11 research outputs found

    Optimization of Distribution Cost of 3kg Gas Cylinder at PT. Gemilang Putra Sejati Using the North West Corner, Least Cost, and Vogel Approximation Method

    No full text
    Gas cylinder 3 Kg is one of the elements that is quite important to meet Indonesia's food needs, especially in the use of gas stoves for cooking. This study aims to solve the problem of the cost of shipping 3 Kg gas cylinders at PT. Gemilang Putra Sejati as a gas cylinder distributor company in the Bekasi Regency area. The gas cylinders are stored in warehouses located in 3 sub-districts, namely West Cikarang, Setu and Cibitung, which will be distributed to 5 main agents. Delivery of gas cylinders uses land transportation in the form of 3-wheeled pick-up motors. Shipping costs are calculated based on the total distance from the warehouse to the agent using 3 transportation models, namely the NWC, Least Cost, and VAM methods. The results of the calculation of distribution costs using the NWC method are Rp. 41,760, Least Cost method of Rp. 34,400, and the VAM method of Rp. 33,990. Furthermore, the VAM method is carried out with the final solution using the Stepping Stone method with the result of Rp. 30,090. Then the VAM method can be applied to the companies. Keywords : Optimization, Distribution, VAM method, Least Cost Method, NWC method

    ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER OBAT PADA APOTEK ADINDA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

    Get PDF
    In this study, researchers used the Analytical Hierarchy Process (AHP) method as a decision support tool in supplier selection. This research is expected to be able to provide information to the Adinda Pharmacy regarding which supplier should be chosen to be the top priority in meeting the needs of the pharmacy. This method starts from identifying problems that occur at the pharmacy, after which the criteria that are considered important are determined through preliminary interviews and filling out questionnaires by the pharmacy. Data processing was done using Microsoft Excel. Sampling used in this study using purposive sampling technique. The number of samples used in this study were 5 suppliers. From the research results, the level of importance of the most influential criteria in supplier selection is the quality criteria with a weight value of 0.51. Second, the price criteria (0.23). Third, the service criteria (0.13). Fourth, the delivery criteria (0.08). Fifth, quantity criteria (0.05) with a consistency ratio test value of 0.06. This shows that Apotek Adinda prioritizes high quality products from suppliers. The results obtained from research using the Analytical Hierarchy Process method are the priority order of the best drug suppliers for Adinda Pharmacy, namely PT. Marganusantara Jaya with a weight value of 0.38.   Keywords: Supplier Selection, Analytical Hierarchy Process, Best SupplierABSTRAK Pada penilitian ini, peniliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat pendukung keputusan dalam pemilihan supplier. Penilitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada pihak Apotek Adinda mengenai supplier  mana yang sebaiknya dipilih untuk menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan apotek.  Metode ini dimulai dari mengidentifikasi masalah yang terjadi pada apotek, setelah itu dilakukan penentuan kriteria yang dianggap penting melalui wawancara pendahuluan dan pengisian kuesioner oleh pihak apotek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 supplier. Dari hasil penilitian pada tingkat kepentingan kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier adalah kriteria quality dengan nilai bobot sebesar 0,51. Kedua, kriteria price (0,23). Ketiga, kriteria service (0,13). Keempat, kriteria delivery (0,08). Kelima, kriteria quantity (0,05) dengan nilai uji rasio konsistensi sebesar 0,06. Hal ini menunjukkan bahwa Apotek Adinda mengutamakan kualitas yang tinggi terhadap produk dari supplier. Hasil yang didapatkan dari penelitian dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process ini ialah urutan prioritas supplier obat terbaik bagi Apotek Adinda, yaitu PT. Marganusantara Jaya dengan nilai bobot sebesar 0.38.   Kata Kunci: Pemilihan Supplier, Analytical Hierarchy Process, Supplier Terbai

    PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN PERT (PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE)

