1,721,645 research outputs found
KAPITAL POLITIK DALAM KONTESTASI MEMPEREBUTKAN KEKUASAAN (STUDY KASUS PEMENANGAN PASANGAN SRI HARTINI – SRI MULYANI DALAM PILKADA KABUPATEN KLATEN TAHUN 2015)
This research reviews about how Sri Hartini – Sri Mulyani couple optimize their political capital in the winning of Klaten General Election in 2015. The triumph of Sri Hartini– Sri Mulyani has a huge political capital influence. There are some important fundamental considerations, such as: First, Sri Hartini – Sri Mulyani is a figure who is known in Klaten folk because both of them are the wife of the former Regent of Klaten. Second, Sri Hartini – Sri Mulyani is carried by the winning party of general election that is PDIP and supported by some qualify parties for general election as Nasdem, PPP, Hanura and PKS. Third, Sri Hartini – Sri Mulyani has a high financial which is strength enough. The theory which is used in this research is theory of the political Capital of Pierre Bordieu. This research uses descriptive research methods with qualitative approaching. As for the result of this research is Sri Hartini – Sri Mulyani is a couple with the highest capital accumulation than other spouses. From the four political capitals that consist of economic capital, social capital, cultural capital and symbolic capital Sri Hartini – Sri Mulyani couple has a very strong social capital than other candidate, especially in terms of the network that supports both, network of non formal and formal. PDIP as the party which brings SriHartini – Sri Mulyani is the party with the highest base mass in Klaten. in other hand, the popularity of Sri Hartini – Sri Mulyani as the wife of a former Regent of Klaten and as political figure of women who be able to take the sympathy of the citizens to choose Sri Hartini – Sri Mulyani as head of their region. The solidarity of political parties and civic organizations that support the role of klaten local elites are able to muster the mass votes to win the couple Sri Hartini – Sri Mulyani in Klaten Election 2015.
Key words : political capital, ekonomic capital, social capital, cultural capital, simbolic capital.Penelitian ini membahas tentang bagaimana pasangan Sri Hartini - Sri Mulyani mengoptimalkan modal politiknya dalam kemenangan Pemilu Klaten 2015. Kemenangan Sri Hartini - Sri Mulyani memiliki pengaruh modal politik yang sangat besar. Ada beberapa pertimbangan mendasar yang penting, seperti: Pertama, Sri Hartini - Sri Mulyani adalah sosok yang dikenal di masyarakat Klaten karena sama-sama adalah istri mantan Bupati Klaten. Kedua, Sri Hartini - Sri Mulyani diusung oleh partai pemenang pemilihan umum yaitu PDIP dan didukung oleh beberapa partai yang lolos pemilihan umum seperti Nasdem, PPP, Hanura dan PKS. Ketiga, Sri Hartini - Sri Mulyani memiliki finansial tinggi yang cukup kuat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Modal politik Pierre Bordieu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Sri Hartini - Sri Mulyani merupakan pasangan dengan akumulasi modal tertinggi dibandingkan pasangan lainnya. Dari empat modal politik yang terdiri dari modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolis Sri Hartini - pasangan Sri Mulyani memiliki modal sosial yang sangat kuat dibandingkan calon lainnya, terutama dalam hal jaringan yang mendukung baik jaringan non formal maupun nonformal. resmi. PDIP sebagai pihak yang mempertemukan SriHartini - Sri Mulyani merupakan partai dengan basis massa tertinggi di Klaten. Di sisi lain, popularitas Sri Hartini - Sri Mulyani sebagai istri mantan Bupati Klaten dan sebagai tokoh politik perempuan yang mampu mengambil simpati warga untuk memilih Sri Hartini - Sri Mulyani sebagai kepala daerahnya. Solidaritas parpol dan ormas yang mendukung peran elit lokal klaten mampu menghimpun suara massa untuk memenangkan pasangan Sri Hartini - Sri Mulyani pada Pilkada Klaten 2015.
Kata Kunci: Modal Politik, Modal Ekonomi, Modal Sosial, Modal Budaya, Modal Simbolik
Mengenang Dra. Sri Hartini (24 Februari 1967–25 Desember 2020)
Ibu Sri Hartini merupakan salah satu redaksi aktif Buletin Kebun Raya (terindeks Sinta 2) tahun 2019 melalui SK Nomor 23/E/KPT/201. Beliau bekerja di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, LIPI sebagai peneliti sejak 3 Januari 1993. Sebagai seorang peneliti yang sangat berdedikasi terhadap profesi dan produktif dalam penelitian dan publikasi, almarhumah telah menduduki jenjang tertinggi sebagai Peneliti Ahli Utama sejak 01 Juli 2019. Almarhumah meninggal dunia pada hari Jumat, 25 Desember 2020 karena sakit.
