10 research outputs found
Pertumbuhan Akar Stek Kakao (Theobroma cacao L) Setelah Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F.
SUBARYO. J201900419. Pertumbuhan Akar Stek Kakao
(Theobroma cacao L) Setelah Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F. (Dibawah bimbingan Koen Praseno dan Erma Prihastanti).
Penelitian ini dilakukan di PTP XVIII Kebun : Getas / Asinan / Banaran Ambarawa pada bulan Nopember 1995 sampai dengan bulan Januari 1996. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh Rootone F terhadap pertumbuhan akar stek kakao, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Rootone F yang paling baik pada pertumbuhan akar stek kakao.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu A = kontrol tanpa pemberian Rootone F, B = pemberian Rootone F 0,3 gr/100cc alkohol 50 %, C =pemberian Rootone F 0,4 gr/100cc alkohol 50 %, D = pemberian Rootone F 0,5 gr/100oc alkohol 50 %, E = pemberian Rootone F 0,6 gr/100cc alkohol50 % dan 5 kali ulangan yang kemudian dilanjutkan uji BNT taraf uji 5 %
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan stek kakao dalam larutan Rootone F meningkatkan pertumbuhan akarnya sedangkan konsentrasi Rootone F yang paling baik untuk meningkatkan .pertumbuhan akar stek kakao pada perlakuan D yaitu 0,5 gr / 100 cc alkohol 50 %
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Sekolah Menengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematis siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan dan memfasilitasi untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), karena dengan model pembelajaran berbasis masalah siswa berorientasi terhadap masalah nyata (a real world problems) dan dalam tahapan pembelajaran siswa melaporkan hasil kerjanya yang dikerjakan secara berkelompok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: menganalisis implementasi model pembelajaran berbasis masalah untuk kemampuan literasi matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan metode dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghimpun literatur yang berkaitan dengan variabel penelitian kemudian diklasifikasikan dan dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan dan memiliki dampak positif terhadap perkembang kemampuan literasi matematis siswa sekolah menengah
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PUISI BERORIENTASI PADA PENGIMAJIAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL THINK TALK WRITE DI KELAS VIII A SMP PASUNDAN 2 BANDUNG
Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Pasundan 2 Kota Bandung Kelas VIII A, yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Materi yang dipelajari selama penelitian adalah kemampuan menulis puisi berorientasi pengimajian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII A SMP Pasundan 2 Kota Bandung. Pada umumnya peserta didik kurang antusias dan kurangnya partisipasi dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa model think talk write dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII A SMP Pasundan 2 Kota Bandung. Hal ini terlihat dari data observasi terhadap peserta didik pada saat penerapan model tersebut mengalami peningkatan persentase aktivitas peserta didik selama pembelajaran dari siklus I hingga siklus III. Hasil prestasi belajar peserta didik kelas VIII A SMP Pasundan mengalami peningkatan. Siklus I peresentasenya adalah 57%. Pada siklus II dan III mengalami peningkatan hasil prestasi belajar dengan peresentase naik masing-masing 72% dan 77,5%. Salah satu keunggulan menggunakan model ini adalah dapat membantu peserta didik dengan mudah menemukan ide-ide yang akan dibuatnya menjadi sebuah puisi dan membantu peserta didik dalam berimajinasi. Didalam model ini terdapat berpikir, berdiskusi atau berbicara dan menulis
Analisis Kemampuan Self-Concept Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write Pada Siswa SMP
The purpose of this study was to determine the self-concept of students who received mathematics learning using the Think Talk Write cooperative learning model better than students who received conventional learning. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group research design. The population in this study were class VII students of SMPN 1 Baleendah. Sampling using purposive sampling technique. The research sample consisted of two classes, namely the control class and the experimental class. In the experimental class learning through cooperative learning model type Think Talk Write while in the control class learning using conventional learning. The data collection instrument used was a self-concept questionnaire. Data analysis using SPSS 20.0 for Windows software. The results of the study are that the Self-Concept of students who receive mathematics learning using the Think Talk Write cooperative learning model is better than students who receive conventional learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui self-concept siswa yang memperoleh pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Baleendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write sedangkan pada kelas kontrol pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket self-concept. Analisis data menggunakan software SPSS 20.0 for Windows. Hasil penelitian yaitu Self- Concept siswa yang memperoleh pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional
Ketercapaian Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran PPKN Kelas VII SMP Telkom Makassar(Penerapan Kurikulum 2013)
Trends and Implications of Ethnomathematics Studies: A Bibliometric Analysis
Abstract: Learning that utilizes the environment as a learning resource combines and integrates culture or local wisdom, which is the best choice and indicates the quality of 21st-century learning. However, more information is still available in the literature to explain trends and applications of ethnomathematics so that the implications can be considered later. This bibliometric study specifically presents research trends in the field of ethnomathematics. This goal was achieved by analyzing 182 of 500 appropriate data identified from online databases using the publish or perish (PoP) application. The analysis results show that research related to ethnomathematics is progressing and is almost evenly distributed throughout Indonesia. The trend of using ethnomatics in the classroom also involves using various methods and media, identifying regional culture and traditional houses, and community activities related to ethnomathematics. However, few consider advanced media, such as augmented reality. Virtual reality hasn't been touched yet. The effectiveness of ethnomathematics is also associated with various mathematical abilities, but there is still little research on metacognition. This gap is valuable information for downstream research
Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP melalui Model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 52 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diperoleh kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER dan kelas VIII-6 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa yang memproleh model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikansi 0,0235Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 52 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diperoleh kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER dan kelas VIII-6 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa yang memproleh model Problem-based Learning dengan Teknik MURDER lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikansi 0,0235
The Future of Augmented Reality Immersive Technology-Based Mathematics Learning: A Meta-Analysis Study
Immersive technology with augmented reality (AR) as a didactic support has gone global and enriched the learning process with various packages of advantages. Although there have been many meta-analyses to test the aggregate effect of AR on students' academic performance, few have considered the duration of treatment as a moderator variable and also the comparison of the effect of AR in mathematics learning with other subjects. This study was conducted to. This random effect meta-analysis study was conducted to test the effectiveness of the application of immersive AR technology in learning by considering the duration of treatment and subject matter as research features and specifically identifying data from the Scopus database. This objective was achieved by examining 73 independent comparisons (n = 2822) that met the requirements and were identified from the Scopus database. The results of the CMA software-assisted analysis showed that the integration of immersive augmented reality technology in learning had a moderate effect (g = 0.75, p < 0.005) compared to learning conditions without AR. These results also add empirical validity to the relationship between categorical variables and the size of the research effect, as needed to understand research in the context of the application of AR in mathematics learning in the future. By clarifying the impact of AR implementation in mathematics learning, this study contributes to teachers to improve teaching effectiveness, enrich interactive learning media, and arouse students' interest and understanding of mathematical concepts in a more concrete and visual way. These findings also provide new directions for teachers, lecturers, stakeholders, and professionals in their efforts to develop a didactic framework by considering the duration of treatment in future AR applications
ENHANCING MATHEMATICAL COMPETENCIES IN TVET: LESSONS FROM ENGINEERING STAFF IN MALAYSIAN MANUFACTURING SECTORS.
