1,720,964 research outputs found
Analisis terhadap persepsi ulama tentang pernikahan oleh wali hakim kaitannya dengan wali adhol (studi kasus di Ds. Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang)
Skripsi dengn judul “Analisis Terhadap Persepsi Ulama Tentang Pernikahan Oleh wali Hakim Kaitannya Dengan Wali Adhol (Studi Kasus di desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang)” ini merupakan penelitian lapangan (field research). Permasalahan: a). Bagaimana Persepsi Ulama terhadap Pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol yang terjadi di desa Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang ? b). Bagaimana pertimbangan hukum dari Persepsi Ulama desa Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang terhadap Pernikahan oleh Wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol ?
Tujuan penitian ini untuk: 1). Mengetahui Persepsi Ulama terhadap pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol di desa Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang. 2). Mengetahui pertimbangan hukum dari Persepsi Ulama desa Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang terhadap pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol di desa Ujunggede Kec. Ampelgading Kab. Pemalang.
Metode yang digunakan adalah dengan Metode Observasi, Interview, Dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode diskriptif.
Hasil penelitian: a). Praktek pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali adhol yang dilakukan pada posisi perempuan yang tidak direstui oleh walinya di desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang sejak tahun 2005 hingga tahun 2009 bisa di bilang sesuatu yang tidak aneh lagi, artinya kejadian seperti ini bisa dikatakan hampir setiap tahunnya ada. Ulama desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, berpendapat bahwa kasus pernikahan oleh wali Hakim terhadap perempuan yang tidak mempunyai wali dikarenakan enggan menikahkan merupakan sebuah proses untuk mencapai pada tahap pernikahan, jadi hal itu tidak berpengaruh terhadap sahnya pernikahan asalkan mereka sekufu dan ketika ijab qabul mereka sudah bisa menerima. Namun tentang kebolehan pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol, para ulama sedikit berbeda pendapat, ada yang mengesahkan dan ada yang tidak mengesahkan, diantara pendapat ulama tersebut adalah sebagai berikut:
K. Anwar As’ari dan K.H. Ihwan, beliau mengesahkan pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali Adhol dengan berbagai dalil yang mereka yakini kebenarannya. Sedangkan yang tidak mengesahkan adalah K. Arifin, beliau berpendapat bahwa wali Hakim tidak boleh menikahkan jika wali Mujbir (ayah) tidak setuju mengawinkan putrinya dengan laki-laki yang sepadan dari hasil pilihannya sendiri sedangkan si ayah sudah mempunyai laki-laki lain yang juga sekufu (sepadan). Walaupun laki-laki pilihan si ayah kesepadanannya lebih rendah dibanding pilihan putrinya.
Berdasarkan pada dalil-dalil dalam al-Qur’an, Hadits, Kaidah fiqhiyah, KHI, UU Perkawinan no. 1 tahun 1974 maupun PERMENAG RI no. 2 tahun 1987 tentang Wali Hakim dan juga pendapat para ulama, maka penulis menyimpulkan bahwa pernikahan oleh wali Hakim kaitannya dengan wali yang masih ada tetapi Adhol itu sah, di samping dalil-dalil yang menguatkan keabsahan tersebut, juga untuk memelihara martabat perempuan dalam masalah pernikahan.
Sedangkan mengenai kesesuaian antara teori dengan kasus yang terjadi di desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, penulis memandang berdasarkan dalil-dalil (al-Qur’an, al-Hadits, Kitab-kitab, KHI, PERMENAG RI No. 2 tahun 1987 dan UU. Perkawinan) yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis menyatakan penyelesaian kasus tersebut sudah sesuai dengan teori
Model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA MA Manbaul Ulum Tlogorejo Karangawen Demak materi pokok sistem gerak tulang pada manusia
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui: (1) Apakah pembelajarn dengan model pembelajaran Make A Match mampu meningkatkan aktivitas belajar biologi di MA Manbaul Ulum, Tlogorejo, Karangawen, Demak tahun ajaran 2009-2010 (2) Apakah pembelajarn dengan model pembelajaran Make A Match mampu meningkatkan hasil belajar siswa di MA. Manbaul Ulum, Tlogorejo, Karangawen, Demak tahun ajaran 2009-2010.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(PTK) pada peserta didik kelas XI IPA MA Manbaul Ulum. Dari observasi secara langsung dapat diketahui bahwa model pembelajaran yang digunakan guru biologi di MA. Manbaul ulum masih cenderung terjadi komunikasi satu arah, artinya peserta didik cenderung pasif dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu kelas untuk menerapkan model pembelajaran Make A Match yaitu kelas XI IPA MA. Manbaul ulum yang jumlah siswanya ada 38 siswa.
