Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    Pemanfaatan Limbah Kerang Simping Dan Kapur Tohor Sebagai Alternatif Bahan Bangunan Pada Beton Konvensional

    Full text link
    Produksi beton konvensional memberikan kontribusi besar terhadap emisi karbon dan konsumsi sumber daya alam, terutama dari penggunaan semen sebagai bahan utama. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan inovasi material ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menilai potensi limbah kerang simping, yang kaya akan kalsium karbonat (CaCO₃), serta kapur tohor hasil pembakaran batu kapur, sebagai bahan tambahan alternatif dalam pembuatan beton konvensional. Kedua material digunakan sebagai substitusi sebagian bahan baku dengan variasi penambahan sebesar 10%, 20%, dan 30%. Uji kuat tekan dilakukan pada beton berbentuk silinder berumur 28 hari sesuai standar SNI 7394:2008. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penambahan 10% campuran bubuk kerang simping dan kapur tohor mampu meningkatkan rata-rata kuat tekan beton menjadi 19,67 MPa, lebih tinggi dibandingkan beton tanpa bahan tambahan (17,50 MPa). Sebaliknya, penambahan sebesar 20% menurunkan kuat tekan menjadi 17,21 MPa, sedangkan pada penambahan 30% kuat tekan rata-rata naik kembali menjadi 18,26 MPa. Hasil ini mengindikasikan bahwa limbah kerang simping dan kapur tohor dapat memperbaiki performa beton pada komposisi tertentu, namun penggunaan berlebihan justru menurunkan kekuatannya. Oleh karena itu, penentuan proporsi bahan tambahan yang tepat sangat diperlukan agar mutu beton tetap terjaga sekaligus mendukung praktik konstruksi berkelanjutan. Kata kunci: Beton konvensional, limbah kerang simping, kapur tohor, kuat tekan, bahan bangunan alternatif

    Perbaikan Kemiringan Atap Tangki Tipe Floating Roof Menggunakan Metode Jack-Up

    Full text link
    Tangki penyimpanan dengan tipe atap Floating Roof (atap terapung) digunakan secara luas untuk menampung produksi minyak mentah ataupun produk olahannya. Konsep atap ini memungkinkan atap bergerak vertikal mengikuti ketinggian permukaan fluida, berfungsi untuk mengurangi kehilangan produk akibat penguapan. Penelitian ini menganalisis struktur sistem atap tangki yang telah mengalami kemiringan menggunakan analisa berbasis metode elemen hingga (numeris). Analisis difokuskan pada simulasi pengangkatan atap menggunakan hydraulic jack untuk memastikan tidak terjadi tegangan berlebih yang dapat merusak struktur. Berdasarkan simulasi pengangkatan atap miring dengan 7 titik pengangkatan, hasil analisis menunjukkan terjadinya kenaikan rasio tegangan maksimal pada rangka atap (profil channel C5x6,7) sebesar 52,2%, yaitu dari 0,27 menjadi 0,41. Nilai ini masih jauh di bawah kapasitas material sehingga tidak terjadi kegagalan struktur saat dilakukan pengangkatan. Reaksi vertikal maksimal yang terjadi saat pengangkatan adalah 11,16 ton, yang mengalami kenaikan sebesar 254,8% dibandingkan kondisi normal yaitu sebesar 3,14 ton. Besarnya reaksi vertikal maksimal sebesar 11,16 ton ini akan digunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan kapasitas hydraulic jack yang aman untuk digunakan dalam pekerjaan pengangkatan.  Kata kunci: tangki penyimpanan, floating roof, hydraulic jack, tegangan, reaksi vertika

    Legal Binding Opinion untuk Mencegah Terjadinya Sengketa (Studi Kasus pada Kontrak Konstruksi)

    Full text link
    Perbedaan pendapat dalam suatu pelaksanaan kontrak merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Perlu dilakukan suatu mekanisme penyelesaian yang sesedikit mungkin menyebabkan terjadinya gangguan pelaksanaan kontrak dalam penyelesaian perbedaan pendapat tersebut. Legal Binding Opinion merupakan salah satu solusi dalam penyelesaian masalah sebelum terjadinya sengketa, dengan biaya lebih murah dan waktu lebih cepat, tanpa mengurangi substansi keadilan dan kepastian hukum dari produk “legal binding opinion“ tersebut. Ketika musyawarah telah dinyatakan berakhir, serta mediasi maupun konsiliasi telah dilakukan, atau diperkirakan tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan para pihak, sebelum melangkah ke arbitrase, saatnya dikaji alternatif penyelesaian masalah melalui “legal binding opinion“. Makalah ini mengkaji berbagai aspek dari “legal binding opinion“, termasuk implementasinya pada suatu kontrak konstruksi, untuk memberikan pemahaman yang positif dari manfaat “pendapat hukum yang mengikat“ tersebut dalam menyelesaikan permasalahan pada kontrak konstruksi

