9 research outputs found

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS OPINI MELALUI MEDIA KARIKATUR KONTEKS SOSIOKULTURAL SISWA KELAS XI SMK PELITA NUSANTARA 01 SEMARANG

    No full text
    Menulis opini merupakan salah satu materi pembelajaran yang menarik dan bermanfaat untuk diajarkan kepada siswa. Namun, pembelajaran menulis opini di kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Pelita Nusantara 01 Semarang belum menunjukkan hasil yang memuaskan (optimal). Hal ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Strategi dan media yang diterapkan guru selama ini kurang bervariasi. Selama ini pembelajaran menulis opini yang dilakukan guru masih menggunakan strategi ceramah dan pemberian contoh. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas XI SMK Pelita Nusantara 01 Semarang dalam menulis opini, digunakan media karikatur konteks sosiokultural dengan pendekatan proses dalam pembelajaran. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini membahas permasalahan yaitu (1) bagaimana peningkatan keterampilan menulis opini siswa kelas XI program studi administrasi perkantoran SMK Pelita Nusantara 01 Semarang setelah mendapat pembelajaran dengan media karikatur konteks sosiokultural, (2) bagaimana perubahan tingkah laku siswa kelas XI program studi administrasi perkantoran SMK Pelita Nusantara 01 Semarang dalam menulis opini setelah mendapat pembelajaran dengan media karikatur konteks sosiokultural. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis opini pada siswa kelas XI program studi administrasi perkantoran SMK Pelita Nusantara 01 Semarang setelah mendapat pembelajaran dengan media karikatur konteks sosiokultural. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mendeskripsi perubahan tingkah laku siswa kelas XI program studi administrasi perkantoran SMK Pelita Nusantara 01 Semarang setelah mendapat pembelajaran dengan media karikatur konteks sosiokultural. Secara teoretis, penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan teori pembelajaran bahasa pada umumnya dan penggunaan media karikatur konteks sosiokultural dengan pendekatan proses, pada khususnya. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan peneliti lain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK Pelita Nusantara 01 Semarang. Siklus I dan Siklus II terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Variabel penelitiannya adalah keterampilan menulis opini, pendekatan proses menulis opini melalui media karikatur konteks sosiokultural dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambil data tes yang digunakan yaitu berupa tes keterampilan menulis opini, sedangkan alat pengambil data nontes yang digunakan adalah pedoman observasi, jurnal guru, wawancara, angket siswa, serta dokumentasi foto dan video. Analisis data yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis opini dengan pendekatan proses melalui media karikatur konteks sosiokultural dapat meningkatkan keterampilan menulis opini. Pada Siklus I nilai rata-rata klasikal diperoleh sebesar 69,96. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,76 atau meningkat sebesar 9,72% dari siklus I. Peningkatan rata-rata pada siklus II juga dapat dilihat dari kelima aspek, dalam aspek kualitas isi, keterampilan siswa meningkat sebesar 1.87%, aspek organisasi tulisan mengalami peningkatan sebesar 5.34%, aspek pilihan kata mengalami peningkatan sebesar 0.63%, aspek penggunaan bahasa mengalami peningkatan sebesar 12.97%, dan aspek mekanik tulisan mengalami peningkatan sebesar 44.00% dari siklus II. Selain itu, perubahan perilaku dalam penelitian ini adalah siswa tampak lebih senang dan merespon media karikatur konteks sosiokultural yang dihadirkan guru, lebih semangat, aktif dalam mengikuti pembelajaran, dan menjadi senang dengan kegiatan menulis opini serta siswa menjadi termotivasi dan tertantang untuk menulis tentang tema yang ada dalam karikatur karena siswa menyukai tema yang aktual dan dari lingkungan sosial dan budaya sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberi saran, yaitu (1) guru hendaknya mampu memilih pendekatan, strategi, teknik, dan bahan ajar yang tepat dan kreatif sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa, (2) Selain memilih strategi dan media yang tepat, menarik, dan berguna, dalam pembelajaran menulis opini untuk siswa SMK kelas XI, guru juga sebaiknya menentukan tema yang aktual dan sesuai dengan kondisi sosial dan budaya siswa untuk menstimulasi siswa dalam menulis opini, (3) pembelajaran menulis opini dengan pendekatan proses melalui media karikatur konteks sosiokultural dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran keterampilan yang lain, (4) para praktisi di bidang pendidikan atau peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa dengan teknik pembelajaran yang berbeda

