1,720,969 research outputs found

    GAYA BAHASA DALAM NOVEL KOMPONIS KECIL KARYA SOESILO TOER: KAJIAN STILISTIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai gaya bahasa yang terdapat dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer dengan jumlah 170 halaman. Data penelitian ini berasal dari dialog atau kutipan novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer yang mengandung gaya bahasa tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan berbagai gaya bahasa dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer, yaitu a) 12 gaya bahasa pertautan mencakup 5 majas sinekdoki, 2 majas metonimi, dan 5 majas eufemisme; b) 80 gaya bahasa perbandingan meliputi, 25 majas personifikasi, 30 majas metafora, dan 25 majas simile; c) 76 gaya bahasa pengontrasan mencakup 15 majas ironi, 16 majas sarkasme, 10 majas paradoks, 5 majas litotes, dan 30 majas hiperbola; d) 35 gaya bahasa repetisi yang mencakup 12 majas repetisi, 5 majas paralelisme, 10 majas anafora, 3 majas polisindenton, dan 5 majas asindenton; serta e) 15 gaya bahasa bentuk lain, yaitu 10 majas retoris dan 5 majas antitesis. Gaya bahasa yang paling dominan adalah gaya bahasa perbandingan. Fungsi gaya bahasa dalam novel tersebut adalah memberikan kesan hidup, tidak monoton, indah, memperkuat isi, serta memperkuat suasana cerita dan pencerminan tokohnya. Kata kunci: Gaya Bahasa, Karya Sastra, Nove

    Dimensi sosial dalam novel Dunia Samin karya Soesilo Toer dan relevansinya dalam pembelajaran sastra

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya dimensi sosial dalam novel Dunia Samin karya Soesilo Toer dan relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan dimensi sosial dalam novel Dunia Samin dan relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Data dalam penelitian ini berwujud kata-kata, frasa, kalimat, maupun paragraf di dalam novel Dunia Samin karya Soesilo Toer yang berkenaan dengan dimensi sosial. Sumber data penelitian berupa sumber data primer (novel Dunia Samin) dan sumber data sekunder (buku dan artikel berkaitan dengan hasil penelitian). Teknik pengumpulan data menerapkan teknik pustaka, simak, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan teknik dialektika. Validasi data dalam penelitian ini menerapkan triangulasi sumber yakni ahli dan penulis. Hasil penelitian menyimpulkan temuan bahwa terdapat dimensi sosial yaitu dimensi agama, dimensi ekonomi, dimensi lingkungan sosial, dimensi moral, dan dimensi politik dalam novel Dunia Samin karya Soesilo Toer. Hasil temuan tersebut relevan dengan kriteria bahan ajar (bahasa, psikologi, serta latar budaya) dan CP kelas XI SMA (tingkat lanjut) yakni mampu mengapresiasi teks sastra Indonesia dan dunia yang dibaca dan dipirsa

    Kepribadian Aida dalam novel Anak Bungsu karya Soesilo Toer: Tinjauan Psikologi Sosial Skinner

    Get PDF
    ABSTRAK Srimayuni, 1610722008. Kepribadian Aida dalam novel Anak Bungsu karya Soesilo Toer: Tinjauan Psikologi Sosial Skinner. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, 2020. Pembimbing I, Dra. Armini Arbain, M.Hum. dan Pembimbing II, Dr. Syafril, M.Si. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah apa saja faktor-faktor yang memengaruhi kepribadian Aida dan bentuk kepribadian Aida dalam novel Anak Bungsu karya Soesilo Toer? Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kepribadian Aida dan bentuk kepribadian Aida dalam novel Anak Bungsu katya Soesilo Toer. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan psikologi sosial Skinner. Teori yang digunakan yaitu B.F Skinner yang menyatakan bahwa Teori belajar behaviorisme berkaitan dengan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Proses belajar merupakan proses perubahan perilaku sebagai penguat dan hukuman yang menjadi stimulus untuk merangsang manusia yang belajar dalam berperilaku. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif yang bersifat deskriptif, yang menghasilkan kata-kata tertulis mengenai factor-faktor dan bentuk kepribadian dari objek berupa teks. Adapun teknik yang digunakan ialah pengumpulan data, analisis data dan penyajian data secara deskriptif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor yang memengaruhi kepribadian Aida dalam novel Anak Bungsu ialah faktor keluarga, lingkungan sekolah atau kampus, lingkungan masyarakat dan peristiwa pengalaman peribadinya, karena Aida mengalami perubahan perilaku karena lingkungannya. Pengaruh dari lingkungannya tersebut membuat kepribadian Aida menjadi labil. Hal tersebut dibuktikan dengan hubungannya yang bebas dengan beberapa laki-laki. Kata Kunci: Psikologi sosial, faktor, dan bentuk kepribadian

    STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANAK BUNGSU KARYA SOESILO TOER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Anak Bungsu karya Soesilo Toer dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan persamaan dan perbedaan struktur kepribadian hasrat (id), hati nurani dan internalisasi (superego), dan apa yang dilakukan (ego) pada masing-masing tokoh

    ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KOMPONIS KECIL KARYA SOESILO TOER

    Get PDF
    Karakter positif adalah salah satu aspek penting yang perlu dibangun dalam diri setiap generasi muda. Terkikisnya karakter positif pada generasi muda dapat menunjukkan adanya penurunan nilai adab dan karakter. Banyak anak-anak yang menunjukkan kurangnya kesan dalam berbicara, kurang sopan dalam berperilaku, serta sering melanggar aturan yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Tour. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter dengan sumber data novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer. Teknik pengumpulan data dengan cara purposive sampling dan uji validitas melalui triangulasi teori. Teknik analisis dengan tahap pengumpulan, reduksi, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini adalah nilai karakter pendidikan yang terdapat dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer terdiri atas 18 nilai yang meliputi nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat persahabatan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Total keseluruhan yang terdapat dalam novel adalah 108 data kutipan yang mencerminkan nilai pendidikan karakter

    Nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita raja gembul karya soesilo toer dan kelayakannya sebagai sumber belajar Di sekolah dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam buku Kumpulan Cerita Raja Gembul Karya Soesilo Toer. Hal yang mendasari penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian ini adalah masih belum banyak sumber atau bahan ajar di sekolah dasar yang tepat digunakan oleh siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini memberikan referensi sumber belajar yang layak dari buku yang dapat disesuaikan dengan pembelajaran siswa di sekolah dasar. Buku Kumpulan Cerita Raja Gembul merupakan buku terbitan terbaru pada Februari 2020 yang merupakan karya dari Soesilo Toer. Hal unik dalam buku tersebut adalah isi di dalamnya yang seluruhnya memuat cerita khusus untuk anak. Beberapa cerita di dalam buku tersebut tidak sepenuhnya baru melainkan pula terdapat cerita-cerita yang telah lebih dulu terbit melalui berbagai media. Nilai-nilai karakter yang di analisis dalam buku sesuai dengan Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (2010) yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik baca dan catat yaitu membaca buku kumpulan cerita Raja Gembul Karya Soesilo Toer da memasukkannya dalam kartu data untuk diberikan deskripsi Selanjutnya dilakukan pengecekan keabsahan data dan dilanjutkan dengan analisis datameliputi reduksi data, penyajian data, dan sampai pada penarikan kesimpulan yang dignakan untuk menentukan hasil dalam penelitian ini. Setelah dilakukan analisis menunjukkan hasil terdapat 8 nilai karakter yang ada dalam buku kumpulan cerita raja gembul. Nilai karakter tersebut adalah disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli sosial, dan tanggung jawab. Tidak semua cerita yang dianalisis terdapat nilai karakter. Haltersebut dikarenakan nilai karakter yang termuat kurang terlihat dan hanya terdapat pada satubagian cerita saja, sehingga belum dapat mencerminkan nilai karakter dalam cerit

    STRUKTURALISME DALAM KUMPULAN CERPEN NASIB SEORANG PENEBANG KAYU DAN KISAHB LAINNYA KARYA SOESILO TOER

    Get PDF
    Berbicara mengenai sosial dalam sebuah karya sastra tentu juga memiliki nilai sosial yang tinggi pula. Berbicara mengenai karya tentu ada pengarang yang tentunya memiliki latar sosial juga. Karya dan soial memang sangat dekat, seperti penelitian ini yang membahas keterkaitan pengarang dengan karyanya melalui tinjauan sosiologi pengarang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang ada dalam kumpulan cerpen Nasib Seorang Penebang Kayu Dan Kisah Lainnya karya Soesilo Toer. (2) Mendeskripsikan unsur ekstrinsik yang berkaitan dengan kumpulan cerpen NSPKDKL. (3) Melakukan analisis dan pengelompokan data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah unsur-unsur yang terdapat dalam kumpulan cerpen sangat mencerminkan antara pengalaman dan kehidupan pengarang. Banyak pengetahuan yang disampaikan melalui kisah-kisah inspiratif di setiap cerpennya. Menonjolkan latar belakang dan itegritasnya dalam berkarya mengindikasikan sktrukturalisme antara karya dan kehidupan pengarang merupakan orang yang aktif di masyarakat maupun di dunia kepenulisan, terlebih dalam aksi sosial