Selamat jalan sahabat, semangat dan kerja kerasmu akan selalu menginspirasi kami untuk mewujudkan Buletin Kebun Raya menjadi jurnal yang memiliki reputasi lebih tinggi dan menjadi referensi utama dalam penelitian perkebunrayaan.
“Allohummaghfirlaha warhamha wa'afihi wa'fuanha”Ibu Sri Hartini merupakan salah satu redaksi aktif Buletin Kebun Raya (terindeks Sinta 2) tahun 2019 melalui SK Nomor 23/E/KPT/201. Beliau bekerja di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, LIPI sebagai peneliti sejak 3 Januari 1993. Sebagai seorang peneliti yang sangat berdedikasi terhadap profesi dan produktif dalam penelitian dan publikasi, almarhumah telah menduduki jenjang tertinggi sebagai Peneliti Ahli Utama sejak 01 Juli 2019. Almarhumah meninggal dunia pada hari Jumat, 25 Desember 2020 karena sakit.
Selamat jalan sahabat, semangat dan kerja kerasmu akan selalu menginspirasi kami untuk mewujudkan Buletin Kebun Raya menjadi jurnal yang memiliki reputasi lebih tinggi dan menjadi referensi utama dalam penelitian perkebunrayaan.
“Allohummaghfirlaha warhamha wa'afihi wa'fuanha
Penerapan Metode Role Playing (Bermain Peran) dalam Meningkatkan Kemampuan Hiwar Siswa Kelas XI IPS Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasi
Sri Hartini Juni Astuti. 2010. Penerapan Metode Role Playing (Bermain Peran) dalam Meningkatkan Kemampuan Hiwar Siswa Kelas XI IPS Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Murdan, M.Ag (II) Fathullah Munadi, S.Ag .MA
Kata Kunci : Metode Role Playing (bermain peran), Kemampuan hiwar
Permasalahan yang diteliti adalah kurang terampilnya siswa kelas XI IPS dalam hiwar bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hiwar bahasa Arab serta meningkatkan kreativitas pengajaran dan keaktifan siswa. Hal ini juga sebagai respon terhadap lemahnya kualitas belajar siswa dan guru yang masih melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi dan metode yang bersifat tradisional.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS Madrasah Aliyah Irtiqaiyah yang berjumlah 25 orang siswa, yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah penerapan metode role playing (bermain peran).
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, kuesioner dan tes lisan. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan mengikuti skenario yang telah direncanakan sebelumnya. Prosedur dalam penelitian ini dibagi menjadi dua siklus, siklus I (dua kali pertemuan) dan siklus II (satu kali pertemuan).
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode role playing (bermain peran) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hiwar bahasa Arab, hal ini terlihat dari rata-rata hasil tes yaitu hasil tes siklus I rata-rata 6,98 dan siklus II rata-rata 8,20. Hal ini sejalan dengan persentase hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Dari hasil kuesioner tentang sikap siswa terhadap metode pembelajaran role playing (bermain peran) pada umumnya siswa setuju, yaitu yang menjawab sangat setuju 44,8%, setuju 54,4%, kurang setuju 0,8% dan tidak setuju 0%
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA YANG DIKEMAS DALAM BENTUK CERITA
Sri Hartini. NIM 59451050. PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR
LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM
MENYELESAIKA SOAL MATEMATIKA YANG DIKEMAS DALAM
BENTUK CERITA. Skripsi. Cirebon: Fakultas Tarbiyah, Tadris Matematika, Institut
Agama Islam Negeri, Oktober 2013.
Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang dikemas
dalam bentuk cerita salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan berpikir logis
matematis. Dari sanalah penulis berasumsi bahwa Kemampuan berpikir logis
matematis berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal
matematika yang dikemas dalam bentuk cerita.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kemampuan berpikir logis
matematis siswa, 2) mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal
matematika yang dikemas dalam bentuk cerita, dan 3) Mengetahui seberapa besar
pengaruh kemampuan berpikir logis matematis terhadap kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal matematika yang dikemas dalam bentuk cerita. Untuk mengukur
kemampuan matematika siswa dalam bentuk cerita dilakukan tes berupa pilihan
ganda. Dalam memahami soal matematika yang dikemas dalam bentuk cerita
dibutuhkan pemahaman bahasa dan logika penalaran.
Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP
N 9 Kota Cirebon tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 261 siswa. Pengambilan
sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling dan terpilih kelas
VIII A yang berjumlah 34 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu tes. Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis matematis dan
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang dikemas dalam bentuk
cerita, teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Adapun untuk
mengetahui apakah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang
dikemas dalam bentuk cerita dipengaruhi oleh kemampuan berpikir logis matematis,
teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana.
Dari hasil analisis data didapat: 1) Kemampuan berpikir logis matematis siswa
rata –rata mempunyai kemampuan berpikir logis matematis dikategorikan cukup,
ditunjukan dengan nilai rata-rata statistik 9,79 pada skala 1 sampai 25 dan standar
deviasi 2,568. 2) Hasil tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika
yang dikemas dalam bentuk cerita secara keseluruhan menunjukan pada kategori
cukup. Hal ini terlihat dari rata-rata tes sebesar 68,61pada skala 0 sampai 100 dan
standar deviasi sebesar 13,710 3) Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu Ŷ =
19,851 + 4,490 X dengan nilai koefisien determinasi sebesar
0,707, yang dapat dimaknai bahwa varian variabel kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal matematika yang dikemas dalam bentuk cerita yang dapat
dijelaskan oleh variabel kemampuan berpikir logis matematis adalah sebesar
70,7%, selebihnya yang 29,3% dijelaskan oleh variabel lain. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis berpengaruh positif terhadap
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang dikemas dalam bentuk
cerita pada kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Cirebon pada pokok bahasan dalil
phytagoras dan sistem persamaan linier dua variabel.
Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Logis Matematis, Soal Cerita Matematik
PENERAPAN METODE KETELADANAN GURU DALAM MEMBENTUK AKHLAK TERPUJI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 2 PALOPO
ABSTRAK
Sri Hartini Djalasi, 2024. “Penerapan Metode Keteladanan Guru dalam
Membentuk Akhlak Terpuji Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) Negeri 2 Palopo.” Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri
Palopo. Dibimbing oleh A. Riawarda dan Ali Nahruddin Tanal.
Skripsi ini membahas tentang Penerapan Metode Keteladanan Guru dalam
Membentuk Akhlak Terpuji Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri 2 Palopo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan metode
keteladanan guru PAI dalam membentuk akhlak terpuji peserta didik di SMKN 2
Palopo; untuk mengetahui akhlak terpuji peserta didik sebagai dampak dari
penerapan metode keteladanan guru PAI di SMKN 2 Palopo; untuk mengetahui
kendala guru PAI dalam menerapkan metode keteladanan dalam membentuk
akhlak terpuji peserta didik di SMKN 2 Palopo.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed
methods) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian
dilakukan di SMKN 2 Palopo dengan subjek penelitian peserta didik SMKN 2
Palopo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif
Miles, Huberman, dan Saldana untuk data kualitatif, kemudian untuk data
kuantitatif dilakukan analisis statistik deskriptif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan metode
keteladanan guru PAI dalam membentuk akhlak terpuji peserta didik, di
antaranya: guru PAI memberikan contoh datang tepat waktu, mengajarkan
perilaku sikap sopan santun kepada siapapun, adil dalam perilaku dan perbuatan,
mengajarkan sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan, mencontohkan secara
langsung sikap tolong menolong tanpa pamrih, dan menumbuhkan kesadaran
peserta didik akan tanggung jawab. 2) Dampak dari penerapan metode
keteladanan guru PAI terhadap akhlak peserta didik menunjukkan dua hasil, di
antaranya: a) angket yang dibagikan kepada 93 peserta didik, diperoleh tiga
kategori yaitu 22,11% peserta didik berada pada kategori rendah, 58,95% peserta
didik berada pada kategori sedang, dan 18,95% peserta didik berada pada kategori
tinggi; b) angket yang dibagikan kepada 6 guru PAI dalam melakukan penilaian
terhadap 48 peserta didik, diperoleh tiga kategori yaitu 8,33% peserta didik berada
pada kategori rendah, 72,92% peserta didik berada pada kategori sedang, dan
18,75% peserta didik berada pada kategori tinggi. 3) Kendala guru PAI dalam
menerapkan metode keteladanan dalam membentuk akhlak terpuji peserta didik
yaitu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Kata Kunci: Metode Keteladanan dan Akhlak Terpuj
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN (ROLE- PLAYING) DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL-IKHLASH CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN
IMAS SRI HARTINI, Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Akidah Akhlak Melalui Metode Bermain Peran (Role
Playing) Di Kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhlash Ciawilor
Ciawigebang Kuningan.