    The Development of Integrative Model for Indonesian Language Teaching Materials in ICT Based Socio Culture Studies for Intermediate non Native Speakers

    No full text
    This article is aiming at developing an integrative model of Indonesian language for foreigners (BIPA) teaching material for non native speakers (NNS). This research has successfully proven that the material developed here is able to improve foreigners’ communication skill. Research statements employed in this research are: (1) what the need of ICT based integrative model development of BIPA teaching material for NNS in improving Indonesian language communicative skill is, (2) what the characteristics of Indonesian teaching material integrative model for NNS are, and (3) how the ICT based integrative model development of indonesian teaching material for NNS in improving Indonesian language communicative skill are. This research is a research and development based on Borg and Gall concept that has been modified by Sukmadinata. The findings generated in this research are a guide of ICT based integrative model development of social cultural BIPA teaching material that is arranged (1) based on integrative approach, (2) developed in socio cultural domain, (3) oriented in communicative ability improvement, and (4) elaborated in ICT utilization basis

    Strengthening Maritime Culture with Humanistic Value in Enrichment Books of Bahasa Indonesia

    No full text
    This study is aimed at (1) investigating the need for developing enrichment books of Bahasa Indonesia based on maritime culture with humanistic value; (2) developing enrichment books of Bahasa Indonesia based on maritime culture with humanistic value;and(3)presentingtheexperts’judgementontheprototypeofenrichmentbooks of Bahasa Indonesia based on maritime culture with humanistic value. This research employed Research and Development (R&D) done in five steps. The results of this study are the enrichment books of Bahasa Indonesia based on the maritime culture withhumanisticvalue.Thedevelopedproductcanbeusedastheaccompanyingbook which can help the students improve their language skills.     Keywords: maritime culture, humanistic value, and enrichment book

    Produksi Satuan Sintaksis Anak Autis SLB C Yayasan Autisma Semarang

    No full text
    Rendahnya produksi satuan sintaksis menyebakkan anak-anak autis kesulitan merangkai kata menjadi kalimat yang mudah dipahami untuk berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk produksi sintaksis frasa, klausa dan kalimat; kompetensi produksi satuan sintaksis: dan pengaruh psikolinguistik terhadap kompetensi sintaksis pada anak autis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan produksi satuan sintaksis pada anak autis berbeda-beda. Perbedaan tersebut berdasarkan tingkat autis yang dialami. Pada anak autis tingkat ringan memiliki kompetensi produksi satuan sintaksis yang sangat baik, yaitu produksi frasa sebesar 80,7%, produksi klausa sebesar 41,6% dan produksi kalimat yang sangat baik. Pada anak autis tingkat sedang memiliki kompetensi produksi satuan sintaksis yang sedang, yaitu produksi frasa sebesar 11, 5%, produksi klausa 0% dan produksi kalimat hanya kalimat holofrastik. Terakhir pada anak autis tingkat berat memiliki kompetensi produksi satuan sintaksis yang sangat rendah, yaitu produksi frasa sebesar 3,8%, produksi klausa 0% dan hanya memproduksi kalimat holofrastik dan cenderung meniru apa yang diucapkan lawan bicaranya (echolalia). Hasil penelitian ini mampu memperkaya ilmu pengetahuan dalam bidang sintaksis dan psikolinguistik serta pengembangan pembelajaran untuk pengajar anak-anak berkebutuhan khusus dan SLB C Yayasan Autisma Semarang.

    Written Language Error Analysis in Level 2B BIPA Students of Wisma Bahasa Yogyakarta

    No full text
    Written language errors can occur in BIPA learning due to several factors: students’ low grammar mastery, lack of understanding in word meaning, lack of competence in sentence forming linguistic units in Indonesian language, and influence of mother-tongue/native language in the use of Indonesian language. This research aims to describe the form of diction error, affixation, punctuation, and sentence structure in sentences written by BIPA level 2B students in Wisma Bahasa Yogyakarta. Based on 224 sentences on the questionnaire, there are 50 sentences with 80 language errors made by students. The most common language error is the use of particles in the aspect of diction, comprising 61.25%. Diction error include errors in verbs, nouns, adjectives, adverbs, numerals, particles, and clitics. In affixation section, the errors consist of 6.25% of the total errors, including prefix, suffix, and confix. Punctuation error occurs 20%, include errors in dot and comma use. Sentence structure errors cover as much as 12.5%, including subjects, predicates, and adverbs. The present study is expected to be beneficial to enrich the learners’ knowledge of morphology and syntax in BIPA learning level 2B in Wisma Bahasa Yogyakarta or at another BIPA institution. Furthermore, BIPA teachers can also take into account learning materials that potentially contain possible language errors to anticipate more language errors and sentence ineffectiveness

