169 research outputs found
Pilihan Menu Sehari-hari Favorit Keluarga
Buku "Pilihan Menu Sehari-hari Favorit Keluarga" oleh Subaidah merupakan panduan praktis untuk menyajikan menu-menu favorit keluarga sehari-hari. Buku ini berisi resep-resep makanan yang mudah diikuti dan bahan-bahannya dapat diperoleh dengan mudah. Cara memasaknya juga sederhana dan praktis. Bunda tidak akan bingung lagi dalam menyiapkan hidangan untuk keluarga tercinta. Buku ini juga memberikan trik untuk memodifikasi resep sehingga Bunda memiliki banyak variasi menu favorit keluarga. Buku ini sangat cocok untuk membantu memenuhi kebutuhan masakan keluarga sehari-hari.56 p. ; 23 cm
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI POSITIF THINKING DALAM MENGATASI MINDSET NEGATIVE SISWA KELAS XI IPS DI SMA NURUL HUDA SURABAYA
Subaidah (B03212046). Bimbingan dan Konseling Islam Dengan Terapi Positif Thinking Dalam Mengatasi Mindset Negatif Siswa Kelas XI IPS di SMA Nurul Huda Surabaya.
Fokus penelitian ini adalah (1)Bagaimana Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Positif Thinking Dalam Mengatasi Mindset Negative Siswa? (2) Bagaimana hasil Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Positif Thinking dalam mengatasi Mindset Negative siswa?
Dalam menjawab permasalahan tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode kuantitif dengan eksperimen analisis uji-T (Paired sample T-test). Sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan angket Pret test dan Post Test, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah 18 Siswa SMA Nurul Huda Surabaya. Adapun indikator dari masing-masing variabel adalah 1) Dapat membedakan antara yang positif dan negatif, dapat bertanggung jawab atas dirinya, merubah persepsi negatif ke positif. Visualisasi positif, Keyakinan menjadi optimal, tidak menyia-nyiakan waktu. 2) Mindset Negatif dalam hal ini dibatasi pada: aspek prilaku, aspek sikap, aspek pandangan. Dalam penelitian ini proses konseling Dalam pengkondisian awal sebelum mengarah ke proses Positif thinking tersebut, peneliti memberikan gambaran awal yang dikemas dalam sebuah training/pelatihan yang disitu mencakup pembahasan tentang Memperbaiki dan mengubah cara berfikir klien yang mudah putus asa, Mengurangi sifat klien yang awalnya malas untuk belajar, Mendorong klien agar bisa percaya diri. Semua gambaran awal tersebut dijelaskan tentang betapa pentingnya aspek-aspek tersebut dalam kehidupan. Dalam penelitian ini menggunakan Terapi Positive Thinking dengan strategi teladan/modelling dan afirmasi positif. Langkah selanjutnya adalah melihat adanya pengaruh atau tidaknya Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Positive Thinking dalam mengatasi mindset negative siswa di SMA Nurul huda Surabaya. Dengan melihat hasil uji-t menunjukkan bahwa korelasi 0,830 > 0,000 Nilai korelasi lebih besar dari pada nilai signifikan, hal ini menunjukkan adanya Pengaruh Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Positive Thinking dalam mengatasi Mindset Negatif Siswa di SMA Nurul Huda Surabaya.Adapun sejauh mana pengaruhnya adalah Tinggi
Strategi Lembaga Pemasyarakatan Dalam Penguatan Modal Sosial Narapidana Narkotika (Studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas Ii A Malang)
Subaidah,2014, Strategi Lembaga Pemasyarakatan Dalam Penguatan Modal Sosial Narapidana Narkotika (studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang) dibawah bimbingan Dr. Choirul Saleh, M.Si dan Drs.Minto Hadi,M.Si, 114 hal + xiv. Penelitian ini dilakukan atas dasar tingginya tindak pidana narkotika yang menjadikan Lembaga Pemasyarakatan mempunyai tugas bagaimana membina narapidana agar tidak mengulangi perbuatannya dan masyarakat dapat menerimanya kembali. Hal itu dilakukan dengan melakukan penguatan modal sosial, karena modal sosial berkaitan dengan hubungan dalam masyarakat dan salah satu manfaat dari modal sosial yaitu sebagai kontrol sosial. Untuk itu perlu adanya kegiatan yang menguatkan modal sosial narapidana narkotika dan strategi dalam pelaksanaannya. Fokus penelitian ini adalah kegiatan penguatan modal sosial narapidana, strategi penguatan modal sosial, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penguatan modal sosial narapidana narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapas Wanita Kelas IIA Malang telah memberikan kegiatan penguatan modal sosial melalui pembinaan kesadaran agama dan pembinaan kemandirian untuk penguatan kepercayaan.Pemberian asimilasi bermain voli dan pembebasan bersyarat untuk penguatan jaringan narapidana narkotika.pembinaan kesadaran hukum dan agama untuk penguatan norma narapidana. Untuk strategi yang digunakan Lapas Wanita Kelas IIA Malang dalam penguatan modal sosial yaitu Corporate Strategyberkaitan dengan visi misi lembaga, Programe Strategyberkaitan dengan kegiatan penguatan modal sosial, Resource Report Strategyadalah strategi sumber daya yang digunakan, dan Instutional Startegy(Strategi Kelembagaan). Dalam penguatan modal sosial partisipasi masyrakat merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaannya, sedangkan penghambat yaitu stigma negative dan lingkungan asal narapidana yang tidak baik dan tidak mendukung.
