1,737,716 research outputs found

    SEJARAHKESENIAN KEBO BULE KYAI SLAMET GEYOL

    Full text link
    Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat serta hidayahNya, sehingga buku Sejarah Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol ini dapat terwujudkan dengan baik. Buku ini menyimpan sejuta cerita dalam proses penelitian dan penulisannya, dari proses pencarian data sumber sejarah, menemui orang-orang yang tahu akan kesejarahan Kebo Bule Kyai Slamet, sampai mendatangi situs-situs bersejarah yang erat kaitannya dengan tema di dalam buku ini. Buku Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol ini menjadi dasar karena mampu menceritakan sejarah dan hubungannya dengan terwujudnya sebuah kesenian asli Kabupaten Ponorogo, yakni Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet. Banyak masyarakat diluar sana sudah mengetahui tentang Kebo Bule yang di sakralkan oleh masyarakat Surakarta, khususnya keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat, namun banyak juga yang belum tahu asal mula sejarah bagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat mendapatkan hewan langka dan sakral itu. Di dalam buku ini akan dijelaskan bagaimana latar belakang sejarah dari hewan Kebo Bule Kyai Slamet itu sendiri, dan bagaimana fakta-fakta sejarah dapat menginspirasi masyarakat di zaman milenial ini untuk membuat sebuah kesenian yang memiliki fungsi sebagai syiar Agama Islam, pembelajaran sejarah kepada masyarakat, dan media hiburan. Dalam proses penulisan buku ini, dapat berjalan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Drs. H. Ipong Muchlissoni, selaku Bupati Kabupaten Ponorogo. 2. G.K.R Wandansari Koes Moertiyah, selaku Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. 3. Lilik Slamet Raharjo, S.E., M.M., selaku Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo. 4. Dr. Sulton, M.Si. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo. 5. H. Ahmad Tobroni Torejo, selaku Sesepuh Kabupaten Ponorogo vi 6. K.R.A.T Gandaning Puspito Hadinagoro, selaku budayawan dan sejarawan. 7. Slamet Daroini, selaku Kepala Desa Sukosari. 8. Suharjono, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP Ma’arif 1 Ponorogo. 9. RT. Muhammad Masrofiqi Maulana, S.Ag selaku budayawan. 10. Segenap sesepuh dan masyarakat Desa Sukosari. 11. Seluruh pihak-pihak yang telah berperan dalam terciptanya Buku dan Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet. Kami berharap, dengan terbitnya Buku Sejarah Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet Geyol, dapat mengedukasi masyarakat tentang sejarah besar yang melatarbelakangi terciptanya Kesenian Kebo Bule Kyai Slamet di Ponorogo, menambah khazanah kesenian dan kebudayaan yang ada di Ponorogo, dan mengajak masyarakat khususnya para generasi milenial untuk lebih mencintai kesenian dan kebudayaan asli masyarakat Kabupaten Ponorogo

    ANALISIS DAERAH BAHAYA DAN PENUTUP LAHAN WILAYAH GUNUNGAPI SLAMET

    No full text
    RINGKASANSistem operasi alarm bencana alam melalui analisis Gunungapi memberikan informasi tentang geomorfologis, daerah bahaya dan kondisi penutup lahan, hal ini digunakan data Landsat ETM+ tanggal 19 September 2001 pada wilayah Gunungapi Slamet. Analisis geomorfologis menghasilkan sepuluh pengelompokan bentuk lahan yaitu: Kawah aktif (V.02.a), Kerucut gunungapi cinder (V.04.a), Lereng gunungapi (V.05.a), Lereng gunungapi atas (V.05.d), Lereng gunungapi tengah (V.05.c), Lereng gunungapi bawah( V.05.d. Kaki gunungapi (V.06.a). Dataran kaki gunungapi (V.06.b.), Medan lava (V.08.a) Gawir sesar pegunungan blok (S.03.d). Dan analisis daerah bahaya gunungapi, diperoleh tingkat kerentanan tiap-tiap bentuk lahan terhadap bencana Gunungapi Slamet yang dikelaskan ke dalam tiga tingkat, yaitu sangat rentan, (Kawah aktif, Kerucut gunungapi cinder, Medan Lava, dan lereng gunungapi atas), rentan (Lereng gunungapi tengah, Lereng gunungapi bawah, Kaki gunungapi, dan Gawir sesar pegunungan blok) dan kurang rentan (lereng gunungapi, dan Dataran kaki gunungapi). Demikian juga hasil analisis penutup lahan diperoleh tujuh kelas penutup yaitu mulai yang paling luas berturut-turut adalah lahan hutan (10.657 ha), sawah (3.332 ha), tegalan (1.741 ha), perkebunan (1.545 ha), permukiman (418 ha), endapan piroklastik (305 ha), dan lahan terbuka (65 ha). Tujuan dari tulisan ini menginfor-masikan dari hasil penelitian tentang analisis Gunungapi Slamet bulan Juni 2003.Hal. 48-59:ilus.; 30 c