    ANALYSIS OF MACROSTRUCTURE AND SUPERSTRUCTURE OF CORRUPTION NEWS DISCOURSE IN NEWSPAPERS

    No full text
    This study aims to determine the construction of news texts in newspapers, especially in the dimensions of macrostructure and superstructure. This study used a descriptive qualitative approach with the analysis of Teun van Dijk's critical discourse, specifically the dimensions of the text. The results showed that in reporting corruption cases in Suara Merdeka, Republika, Kompas, and Jawa Pos newspapers, journalists constructed the news cases by focusing on news themes about ongoing corruption. Meanwhile, in the superstructure dimension, a number of news scheme categories are formulated to build a story, which is a summary, which is marked by two elements namely the title and lead and story, namely the overall news content from introduction to the end

    Investigating Indonesian language varieties in social media interactions: Implications to teaching practices

    No full text
    Social media users come from various circles with different social and cultural statuses which will bring up diverse language variations. Additionally, language variations in speech events on social media certainly have characteristics that are distinctive and different from speech events in general. This study aimed at investigating types and forms of Indonesian language varieties occurred in speech events on social media. A quantitative and qualitative approaches was applied to accomplish the research objective. The quantitative approach was carried out using content analysis. The qualitative approach used was based on sociolinguistic theory. The research data were collected using the listening method (uninvolved conversation observation technique, recording technique, note-taking technique) and questionnaire method. The data were analyzed using the content analysis method to determine the form and percentage of language variety used in speech events on social media. In addition, Miles and Huberman's model was also used for data reduction, verification, conclusion drawing. The research found that language varieties in speech events on social media was not dominated by non-standard varieties, and inter-language mixture (code switching and code mixing). The characteristics of speech events on social media use, among others, informal language, daily-conversation language, unnatural context, and shortened writing. The results implied that the variety of language use on social media has increased since the COVID-19 pandemic. Therefore, it is necessary to research the use of codes, politeness, or hate speech on social media. Moreover, opportunities are also open to research the use of social media for language learning

