Konstruksia
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau Pembangunan RSUD Tanjung Redeb Berau
Pemanasan global merupakan akibat dari kerusakan lingkungan yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Hal ini ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata di atmosfer, laut, dan daratan bumi. Dampaknya, termasuk perubahan iklim, semakin parah dan mengancam kehidupan semua makhluk, terutama manusia. Salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari bangunan adalah dengan menerapkan konsep BGH (Bangunan Gedung Hijau) yang menekankan penggunaan energi nol serta pemanfaatan sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan prinsip bangunan hijau selama tahap konstruksi, mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021. Peraturan ini menetapkan kriteria penilaian yang menghasilkan poin untuk menentukan apakah bangunan layak mendapatkan sertifikasi Pratama, Madya, atau Utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Tanjung Redeb memperoleh skor sebesar 90,78 poin atau setara dengan 55,02%, sehingga berhasil mendapatkan sertifikat BGH tingkat Pratama
Pengaruh Soil Nailing Terhadap Stabilitas Lereng Menggunakan Software LEM Dan Perhitungan Manual
Stabilitas lereng merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya longsor, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal (kekuatan tanah) maupun eksternal (aktivitas manusia). Salah satu metode yang sering digunakan untuk memperkuat lereng adalah teknik soil nailing, yang memberikan solusi perkuatan lereng yang efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkuatan soil nailing terhadap stabilitas lereng dengan membandingkan nilai faktor keamanan sebelum dan sesudah perkuatan, menggunakan perhitungan manual (metode Fellenius) serta perangkat lunak LEM. Hasil perhitungan manual menunjukkan bahwa lereng tanpa perkuatan memiliki faktor keamanan sebesar 1,123, sedangkan analisis dengan software LEM menghasilkan nilai 1,352, dimana nilai faktor keamanan dari kedua metode tersebut di bawah batas aman yaitu SF ≥ 1,5, sehingga lereng dinyatakan kritis dan berpotensi longsor. Setelah penerapan soil nailing, faktor keamanan meningkat signifikan: secara manual menjadi 1,792 dan dengan software LEM menjadi 1,858. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa soil nailing efektif dalam meningkatkan faktor keamanan terhadap keruntuhan global, penggeseran, serta kestabilan internal terhadap kegagalan tarik dan cabut tulangan. Dengan demikian, penerapan soil nailing dapat dianggap sebagai solusi yang aman dan efektif untuk meningkatkan stabilitas lereng sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SNI 8460:2017
Respons Inelastik Struktur Bangunan Gedung Bertingkat 3-Dimensi Akibat Gerakan Tanah Berdasarkan Probabilistic Seismic Hazard Analysis
Indonesia wilayah yang sangat rentan terjadinya gempa bumi, pada 20 tahun terakhir banyak kejadian gempa yang menyebabkan kerusakan bangunan dan kerugian harta benda juga nyawa. Tercatat paling sedikit korban jiwa sebanyak 295,306 sungguh hal ini sangat memprihatinkan. Untuk mengurangi jumlah korban jiwa akibat runtuhnya bangunan gedung maka para engineer teknik sipil haruslah menguasai tata cara bagaimana mendesain struktur bangunan yang tahan terhadap goncangan gempa bumi. Keterbatasan data rekaman di Indonesia menjadi tantangan tersendiri, sehingga perlu adanya rekayasa gerak tanah buatan dengan metode probabilistik hal ini tentunya sangat membantu sekali untuk mendesain ataupun mengasesment bangunan yang sudah ada dan diharapkan respon-respon inelastik yang terjadi dapat mengukur sejauh mana bangunan dapat tetap berdiri ketika dikenakan beban gempa dengan besaran tertentu. Analisis Probabilistik melibatkan data-data yang terkait kejadian gempa pada masa lampau di wilayah Yogyakarta sehingga setelah melalui proses perhitungan didapati respons spectra target. Hasil analisis deagregasi menunjukan besaran gempa yang dominan 5.8 Mw dengan jarak 18.057 km dan didominasi sumber gempa patahan Opak. Hasil analisis menunjukan struktur bangunan mendekati keruntuhan (Near Collapse), hal ini ditandai dengan nilai Storey drift. Respons hysteretic loop menunjukkan lingkaran yang besar berarti redaman struktur berjalan baik sesuai yang diharapkan. Pada indeks kerusakan hal ini pun menunjukan 0.952 kurang dari 1 maka tingkat kerusakan berdasarkan klasifikasi Park dan Ang (1985) masuk kategori Severe Damage kerusakan yang parah (beton hancur, tulangan terlihat) ini berarti bangunan tidak dapat diperbaiki atau mendekati keruntuhan senada dengan hasil dari story drift ratio
Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Kinerja Pelayanan Bus Kelas Ekonomi Rute Rajabasa-Bakauheni
Transportasi merupakan suatu sistem yang melibarkan prasarana dan sistem pelayanan memungkinkan mobilitas penduduk dan pergerakan barang di seluruh wilayah, serta memberikan akses ke berbagai daerah seperti angkutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja pelayanan Bus Kelas Ekonomi Rute Rajabasa–Bakauheni dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai CSI sebesar 69,07% yang termasuk dalam kategori puas. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum pelayanan yang diberikan telah mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Namun, jika dikaitkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal, masih terdapat beberapa aspek pelayanan yang belum terpenuhi secara optimal. Pada aspek Reliability, ketepatan waktu keberangkatan memiliki selisih kesenjangan yang cukup tinggi sebesar 1,42, sehingga belum sesuai dengan standar ketepatan jadwal yang ditetapkan. Selain itu, pada aspek Tangible, fasilitas P3K dan kursi khusus bagi penumpang disabilitas juga belum tersedia sesuai dengan standar pelayanan minimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan terutama pada aspek ketepatan waktu dan ketersediaan fasilitas pendukung, agar pelayanan bus kelas ekonomi pada rute Rajabasa–Bakauheni semakin sesuai dengan standar yang berlaku serta mampu meningkatkan kepuasan pengguna.