    Get PDF
    Pada Penelitian proyek Pembangunan Museum XYZ, menggunakan teknik expert judgement yaitu menggunakan penilaian dari ahli dan menggunakan teknik analogous estimating  Berdasarkan waktu estimating penyelesaian proyek yaitu 154 hari dengan total biaya Rp.8.599.654.905. Dilakukan analisis pada perencanaan proyek Museum XYZ dengan menggunakan metode PERT (Project Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method). Didapatkan hasil pada metode CPM dan PERT di dapatkan lintas kritis berada pada kegiatan A-C-E-G-H-I-P-Q-R-T dan waktu penyelesaian proyek dengan menggunakan metode CPM di dapatkan hasil 102 hari, sedangkan pada metode PERT didapatkan waktu penyelesaian proyek dalam jangka waktu 129 hari. Berdasarkan perencanaa biaya percepatan proyek digunakan crashing project,  maka didapatkan hasil percepatan biaya metode PERT yaitu senilai Rp.89.965.000 dan hasil waktu metode CPM penambahan biaya pada pekerja sebesar Rp115.775.313. pada penjadwalan proyek digunakan kurva S untuk menentukan bobot biaya dengan waktu penyelesain proyek Pembangunan Museum XYZ, dan menggunakan Gantt Chart. Pada pengendalian proyek digunakan analisis sensitivitas agar mengetahui selesih perubahan waktu pada penyelesaian proyek.  Berdasarkan Analisis Sensitivitas bahwa scenario yang telah di buat disimpulkan bahwa setiap percepatan waktu selama 6 hari mengalami kenaikan biaya proyek sebesar 1%. Biaya kenaikan tersebut didapatkan dari penambahan jumlah pekerja dan biaya lembur

    Optimalisasi Biaya Pendistribusian Produk Kaca Menggunakan Model Transportasi dan Metode Stepping Stone

    Get PDF
    Produk kaca merupakan salah satu unsur yang cukup penting untuk memenuhi kebutuhan agen kaca dan aluminium di Indonesia. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah tingginya biaya distribusi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah rute distribusi dan biaya pengiriman produk kaca 8mm di UKM Rajawali Kaca dan Aluminium sebagai perusahaan pendistribusi kaca di wilayah Bekasi dan Bogor. Produk kaca disimpan di gudang yang berada di 3 lokasi yaitu Jonggol, Jatiwarna dan Jakasampurna yang akan didistribusikan ke 5 agen utama. Pengiriman produk kaca menggunakan transportasi darat berupa mobil pick up. Ongkos kirim dihitung berdasarkan jumlah jarak dari gudang menuju agen menggunakan 3 model transportasi yaitu metode NWC, Least Cost, dan VAM. Hasil Perhitungan biaya distribusi dengan menggunakan metode NWC adalah Rp. 229.500, metode Least Cost sebesar Rp. 181.900, dan metode VAM sebesar Rp. 180.200. Hasil metode VAM dilakukan solusi akhir dengan menggunakan metode Stepping Stone yang menghasilkan biaya sebesar Rp. 180.200. Optimalisasi rute distribusi dengan menggunakan metode VAM dapat diaplikasikan pada perusahaan untuk meminimalisasi biaya distribusi

    Optimasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Algoritma Blocplan dan Corelap

    Get PDF
    Anni Bakery & Cake merupakan salah satu UKM di Kabupaten Karawang yang bergerak di bidang produksi roti. Tata letak pabrik Anni Bakery & Cake saat ini belum tertata dengan baik. Hal ini terlihat dari adanya cross movement, laju backtracking dan adanya ruang kosong yang tidak terpakai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak untuk mengoptimalkan bangunan saat ini. Penelitian ini menggunakan algoritma BLOCPLAN dan CORELAP. Dari kedua algoritma tersebut, tata letak yang optimal akan dipilih sebagai tata letak usulan berdasarkan nilai total momen perpindahan yang lebih rendah, ongkos material handling yang lebih rendah, dan nilai efisiensi tata letak yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CORELAP dipilih sebagai tata letak yang diusulkan karena kemampuannya menghasilkan performa yang optimal. CORELAP memberikan pengurangan momen perpindahan sebesar 3.012,34 m/hari, efisiensi tata letak sebesar 36,10%, dan pengurangan OMH sebesar Rp. 18.626/hari

    Optimasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Algoritma Blocplan dan Corelap

    Get PDF
    Anni Bakery & Cake merupakan salah satu UKM di Kabupaten Karawang yang bergerak di bidang produksi roti. Tata letak pabrik Anni Bakery & Cake saat ini belum tertata dengan baik. Hal ini terlihat dari adanya cross movement, laju backtracking dan adanya ruang kosong yang tidak terpakai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak untuk mengoptimalkan bangunan saat ini. Penelitian ini menggunakan algoritma BLOCPLAN dan CORELAP. Dari kedua algoritma tersebut, tata letak yang optimal akan dipilih sebagai tata letak usulan berdasarkan nilai total momen perpindahan yang lebih rendah, ongkos material handling yang lebih rendah, dan nilai efisiensi tata letak yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CORELAP dipilih sebagai tata letak yang diusulkan karena kemampuannya menghasilkan performa yang optimal. CORELAP memberikan pengurangan momen perpindahan sebesar 3.012,34 m/hari, efisiensi tata letak sebesar 36,10%, dan pengurangan OMH sebesar Rp. 18.626/hari