Factors influencing customers' satisfaction towards Subaidah restaurant in UUM
The purpose of this study is to investigate the influencing factors of customer satisfaction in restaurant industry, Since the restaurant sector is one of the fastest growing sectors in malaysia, it is a paramount important to investigate the customers’ perception on restaurant factors influencing customers satisfaction. A total of 327 questionnaires were collected from the customers of Subaidah restaurant in UUM. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was used to test the study hypotheses. The findings of this study show that Service quality, Food quality, Physical environment, Restaurant facility and Halal elements are positively and significantly influence overall customer’s satisfaction. While Food price influence on overall customer’s satisfaction was not supported by the result of the hypotheses. Findings of this study provide more insight to managers of hospitality industry especially in the development of restaurant industry that will give some managerial implication and useful direction for restaurateurs. Moreover the findings of this research can also be extremely important in the basis of providing solutions and information for restaurants managers and scholars in the area of customer satisfaction with the specific interest in catering and hospitality industry
Peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IV pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan metode diskusi di SDN 03 Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat [Skripsi] / oleh Subaidah
Bibl.: 41rnAda CD.xiii, 41 hlm. : ill. ; 28 cm. . -- Lamp. ( 2
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI DALAM PENULISAN TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII MTs NEGERI 1 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Analisis Kesalahan Morfologi dalam Penulisan Teks Deskripsi
Siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Subaidah Kaso, NIM
17210153037, Pembimbing Bapak Dr. Mohamad Jazeri, S.Ag., M.Pd.
Kata kunci : Alisis kesalahan afiksasi, kata depan.
Bahasa pada dasarnya merupakan ucapan seseorang atau dianggap bahasa lisan dan dipelajari
sebelum bahasa tulisan. Pada 1928 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional,
sedangkan bahasa Indonesia baru dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara
kemerdekaan, yakni bersama dengan pengesahan Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia pada 18 Agustus 1945. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara
menjadikannya sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan. Hal ini berakibat pada penggunaan
bahasa secara baik dan benar oleh setiap orang Indonesia khususnya guru dan siswa yang
berkiprah dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting ditanamkan pada siswa penggunaan
bahasa yang baik dan benar dalam setiap kegiatan pembelajaran. Hanya saja permasalahannya
masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa yang dilakukan baik guru atau siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa siswa sering terjadi kesalahan
penggunaan afiksasi dan kata depan dalam penulisanya. Bahkan seperti mereka sudah terbiasa
menulis tanpa memerhatikan afiksasi dan kata depan. Hal ini disebabkan dan ketidaktahuan
siswa dalam penggunaan afiksasi dan kata depan, sehinga mengakibatkan siswa belum mampu
memahami penggunaan afiksasi dan kata depan secara tepat dan benar.
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) bagaimana kesalahan
penggunaan afiksasi dalam penulisan teks deskripsi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Tulungaung?
(2) bagaimana kesalahan penggunaan kata depan dalam penulisan teks deskripsi siswa kelas VII
MTs Negeri 1 Tulungagung? adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi kesalahan penggunaan afiksasi dalam penulis teks deskripsi siswa kelas VII
MTs Negeri 1 Tulungagung dan mengidentifikasi kesalahan penggunaan kata depan dalam
penulisan teks deskripsi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Sumber data berasal dari hasil
karya siswa yaitu teks deskripsi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan
dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan membaca secara keseluruhan teks deskripsi
yang menjadi objek penelitian, menganalisis kesalahan afiksasi dan kata depan dalam teks
deskripsi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Tulunagung.
