1,720,964 research outputs found
Analisis Kapasitas Institusi pada Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Dalam Mencapai Target SDGs di Kota Medan
Penduduk menjadi modal utama pembangunan sehingga menjadi dasar dan sasaran semua kebijakan pembangunan Negara. Salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang bertujuan membangun keluarga kecil dan berkualitas sebagai upaya penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dibidang kesehatan dan kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas institusi dalam perencanaan program dan perencanaan program pembangunan berkelanjutan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan kemudian dilakukan analisis tematik berdasarkan temuan dilapangan.
Struktur institusi dinas pengelola program sudah sesuai dengan pembagian struktur dan beban kerja. Dalam pelaksanaan perencanaan program, masih mengalami kendala baik internal maupun eksternal dalam penyusunan program - program strategis yang menyebabkan menurunnya kualitas penggarapan program di masyarakat. Penguatan kerjasama dengan mitra kerja menjadi penting dalam peningkatan kualitas dan kuantitas program untuk mencapai target kinerja yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dalam dokumen perencanaan, program ini masuk dibawah aspek pelayanan kesehatan dengan satu indikator pencapaian program. Dokumen ini tidak sesuai dengan indikator kinerja program KKBPK permendagri Nomor 86 tahun 2017 dengan 32 indikator. Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Medan telah berupaya menyesuaikan indikator kinerja dalam renstra dinas dengan menetapkan tujuan dan sasaran. Penyempurnaan indikator juga telah dilakukan dalam usulan revisi RPJMD Kota Medan, namun hanya mencakup 7 indikator kinerja.. Dalam mencapai target SDGs, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga mempengaruhi pencapaian program poin ke 3 dan ke 5. Roadmap database kependudukan dalam pencapaian target SDGs untuk pembangunan berkelanjutan telah tertuang dalam perencanaan program.130 HalamanTesis Magiste
Evaluation of Total Fertility Rate (TFR) North Sumatera Province, 2017 – 2019
This study aims to look at evaluating fertility increases from factors that affect fertility. The data processed and presented in this paper constitutes RPJMN Indicator Survey and the Program Performance and Accountability Survey (SKAP) of the North Sumatra Province BKKBN from 2017 to 2019. The target population of this survey is households, women of childbearing age 15 to 49 years, families and unmarried adolescents aged 15 to 24 years in selected clusters in the province. The sampling design used was stratified multistage sampling and for the province of North Sumatra the number of selected clusters was 78 clusters spread across 33 regencies and cities. Each cluster is listed (enumerated) and 35 eligible households are selected using systematic random sampling techniques to retrieve data. The SRPJMN/ SKAP sample target in North Sumatra Province covers 2,730 households. Information on fertility rates in this survey is based on the number of births collected from all women aged 15-49 years. The results are the increase of number TFR until 20.3% in three years, the number of ASFR also increase every year. Namely first married in the age range of 15-17 years (60%) in three years. And it also find the number of using contraception In the last 3 years (2017 - 2019) for the Province of North Sumatra, the use of a FP method / device has increased from 49.42% in 2017 to 56.25% in 2019
HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DENGAN PENGASUHAN TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA DI PROVINSI SUMATERA UTARA
