1,726,222 research outputs found

    Soekarno pejuang bangsa sejati.

    No full text
    Buku ini menceritakan tentang Soekarno sejak muda memimpin perjuangan untuk menghadapi penjajahan melalui serangkaian organisasi pergerakan.iv, 68 hlm.: ilus.; 25 cm

    The Effect Soekarno-Hatta - Jakarta Railway Train Project to PT. Kereta Api Indonesia Financial Performance

    No full text
    Soekarno-Hatta is the largest and busiest airport in Indonesia. So far, the transportation route in and out of the airport is only via the highway road (toll or non-toll) that will pass ring road Jakarta. Currently, the growth of vehicles in Jakarta is very surprising to cause severe traffic jam. The traffic jam that often occured is also affected either directly or indirectly to the traffic conditions and from the Soekarno-Hatta Airport. Indonesia Government through Presidential Decree number 83 of 2011 assigned PT Indonesia Railway to build railway transportation infrastructure through a circular route Jakarta to Soekarno Hatta. The purpose is to develop alternative transportation to help reduce transport problems in the future. For PT KAI itself, as the government-owned company that has a public service obligation (PSO), the project must be done, but there will be a question of whether this project will give positive or negative impact for the company in the future, especially in terms of financial performance. Therefore, to analyze the velua added of this project, the future financial statements between if PT KAI do the project and if they don’t do the project must be compared. As a first step analyzed the financial condition of PT KAI current through the analysis of time series, cross section, a ranking based on two methodologies (BUMN & Moody's), and the current capital structure. Furthermore, the feasibility and demand analysis of the project will be presented as information. To determine how much value the project given, the projected consolidated financial statements and financial statement projections of the project will be conducted. Next step will compare and analyze the results of these projections, which are the consolidated financial statements without a project with projected financial statements consolidation plus project. From the results of the comparison will be observed whether the project also increased ratings of PT KAI. This research provides business solutions to PT KAI to improve financial performance and corporate value by increasing the financial indicators and investment rating. In the end, the project can be roled as a business solution in the future Keywords: Railway Train, Capital Structure, Project Investment, Financial Performanc

    Indonesia menggugat: Pidato pembelaan Bung Karno dimuka hakim kolonial

    No full text
    Indonesia Menggugat adalah pidato pembelaan Soekarno yang berisi kritik terhadap kolonialisme dan imperialisme. Pidato ini dibacakan di pengadilan pemerintah kolonial Belanda pada 18 Agustus 1930. Isi pidato Kondisi politik internasional, Kerusakan masyarakat Indonesia di bawah penjajah, Tuntunan keadilan sosial dan ekonomi bagi rakyat Indonesia, Penekanan kesamaan identitas dan tujuan bersama, Keberanian dalam menentang kolonialisme. Soekarno menulis pidato ini sendiri saat mendekam di penjara Bantjeuj atau Banceuy, Bandung. Ia menulisnya menggunakan kertas beralas kaleng tempat buang air. Pidato ini mengandung nilai-nilai penting, di antaranya: Nasionalisme, Keadilan sosial, Keberanian. Pidato Indonesia Menggugat menjadi dokumen politik menentang kolonialisme dan imperialisme. Soekarno juga menceritakan kembali pidato pembelaannya tersebut dalam otobiografi berjudul "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

    Teladan Soekarno dalam pendidikan akhlak

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah pendidikan akhlak dalam Islam dapat diberikan dalam bentuk keteladanan. Keteladanan tidak hanya dapat diberikan oleh seseorang secara langsung tetapi dapat diberikan melalui biografi seseorang yang telah meninggal dunia. Dalam hal ini salah satu tokoh Indonesia yang memiliki keteladanan yang baik dan dapat dijadikan motivasi di zaman sekarang ini adalah Soekarno. Sehingga dalam pembahasan ini dijelaskan bagaimana teladan Soekarno dalam pendidikan akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teladan Soekarno dalam pendidikan akhlak. Adapun tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui teladan Soekarno dalam pendidikan akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu sebuah metode untuk memperoleh data dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, dapat dari perpustakaan dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi tokoh dengan menggunakan pendekatan penelitian historis, yaitu pengumpulan data dalam bentuk relevan terhadap referensi-referensi seperti buku, jurnal, internet, literatur yang bersifat teoritis. Kemudian data tersebut di analisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa: 1)Teladan Kepribadian Seseorang, Kehidupan Pribadi Soekarno, Soekarno Seorang yang Haus Ilmu ,Soekarno dan Agama. 2) Keteladanan, cara Soekarno Mendengarkan Rakyat, Soekarno yang Mendahulukan Pertemanan, Keberanian Soekarno, Soekarno dan Lingkungan. 3) Bidang Kepeminpinan Soekarno antara lain, Dwi tunggal Soekarno hatta Soekarno Seorang yang tidak Pantang Menyerah. 4)Teladan Dibidang Politik antara lain komunikasi politik Soekarno, Komunitas politik Soekarno dalam Neger

