1,722,236 research outputs found
STUDI RETORIKA PRABOWO SUBIANTO ANALISIS VIDEO (PIDATO KEBANGSAAN PRABOWO SUBIANTO)
Sebagai salah satu calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki segudang pengalaman baik di bidang militer, politik, maupun pengusaha. Dalam prosesnya maju sebagai calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,
Prabowo Subianto melakukan pidato sebagai salah satu metode menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dengan tujuan untuk mempersuasi
masyarakat secara luas. Jika penyampaian pidatonya baik, maka pesan pun akan mudah diterima oleh khalayak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika yang disampaikan oleh Prabowo Subianto pada video “Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto” dalam channel youtube Talkshow tvOne. Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan menunjukkan bahwa Prabowo Subianto sudah memenuhi tiga unsur utama seperti yang dicetuskan oleh Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan
logos yaitu berupa niat baik, bukti logis, dan emosi yang baik dan pola pesan pidato yang disampaikan Prabowo Subianto ialah pola Sebab-Akibat
Studi Retorika Prabowo Subianto Analisis Video (Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto)
Sebagai salah satu calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki segudang pengalaman baik di bidang militer, politik, maupun pengusaha. Dalam prosesnya maju sebagai calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto melakukan pidato sebagai salah satu metode menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dengan tujuan untuk mempersuasi masyarakat secara luas. Jika penyampaian pidatonya baik, maka pesan pun akan mudah diterima oleh khalayak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika yang disampaikan oleh Prabowo Subianto pada video “Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto” dalam channel youtube Talkshow tvOne. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Prabowo Subianto sudah memenuhi tiga unsur utama seperti yang dicetuskan oleh Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos yaitu berupa niat baik, bukti logis, dan emosi yang baik dan pola pesan pidato yang disampaikan Prabowo Subianto ialah pola Sebab-Akibat
Pesan Pemberitaan Prabowo Subianto Dalam Pemilu 2024
The study aims to analyse the message content of Prabowo Subianto's news coverage. Prabowo Subianto's news coverage was chosen because news coverage often has biased political language. Message content analysis was conducted so that readers can receive the message that the media actually wanted to convey regarding Prabowo Subianto as the presidential candidate for Indonesia's Replubik for the 2024 to 2029 period. This analysis compared two online media, namely Kompas.com and Tempo.com. These two media outlets were chosen because they were able to compare media outlets that were biased towards the object of the news, namely Prabowo Subianto. One of the media is considered to have partiality. Content analysis can show whether a news story is positive or negative towards the object of the news that will be conveyed to the audience. From this analysis, it was found that Kompas.com often reported Prabowo Subianto in its news portal, and the tendency of its news content to give a positive message. Tempo.com news portal did not cover Prabowo as often, and the news tended to be neutral and sometimes provided criticism, giving a negative impact on Prabowo Subianto. As a result of the analysis, it is hoped that Indonesian online media should be more in favour of the public in reporting the truth, so that the Indonesian people will not choose the wrong president for the next 5 years. This research is still limited to two media outlets and has not analysed the other media outlets.Penelitian bertujuan untuk menganalisis isi pesan dari pemberitaan Prabowo Subianto. Pemberitaan Prabowo Subianto dipilih dikarenakan sering kali pemberitaan memiliki bahasa politik yang bias makna. Analisis isi pesan dilakukan agar pembaca dapat menerima pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh media terkait Prabowo Subianto sebagai calon presiden Replubik Indonesia untuk priode 2024 sampai 2029. Analisis ini membandingkan dua media online yaitu pada media online Kompas.com dan Tempo.com. Dua media ini dipilih karena untuk dapat membandingkan media yang memiliki keberpihakan terhadap objek yang di beritakan yaitu Prabowo Subianto. Salah satu media dianggap memiliki keberpihakan. Analisis isi dapat menunjukan sebuah berita bermuatan positif atau negatif terhadap objek pemberitaan atas yang akan disampaikan pada khalayak. Dari analisis ini di temukan bahwa Kompas.com sering memberitakan Prabowo Subianto dalam portal beritanya, dan kecenderung isi beritanya memberikan pesan positif. Pada portal berita Tempo.com pemberitaan terkait Prabowo tidak terlalu sering, dan berita yang diberitakan cenderung netral dan terkadang memberikan kritikan sehingga memberikan dampak negatif bagi Prabowo Subianto. Hasil dari analisis tersebut diharapkan media online Indonesia harus lebih berpihak kepada masyarakat memberitakan kebenaran, agar masyarakat Indonesia tidak salah memilih presiden untuk 5 tahun kedepan. Penelitian ini masih terbatas pada dua media dan belum melakukan analisis diluar media yang sudah ditentukan