Kata kunci: Kepuasan pengguna, Customer Satisfaction Index (CSI), Standar Pelayanan Minimal, Bus kelas ekonomi, Waktu keberangkatan
Derajat Kejenuhan dan Kapasitas Jalan Perkotaan pada Ruas Jl. Ahmad Yani–Jl. Basuki Rahmat di Kota Sorong
Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis Derajat Kejenuhan (DJ) pada ruas Jl. Ahmad Yani–Jl. Basuki Rahmat di Kota Sorong di delapan titik pengamatan pada periode puncak pagi dan sore (Senin–Minggu). Metode penelitian mencakup survei lapangan setiap 15 menit untuk mencatat volume jenis kendaraan, konversi volume ke satuan setara motor per jam (SMP/jam), pengukuran data geometri (lebar lajur, bahu, median), dan perhitungan kapasitas efektif berdasarkan pedoman PKJI 2023 dengan koreksi lebar lajur, pemisahan arah, hambatan samping, dan skala kota. Derajat Kejenuhan dihitung sebagai perbandingan volume setara motor dengan kapasitas efektif dan dipetakan secara spasial dan temporal. Hasil analisis menunjukkan beban puncak tertinggi mencapai 3.808 SMP/jam pada Rabu sore di Jl. Basuki Rahmat dengan nilai DJ di atas 1,00, sedangkan titik terendah tercatat 2.518 SMP/jam pada Sabtu pagi di Jl. Ahmad Yani dengan DJ sebesar 0,90. Pola variasi kejenuhan ini menegaskan kondisi kritis pada hari kerja dan adanya cadangan kapasitas pada akhir pekan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan intervensi seperti penataan parkir tepi terstruktur, optimasi sinyal, penataan trotoar dan jalur sepeda, serta penerapan sistem ITS untuk penyesuaian manajemen lalu lintas secara dinamis. Kontribusi utama penelitian adalah tersedianya peta kejenuhan terperinci sebagai pedoman perencanaan dan rekayasa ruas jalan perkotaan di Kota Sorong
Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Campuran Serbuk Kaca
Beton adalah material konstruksi esensial untuk infrastruktur modern, dihargai karena kemampuannya menahan beban tekan, menjadikan kekuatan tekan sebagai indikator utama kualitas struktur. Kualitas beton sangat bergantung pada proporsi optimal semen, agregat, dan air. Seiring meningkatnya fokus pada keberlanjutan, pemanfaatan limbah industri dalam konstruksi menjadi penting. Serbuk kaca, sebagai limbah industri, menunjukkan potensi besar sebagai bahan tambahan atau pengganti parsial semen/agregat dalam beton. Pemanfaatan ini tidak hanya mengurangi masalah lingkungan akibat limbah kaca yang tidak terkelola, tetapi juga menambah nilai pada beton. Serbuk kaca memiliki sifat pozzolanik, bereaksi dengan kalsium hidroksida dari hidrasi semen untuk membentuk senyawa penguat, meningkatkan kepadatan dan kekuatan beton. Reaksi ini juga mengurangi permeabilitas, meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan kimia dan lingkungan agresif.
Kata kunci: Beton; Keberlanjutan; Kekuatan tekan; Pozzolanik; Serbuk kac
Rancangan Pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Di Universitas Sumatera Utara (USU) Dengan Prinsip Ekonomi Sirkular
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pengolahan, dan pemrosesan lebih lanjut atau pemrosesan akhir sampah. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil akhir dari pengolahan sampah di TPST, mulai dari jenis sampah, volume sampah, hingga pengolahan yang tepat terhadap sampah tersebut. Ekonomi sirkular adalah adalah sebuah sistem atau model ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya alam perekonomian selama mungkin, sehingga meminimalkan keruksakan sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh pendekatan ekonomi linier. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa masih ada ketidak sesuaian antara fasilitas-fasilitas yang berkaitan yang ada di TPST USU dengan jumlah bahan yang akan diolah. Dan jumlah timbulan sampah yang masuk ke TPST. Hal ini berpengegaruh kepada indeks sirkuliratas yang diproleh dari proses pengolahan sampah di TPST USU. Tingkat pemanfaatan sampah di TPST USU sebesar 62,857%, rasio biaya operasional sebesar 92,642%, dan indeks ekonomi sirkular secara keseluruhan adalah sebesar 77,749%. TPST USU perlu mmaksimalkan efektifitas dan efisiensi fasilitas-fasilitas yang tersedia terhadap jumlah timbulan sampah yang diterima agar indeks sirkularitas baik secara ekonomi maupun pemanfaatan sampah dapat meningkat.