    Analisis Fisiologi Kerja untuk Mengetahui Beban Kerja Fisik pada Pekerja Produksi di UKM Makaroni dan Kerupuk DO'A IBU

    No full text
    Ergonomics is an important thing that must be considered in the world of work, because it can affect the health and productivity of a worker. Work physiology is a branch of ergonomics that focuses on measuring the energy expended or energy consumed by humans. UKM Makaroni dan Kerupuk DO'A IBU is a business that was established in 2003 by producing various kinds of macaroni and crackers. Production activities in this business start from the frying section to the packaging, which is done manually and continuously. Research conducted at the UKM Makaroni dan Kerupuk DO'A IBU aims to reduce the physical workload by classifying the categories of physical workload, and calculating energy consumption. The method used is 10 beats, energy consumption, and CVL. The measurement of energy consumption is 7.08 kcal/minute (moderate work), while in the packaging section it is 4.14 kcal/minute (light work). The CVL measurement yields a value of 43.6% (needs improvement), while in the packaging section it is 17.5% (no fatigue) so there is no need for improvement

    Implementasi Critical Path Method (CPM) Terhadap Penjadwalan Proyek Pembuatan Ruang Kelas Pertukangan dan Sarpras Pusat Rehabilitasi

    Get PDF
    Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Namun pada kenyataannya di lapangan, suatu proyek tidak selalu berjalan sesuai dengan penjadwalan yang telah dibuat. Ada banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut terjadinya salah satu yang paling sering terjadi adalah karena turunnya hujan yang mengakibatkan proses kegiatan konstruksi harus ditunda. Keterlambatan waktu proyek yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi dapat menjadi masalah besar untuk kontraktor. Maka PT. Moriyama Indokarya sebagai perusahaan kontraktor dituntut untuk mengatur strategi agar proyek dapat selesai sesuai atau sebelum jadwal yang telah disepakati. Salah satu metode untuk mengembalikan tingkat kemajuan pengerjaan proyek yang telah tertunda adalah melakukan upaya percepatan waktu proyek. Penggunaan Metode CPM waktu pelaksanaan proyek Pembuatan Ruang Kelas Pertukangan Dan Sarpas Pusat Rehabilitasi-Kementrian Pertahanan RI mendapatkan hasil 76 hari kerja dimana lebih cepat sekitar seminggu dari perkiraan oleh PT. Moriyama Indokarya yang sebelumnya 82 har

    Perancangan Ulang Tata Letak Pabrik Industri Olahan Rotan PT XYZ di Kabupaten Cirebon Menggunakan Metode Systematic Layout Planning

    No full text
    Pabrik industri olahan rotan PT XYZ merupakan salah satu pabrik industri rotan yang berdiri sejak tahun 2000, dengan fokus pada salah satu rangkaian produksi produk rotan yaitu finishing. Tata letak pabrik saat ini belum terorganisir dengan sistematik dan belum ada perancangan khusus didalamnya. Hal ini tergambar pada terdapatnya cross movement, laju backtracking, tingginya ongkos material handling,dan juga terlalu jauh jarak antar departemen yang berkaitan langsung secara aliran proses produksi. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan perancangan ulang terhadap tata letak pabrik untuk mendapatkan ongkos material handling dan jarak perpindahan material yang lebih minimum, pada penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP). Akan diusulkan tata letak yang dapat memangkas ongkos material handling lebih minim dan jarak perpindahan barang lebih dekat dengan tidak adanya masalah dalam aliran proses. Hasil penelitian ini didapat layout usulan baru yang memiliki ongkos material handling Rp1.183.614 per minggu dengan pengurangan nilai sebesar Rp476.906 atau 28,72% dan tidak terdapat masalah

    Analisis Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja di PT.Djabesmen Menggunakan Metode Fishbone

    Get PDF
    The possibility of accidents in a building project is one of the causes of hampering the effectiveness of project work activities. Workers are required to implement a good occupational safety and health (K3) management system to minimize the possibility of work accidents. An example of a case in the construction world occurred in the Gading Mediterania Apartment construction project located in Kelapa Gading. The accident that occurred killed four workers. Two people were killed by precast concrete and two people died from electric shock. Therefore, to prevent the recurrence of the incident, research was conducted using fishbone analysis. The purpose of this research is to analyze the importance of using personal protective equipment at PT Djabesmen. The method used helps the author in analyzing the possibility of accidents on the project. The results of the analysis explain that the percentage of PPE use at PT Djabesmen is good. Keywords: Analysis, Fishbone, K
    corecore