An Analysis of Prabowo Subianto Speech Using Stylistics Approach
This study deals analyzing the An Analysis of Prabowo Subianto Speech Using
Stylistics Approach on the video of Prabowo Subianto speech.The objectives of this
research to investigate the types of stylistics were used it on the video of Prabowo
Subianto speech. To find out the most dominant types stylistics in Prabowo Subianto
speech. In this research used descriptive qualitative methods was be designed by
applying descriptive phenomenon design. The researcher took a full of the total
Prabowo Subianto performed on the video Prabowo Subianto speech. In collecting
the data, the scripts found the searching through the international network services
and found the types of stylistics on the video of Prabowo Subianto speech. There
were 17 stylistic that contain 9 paragraph on video Prabowo Subianto speech. There
are four stylistics that analyzed from of video Prabowo Subianto speech. They
percentage of total stylistics on the video, General was 17.65 %, Literary was 41.17
%, Textualist was 23.53, and Interpretative was 17.65 %. The steps of analyzing the
data were watching the video, reading the script, and displaying the stylistics on the
video of Prabowo Subianto speech by translating each word from Indonesia to
English
An Analysis of Prabowo Subianto Speech Using Stylistics Approach
This study deals analyzing the An Analysis of Prabowo Subianto Speech Using
Stylistics Approach on the video of Prabowo Subianto speech.The objectives of this
research to investigate the types of stylistics were used it on the video of Prabowo
Subianto speech. To find out the most dominant types stylistics in Prabowo Subianto
speech. In this research used descriptive qualitative methods was be designed by
applying descriptive phenomenon design. The researcher took a full of the total
Prabowo Subianto performed on the video Prabowo Subianto speech. In collecting
the data, the scripts found the searching through the international network services
and found the types of stylistics on the video of Prabowo Subianto speech. There
were 17 stylistic that contain 9 paragraph on video Prabowo Subianto speech. There
are four stylistics that analyzed from of video Prabowo Subianto speech. They
percentage of total stylistics on the video, General was 17.65 %, Literary was 41.17
%, Textualist was 23.53, and Interpretative was 17.65 %. The steps of analyzing the
data were watching the video, reading the script, and displaying the stylistics on the
video of Prabowo Subianto speech by translating each word from Indonesia to
Englis
Leadership Communications of Prabowo Subianto in Facebook Fanpage
Kehadiran media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dengan konstituennya. Media sosial tidak terhalangi oleh persoalan ruang dan waktu. Sehingga setiap orang bisa berkomunikasi dengan siapapun dan di manapun. Tak terkecuali bagi (calon) pemimpin. Sebagai pemimpin, Prabowo Subianto membuka saluran komunikasi melalui media facebook dan twitter. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Prabowo Subianto. Menggunakan metode penelitan analisis naratif, penulis meneliti teks pernyataan Prabowo Subianto tanggal 17 Agustus 2014 menjelang pelantikan presiden periode 2014-2019. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pola berkomunikasi Prabowo Subianto yang dianalisis berdasarkan pernyataan-pernyatannya dalam menyikapi situasi politik selalu berpijak kepada UUD 1945 serta keutuhan bangsa (NKRI). Sedangkan dalam menarasikan sebuah peristiwa kebangsaan Prabowo Subianto juga sangat menekankan bagaimana kepentingan bangsa harus diutamakan dari kepentingan individu dan golongan. Sehingga, kekecewaan yang bersumber dari situasi emosional kelompok menjadi tidak berarti dibandingkan kepentingan dalam menjaga keutuhan bangsa.Social media presence allows every person to communicate with the others. It was not deterred by the problems of space and time. So that every person can communicate with anyone, anywhere. No exception for (candidate) leaders. As a leader, Prabowo open channels of communication through the medium of Facebook and Twitter. The problem of this study is how communication is done by Prabowo. Using narrative analysis research methods, the author examines the text Prabowo statement (August 17, 2014) ahead of the Presidential inauguration period 2014-2019. From the conclusion, that the way of communicating Prabowo analyzed based on the statements in response to the political situation always adheres to the 1945 Constitution and the integrity of the nation. While in narrating a national event Prabowo also emphasizes how the interests of the nation must take precedence over the interests of individuals and groups. Thus, the disappointment that comes from an emotional situation becomes a meaningless group than in the interests of preserving the integrity of the nation
Joko Widodo, Prabowo Subianto i pytania o przyszłość demokracji w Indonezji