    SOEKARNO AND PANCASILA (Political Idea Growth of Soekarno About Pancasila)

    Get PDF
    Soekarno as one of the Founding Father Indonesian nation owning different idea characteristic from Indonesian figure in its epoch. Political rationale of Soekarno give accomodation at important stream which is life in Indonesia society. Five Principles represent top from idea of Soekarno since year 1920-an. And condition situation differ expanding a period of Soekarno in command not influence its view to humanism, modern colonialism and also colonialism. Soekarno represent one who can see through and catch Indonesia people aspiration and condition with all complexity then to firming up as a nation. Soekarno also a visioner capable to see and open on to the fore which abysmal far its era, so that thereby can give struggle reference and guidance to Indonesian nation and also mankind in developing and civilization prosperity of its life. Nevertheless, Soekarno be really ordinary human being which also can make mistake. Idea of Soekarno which is " special" the result Soekarno trapped in made power circle it own when leading at a period of Democracy Led. This research aim to know how political idea growth about Five Principles by Soekarno since is young till he have command of at a period of Democracy Led. From here Democratize to be interpreted as materialization of President will;desire with Five Principles as a means of. This Research type is analytical descriptive with data collecting method pass literature study. Pursuant to result of from this research can be pulled by conclusion that still there are relation from idea of its Soekarno nonage like Nationalism, Islam, Marxism, Marhaenisme and nature of humanism and also its view to west world with Soekarno after in command

    REPRESENTASI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS SOEKARNO DALAM FILM SOEKARNO

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi gaya kepemimpinan Soekarno dalam film Soekarno. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan demokratis Soekarno pada kepemimpinan Soekarno film dengan tujuan gaya kepemimpinan Soekarno dalam berbagai kegiatan negara dan bagaimana Soekarno dibuat keputusan negaranya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan semiotik John Fiske yang terpisah dalam tiga level. Tingkat realitas adalah peristiwa yang ditandai sebagai kenyataan. Tingkat representasi mentransmisikan kode representasional yang dapat mengaktualisasikan karakter, narasi, tindakan, dialog, pengaturan dan seterusnya. Level ideologis, yang merupakan hasil dari level realitas dan level representasi terorganisir atau dikategorikan ke dalam penerimaan sosial dan hubungan dengan kode ideologis, seperti individualisme, patriarki, ras, kelas, materalisme, kapitalisme, dan sebagainya. Dari analisis ini, gaya kepemimpinan yang terjadi pada level yang mirip dengan ekspresi, gerakan, penampilan, lingkungan dan gaya bicara. Pada level representasi, dapat dilihat dalam karakter, dialog, dan pengaturan. Sementara pada tingkat ideologis, sikap demokratis terlihat dalam setiap gaya kepemimpinan Soekarno. Itu hasil penelitian ini digunakan untuk melihat gaya kepemimpinan Soekarno dalam kegiatan negara dan di waktu menentukan hasil. Ini bisa dilihat melalui ekspresi, gerak tubuh, penampilan itu didukung oleh karakter, akting, dialog dan pengaturan

    Islam Sontoloyo: Pikiran-Pikiran Progresif Pemikiran Islam

    No full text
    Tetapi apa yang kita ‘cutat’ dari Kalam Allah dan Sunnah Rasul itu? Bukan apinya, bukan nyalanya, bukan flame-nya, tetapi abunya, debunya, ashes-nya.” (Ir. Soekarno) “Umat Islam terlalu menganggap fiqh itu satu-satunya tiang keagamaan. Kita lupa, atau kita tidak mau tahu, bahwa tiang keagamaan ialah terutama sekali terletak di dalam ketundukan kita punya jiwa kepada Allah. Kita lupa bahwa fiqh itu, walaupun sudah kita saring semurni-murninya, belum mencukupi semua kehendak agama Islam. Maka benarlah perkataan Halide Edib Hancum, bahwa Islam di zaman akhir-akhir ini ‘bukan lagi pemimpin hidup, tetapi agama pakral-bambu’. Janganlah kita kira diri kita sudah mukmin, tetapi hendaklah kita insaf, bahwa banyak di kalangan kita yang Islamnya masih Islam Sontoloyo!” (Ir. Soekarno) Sebuah buku besar warisan presiden pertama kita, yang sangat relevan, akan selalu relevan, dengan realitas dan pergumulan wacana keislaman kita hari ini