Salah satu pelajaran yang dapat diberikan pada siswa adalah pelajaran
akidah akhlak tujuannya agar siswa dapat mengetahui adab, akhlak dan prilaku
yang baik sehingga dapat diaplikasikan atau diamalkan dalam kehidupan seharihari.
Begitu pula sebaliknya supaya siswa mengetahui adab, akhlak dan prilaku
yang tidak sepantasnya diamalkan atau diaplikasikan dalam kehidupan seharihari.
Selama ini guru kelas V atau guru mata pelajaran akidah akhlak mengajarnya
bahanya dengan berupa konsep yang sudah jadi (demonstrasi, ceramah), siswa
dibiasakan untuk mencatat dan menyimak materi tersebut saja sehingga siswa
kurang memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari- harinya.Hal itu
akan mempengaruhi dan kurangnya motivasi untuk mengaplikasikan dalam
kehidupan sehari- hari.
Proses pembelajaran melalui metode bermain peran (Role Playing) adalah
metode yang sangat tepat membantu guru dalam menyampaikan materi dan
mengkondisikan kelas dengan membuat atau membentuk tokoh-tokoh drama yang
akan di perankan pada saat pembelajaran berlangsung. Sehingga siswa dapat cepat
menangkap dan memahami materi yang disampaikan.
Metode penelitian ini adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan
kelas (PTK) yang mengkaji dan mereflesikan secara kaloboratif suatu pendekatan
pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas.PTK
mempunyai komponen pokok yaitu tindakan, pengamatan, dan refleksi.Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas V MI Al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang
Kuningan.
Pada akhirnya hasil penelitian setiap siklusnya ada peningkatan, dan di
siklus III peningkatan atau perubahannya sangat drastis menjadi 90% dengan
ketentuan sebagai berikut: siklus I (60%), siklus II (70%) dan siklusIII (90%).
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang
melalui metode bermain peran (Role playing) dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa di kelas V MI Al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan.
Penerapan metode bermain peran (Role Playing) pada siswa kelas
V MI Al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan cukup efektif dan efesien dari
setiap siklusnya ini mengalami perubahan dan peningkatan. Penggunaan metode
bermain peran (Role Peying)terbukti untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
khususnya pada mata peajaran akidah akhlak dalam belajar mudah untuk
dipahami serta dapat disaring dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENYULUHAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI USIA 15-18 TAHUN
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENYULUHAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI USIA 15-18 TAHUN
1)SiahaanYunitaSaulina, 2)Th. Ninuk Sri Hartini, 3)IriantonAritonang
Departemen of Nutrition PoltekkesKemenkes Yogyakarta
Jl. Tata Bumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman
Email :[email protected]
LatarBelakang : Anemia merupakanmasalahkesehatanmasyarakatterbesar di duniaterutamabagikelompokwanitausiareproduksi. Salah satukelompok yang rentanterhadap anemia adalahSiswi SMA.Prevalensi anemia gizibesi yang terjadi di Provinsi DIY meningkatsebanyak 36% padaremajaputri (Dinkes DIY, 2014).Salah satubentukpendidikankesehatandalammeningkatkanpengetahuanremajaterhadap anemia denganmelakukanpenyuluhan.
Tujuanpenelitian: mengetahuipengetahuanremajaputrisebelumdansesudahdiberikanpenyuluhanmenggunakan media video mengenai anemia.
RancanganPenelitian: Jenispenelitian yang digunakanadalahKuantitatifdenganmetode quasi eksperimentl. Rancanganpenelitianpre test and post test with control group design. Sampelpenelitianberjumlah 35 siswi SMAN 1 Seyegan, Slemandan 35 Siswi SMAN 1 Mlati, Sleman.Teknikpengambilansampelsecarapropotional random sampling.Instrumenpenelitianmenggunakankuesionerdan media video.