Pada saat dilaksanakan model pembelajaran Make A Match, suasana pembelajaran menjadi lebih hidup, peserta didik menjadi lebih senang dengan suasana yang baru karena disamping belajar, mereka juga bisa bermain sehingga pada akhirnya dapat memperoleh hasil yang maksimal. Penelitian ini dilasanakan dalam tiga tahap, tahap pertama adalah kegiatan pra siklus, yaitu mencari data hasil belajar siswa kelas XI IPA tahun sebelumnya untuk materi sistem gerak tulang pada manusia. Hal ini sangat penting karena akan dijadikan dasar nilai awal. Tahap kedua adalah pelaksanaan siklus I, siklus II, dan siklus III. Sedangkan tahap ketiga adalah penyempurnaan data dan penyusunan laporan. Pada kondisi awal hasil belajar peserta didik sangat rendah yaitu rata-rata 61 dengan ketuntasan belajar 41%. Setelah dilaksanakan model pembelajaran Make A Match aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Pada siklus I diperoleh data prosentase aktivitas belajar siswa mencapai 58,91% dengan rata-rata hasil belajar 55,92 dengan ketuntasan belajar sebanyak 23,68%. Nilai tertinggi diduduki 2 anak dengan nilai 70, sedangkan nilai terendah diduduki 1 dengan nilai 40. Pada siklus II diperoleh data prosentase aktivitas belajar siswa mencapai 69,67% dengan rata-rata hasil belajar siswa 65,02 dengan ketuntasan belajar sebanyak 65,78%. Nilai tertinggi diduduki oleh 2 anak, dengan nilai 75, dan nilai terendah diduduki oleh1 anak dengan nilai 50. Pada siklus III diperoleh data prosentase aktivitas belajar siswa mencapai 77,84% dengan rata-rata hasil belajar siswa 79,21 dengan ketuntasan belajar sebanyak 92,10%.Nilai tertinggi diduduki 2 anak dengan nilai 90 dan terendah diduduki 3 anak dengan nilai 60 Dari data tersebut jelas, bahwa ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match. Namun dari penelitian ini masih ada siswa yang belum tuntas hasil belajarnya, dari siklus I sampai siklus III, ada 3 anak yang belum tuntas belajarnya, masing-masing dari mereka hanya mendapatkan nilai 60. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu karena memang anaknya bandel, sering gaduh sendiri dan tingkat kecerdasannya yang rendah. kemudian yang tuntas belajarnya ada 35 sisw
UPAYA PENYELESAIAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANGTUANYA (Studi Kasus Di Kepolisian Resor Demak)
Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga sudah sangat umum dibicarakan di kalangan masyarakat. Kekerasan dalam rumah tangga tersebut sering terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor ekonomi yang terjadi di dalam rumah tangga seperti yang terjadi antara suami dan istri maupun orang tua dan anak.Dengan semakin banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi, maka sangat diperlukan kinerja dari pihak Kepolisian sebagai penegak hukum yang mempunyai peranan penting bagi masyarakat khususnya bagi anakuntuk mengayomi, menyelesaikan serta melindungi anak yang menjadi korban tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya kepolisian sebagai aparat penegak hukum dalam menyelesaikan dan memberikan perlindungan secara hukum terhadap anak sebagai korban Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Wilayah Polres Demak.Guna mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis sosiologi dengan menekankan pada penelitian yang ada yang dilakukan terhadap keadaan nyata masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi.