    Representasi Hegemoni dalam Novel Serigala Karya Soesilo Toer

    No full text
    Korelasi antara fenomena sosial, sastrawan, dan karya sastra dapat dilihat langsung dari latar belakang pengarang dengan karyanya. Salah satunya, yakni Soesilo Toer dengan novelnya Serigala. Selain itu, novel tersebut juga dinilai mengandung persoalan-persoalan hegemonik. Penilaian tersebut didasari adanya hubungan tindak antanokoh atau kelompok yang syarat dengan data-data hegemonik. Keberadaan hubungan tersebut membantu dalam menyimpulkan hipotesis mengenai faktor pendorong, bentuk, dan dampak hegemoni pada tataran klasifikasi ranah sosial tertentu. Unmk mengetahui sekaligus memahaminya, diperlukan disiplin ilmu sosial yang sesuai, yakni teori hegemoni Antonio Grarnsci, guna dapat menganalisis dan memaknainya secara mendalam. Penelitian ini berupaya mengungkap representasi hegemoni dengan menganalisis aspek- aspeknya, terkait faktor pendorong, bentuk, dan dampaknya dalam objek kajian tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan perpaduan pendekatan sosiologi sastra dan objektif. Dari analisis yang telah dilakukan, diketahui beberapa aspek yang mendukung pemahaman akan representasi hegemoni dalam narasi novel Serigala. Faktor pendorong hegemoni mencakup ideologi politik eksistensialisme, fungsionalisme, dan humanisme radikal Profesor Yobish, ultranasionalisme pemerintah negara poros, serta individualisme Magdalena. Selain itu, faktor pendorong lainnya berupa kebiasaan masyarakat yang mudah menerima pengetahuan secara sefla-merta dan menclukung penyikapan kelas elite sebagaikelompok superior, serta kebutuhan masyarakat akan unsur materi ekonomi dan pemuasan seksual. Bentuk hegemoni dapat dipahami sebagai rangkaian tindak aktif dengan muatan kepemimpinan intelektual dan moral untuk mempengaruhi dan mencapai tujuan yang dikehendaki penguasa. Dalam ranah sistem pengetahuan, bentuk hegemoni yang lahir mencakup hegemoni pengetahuan moral sosial, hegemoni wacana teori fungsi dalam kehidupan sosial, serta hegemoni teori fungsi dan intelektual tradisional dalam pendidikan, sedangkan dalam ranah sistem ekonomi mencakup hegemoni upah dan fasilitas kerja serta hegemoni moral kelas penguasa terhadap kelas subordinat. Adapun dampak hegemoninya terbagi dua, yakni dampak terhadap kelas terhegemoni, mencakup perubahan nilai moral karena kepatuhan serta lahimya ketakutan primordial, dan dampak terhadap kondisi sosial, mencakup munculnya norma serta beberapa konflik baru dalam kehidupan sosial

    REPRESENTASI HEGEMONI SOSIAL BUDAYA PADA CERPEN-CERPEN ANAK KARYA SOESILO TOER (ANALISIS WACANA KRITIS)

