarnaan alami dan mengalami peningkatan produksi benang dari bahan alam. Dari segi menejemen dan pemasaran, kapasitas dan keterampilan menejemen pemasaran  KNP mengalami peningkatan yang mendukung peran KNP dalam ekonomi keluarga, komunitas dan kesetraan gender. PkM ini menyimpulkan bahwa penerapan kebijakan halal merupakan strategi efektif untuk meningkatkan daya saing produk tenun. Implementation of Halal Policy as an Effort to Increase the Value of Woven Products from the Nina Weavers Group (KNP) in South Pringgasela Village, East Lombok Abstract Weaving is one of the cultural heritages of Pringgasela Selatan Village, East Lombok, which is facing challenges in increasing competitiveness, especially in the Muslim market. This Community Service aims to analyze the implementation of halal policies to increase the competitiveness of woven products from the Nina Weavers Group (KNP). Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and document studies. The results of the community service show that there is an increase in KNP Knowledge and Awareness of the Importance of Halal Policy Implementation with the implementation of halal policies, which include the use of types of materials in woven products (raw materials, additional materials, and auxiliary materials), production processes (locations, places, tools and equipment PPH), purification of production facilities according to Islamic law and traceability of materials including critical points and potential contamination of woven products with non-halal materials. In addition, KNP consistently uses natural dyes and has experienced an increase in yarn production from natural materials. In terms of management and marketing, KNP's marketing management capacity and skills have increased, supporting KNP's role in the family economy, community and gender equality. This PkM concluded that the implementation of halal policies is an effective strategy to increase the competitiveness of woven products

    Pelatihan Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis Teknologi Tepat Guna di Taman Rekreasi Selecta Kota Batu Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Peningkatan jumlah wisatawan di Kota Batu, khususnya di Taman Rekreasi Selecta, juga diiringi dengan peningkatan risiko kecelakaan. Taman Rekreasi Selecta merupakan pelaku sektor pariwisata yang telah menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja , namun masih terdapat kesenjangan antara penerapan manajemen risiko di lapangan dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekerjanya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pelatihan manajemen risiko K3 berbasis teknologi tepat guna. Pelatihan ini merupakan inovasi karena mengintegrasikan pendekatan teknologi tepat guna berbasis simulasi dengan metode HIRADC di sektor wisata berbasis risiko tinggi, yang belum banyak diterapkan di lokasi serupa. Dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pegawai Taman Rekreasi Selecta. Metode yang digunakan adalah participatory action dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui ceramah, workshop Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), simulasi P3K, dan resusitasi jantung paru (RJP). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta dalam penerapan manajemen risiko. Selain itu, peserta mampu menyusun tabel HIRADC serta melaksanakan simulasi pertolongan pertama secara tepat. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis teknologi tepat guna efektif dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas, mendukung budaya zero accident, dan menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman. Appropriate Technology-Based Occupational Safety and Health Risk Management Training at Selecta Recreation Park Batu City, East Java Province  Abstract The increasing number of tourists in Batu City, particularly at Selecta Recreational Park, is also accompanied by an increased risk of accidents. Selecta Recreational Park is a tourism sector player that has implemented Occupational Safety and Health in the workplace, but there is still a gap between the implementation of risk management in the field and the capacity of its human resources (HR). To address this issue, appropriate technology-based K3 risk management training was conducted. This training is innovative because it integrates a simulation-based appropriate technology approach with the HIRADC method in the high-risk tourism sector, which has not been widely implemented in similar locations. The aim is to improve the knowledge and attitudes of Selecta Recreational Park employees regarding occupational safety and health (K3). The method used is participatory action with stages of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Interventions are carried out through lectures, Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) workshops, first aid simulations, and cardiopulmonary resuscitation (CPR). The results of the pre-test and post-test show a significant increase in the participants' knowledge, attitudes, and skills in implementing risk management. In addition, participants were able to compile a HIRADC table and accurately perform a first aid simulation. The conclusion of this activity was that appropriate technology-based training was effective in strengthening officer preparedness, supporting a zero-accident culture, and creating a safe and comfortable tourism environment

    Inovasi Teknologi Tepat Guna Pakan Campuran Fermentasi–Kering untuk Efisiensi Peternakan Domba pada Kelompok Lansia Produktif