    Soekarno dan diplomasi Indonesia

    Get PDF
    Abstrak. Politik luar negeri Soekarno yang lebih condong ke kiri memunculkan kecemburuan dari pihak barat. Inggris mencoba menggabungkan wilayah koloninya di Semenanjung Malaka, Singa-pura dan Kalimantan Utara menjadi satu dalam Federasi Malaysia. Rencana ini kemudian ditentang oleh Pemerintah Indonesia. Presiden Soekarno berpendapat bahwa Federasi Malaysia merupakan Negara bentukan Inggris, dan hal ini memungkinkan bagi Inggris untuk melakukan kontrol atas Asia Tenggara khususnya Indonesia sebagai tetangga terdekat. Presiden Soekarno mengumumkan Indonesia keluar dari keanggotaan PBB. Presiden Soekarno kemudian membentuk kekuatan baru, yaitu The New Emerging Force (NEFO) sebagai representasi negara-negara dunia ketiga sebagai kekuatan baru untuk melawan kedigdayaan The Old Establsihed Force (OLDEFO) yang berisikan negara-negara maju. Memasuki penghujung tahun 1965 hubungan antara Indonesia semakin erat dengan Cina. Apa yang dilakukan Soekarno ini sebenarnya sebagai salah satu upaya untuk mengimbangi kekuatan militer di dalam politik Indonesia yang semakin menguat.Kata-kata kunci: Soekarno, diplomasi Indonesia, NEFO, GANEFOAbstract. The foreign policy of Soekarno looking at the left makes the jealousy of the Western coun-tries. England tries to unite all Malay colonies, Malay Peninsula, Singapore, and North Borneo be-coming a Malay federation. This plan then is refuted by Indonesian. Soekarno argues that the fed-eration formed by England and this will lead a control upon Southeast Asia including Indonesia as nearest neighbourhood country. Soekarno announces that Indonesia will leave from the United Na-tions. He forms the new power of The New Emerging Force (NEFO) as the representation of the third world resisting The Old Established Force (OLDEFO) consisting of the developed countries. Soekarno approaches the communist block as an effort to equalize the military power in the Indone-sian politic.Keywords: Soekarno, Indonesian diplomatic, NEFO, GANEFODOI: dx.doi.org/10.17977/um020v10i22016p12

    Gaya kepemimpinan Soekarno dalam film Soekarno karya Hanung Bramantyo

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai gaya kepemimpinan Soekarno dalam film Soekarno karya Hanung Bramantyo. Film ini menceritakan tentang kisah hidup Soekarno, mulai dari masa kecilnya sampai dengan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Film yang dirilis pada tanggal 11 Desember 2013 (11.12.13) ini, bertepatan dengan momen dimana Indonesia sedang mencari figur presiden yang tepat untuk memimpin di periode 2014-2019. Film yang dibuat oleh Dapur Film Production dan Multivision Plus ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme khususnya di kalangan remaja Indonesia. Sejalan dengan krisis figur pemimpin di Indonesia, film ini juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk mencari figur pemimpin Indonesia yang tepat dari tokoh Soekarno di dalam film ini.Oleh sebab itu, pemahaman mengenai gaya kepemimpinan menjadi penting untuk mengetahui esensi dari film ini dan dapat dijelaskan dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce guna mengungkapkan makna dari tanda-tanda visual dan non visual yang muncul dalam adegan-adegan di film ini. Setelah tanda-tanda tersebut dimaknai, maka makna-makna tersebut kemudian dieksekusi menggunakan teori dan konsep gaya kepemimpinan. Tidak sebatas memaknai tanda visual dan non visual, tujuan penelitian ini juga diharapkan dapat membantu mahasiswa khususnya mahasiswa ilmu komunikasi untuk dapat melihat penyampaian pesan yang dilakukan menggunakan medium film. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dan metode kualitatif, kemudian analisis semiotika Charles Sanders Peirce juga digunakan untuk mengungkap seperti apa figur Soekarno yang dikonstruksikan pembuat film di dalam film Soekarno ini. Dari hasil penelitian ini, ditemukan tanda-tanda dan makna baik dari analisis tanda visual dan non visual yang merepresentasikan gaya kepemimpinan Soekarno
    corecore