    Sluman Slumun Slamet : Esai-esai Slamet Abdul Sjukur (1976-2013)

    No full text
    Buku ini adalah catatan tebal tentang peristiwa dan pengetahuan musik yang ditulis oleh komponis Slamet Abdul Sjukur dalam rentang waktu lebih dari 35 tahun, sejak 1976 ketika baru saja kembali dari Paris ke Indonesia yang menunjukkkan konsistensinya dalam berpikir tentang sesuatu yang ia pahami dan yakini, yaitu musik. Buku ini ditulis untuk melengkapi “Virus Setan” yang telah ditulis sebelumnya. Selain itu melengkapi pula literatur sejarah, kajian, maupun risalah musik dari para cendekiawan (musik) sebelumnya, seperti Sumaryo LE, JA Dungga, D. Djajakusuma, Amir Pasaribu, Binsar Sitompul, L. Manik, Suhastjarja, dll

    ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE DALAM BELAJAR MANDIRI PENDIDIKAN JASMANI MAHASISWA PG-PAUD

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi mahasiswa PG-PAUD Universitas Slamet Riyadi terhadap media YouTube dalam membantu belajar mandiri pada mata kuliah praktek yaitu Pendidikan Jasmani. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa PG-PAUD berjumlah 12 orang yang dipilih dari mahasiswa yang mempunyai kemampuan awal tentang kompetensi gerak yang rendah atau bukan seorang olahragawan. Data penelitian berupa hasil wawancara, hasil observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa memilih media YouTube untuk pendamping belajar mandiri pada mata kuliah jenis praktek (pendidikan jasmani) karena dapat memberikan banyak informasi materi melalui video, waktu belajar yang fleksibel dan mudah diakses. Namun YouTube juga punya keterbatasan yaitu tidak adanya  timbal balik (hanya komunikasi satu arah) dan tidak bisa dijadikan bahan evaluasi. Media YouTube tidak serta merta dapat membantu sepenuhnya belajar mandiri pada mata kuliah praktek terbukti mahasiswa masih membutuhkan peran dosen untuk mengevaluasi proses belajar geraknya, benar tidaknya, sehinga sebagai prasyarat untuk melanjutkan mempelajari gerakan selanjutnya

    Dr. Andri Slamet Subandrio - The future of mineral exploration beyond Sunda continental shelf

    No full text
    Dr. Andri Slamet Subandrio - The future of mineral exploration beyond Sunda continental shelf. Dipresentasikan pada acara webinar geologi laut bersama MTCRC dan KOIST tanggal 11 Nov 2021

    Paradigma baru pengembangan UIN ke depan (tinjauan aspek manajemen)

    Full text link
    Dengan Surat Keputusan Mendiknas nomor 1/0/SK/2004 dan Nomor ND/BV/I/Hk.00.1/058/2004 tanggal 23 Januari 2004 tentang Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, maka universitas yang berplat merah di Malang bertambah satu yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. UIN Malang adalah lembaga pendidikan tinggi dengan plat merah yang sebelumnya telah di Malang ini yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang

    Paradigma baru pengembangan UIN ke depan (tinjauan aspek manajemen)

    Full text link
    Dengan Surat Keputusan Mendiknas nomor 1/0/SK/2004 dan Nomor ND/BV/I/Hk.00.1/058/2004 tanggal 23 Januari 2004 tentang Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, maka universitas yang berplat merah di Malang bertambah satu yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. UIN Malang adalah lembaga pendidikan tinggi dengan plat merah yang sebelumnya telah di Malang ini yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang

    Petrology and Geochemical Comparation of Pumice and Scoria Rocks of Slamet Volcano, Central Java

    Full text link
    Slamet Volcano is one of Indonesia Quaternary Stratovolcanoes in Central Java Province. Slamet volcano is divided into two parts, Old Slamet in the western part and Young Slamet. The author examined a comparation data of pyroclastic rock of Slamet Volcano, the pyroclastic rocks are pumice from Old Slamet, the scoria fall, and scoria cones are from Young Slamet. They have different geochemical and petrology features, pumice rock has higher SiO2 from 60 to 64 wt.%, scoria fall has SiO2 49.81 to 50.56 wt. %, and scoria cone has SiO2 49.26 wt. %. Petrographic observation showed that pumice is vesicular and contains of phenocryst pyroxene, plagioclase and biotite, scoria fall, and scoria cones have similar petrographic characteristic they have phenocryst of plagioclase, olivine, and pyroxene with hyalopilitic texture. The contrast of major element combined with petrographic features suggest that pyroclastic rock in Slamet Volcano formed by different magma and the magma has differentiation process of Slamet magma is generally caused by magma mixing.</jats:p

    Menguji kakuratan hasil pengukuran arah kiblat menggunakan Istiwaaini karya Slamet Hambali