Dalam kasus di Wilayah Kepolisian Resor Demak faktor yang menjadi penyebab kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalah faktor ekonomi, disfungsi keluarga dan pandangan yang keliru terhadap posisi anak.Adapun penyelesaian dan perlindungan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Demak sebagai aparat penegak hukum mengutamakan jalur kekeluargaan untuk mejaga mental anak. Tetapi apabila belum bisa menemukan hasil maka akan di tempuh dengan jalur hukum. Dan bentuk perlindungan yang akan dilakukan oleh Kepolisian Resor Demak adalah memberikan pendampingan terhadap anak guna mengembalikan psikis anak karena trauma akibat kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya.
Kata kunci: Penyelesaian, Perlindungan Hukum Anak, KDRT
IMPLEMENTASI PROGRAM BUSINESS CENTER (BC) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI I KEBUMEN
The learning based on the social interaction is very important to solve any problems in the school or people. People always do hope that one of place giving the student creating character is school so it can produce the good alumni having a good character. The entrepreneurship is a knowledge that can read the environment and can create the ready entrepreneur everywhere. Based on the fact above, Business Center (BC) is a place for entrepreneurship learning in the social interaction or the economic production so it can answer the education problems
Politics of Law Handling of Criminal Acts of Terrorism (Case Study In The District of Kudus)
Terrorism is a criminal act tremendous concern today's world, especially in Indonesia. Terrorism that occurred in Indonesia lately has associated ideological, historical and political as well as a dynamic part of the strategic environment at regional and global level. Terrorism is in fact an act which violates humanitarian and human rights as well as the proof that terror is the action of a very cruel and did not take into account, disregard and ignore the human values referred to in the second principle of Pancasila which became ideology Indonesian Nation humanity fair and civilized.In general, the legal political handling of criminal acts of terrorism in Indonesia as a strategic step taken by Government Regulation No. 1 of 2002 Post-Event 1 Bali bombings to face a precarious state that fills a legal vacuum. That then pass the regulation established as Act No. 15 of 2003 on the Eradication of Terrorism does not diminish its value as a legal norm, but in the development of the substance of legislation are assessed tend to be repressive and still found the articles that have not been able to cover the dynamics of the spread of ideology radical who became the mother of terrorism, and prevent acts of terrorism itself.Regulation alone is not appropriate presumably in combating terrorism, therefore we need other measures comprehensively, integral, planned and sustainable in the form of legal policy in order to cover the lack of normative law, by improving awareness and knowledge about the nationality and religious teachings properly , so that people can always be responsive and alert to the movement of radical groups that developed in the surrounding area.Keywords: Politics of Law; Handling, Management of Terrorism Crime
Analisa Perencanaan Gedung Parkir Indosat Semarang Dengan Struktur Beton Prategang Berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1728-2002) ”Indosat Park Building Design Analysis with Prestress Concrete Structure Based on The Indonesian Standard of Concrete Structure Calculating Methode for Building (SNI 03-1728-2002)”
Perencanaan struktur bangunan gedung yang menggunakan struktur beton
prategang sangat jarang ditemui di Indonesia, Kalaupun ada, perhitungan strukturnya pun
masih menggunakan standar SNI yang lama yaitu SNI Beton 1992, dimana standar ini
belum membahas tuntas mengenai perhitungan struktur beton prategang untuk bangunan
gedung.
Dengan diterbitkannya SNI 03-1728-2002 oleh Badan Standardisasi Nasional, yang
telah membahas, mencakup dan menyempurnakan perhitungan struktur beton prategang
untuk bangunan gedung, maka sudah seharusnya semua konstruksi gedung dengan struktur
beton prategang mengacu pada referensi ini.
Kata kunci : beton, beton prategang, gedung, SNI
Abstract
In Indonesia, the design of building which using prestress concrete structure is hard to find. If any,
the calculating methode that used for the building was based on the 1992’s Indonesian Standard for
Concrete Building, the old building code. The old standard did not explain the prestress concrete
calculating methode for the building yet enough.
The newest code, The Indonesian Standard of Concrete Structure Calculating Methode for Building
(SNI 03-1728-2002), which had been launched by National Standarditation Commitee in 2002, have
explaining, completing and updating the prestress concrete calculating methode for the building. So now, all
the building construction in Indonesia should be based on this reference.
Keywords : concrete, prestress concrete, building, SN
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