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberdayaan kelompok lansia produktif melalui penerapan teknologi tepat guna pakan campuran fermentasi–kering dalam budidaya domba di Kalurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas ternak akibat keterbatasan kemampuan peternak lansia dalam pengelolaan pakan dan pemanfaatan limbah peternakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 40 peserta dari dua kelompok mitra, yaitu Kelompok BETERNAK dan LANTERA, terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan pada berbagai aspek produksi: efisiensi pakan meningkat sebesar 35%, pertambahan bobot domba naik dari 0,6 kg/bulan menjadi 0,9 kg/bulan, dan waktu kerja lansia berkurang dari 3,2 jam menjadi 1,8 jam per hari. Skor keberdayaan produksi meningkat dari 2,81 (kategori sedang) menjadi 4,29 (kategori sangat baik). Sebanyak 92,5% peserta mampu memproduksi pakan campuran secara mandiri dan 87,5% memahami prinsip biosekuriti serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Selain itu, program ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan tambahan rata-rata Rp600.000–Rp800.000 per bulan per anggota. Berdasarkan capaian indikator tersebut, penerapan teknologi ini menunjukkan efektivitas dalam mendukung aktivitas lansia serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok dalam pengelolaan peternakan berkelanjutan. Penerapan teknologi pakan campuran ini memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas ternak, penguatan kapasitas lansia dalam pengelolaan peternakan, serta kemandirian kelompok dalam produksi pakan dan pengolahan limbah. Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, hemat waktu, dan mudah direplikasi sehingga memungkinkan kelompok untuk mempertahankan praktik ini secara berkelanjutan. Rencana keberlanjutan program meliputi pembentukan unit produksi pakan skala kelompok, pemanfaatan pupuk organik sebagai produk tambahan yang bernilai ekonomi, serta penguatan jejaring dengan pemerintah desa dan dinas terkait untuk mendukung pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan. Hasil kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan (SDG 1), ketahanan pangan (SDG 2), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12). Innovation of Appropriate Technology in Mixed Fermented–Dry Feed for Improving Sheep Farming Efficiency among Productive Elderly Farmers Abstract This community service program aims to improve the efficiency and empowerment of productive elderly groups through the application of an appropriate technology for fermented–dry mixed feed in sheep farming in Argodadi Village, Sedayu District, Bantul Regency. The program was initiated due to low livestock productivity, which stems from limited abilities of elderly farmers in feed management and livestock waste utilization. The implementation method employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, consisting of socialization, technical training, technology application, mentoring, and evaluation stages. A total of 40 participants from two partner groups, BETERNAK and LANTERA, were actively involved in all stages of the program. Measurement results indicated improvements across various production aspects. Feed efficiency increased by 35%. Average sheep weight gain rose from 0.6 kg/month to 0.9 kg/month. The daily working time of elderly farmers decreased from 3.2 hours to 1.8 hours per day. The production empowerment score increased from 2.81 (moderate category) to 4.29 (very good category). A total of 92.5% of participants were able to independently produce mixed feed, and 87.5% understood biosecurity principles and livestock waste processing into organic fertilizer. In addition, the program generated an economic impact in the form of an increase in additional income of approximately IDR 600,000–800,000 per member per month. Based on these indicators, the application of this technology demonstrates effectiveness in supporting the daily activities of elderly farmers and enhancing the capacity and independence of the groups in sustainable livestock management. The adoption of the mixed-feed technology also has long-term impacts, including improved livestock productivity, strengthened capabilities of elderly farmers in farm management, and increased group self-reliance in feed production and waste processing. The technology is simple, time-efficient, and easily replicable, enabling the groups to maintain its practice sustainably. The program’s sustainability plan includes establishing a group-scale feed production unit, utilizing organic fertilizer as an additional value-added product, and strengthening networks with village authorities and relevant government agencies to support the development of sustainable livestock enterprises. The outcomes of this program contribute to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly poverty reduction (SDG 1), food security (SDG 2), decent work and economic growth (SDG 8), and responsible consumption and production (SDG 12)

    Peningkatan Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Aktivitas Fisik Dengan Media Buku Saku Di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