    Get PDF
    Pengarang menggambarkan hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan representasi hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul karya Soesilo Toer. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis model Leeuwen dan hegemoni Gramsci. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek yang digunakan sebagai sumber data, yaitu Anak Pembesar dan Polisi (APP), Durian Parno Menang (DPM), dan Maka Selamat Sang Lembu (MSSL). Penelitian ini akan mengkaji representasi hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Hal tersebut, dikaji dengan wujud lingual, strategi eksklusi, dan strategi inklusi yang mengandung makna hegemoni sosial budaya. Hasil analisis berdasarkan kajian tersebut menyatakan sebagai berikut. Pertama, penulis menggunakan pasivasi dari strategi eksklusi yang mengandung makna hegemoni sosial pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Strategi tersebut ditandai “oleh siapa” dan “siapa pengguna”, yaitu seperti dihormati, disegani, ditetapkan, dipecat, dinaikkan, digembalakan, dan disembunyikan. Strategi tersebut mengandung makna hegemoni sosial budaya, yaitu (1) merebut kekuasaan, (2) bersifat ekonomis, (3) memegang kendali, (4) dominasi, dan (5) kesadaran solidaritas. Kedua, penulis menggunakan deferensiasi-indeferensiasi, objektif-abstraksi, nominalisasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiasi-disosiasi dari strategi inklusi yang mengandung makna hegemoni sosial budaya. Ketiga, cerpen-cerpen anak Raja Gembul karya Soes banyak ditemukan representasi hegemoni sosial budaya, yaitu hegemoni kapitalis dan hegemoni kekuasaan. Hal tersebut, terbukti berdasarkan banyak ditemukan representasi hegemoni dengan strategi inklusi khususnya skema objektif-abstraksi. Kata kunci: cerpen anak, representasi, hegemoni sosial budaya, analisis wacana kritis. The author describes the social culture hegemony in children's reading in Raja Gembul children's short stories. Research this purpose is showing for representation of the social-cultural hegemony in Raja Gembul children's short stories by Soesilo Toer. This research has used the critical discourse analysis theory by Leeuwen and the theory of Gramsci hegemony. This research method was using the qualitative description. Data research will use as sampel, i.e Anak Pembesar dan Polisi (APP), Durian Parno Menang (DPM), and Maka Selamat Sang Lembu (MSSL). This research will analyze and describe the representation of social culture hegemony in Raja Gembul children's short stories. That matter was studied by lingual shape, exclusion, and inclusion which was containing the significance of social culture hegemony. The result based on the studied said, as follows. First, the author has used passivation of exclusion strategy which is contain the social culture hegemony meaning in Raja Gembul children's short stories. That strategy was marked "by who" and "who is the user", i.e dihormati, disegani, ditetapkan, dipecat, dinaikkan, digembalakan, and disembunyikan. That strategy has contained the social culture hegemony meaning, i.n seize power, economical, hold the control, domination, and solidarity awareness. Second, the author has used indifferentiation-differentiation, objectivation-abstraction, nomination-categorization, nomination-identification, indetermination-determination, assimilation-individualization, and association-dissociation of inclusion strategy which is contain the social culture hegemony meaning. Third, Raja Gembul children's short stories by Soes there are the representation of social-cultural hegemony i.s capitalist hegemony and power hegemony. That matter proven based there are the representation of social-cultural hegemony by inclusion strategy, specially of objectivation-abstraction scheme. Key word: children's short story, representation, social cultural hegemony, critical discourse analysis

    Urutan Naratif dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam “Sesendok Nasi Goreng” Karya Soesilo Toer

    Get PDF
    Sastra anak merupakan ikhwal penting yang ikut serta dalam membentuk karakter anak. Karakter anak yang merupakan bagian dari kecerdasan manusia itu menjadi hal yang penting dan tak bisa diabaikan sehingga dalam prosesnya perlu dikawal sejak dini. Sastra anak yang pada proses dan gerak mempengaruhi pembacanya itu tersematkan di dalamnya nilai-nilai karakter sebagai pembangunan karakter anak. Penelitian ini menilisik struktur naratif yang ikut membangun nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerpen “Sesendok Nasi Goreng” yang terdapat dalam kumpulan cerita anak “Indra Tualang Si Doktor Kopi karya Soesilo Toer”. Adapun teori yang dipakai untuk melihat struktur naratif tersebut ialah teori naratif yang diperkenalkan oleh Gerrad Genette, yang utamanya dalam konsep order. Sementara nilai-nilai pendidikan karakter yang diketemukan dalam karya sastra mengacu pada nilai-nilai pendidikan karakter yang dipaparkan oleh Azzet. Dengan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian, ditemukan beberapa nilai karakter yang ada dalam karya tersebut, yang antara lain kejujuran dan rasa tanggung jawab. Hasil dari penelitian ini membawa manfaat tidak hanya bagi para pendidik dalam memperluas wawasan terkait nilai-nilai pendidikan karakter dalam karya sastra, sehingga membantu dalam profesinya sebagai pendidik, pun juga bagi khalayak umum dalam menyiapkan generasi penerus
    corecore