Technical and Vocational Education and Training (TVET) programmes are crucial in providing the skilled workforce required by various industrial sectors in Malaysia. Mathematical knowledge and skills are essential foundations in TVET programmes as they equip students with the numerical skills, measurement, problem-solving abilities, and logical reasoning needed in various skill areas. However, studies show that TVET students face weaknesses in mathematics, such as poor understanding of basic concepts, weak calculation and problem-solving skills, and difficulties in applying mathematical concepts to new situations related to their skill areas. To overcome these weaknesses, new approaches in mathematics teaching and learning are needed, including emphasis on mathematical applications in skill areas, more effective pedagogy, and adequate training for instructors. Due to the complexity of problems that engineering staff need to solve, they require training in real-life problem-solving scenarios. MBOT accreditation guidelines emphasise the critical importance of developing mathematical competencies in producing versatile graduates who can apply mathematical knowledge to address real-world challenges in their respective disciplines. Therefore, a phenomenological approach was used in this study to identify mathematical competencies (MC) among engineering staff serving in manufacturing workplaces. Data were collected through intensive interviews, and phenomenological reduction techniques were used for data analysis. The findings show that mathematical competencies frequently used by engineering staff include Manage to Gather Data Problem Handling, Tools management, and Self-mathematical Decision. This study can provide input to instructors on developing mathematical competencies relevant to real-life problem-solving in TVET academic activities and programmes at their respective institutions
KINETIKA RB,AKSI PEMBUATAN KALIIJM BIKARBONAT DARI EILSTRAK ABU KULIT BUAH KAPUK DENGAII GAS KARBON IIIOKSID SECARA SINAMBTTNG Purro Subaryo Thiilm2
ABSTRAK
Dalam rangka meningkatkan pemanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian, telah
dilakukan'beberapa
penelitian tentang pembuatan kalium bikarbonat dari ekstrak abu
,iru-rir* hasil pertanian dan gas CO2. Dalam penelitian ini akan dipelajari kinetika
ir.f.ri pembuafun kalium bikarbonat dari ekstrak abu kulit buah kapuk dan gas CO2,
yurrg *.tupakan reaksi heterogen antara gas-cairan, karena untuk perancangan
i.utiot sangat dibutuhkan data kinetika reaksi yang terjadi.
Reaksi antara kalium karbonat dalam ekstrak abu dengan gas CO2 dilakukan
dalam reakfor alir tangki berpengaduk, ekstrak abu dialirkan melalui bagian atas
tangki, gas digelembungkan dari dasar tangki. Hasil reaksi keluar tangki secara over
noi,
-Jontoh
hasil diambil setiap selang waktu 2 menit, analisis hasil untuk
mengetahui konsentrasi karbonat dan bikarbonatnya dengan cara volumetrik.
VariiUet yang dipelajari meliputi : suhu, kecepatan gas dan konsentrasi kalium
karbonat.
Reaksi heterogen gas-cair antara kalium karbonat dalam ekstrak abu dengan
gas COz, merupakan reaksi kesetimbangan. Semakin tinggi suhu, nilai konstanta
fesetimbangan reaksi (K) semakin naik, dan nilainya' dapat dinyatakan dengan
persamaan :
-tl74W
+ 25,313 lnK :
ru,
Atas dasar pengaruh suhu terhadap konstante kecepatan reaksi dan parameter M,
reaksi keseluruhan ditentukan oleh transfer massa dan reaksi kimia bersama-sama
( regrm campuran ). Pada kisaran variabel yang dipelajari, hubungan antara kontanta
kecipatan reaksi ( kr1) dan koefisien perpindahan massa pada fasa cair ( K"a) dengan
suhu(T), kecepatan gas ( G1 ) dan konsentrasi kalium karbonat ( Cuo ), mengikuti
persamaan:
krlQ) = 967,5 Gto'oo" Cuo
0,108 g
RT
191,1
K
,u(2) = 0,1 I 1 55 Gl0'64s3 c uo-0'7
t+s
,
RT
yang lrerlaku untuk T : 293 sampai 323 K, Gr
: 22,67 sampai 77,865 mgmol/(cm
menit), Cru,: A)283 sampai 0,1754 grnol/L