    No full text
    Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur, dengan prevalensi tinggi hipertensi dan diabetes melitus. Sekolah berperan penting dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa sebagai upaya promotif dan preventif terhadap PTM. Media buku saku dipilih sebagai sarana edukatif karena praktis dan menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MTs Bustanul Ulum, Desa Wadung, dengan fokus pada penyuluhan risiko PTM melalui buku saku, aktivitas fisik berupa senam, serta skrining kesehatan. Kegiatan diikuti oleh 71 siswa kelas 9 untuk pretest, posttest, dan pemeriksaan kesehatan, serta 197 siswa untuk aktivitas senam. Hasil uji t menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai signifikansi p = 0,000 (<0,05). Pemeriksaan kesehatan mengungkapkan bahwa 1 siswa memiliki IMT 32,6 (obesitas), sedangkan nilai IMT terendah adalah 14,1 (kurang gizi); tekanan darah tertinggi mencapai 149/87 mmHg (kategori hipertensi), dan kadar hemoglobin terendah 8,1 g/dL (anemia). Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap gaya hidup siswa. Intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko PTM dan mendukung penerapan gaya hidup sehat sejak dini. Increasing Education on Risk Factors for Non-Communicable Diseases (NCDs) and Physical Activity Using Pocket Books in Wadung, Pakisaji, Malang Abstract Non-Communicable Diseases (NCDs) are a significant public health challenge in Indonesia, including in East Java Province, which has a high prevalence of hypertension and diabetes mellitus. Schools play an important role in providing health education to students as a promotive and preventive effort against NCDs. Pocket books were chosen as an educational medium due to their practicality and engaging design. This community service activity was conducted at MTs Bustanul Ulum, Wadung Village, focusing on NCD risk education through pocket books, physical activity (exercise), and health screening. The program involved 71 ninth-grade students for pretest, posttest, and health checks, and 197 students participated in physical exercise. The t-test showed a significant improvement in knowledge before and after the intervention, with a p-value of 0.000 (<0.05). Health screening revealed that one student had a BMI of 32.6 (obese), while the lowest BMI was 14.1 (underweight); the highest blood pressure recorded was 149/87 mmHg (hypertensive), and the lowest hemoglobin level was 8.1 g/dL (anemic). These findings indicate the need for greater attention to students' health behaviors. The intervention proved effective in increasing students' awareness of NCD risks and supporting the adoption of a healthy lifestyle from an early age

    Peningkatan Literasi Berbasis Media Digital Mitigasi Perkawinan Anak Pada Siswa SMP Negeri 1 Dau Kabupaten Malang