    Penerapan Prinsip Kesetaraan Bagi Para Pihak Dalam Kontrak Baku

    Full text link
    Secara historis, penggunaan perjanjian baku telah menjadi praktik umum dalam berbagai kontrak, khususnya seiring dengan perkembangan sektor konstruksi yang menuntut efisiensi dalam hal biaya, waktu, dan tenaga. Namun demikian, perjanjian baku kerap kali tidak mampu merefleksikan prinsip keadilan dan kesetaraan antara para pihak yang terlibat. Ketidakseimbangan kekuatan dalam proses negosiasi menyebabkan terjadinya “tawar-menawar semu”, yang mencerminkan posisi tawar yang tidak setara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kesetaraan dalam perjanjian baku disektor konstruksi. Pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan fokus pada norma-norma hukum yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini mengandalkan data kualitatif dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan dalam kontrak umumnya muncul akibat perbedaan signifikan dalam kekuatan ekonomi antar pihak. Kesetaraan dalam kontrak tidak hanya ditentukan oleh posisi formal para pihak, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh penerapan prinsip itikad baik. Untuk mewujudkan kesetaraan kontraktual, diperlukan perimbangan dalam tiga aspek utama: perilaku para pihak, substansi klausul perjanjian, serta implementasi dari isi perjanjian tersebut. Dengan demikian, keberpihakan terhadap prinsip keadilan dalam pelaksanaan kontrak menjadi indikator utama dalam menentukan sejauh mana para pihak terlibat secara setara

    Intensitas Curah Hujan dan Perhitungan Debit Banjir Rencana di Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek

    Full text link
    Curah hujan ekstrem adalah faktor penentu pada perencanaan infrastruktur pengendalian banjir dan penyedia air baku yang termasuk dalam perencanaan debit banjir rencana pada Proyek Pembangunan Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek. Dalam proses perencanaannya, dibutuhkan analisis mendalam terhadap curah hujan dan estimasi debit banjir rencana agar struktur bendungan dapat berfungsi optimal dan aman terhadap potensi banjir ekstrem. Sehingga studi ini mengarahkan focus utamanya untuk mengkaji intensitas curah hujan dan menghitung estimasi debit banjir rencana sebagai dasar perencanaan hidrologi yang akurat di wilayah Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek. Data curah hujan yang digunakan diperoleh dari beberapa stasiun hujan terdekat dan dianalisis dengan metode distribusi probabilitas seperti Gumbel, Normal, dan Log Pearson Tipe III guna menentukan curah hujan rencana. Nilai curah hujan tersebut kemudian digunakan untuk menyusun kurva IDF (Intensitas–Durasi–Frekuensi), yang selanjutnya menjadi dasar dalam perhitungan debit banjir. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode Rasional dan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit puncak banjir meningkat seiring bertambahnya periode ulang. Metode HSS Nakayasu menghasilkan nilai debit yang lebih realistis karena mempertimbangkan karakteristik respon DAS terhadap curah hujan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting yang dapat dijadikan acuan teknis terhadap keakuratan perencanaan hidrologi dan desain teknis bendungan dalam perencanaan dimensi bangunan pelimpah (spillway) dan pengendalian banjir di sekitar wilayah bendungan Bagong. Kata kunci: Intensitas Curah Hujan, Log Pearson Tipe III, HSS Nakayasu, Debit Banji

    Pengaruh Pencucian Pasir Laut Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Kerusakan Beton Akibat Garam pada Beton Pasir Laut

    Full text link
    Potensi pemanfaatan pasir pantai di kawasan Kota Sorong sangat besar Pemanfaatan pasir Pantai sebagai bahan campuran beton menarik untuk diteliti karena karakteristiknya berbeda dengan pasir Sungai atau pasir gunung yang lebih umum digunakan. Pada Penelitian ini digunakan metode eksperimental Laboratorium, yaitu dengan melakukan dua macam Variasi perlakuan terhadap pasir Pantai yaitu dengan cara dicuci dan tanpa dicuci. Curing dilakukan dalam waktu 7 Hari, 28 Hari, 60 Hari dan 90 Hari. Output dari penelitian ini berupa perbandingan nilai kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Pasir laut dengan perlakuan dicuci untuk menghilangkan kadar garam lebih optimal dan lebih aman digunakan dibandingkan dengan pasir laut tanpa dicuci. Dengan menghilangkan kadar garam pada pasir laut membuat potensi terjadinya salt damage berkurang

