143 research outputs found
STRATEGI EMPLOYEE RELATIONS MANAGEMENT DI PT. KEMFARM INDONESIA: Fathiya Nur Rahmi, Hanny Hafiar, Priyo Subekti
Kemfarm Indonesia is a company engaged in the field of agribusiness knew that employee relationship becomes important thing for the progress of the company. This study aims to determine the process of employee relationship management in PT Kemfarm Indonesia. The method used is descriptive with qualitative data. The research data was collected by observation, structured interview and literature study. The results show that HRD PT Kemfarm Indonesia acts as an internal PR managed relationships between companies, from processes, organizing, monitoring, evaluation and development program. In the process of planning, organizing, and program evaluation, the communications channel has not been optimal. From the results of this study, the suggestions provided are companies that do mapping the situation specifically on the process of planning, organizing and evaluation by using an effective communication channel on every program implementation so that the main goal of the program can be achieved
KOMUNIKASI PENGURANGAN RESIKO BENCANA BERBASIS KELUARGA (Studi Komunikasi Keluarga Tanggap Bencana di Daerah Rawan Gempa Provinsi Bengkulu)
Peran ilmu komunikasi dalam berkontribusi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengurangan resiko bencana semakin penting bagi proses adaptasi dan mitigasi
(kesiapsiagaan) terhadap bencana, terlebih bagi daerah rawan gempa seperti Provinsi
Bengkulu. Selama ini peran adaptasi dan mitigasi terhadap bencana banyak difokuskan
pada elemen pemerintah daerah yang ditujukan kepada masyarakat umum secara luas,
padahal unsur terkecil masyarakat yang paling dekat dan rentan terhadap bencana di
tingkat pertama adalah keluarga. Keluarga menjadi kelompok sosial pertama yang
dipandang mampu untuk menjalankan komunikasi efektif dalam berbagai hal, sehingga
keluarga yang berkumpul dalam berbagai hunian di daerah rawan bencana lebih
memerlukan pendidikan dan pendampingan untuk tanggap bencana
Analisis Pengaruh Beban Lalu Lintas Terhadap Tingkat Kerusakan Jalan Soenandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo
Soenandar Priyo Sudarmo Road often experiences significant stress due to
high traffic volume and load, particularly from heavy vehicles used for various
industrial activities in Prambon District. Additionally, during the survey, various types
of damage were identified, such as pothole, alligator cracking, and raveling. Based on
this, the author conducted a study to analyze the impact of traffic load on the level of
damage to Soenandar Priyo Sudarmo Road. The primary data used included road
damage data, riding quality, and traffic counting, while the secondary data included
road geometric data and Average Daily Traffic. This study used the Indrasurya and
Dirgolaksono (1990) method to analyze road damage, as this method is an adaptation
of various previous road damage evaluation methods, taking into account road
conditions in Indonesia The effect of traffic load on road damage was analyzed using
exponential regression to identify the non-linear relationship between the independent
variable and the dependent variable. The analysis results showed that the types of road
damage found were quite diverse, including potholes, raveling, alligator cracking,
distortion, transverse and longitudinal cracks, rutting, patching, and edge
deterioration. Based on the analysis per segment, the average damage value per
segment ranged from 18.85% to 45.16%, with riding quality in the RQ 1 to RQ 3
categories. Regression showed that heavy vehicles, particularly ESAL 1.2–22 trailers,
had the most significant impact on road damage with an R² value of 0.905. This study
indicates that traffic load, particularly from heavy vehicles, significantly contributes
to road damage. Based on these results, recommended road maintenance is
categorized into light, moderate, and no maintenance, depending on the condition of
each segment
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Alisya Karya Muhammad Makhdlori Kajian Psikologi Sastra
Wibowo, Bayu Priyo. 2017, "The Inner Conflict of the Primary Figure in Alisya's Novel The work of Muhammad Makhdlori is a literary psychology study". Thesis, Indonesian Literature Study Program, Undergraduate Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang.
Novel Alisya The work of Muhammad Makhdlori recounts the inner conflict of the main character Alisya against herself and her environment. This novel discusses the reality of human life is closely related to the problems of life that affects the development of psychology. The purpose of this study is to describe the intrinsic elements that exist in Alisya's novel and reveal the personality of Alisya as the main character. The author uses a fictional structure to describe the element of the novel builder (figure and characterization, plot, and background). The author also uses the theory of literary psychology that focuses on psychoanalysis Sigmund Freud to examine the personality of the main character through the structure of personality id, ego and superego.
The result of structural analysis of Alisya's novel contains eleven figures consisting of one main character and ten additional characters; The plot of Alisya's novel is an advanced path; The setting contained in this novel is the setting of time, place, and social.
The result of the analysis of personality structure in outline of Alisya figure has no balance between Id, Ego and Superego. Alisya's id and ego are so prominent that she is incapable of controlling her attitude and behavior. Although initially the more dominant Alisya character shows the aspect id and ego, but superego aspects of the morality of her personality can make Alisya back to the right way.