Hasil analisis bentuk kesalahan penggunaan afiksasi dan kata depan dalam teks deskripsi
siswa bahwa terjadi kesalahan 2 bagian dari afiksasi dan 2 bagian dari kata depan. Penggunaan
kesalahan prefiks 19 kesalahan dan penggunaan kesalahan sufiks 4 kesalahan. Kesalahan
penggunaan kata depan “di” 41 kesalahan dan kesalahan kata depan “ke” 3 kesalahan
MANAJEMEN T-A-P-E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN
Guru melaksanakan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode. Data tahun 2016-2017 hasil rekapitulasi KD dan metode yang digunakan dari 11 mata pelajaran kelas VII berjumlah 130 KD, maka 108 KD dibelajarkan dengan metode saintifik dan tidak ada KD yang menggunakan problem based learning dalam membelajarkannya. Kelas VIII sejumlah 150 KD dari 11 matapelajaran, maka 136 KD menggunakan metode saintifik dalam membelajar-kannya dan tidak ada KD yang menggunakan Problem Based Learning dalam membelajarkannya. Kelas IX sejumlah 126 KD dari 11 matapelajaran, maka 107 KD menggunakan metode saintifik dalam membelajarkannya dan 4 KD yang meng-gunakan Problem Based Learning dalam membelajarkannya. Untuk meningkatkan kemampuan guru menerapkan problem based learning dalam pembelajaran digunakan manajemen T-A-P-E. Manajemen T-A-P-E adalah suatu siklus tindakan yang terdiri dari tahapan terbuka melalui kegiatan FGD, kemudian aktivitas guru dalam menyusun RPP dengan menerapkan PBL dalam pembelajarannya, pemantauan melalui kegiatan supervise dan evaluasi dan tindak lanjut. Hasil dari tindakan menggunakan manajemen T-A-P-E untuk meningkatkan kemampuan guru menerapkan PBL dalam pembelajarannya diperoleh 3 guru memperoleh selisih skor yang dicapai lebih dari 30 poin dalam menyusun RPP. Sedang untuk pelaksanaan pembelajaran 5 guru memperoleh predikan sangat baik. 2 guru memperoleh predikat baik dan 3 guru memperoleh predikat cukup.
PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE DISKUSI MELALUI TEKNIK BUZZ GROUP PADA MATA KULIAH MATEMATIKA
Banyaknya anggapan bahwa matematika merupakan matapelajaran yang menakutkan, jika sampai saat ini pendidikan matematika belum dapat dikatakan meningkat mutunya secara signifikan jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah apakah penerapan metode diskusi melalui Teknik Buzz Group pada mata kuliah Matematika Sekolah II dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran Metode Diskusi melalui Teknik Buzz Group pada mata kuliah Matematika Sekolah II. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya semester ganjil pada tahun akademik 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, pemberian test, dan penyebaran angket. Data-data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan ststistik inferensial dan secara deskriptif. Dari hasilanalisisdidapatkanbahwa penerapan Metode Diskusi melalui Teknik Buzz Group pada mata kuliah Matematika Sekolah II dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa
KAJIAN SUHU TERHADAP LAMA PENYIMPANAN TERUNG UNGU (Solanum melongena, L.) SEGAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu yang cocok selama penyimpanan terung ungu (Solanum melongena L.) segar dengan melihat perubahan fisik dan umur simpan terung. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Partanian (TPPHP), Program Studi Teknik Pertanian dan Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini dilakukan dengan memberi tiga perlakuan suhu 50C, 100C, 150C dan suhu ruang sebagai control dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terung yang disimpan pada suhu 50C dan 100C mengalami chilling injury, suhu 100C mengalami susut berat yang tinggi, suhu 150C bertahan sampai 12 hari. Terung yang disimpan pada suhu ruang mengalami pembusukan dan terung hanya bertahan sampai 7 hari. Suhu penyimpanan yang memberikan warna, kekerasan dan aroma yang paling bagus selama penyimpanan adalah suhu penyimpanan 150C, untuk itu disarankan untuk menyimpan terung pada suhu 150C.
Kata kunci: Terung Ungu, Suhu, Penyimpanan, Perubahan Fisik,Umur Simpan
Interpreting Friendship and Betrayal in QS. Ali ‘Imrān [3]: 118: A Historical and Linguistic Analysis of Biṭānah and Min Dūnikum
The diversity of interpretations surrounding the prohibitive figure in QS. Ali ‘Imran [3]: 118, reflected in the terms biṭānah and min dūnikum as presented by various interpreters, carries the potential to foster exclusive behaviors within Muslim communities, especially in multi-religious regions. This study seeks to uncover the historical meaning intended in the verse to clarify the nature of this figure. Utilizing a qualitative approach, with the ma\u27nā-cum-maghzā method as an analytical tool, the research reveals that biṭānah refers to a close confidant who is granted access to personal information. Interpretations commonly align on this understanding, which contrasts with the term min dūnikum. The latter term is deeply embedded in its immediate context, pointing to a figure who lacks the same level of discretion or shared vision within a friendship. The divergence in vision leads to a potential for betrayal, prompting the verse to issue a caution regarding relationships with such individuals. This caution stems from the character of those who, not sharing the same vision, may harbor ill intentions, both physically and spiritually. The study concludes that the significance of min dūnikumlies not in religious identity but in the nature of the friendship, where differing visions can lead to a propensity for betrayal, even among members of the same community
- …