Seribu hari pertama kelahiran setiap anak merupakan masa perkembangan kecerdasan yang sangat pesat pada setiap individu sehingga masa ini disebut golden age (masa emas). Anak-anak yang lahir dengan jarak kelahiran 3 sampai 5 tahun dengan kelahiran sebelumnya memiliki tingkat kelangsungan hidup 2,5 kali lebih tinggi dari pada mereka yang lahir dengan jarak kelahiran < 2 tahun. Anak-anak yang lahir dengan jarak kelahiran 3 tahun dengan kelahiran sebelumnya lebih sehat saat mereka dilahirkan dan memiliki kemungkinan hidup lebih baik pada setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk melihat hubungan jarak kelahiran dengan pengasuhan tumbuh kembang anak di sumatera utara. Analisis ini menggunakan data sekunder, yaitu data dari “Survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2017”. Survei dilaksanakan di semua kabupaten (34 kabupaten) disumatera utara.Responden adalah WUS yang memiliki anak balita dengan usia 0-4 tahun dengan jarak kelahiran anak terakhir dengan anak sebelumnya adalah 339. Hasil uji chi square diperoleh nilai sig 0.201 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan jarak kelahiran dengan pengasuhan tumbuh kembang anak di sumatera utara. Hal ini membuktikan bahwasanya tidak ada perbedaan pengasuhan orang tua baik pada jarak kelahiran pendek maupun jarak kelahiran yang panjang. Menurut asumsi peneliti, hal ini terjadi dikarenakan orangtua tidak terlalu mementingkan pengasuhan tumbuh kembang anak yang meliputi aspek pertumbuhan fisik, aspek jiwa/metal/spiritual dan aspek sosial. Namun orangtua lebih mementingkan aspek finansial atau keuangan untuk bertahan hidup mereka. Sehingga pola asuh menjadi terabaikan.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Hubungan Pengetahuan, Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Penggunaan NAPZA Pada Remaja Provinsi Sumatera Utara (Analisis Data Sekunder SRPJMN Tahun 2017)
Survei RPJMN KKBPK dilaksanakan Serentak di Provinsi Sumatera Utara dengan 33 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Locus 78 Klaster yang terpilih dengan mempertimbangkan Weighting dan Kuintil Kekayaan. Berdasarkan hasil penelitian dari penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 diperoleh bahwa sekitar 27,32% pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan, Usia, dan Jenis Kelamin terhadap penggunaan NAPZA pada Remaja di Provinsi Sumatera Utara, adapun faktor dalam penelitian ini adalah pengetahuan, usia dan jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 1.243 Remaja dari 33 Kota/Kabupaten Di Provinsi Sumatera Utara. Remaja pada penelitian ini ber usia 15-24 tahun yang belum menikah pada rumah tangga terpilih. Pemilihan rumah tangga dipilih dengan teknik systematic random sampling dimana kerangka sampelnya didata dengan menggunakan update data real pada saat survey. Hasil dari penelitian menunjukkan hubungan Usia dengan penggunaan NAPZA. Remaja Akhir 18-21 Tahun yang paling bayak menggunakan NAPZA dengan presentase 5,9% (45 Orang). Hubungan jenis kelamin dengan Pengguna NAPZA, laki-laki yang pernah menggunakan NAPZA sebanyak 3,1% (38 Orang), Perempuan sebanyak 2,8% (35 Orang). Pengetahuan baik penggunaa NAPZA sebanyak 11,8% (146 Orang) dan pengetahuan kurang baik sebanyak 69,6% (865 Orang)
PENGARUH FREKUENSI MEDIA DAN KETERPAPARAN INFORMASI TENTANG KB TERHADAP PERSEPSI JUMLAH ANAK IDEAL: ANALISIS DATA SDKI 2017
The National Population and Family Planning Board of North Sumatra Province continue to socialize the ideal number of children in a family of 2, but the TFR is still high at 2.9. Information about the Family Planning (KB) program expected to change people's thinking patterns about the number of children. Ideal. The research objective was the influence of media frequency and exposure to information about kb on the perception of the ideal number of children. This study is a further analysis of the 2017 IDHS using a cross-sectional. The population in this study were all women of childbearing age 15-49 years. The sample in this study was 2300 WUS — bivariate analysis using cross-tabulation and chi-square test. The results of this study indicate that the respondents who stated the ideal child were 1-2 people as many as 48% while 52% stated that the ideal child was ≥ three people. There is a relationship between the frequency of reading newspapers (p = 0.01), listening to the radio (p = 0.028), watching TV (P <0.001), using the internet (P <0.001), reading exposure to family planning programs in newspapers (0.001), the radio (0.005), exposure to seeing family planning programs on TV (0.001) with the ideal number of children. The National Population and Family Planning Board of North Sumatra Province must be able to choose effective information media to increase public perceptions about the ideal number of children, such as urban communities better use radio and internet media and rural communities use newspaper information media
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