Keywords: Novel, Structure, Psychology, Psychoanalysis
PERAN HUMAS DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI PANGANDARAN SEBAGAI EKOWISATA MELALUI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PANGANDARAN
Pangandaran merupakan pantai yang diproyeksikan untuk dijadikan tempat wisata nasional oleh pemerintah kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas dalam pengembangan pantai Pangandaran sebagai ekowisata melalui kearifan lokal masyarakat Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif dan sample purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah berperan sebagai mediator dan fasilitator antara pemerintah dengan masyarakat dengan mengggunakan: komunikasi antarpersonal (menggunakan trik trik komunikasi secara psikologis); pendekatan Humas dengan komunikasi terbuka antara pemerintahan dengan masyarakat, dengan menggunakan opinion leader (tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh keamanan); pendekatan media yaitu promosi melalui media massa terutama media cetak; melakukan hubungan baik dengan media (media relations) dengan wartawan dari berbagai media melalui sebuah kerja sama resmi melalui MoU. Humas Kabupaten Pangandaran memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk mensosialisasikan program pemerintahnya terkait dengan pembentukan Pangandaran sebagai ekowisata dan sentral wisata pantai di Jawa Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.5Pangandaran merupakan pantai yang diproyeksikan untuk dijadikan tempat wisata nasional oleh pemerintah kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas dalam pengembangan pantai Pangandaran sebagai ekowisata melalui kearifan lokal masyarakat Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif dan sample purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah berperan sebagai mediator dan fasilitator antara pemerintah dengan masyarakat dengan mengggunakan: komunikasi antarpersonal (menggunakan trik trik komunikasi secara psikologis); pendekatan Humas dengan komunikasi terbuka antara pemerintahan dengan masyarakat, dengan menggunakan opinion leader (tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh keamanan); pendekatan media yaitu promosi melalui media massa terutama media cetak; melakukan hubungan baik dengan media (media relations) dengan wartawan dari berbagai media melalui sebuah kerja sama resmi melalui MoU. Humas Kabupaten Pangandaran memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk mensosialisasikan program pemerintahnya terkait dengan pembentukan Pangandaran sebagai ekowisata dan sentral wisata pantai di Jawa Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.
Identity and Struggle of Women Micro, Small and Medium Enterprises in Digital Social Media Communication
This study explores how female micro-entrepreneurs in Pangandaran construct their identities and narrate their economic struggles through digital communication on social media. Drawing on a qualitative case study approach, the research identifies that social media functions not merely as a marketing tool but also as a symbolic space for self-representation, emotional engagement, and collective empowerment. The findings reveal that identity construction among women entrepreneurs is shaped by a combination of domestic roles, cultural values, religious expressions, and community affiliation. Through platforms such as WhatsApp, Facebook, and Instagram, these women employ simple but consistent communication strategies to promote their businesses, connect with customers, and share personal narratives. Many include culturally embedded elements in their posts, such as local dialects, traditional products, and expressions of gratitude, reflecting their rootedness in local traditions and values. Community networks like Baraya and PPUMI serve as key enablers of cooperative branding and digital literacy, strengthening the social capital among members. This research confirms that digital communication is an essential tool for empowerment, particularly when it aligns with local contexts and gendered experiences. It also highlights the importance of narrative-based digital training and participatory approaches in fostering inclusive digital entrepreneurship. The study contributes to a deeper understanding of how digital media intersects with gender, culture, and economic resilience in tourism-based regions in Indonesia
Penggunaan Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan pentingnya Imunisasi
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Cook Helper Di Hotel Grand Mercure Surabaya
Menunjang pekerjaan cook helper untuk mengasah kemampuan dan keterampilan serta dapat mencapai kinerja yang diharapkan. Dalam penelitian ini terdapat permasalahan dalam kinerja cook helper seperti miskomunikasi, perlambatan waktu kerja, terbebani pekerjaan yang bukan tugasnya serta karyawan tidak mengembalikan bahan ke tempat asalnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu dapat memotivasi diri dan diharapkan ada perubahan dari kinerja cook helper menjadi lebih baik lagi kedepannya. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat menunjang kinerja cook helper, mengidentifikasi hambatan atau kendala kinerja cook helper serta bagaimana cara mengatasi atau upaya untuk meningkatkan kinerja cook helper
Teori dan praktik penelusuran informasi (informasi retrieval)
Buku ini menyajikan secara umum tentang pengertian, manfaat, fungsi, dan sumber informasi secara menyeluruh.xix, 458 hlm. ; 23 c
SIMULASI NUMERIK TERBENTUKNYA REATTACHMENT LENGTH TERHADAP PERUBAHAN TINGGI OBSTACLE PADA TEE DUCT
Simulasi Numerik digunakan untuk melihat fenomena aliran melintasi tee duct dengan menggunakan viscous turbulence model Reliazible k-epsilon. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan simulasi numerik untuk mengkaji karakteristik aliran melintasi tee duct berukuran sisi inlet 1 meter, panjang sisi keluar 1 meter dan ukuran duct 0,15 m x 0,15 m. Pada studi ini, akan dipasang obstacle pada tee duct dengan penambahan variasi tinggi obstacle (t/D) pada sisi tee duct t/D = 0,5 dan 1 dengan menggunakan asumsi dalam keadaan steady flow, incompressible flow. Prosedur simulasi numerik mengacu dari ten element policy. Simulasi numerik dengan menggunakan viscous turbulence model tipe Realizable k-e (RKE) yang sesuai untuk melihat fenomena reattachment dan diskritisasi menggunakan Second Order Upwind. Hasil menunjukkan bahwa reattachment length semakin menurun dengan meningkatkanya ketinggian obstacle yaitu pada t/D = 1 dibanding tanpa obstacle. Kata kunci - tee duct, obstacle, k-ε turbulence model, second order upwind                        Â
- …