    No full text
    Facing Qibla is one of the requirements of allowed prayer. Getting the correct qibla direction, which actually it faces the direction of the Ka'ba (Haram) is an obligation for every Muslim in the prayers shalat. Not only the measurement method of qibla direction but also the result of it have been diverse to date. In this case Slamet Hambali create an aid tool of measurement of Qibla direction, Istiwaaini Slamet Hambali working like theodolite system. In collecting data, researcher used the experimental technique observing the location, Masjid Agung Jawa Tengah, over and over to determine the suitability of the result of measuring qibla direction by Istiwaaini using the Qibla direction of Masjid Agung Jawa Tengah which is very accurate. While in the analysis technique, researcher used inductive analysis technique. The Research results are as follows: The first test did on Sunday kliwon, July 20, 2014 at 10:06:37 am WIB, the calculated result obtained a different azimuth (ba) = 254˚ 00 '08,56 ". The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The second test did on Sunday kliwon, July 20, 2014 at 11:47:34 am WIB, the calculated result obtained different azimuth (ba) = 296˚ 00 '16.92 ", The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The third test did on Monday Pahing, August 11, 2014 at 10:22:14 am WIB, the calculated result obtained different azimuth (ba) = 252˚30 '09.19 ", The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The fourth test did on Tuesday Pon, August 12, 2014 at 10:12:45 am WIB, the calculated result obtained different azimuth (ba) = 248˚ 59 '56.15 ", The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The fifth test did on Wednesday Wage, August 13, 2014 at 10:16:59 am WIB, the calculated result obtained different azimuth (ba) = 249˚ 59 '37.5 ", The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The sixth test did on Wednesday Wage, August 13, 2014 at 11:45:50 am WIB, the calculated result obtained different azimuth (ba) = 296˚ 15 '02.71 ", The result of measurement by Istiwaaini has the same result as the Qibla direction, Masjid Agung Jawa Tengah. The test results above show that the result of measuring the Qibla direction by Istiwaaini Slamet Hambali is accurate. ABSTRAK: Menghadap ke arah kiblat adalah merupakan salah satu syarat sahnya salat. Mendapatkan arah kiblat yang benar, yaitu benar-benar ke arah Kakbah (Masjidil Haram) adalah kewajiban bagi setiap muslim yang menjalankan salat. Metode pengukuran arah kiblat sampai saat ini bermacam-macam, hasilnyapun bermacam-macam pula. Dalam hal ini Slamet Hambali menciptakan alat bantu pengukuran arah kiblat dengan nama Istiwaaini Slamet Hambali menggunakan sistem kerja yang tidak berbeda dengan sistem theodolite. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik eksperimen dengan melakukan observasi lapangan secara berulang-ulang dengan mengambil lokasi Masjid Agung Jawa Tengah untuk mengetahui kecocokan hasil pengukuran arah kiblat menggunakan Istiwaaini dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah yang arah kiblatnya sangat akurat. Sedangkan dalam teknik analisis peneliti menggunakan teknik induktif analisis. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut: Pengujian pertama dilaksanakan hari Ahad Kliwon, 20 Juli 2014 pukul 10:06:37 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 254 00’ 08,56”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengujian kedua dilaksanakan hari Ahad Kliwon, 20 Juli 2014 pukul 11:47:34 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 296 00’ 16,92”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengujian ketiga dilaksanakan hari Senin Pahing, 11 Agustus 2014 pukul 10:22:14 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 252 30’ 09,19”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengujian keempat dilaksanakan hari Selasa Pon, 12 Agustus 2014 pukul 10:12:45 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 248 59’ 56,15”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengujian kelima dilaksanakan hari Rabu Wage, 13 Agustus 2014 pukul 10:16:59 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 249 59’ 37,5”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengujian keenam dilaksanakan hari Rabu Wage, 13 Agustus 2014 pukul 11:45:50 WIB, hasil perhitungan diperoleh beda azimuth (ba) = 296 15’ 02,71”, hasil pengukuran menggunakan Istiwaaini sama dengan arah kiblat Masjid Agung Jawa Tengah. Dari enam kali pengujian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa hasil pengukuran arah kiblat menggunakan Istiwaaini Slamet Hambali adalah akurat

    Analisis Penggunaan Antibiotika pada Pasien Penyakit Dalam di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dengan Metode ATC/DDD

    Full text link
    Resistensi antimikroba (AMR) merupakan masalah kesehatan yang mendunia. Resistensi tidak dapat dihilangkan namun dapat diperlambat dengan cara menggunakan antibiotika secara bijak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi resistensi antimikroba dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotika baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien ilmu  penyakit dalam RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode Januari-Maret 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (cross-sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif serta jumlah sampel 482 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC dan DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 76,03/100 patient-days dengan total LOS pasien adalah 2270 hari. Penggunaan antibiotika tertinggi adalah ceftriaxone 37,56/100 patient-days, ciprofloxacin 25,78/100 patient-days, dan levofloxacin 6,05/100 patient-days. Golongan antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu ceftriaxone, ciprofloxacin, dan levofloxacin, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi. Kedepan perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi kualitas penggunaan antibiotika, serta dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan penggunaan antibiotika secara bijak dengan harapan dapat menekan angka resistensi antibiotika
    corecore