    No full text
    Kabupaten Malang menjadi daerah dengan kasus perkawinan anak (Usia Kawin Pertama < 20 tahun) terbanyak di Jawa Timur dengan jumlah absolut 1.576 kasus. Kecamatan Dau adalah kecamatan dengan jumlah UKP <20 tahun yang mengalami peningkatan kasus sejak tahun 2021, 2022, hingga 2023, secara berturut-turut sebanyak 65 kasus (15,66%), 81 kasus (19,24%), hingga 86 kasus (18,03%). Tingginya angka perkawinan anak di wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan mitra masyarakat, terutama dalam konteks layanan kesehatan dan pendidikan. Berbagai upaya edukasi mitigasi perkawinan anak telah dilakukan, masih terdapat kesenjangan signifikan antara intensitas dan jangkauan edukasi dengan tingginya angka kejadian perkawinan anak di banyak daerah, menunjukkan bahwa intervensi yang ada belum cukup efektif menekan laju pernikahan dini. Salah satu Upaya untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan peningkatan literasi melalui media video animasi. Video Animasi sebagai media untuk menyampaikan pesan sensitif dengan cara yang ringan dan mudah dicerna, menggunakan karakter dan latar belakang yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan tidak menggurui. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui tahapan analisis masalah dan kebutuhan, persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi dan keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMPN 1 Dau dengan melibatkan siswa siswi kelas VIII sebagai sasaran. Hasil uji statistic deskriptif untuk membandingkan hasil rata-rata pre-test dan post-test, didapatkan hasil peningkatan rata-rata indikator pengetahuan, persepsi dan motivasi siswa siswi setelah diberikan media video animasi. Hal ini berarti penggunaan media video animasi memberikan pengaruh pada peningkatan literasi siswa siswi tentang mitigasi perkawinan anak. Enhancing Digital Media-Based Literacy for Child Marriage Mitigation Among Students SMPN 1 Dau in Malang Regency Abstract Malang Regency has recorded the highest number of child marriages (first marriage under the age of 20) in East Java, with a total of 1,576 cases. Dau Subdistrict stands out as the area with a rising trend in early marriage cases over the past three years: 65 cases (15.66%) in 2021, 81 cases (19.24%) in 2022, and 86 cases (18.03%) in 2023. This steady increase highlights a critical issue for the local community, especially in terms of access to health services and education. The prevalence of child marriage in Dau Subdistrict runs counter to the targets outlined in SDG 3.5, which explicitly calls for the elimination of harmful practices such as child marriage, forced marriage, and female genital mutilation in pursuit of gender equality. One proposed solution to address this issue is by improving youth literacy through engaging media, specifically, animated educational videos. The community engagement activity was carried out through several key stages: problem and needs analysis, preparation, implementation, evaluation, and planning for sustainability. The community service initiative was carried out at SMPN 1 Dau, targeting 8th-grade students as participants. Based on descriptive statistical tests comparing the pre-test and post-test results, there was a clear increase in students’ average scores across indicators of knowledge, perception, and motivation after watching the video. This finding indicates that the use of animated videos positively influences students' literacy regarding the prevention of child marriage

    Program Kemiraan Masyarakat: Pelatihan Aplikasi Soapcalculator untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa dalam Merancang Formulasi Sabun Alami

    No full text
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam merancang formulasi sabun alami berbasis teknologi digital menggunakan aplikasi soapcalculator. Sebanyak 20 mahasiswa semester dua dari Fakultas Sains Universitas Pendidikan Mandalika dilibatkan sebagai mitra dalam pelatihan yang mengintegrasikan teori kimia dengan praktik langsung pembuatan sabun. Metode yang digunakan adalah pelatihan aplikatif dengan pendekatan learning by doing, yang mencakup tahap sosialisasi, simulasi formulasi, hingga praktik laboratorium menggunakan bahan premium seperti minyak zaitun, kelapa, sawit, dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa menggunakan soapcalculator, memahami parameter kualitas sabun (cleansing, conditioning, bubbly, creamy), serta menyusun formulasi secara mandiri. Produk sabun yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi, di antaranya: sabun dengan kombinasi minyak zaitun dan ekstrak bunga sepatu menunjukkan sifat lembut dan antimikroba, sedangkan formulasi minyak kelapa memberikan daya pembersih dan busa yang tinggi. Kendati demikian, ditemukan kendala teknis pada keseimbangan kadar superfat dan air yang mempengaruhi durabilitas sabun. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara bahan alami, teknologi digital, dan inovasi produk dalam mendukung pendidikan abad-21 dan pencapaian SDGs. Community Empowerment Program: Soapcalculator Application Training to Improve Student Creativity in Designing Natural Soap Formulations Abstract This community service activity aims to improve students' creativity in designing natural soap formulations based on digital technology using the soapcalculator application. A total of 20 second-semester students from the Faculty of Science, Mandalika University of Education were involved as partners in the training that integrated chemical theory with direct practice of soap making. The method used was application training with a learning by doing approach, which included the stages of socialization, formulation simulation, to laboratory practice using premium ingredients such as olive oil, coconut, palm, and hibiscus extract (Hibiscus rosa-sinensis). The results of the observation showed a significant increase in students' ability to use the soapcalculator, understand soap quality parameters (cleansing, conditioning, bubbly, creamy), and formulate independently. The resulting soap products are of high quality, including: soap with a combination of olive oil and hibiscus extract shows gentle and antimicrobial properties, while the coconut oil formulation provides high cleaning and foaming power. However, technical constraints were found in the balance of superfat and water levels that affected the durability of the soap. This activity emphasizes the importance of synergy between natural ingredients, digital technology, and product innovation in supporting 21st-century education and achieving the SDGs

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