In the article, the author argues that Prabowo Subianto, the new president of Indonesia, despite his military past during the Suharto regime, despite human rights violations and authoritarian disposition, will not introduce a significant breakthrough in the democratic regression in Indonesia. The weakening of democracy in this country is a process that has been ongoing almost since the beginning of the 21st century. The author points out that many undemocratic solutions, as well as an undemocratic style of management, have been somewhat normalized by the current president of Indonesia, Joko Widodo. Thus, Prabowo Subianto is only the closing of the process of autocratization of democracy in Indonesia.W artykule Autor stawia tezę, że Prabowo Subianto, nowy prezydent Indonezji, mimo wojskowej przeszłości w czasach reżimu Suharto, mimo łamania praw człowieka i autorytarnego usposobienia, nie wprowadzi istotnego przełomu w demokratycznym regresie w Indonezji. Słabnięcie demokracji w tym państwie jest procesem trwającym niemal od początku XXI w. Autor wskazuje, że wiele niedemokratycznych rozwiązań, a także niedemokratyczny styl zarządzania zostały niejako znormalizowane przez dotychczasowego prezydenta Indonezji, Joko Widodo. Tym samym Prabowo Subianto stanowi jedynie domknięcie procesu autokratyzacji demokracji w Indonezji
Joko Widodo, Prabowo Subianto and Questions About the Future of Democracy in Indonesia
W artykule Autor stawia tezę, że Prabowo Subianto, nowy prezydent Indonezji, mimo wojskowej przeszłości w czasach reżimu Suharto, mimo łamania praw człowieka i autorytarnego usposobienia, nie wprowadzi istotnego przełomu w demokratycznym regresie w Indonezji. Słabnięcie demokracji w tym państwie jest procesem trwającym niemal od początku XXI w. Autor wskazuje, że wiele niedemokratycznych rozwiązań, a także niedemokratyczny styl zarządzania zostały niejako znormalizowane przez dotychczasowego prezydenta Indonezji, Joko Widodo. Tym samym Prabowo Subianto stanowi jedynie domknięcie procesu autokratyzacji demokracji w Indonezji.In the article, the author argues that Prabowo Subianto, the new president of Indonesia, despite his military past during the Suharto regime, despite human rights violations and authoritarian disposition, will not introduce a significant breakthrough in the democratic regression in Indonesia. The weakening of democracy in this country is a process that has been ongoing almost since the beginning of the 21st century. The author points out that many undemocratic solutions, as well as an undemocratic style of management, have been somewhat normalized by the current president of Indonesia, Joko Widodo. Thus, Prabowo Subianto is only the closing of the process of autocratization of democracy in Indonesia
ANALISIS PIDATO PRABOWO SUBIANTO DALAM PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konteks wacana serta inferensi wacana pidato Prabowo Subianto dalam rangka Konfernas Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Senin 17 Desember 2018, dimuat dalam media elektronik Tempo.CO. tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan konteks serta inferensi wacana pidato Prabowo Subianto pada media elektronik TEMPO.CO. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari media elektronik Tempo.CO dengan teknik pengumpulan data simak baca dan tulis. Teknik penganalisisan data menggunakan teknik isi (content analysis) Hasil dari penelitian konteks dan inferensi wacana pada pidato Prabowo Subianto ialah bahwa dalam penyampaian pidato Prabowo Subianto secara keseluruhan mengandung konteks dan inferensi mengkampanyekan, antusiasme, kesiapan, dan optimisme pasangan calon presiden dan wakil, tim kemenangan,para pendukung, dan terlebih khusus seluruh keluarga besar Partai Gerindra, dengan penyampaian-penyampaian yang bersifat persuasif untuk memperoleh dukungan lebih hingga dapat mencapai suatu kemenangan
Transformasi Komunikasi Politik Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2014-2024
Artikel ini membahas mengenai transformasi komunikasi politik oleh Prabowo Subianto pada pemilihan umum presiden tahun 2014-2024. Transformasi komunikasi politik ini memiliki tujuan agar dapat memperbaiki citra aktor politik yang sebelumnya kurang baik dalam pandangan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini untuk memahami dan menjelaskan bagaimana transformasi komunikasi politik Prabowo Subianto dalam pemilu presiden 2024. Seperti track record Prabowo Subianto dalam pemilihan Presiden RI selalu kurang cemerlang dikarenakan pandangan masyarakat terhadapnya. Jika menyebut nama Prabowo Subianto, masyarakat cenderung mengingat dosa-dosa HAM di masa lalunya. Hal ini menjadi salah satu alasan Prabowo Subianto kurang beruntung dalam menggaet hati masyarakat. Metode dalam penelitian dilakukan secara kualitatif yang menghasilkan data secara deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan berbagai bahan yang terdapat di dalam bahan-bahan pustaka seperti halnya buku, surat kabar, majalah, manuskrip, dokumentasi, dan sumber lain yang relevan untuk penelitian. Adapun data yang akan diperoleh adalah tentang transformasi komunikasi politik Prabowo Subianto dalam pemilu presiden 2014-2024. Hasil penelitian ini Prabowo dalam pemilu 2024 telah berhasil memperlihatkan transformasi yang mencolok dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Transformasi dalam pemilu 2024 ini mencerminkan tindakan Prabowo yang beradaptasi terhadap dinamika politik Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam setiap pemilu
- …