HasilPenelitian: Analisis data menggunakan paired sample test dan independent sample tes. Hasilpenelitiandenganuji independent T-Test post testpengetahuandenganmenggunakan video denganceramah p (0,010 ˂ 0,050 = Signifikan)sehinggaadaperbedaanpengetahuandarikeduakelompoksetelahdiberikanintervensidengan media yang berbeda. Hasiluji paired sampel Test p (0,000 ˂ 0,050 = Signifikan),halinimenunjukanadanyaperbedaanpengetahuan pretest dan posttest setelah di beriintervensi.
Kesimpulan :adaperbedaanantara media video danceramahterhadappeningkatanpengetahuanremajaputriusia 15-18 tahun.
Kata kunci :pengetahuan, anemia, vide
PENGGUNAAN TEKNOLOGI BIOMETRIK DALAM IDENTIFIKASI PERLINDUNGAN DATA PRIBADI BERDASARKAN PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENGAMBILAN PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI TERAAN SIDIK JARI
SRI HARTINI, 126103202204, Penggunaan Teknologi Biometrik terhadap Perlindungan Data Pribadi Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengambilan dan Identifikasi Teraan Sidik Jari, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing Ahmad Gelora Mahardika, S. IP. M.H.
Kata Kunci: Teknologi Biometrik, Sidik Jari, Data Pribadi, Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 37 Tahun 2016.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan teknologi biometrik berupa sidik jari yang pada saat ini masih sering mengalami permasalahan, padahal dalam kenyataannya penggunaan tersebut sudah diatur dalam undang-undang. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagaimana penggunaan biometrik yang baik sebagaimana menurut peraturan yang berlaku.
Rumusan masalah yang diangkat yaitu: 1) Bagaimana realita penggunaan teknologi biometrik dalam identifikasi teraan sidik jari? 2) Bagaimana penggunaan teknologi biometrik terhadap perlindungan data pribadi berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 37 Tahun 2016 tentang tata cara pengambilan, perumusan dan identifikasi teraan sidik jari?. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana realita penggunaan teknologi biometrik dalam identifikasi teraan sidik jari, 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan teknologi biometrik terhadap perlindungan data pribadi berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 37 Tahun 2016 tentang tata cara pengambilan, perumusan dan identifikasi teraan sidik jari.
Metode penelitian ini menggunakan metode normatif dengan sumber dari beberapa buku, jurnal dan dari beberapa peraturan menteri maupun undang-undang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi pustaka dengan penelaah dokumen, buku, pendapat ahli serta peraturan perundang-undangan. Sedangkan teknik analisis data dengan melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai konstruksi hukum dari dokumen-dokumen dan sumber data yang berhubungan, serta menarik kesimpulan. Sebagai tambahan, untuk memastikan validasi data, peneliti juga melakukan triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bahwa realita penggunaan teknologi biometrik saat ini berkembang pesat dan banyak diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Penggunaan data biometrik seperti sidik jari, scan wajah, dan pengenalan suara telah menjadi solusi efektif untuk melindungi akses fisik dan data sensitif. Sistem ini tidak hanya menawarkan tingkat keamanan yang tinggi, tetapi keseluruhan kondisi penggunaan teknologi biometrik saat ini di berbagai bidang mewakili sebuah langkah maju dalam hal keamanan dan efisiensi, namun untuk memastikan penerapannya yang bertanggung jawab dan etis. 2) Penggunaan teknologi biometrik dalam rangka perlindungan data pribadi, diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 37 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengumpulan Pembuatan, dan Identifikasi Sidik Jari. Peraturan ini memberikan kerangka hukum penting untuk mengatur penggunaan data biometrik, termasuk informasi unik seperti sidik jari, wajah, dan iris mata. Meskipun peraturan ini memberikan dasar hukum yang kuat, pemerintah dan perusahaan yang menggunakan teknologi biometrik perlu terus menyesuaikan kebijakan mereka dengan perkembangan teknologi di masa depan dan tantangan keamanan data. Penggunaan teknologi biometrik dapat meningkatkan tingkat keamanan data pribadi, sejalan dengan regulasi yang telah ditetapkan. Sebab pada kenyataannya yang terjadi masih banyak permasalahan seperti, kebocoran dan penyalahgunaan data. Hal inilah yang kemudian menjadikan peraturan tersebut kurang relevan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