Kata kunci: sampah, ekonomi sirkular, TPST, sirkularita
Akurasi Prediksi Lendutan dan Kebutuhan Tulangan Tarik Kantilever Beton Bertulang Melalui Hybrid Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) dan Optimasi Particle Swarm Optimization (PSO)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi perhitungan desain struktur beton bertulang, khususnya pada elemen kantilever tumpuan jepit. Perhitungan lendutan jangka panjang dan penentuan luas tulangan tarik (As) secara konvensional melibatkan proses iteratif yang memakan waktu dan rentan terhadap ketidakakuratan model. Peneliti mengusulkan pengembangan model hybrid Jaringan Saraf Tiruan (JST) yang dioptimalkan dengan Particle Swarm Optimization (PSO), atau JST-PSO, untuk memprediksi respons struktur. Dataset training dihasilkan dari simulasi Analisis Elemen Hingga (FEM) yang mempertimbangkan berbagai variasi dimensi, mutu material (f’c, fy), dan konfigurasi beban. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa JST-PSO mencapai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.985, sedangkan Root Mean Square Error (RMSE) 0.42 mm untuk prediksi lendutan menunjukkan peningkatan akurasi signifikan dibandingkan JST standar (R2=0,938; RMSE=1,15 mm). Model JST-PSO terbukti mampu menjadi alat bantu desain non-iteratif yang sangat akurat dan efisien.
Kata kunci: JST, PSO, Hybrid, Model, Kantilever, Beton_Bertulang, Lendutan, Akurasi, Prediksi
Perencanaan Terpadu Desain Geometrik dan Struktur Perkerasan Jalan Baru Ruas Gedong Tataan – Natar Berdasarkan PDGJ 2021 dan MDPJ 2024.
Peningkatan arus dan volume lalu lintas tahunan membutuhkan perencanaan pembangunan jalan baru yang terintegrasi untuk mendukung pengembangan wilayah, khususnya dalam pembangunan ruas jalan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan secara terpadu desain geometrik dan struktur perkerasan lentur pada ruas jalan alternatif. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan mengintegrasikan Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) 2021 dan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 sebagai panduan utama. Data yang digunakan meliputi survei lalu lintas dan data CBR tanah dasar lapangan. Berdasarkan pembobotan trase, Trase 3 terpilih dengan panjang 10,1 km. Hasil desain geometrik menghasilkan 9 tikungan (5 FC dan 4 SCS) dan 18 lengkung vertikal (10 cekung dan 8 cembung). Untuk desain struktur perkerasan, dengan umur rencana 20 tahun dan pertumbuhan lalu lintas (i) 4,83\%, diperoleh nilai Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESAL) sebesar 1.341.514,07. Dengan nilai CBR tanah dasar 5,32%, struktur perkerasan yang direkomendasikan adalah tipe FFF1. Susunan lapisan perkerasan lentur terdiri dari AC WC 60 mm, Lapis Pondasi Agregat Kelas A 200 mm, LPA Kelas B 150 mm, dan LPA Kelas C 200 mm. Perencanaan terintegrasi ini menghasilkan rancangan teknis yang memenuhi standar keselamatan dan kelayakan daya dukung untuk konstruksi jalan baru di kawasan tersebut.
Kata kunci: MDPJ 2024, PDGJ 2021, Desain Geometrik, Perkerasan Lentur, CESA
Penerapan Standar PDGJ 2021 Dalam Perencanaan Geometrik Jalan Baru
Perencanaan geometrik jalan yang sesuai standar merupakan komponen penting dalam menunjang keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi transportasi. Penelitian ini menerapkan Pedoman Desain Geometrik Jalan Antar Kota (PDGJ) 2021 pada perencanaan jalan baru, dengan tujuan untuk memastikan elemen-elemen desain seperti kelandaian, radius tikungan, dan jarak pandang sesuai dengan ketentuan teknis terkini. Metode yang digunakan meliputi survei topografi, analisis trase, dan perhitungan elemen geometrik berdasarkan kecepatan rencana. Hasilnya menunjukkan bahwa trase yang dirancang memiliki kelandaian maksimum sebesar 12,1% dan rata-rata sebesar 4,9%, yang masih sesuai untuk kelas jalan tertentu. Selain itu, elemen horizontal seperti tikungan juga berada dalam toleransi standar. Penerapan PDGJ 2021 terbukti memberikan kejelasan teknis dan kemudahan implementasi di lapangan, serta dapat membantu perencana dalam menyesuaikan desain dengan kondisi medan yang bervariasi. Kajian ini merekomendasikan penggunaan pendekatan berbasis standar nasional dalam seluruh tahapan perencanaan jalan untuk menghasilkan desain yang aman, efisien, dan berkelanjutan