    Strategi Penawaran Harga Pada Proyek Konstruksi Jalan Di Kota Padang

    Full text link
    Strategi penawaran perusahaan bertujuan memaksimalkan keuntungan, namun kontraktor menghadapi tantangan menetapkan harga yang tepat. Harga terlalu tinggi menurunkan peluang menang tender, sementara harga terlalu rendah bisa mengurangi keuntungan atau menyebabkan kerugian. Oleh karena itu, kontraktor harus menyeimbangkan antara keuntungan optimal dan probabilitas menang. Penelitian menggunakan data tender proyek konstruksi jalan di LPSE Kota Padang (2022–2024) dengan pendekatan statistik multi distribusi discrete, multi distribusi normal, dan single distribusi normal, serta model Ackoff & Sasieni, Friedman, dan Gates. Model Friedman mendapatkan hasil mark up optimum -10%, -5%, dan 8% untuk masing-masing pendekatan statistik; model Ackoff & Sasieni dengan mark up -12%, 4%, dan 4%; dan model Gates dengan mark up 4%, -2%, dan 12%. Strategi terbaik untuk memenangkan tender adalah model yang mendapat hasil mark up terendah, yakni model Friedman dengan multi distribusi discrete atau multi distribusi normal. Kata kunci: Expected profit, mark up, probabilitas menang, strategi penawara

    Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada Proyek Konstruksi Menggunakan Pendekatan Soft System Methodology

    Full text link
    Industri konstruksi di Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga dan meningkatkan mutu kinerja di tengah persaingan global yang terus berkembang pesat. Perubahan kebutuhan pasar, kemajuan teknologi konstruksi, serta tuntutan terhadap efisiensi dan transparansi membuat perusahaan konstruksi harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan bertransformasi secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, penerapan sistem manajemen mutu menjadi elemen penting untuk memastikan setiap tahapan proyek mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengendalian berjalan secara sistematis dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan pemilihan responden yang dianggap paling relevan terhadap tujuan penelitian dalam penerapan dan evaluasi sistem manajemen mutu di lapangan. Penerapan ISO 9001:2015 pada proyek teknik sipil tidak hanya berfungsi sebagai persyaratan administratif, melainkan juga menjadi fondasi bagi peningkatan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan proyek. Melalui analisis deskriptif, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai sejauh mana setiap klausul dalam standar telah diterapkan di lingkungan proyek. Hasil penilaian di perusahaan tersebut menunjukkan tingkat penerapan yang cukup baik, dengan skor: organisasi dan konteks 80,59%; kepemimpinan 81,53%; perencanaan 79,12%; sumber daya 78,46%; operasi dan pengendalian 83,84%; evaluasi kinerja 79,42%; serta peningkatan 85,12%. Secara keseluruhan, hasil tersebut menegaskan bahwa penerapan sistem manajemen mutu di perusahaan telah berjalan efektif dan mendukung pencapaian target mutu proyek. Kata kunci: ISO 9001:2015, Soft System Methodology (SSM), skor, persentas

    Drainase Bawah Permukaan (Subsurface Drainage ) Pada Pembangunan Gardu Induk (GI) PLN Di Kawasan Industri Terpadu Batang – Jawa Tengah

    Full text link
    Gardu Induk (GI) termasuk dalam kategori objek strategis Nasional, PT. PLN (Persero) membangun Gardu Induk (GI) 150 kV dengan kapasitas 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) untuk mendukung pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang mana merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).  Luas lahan Gardu Induk ini adalah 2 Ha yang berada didalam areal Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Drainase kawasan merupakan salah satu infrastruktur penting didalam GI yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir dan genangan, melindungi struktur bangunan dan jalan, serta menjaga kualitas lingkungan. Salah satu sistem drainase pada pembangunan GI adalah drainase bawah permukaan (Subsurface Drainage) yang berfungsi untuk melindungi bangunan yang berada di dalam tanah seperti Cable Duct. Dari hasil analisa hidrologi didapatkan curah hujan rencana (R) sebesar 30,10 mm, direncanakan menggunakan pipa perforated dengan diameter pipa 6 in dengan jarak antar pipa 4 meter dan panjang pipa 50 meter, Debit yang dialirkan masing-masing pipa sebesar 1,835 ltr/dt dengan kapasitas debit penampang saluran pipa sebesar 3.69 ltr/dt dan kecepatan aliran air dalam pipa sebesar 0.405 m/dt. Direncanakan kolam retensi berbentuk long storage dengan dimensi 75 x 1.80 x 0.7 m dan kapasitas tampungan sebesar 94.50  m

    Pengaruh Variasi Geometri (L/B) Terhadap Respon Dinamis Pondasi Mesin

    Full text link
    Geometri dari pondasi mesin diketahui memiliki pengaruh yang sangat sensitif terhadap karakter dinamis pondasi mesin. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh variasi dari lebar pondasi (L) terhadap panjang pondasi (B) terhadap karakterisik dinamik pondasi mesin. Dari penelitian diperoleh dengan bertambahnya dimensi lebar pondasi (L), dimana L/B dari 0,6 menjadi 0.912 akan terjadi kenaikan frekuensi arah vertikal (fnz) hingga 8,76%, kenaikan frekuensi alami arah horizontal (fnx) sebesar 4,53%, penurunan total displacement arah vertikal hingga sebesar 38,77%, penurunan total displacement arah horizontal,X hingga 33,23% dan total displacement arah horizontal,Y hingga 74,87 %

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