    اسمنات المعنوية فى ديوان الحبيب على بن محمد الحبشى: دراسة ليلية بالغية

    No full text
    مستخلص البحث من خلال قراءة بعض الكتابات العلمية التى يمكن اتختذها على بعض النقاط، أى المعرفة العلمية البلاغية هى الإنظباط الذى يوجهها المتعلمون لتقدمي فكرهتم وخيالهم، تأسيسا على تنظيف باطنهم وتقديمهم فى فهم تزيني تعبير اللغة العربية. وقدرة المعلمين على شرح الفروق بني أنواع أسلوب اللغة العربية٠ هذا البحث يبحث عن تحليل األشعار ديوان الحبيب على بن محمد الحبشى من ناحية علم البديع. أما خطة البحث التى قد ألفها الباحث مكونة من المبادئ التى تحتاج لتنغيذ هذا البحث ورتبها في الباب الأول.هناك قطعة شرح عن وظيفة اللغة العربية وأمهية تعليمها مث أقسام درتها التى تكون منها علم البلاغة وعلم البديع. أما الموضوع الذى اختاره الباحث فهو اسمنات المعنوية فى ديون الحبيب على بن محمد الحبشى الذى توى على نشئتو وتارو وعبقريتو في مجيع الكلام ال كتب الباحث في هذه الرسالة. أحكى مؤلّف هذا الكتاب حكاية محمودة في العامل بشرح مجيل، ليكون نزهة لذوى العقول وقد أوردت في هذا الديوان من الفوائد الغرائب، ومن المنقول العجائب واختصر من الأشياء المسائل الدفيدة. فيو أشعار متعددة، فرأى الباحث أن معظم الأشعار تحتوى على عناصر البديعية وهذه هي الحجّة. فالمنهج الكيفي الوصفي (deskriptif-kualitatif( هو المنهج المستعمل في هذا البحث. وأما الطريقة المستعملة لجميع البيانات فهى الطريقة المكتبية. والطريقة المستعملة لتحليل البيانات هى الطريقة التحليل الكيفى. وسيشرح أيضا حملة موضوع ىذا البحث الباب الثالث من جهة اإلحتواء والتفوّق، فمنو عدد أبوابو و عدد أشعاره. وقبل التبيني، يذكر الباحث األشعار احملدّدة مث يمجها إىل اللغة اإلندونيسية ألجل السهولة الفهم. كما ذكرت الفقرة ااضية أنّ ليل البيانات يبحث تفصيال ىذا الباب. أما النتائج احملصلة من ىذا البحث فهي وجود احملسنات اعنوية ىذه األشعار وىي الطباق ولموافقة ولجمع ولمقابلة وحسن التعليل والتورية وتجاهل العارف. كلها تعرض في الباب الربع، ألن تفصيل التحليل قد أبان الباب ااضى. ABSTRAK Penelitian ini mencari analisis Diwan habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. semoga Allah menghormatinya kontrol retoris tangan-Badi. Rencana penelitian (Proposal Penelitian) yang dapat ditulis oleh peneliti terdiri dari prinsip-prinsip yang perlu untuk melaksanakan penelitian dan diatur dalam pintu pertama. Ada sepotong penjelasan tentang fungsi bahasa Arab dan pentingnya pendidikan dan kemudian belajar dari bagian yang retorika dan ilmu Badi. Judul yang dipilih oleh peneliti keindahan makna dalam Diwan habib Ali bin Muhammad al-Habsyi," yang berisi Ncith, sejarah dan jenius dalam semua pembicaraan bahwa peneliti menulis dalam surat itu. Berbagi cerita saya penulis buku ini adalah terpuji di dunia menjelaskan indah, menjadi piknik untuk orang-orang dengan pikiran. Telah dilaporkan dalam buku Algraub bunga, dan keajaiban ditransfer. Memotong pendek hal-hal berguna penting. Perhatikan beberapa, peneliti melihat bahwa sebagian besar puisi mengandung unsur pidato figuratif, dan ini adalah argumen. Kualitatif kurikulum deskriptif (kualitatif-Deskriptif) adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Karena hasil dari data yang peneliti akan menyajikan kata-kata dan penjelasan. Peneliti mencoba untuk menyesuaikan penelitian teoritis Bertanggung jawab yang ada, diselenggarakan di Bagian II. Yang merupakan data dasar dari puisi-puisi ini, data sekunder yang tepat diambil dari buku-buku retorika dan cara lain mengandung semua dermawan perangkat tambahan pidato verbal dan pidato kiasan kiasan moral. Profil ini juga akan menjelaskan subjek penelitian ini dalam Bab III titik penahanan dan keunggulan, melampaui jumlah pintu dan jumlah puisinya. Sebelum Mencerminkan, Peneliti kemudian dipilih puisi diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan pemahaman. Seperti yang saya sebutkan di paragraf terakhir bahwa analisis data tampak secara rinci dalam bagian ini. Hasil dari penelitian ini adalah adanya tambahan verbal dalam puisi-puisi itu, aliterasi dan assonance, dan tanda hubung, dan anggaran. Dan dermawan moral yang sesuai, tembakau, Almchaklh, kombinasi, berlebihan, penalaran yang baik, dikombinasikan dengan divisi, dikombinasikan dengan diferensiasi, doktrin retorika, Berikan lebih memperhatikan pertandingan. Disajikan dalam jumlah Bagian IV, karena analisis rinci telah menunjukkan pintu di terakhir ABSTRACT By reading some of the scientific literature that can choose points, in scientific knowledge rhetorical is a process who directed learners to make their idea and imagination Based on the clean inwardly and bring them in understanding the Arabic expression decorating. And the ability of teachers to explain the differences between the types of Arabic style. This research looking for the analysis of the poems in the Office of Habib Ali bin Mohammed Al Habashi hand knowledge of Badi'. The research plan, which was written by a researcher made up of the principles that you need to carry out this research and arranged in the first section. There is a piece explanation of the Arabic language function and the importance of education and then studied sections which are science rhetoric and science Badi’. The topic chosen by the researcher is Thats morale in the office for Habib Ali bin Mohammed Al Habashi which contains Ncith the history and genius in all the talk that researcher wrote in this letter. Tell the author of this book is the story of a welcome in a beautiful world to explain, to have a picnic for people with brains have been reported in this Court benefits Algraub, is quoted in Wonderland and shortened things issues Aldwidh. Which multiple poems, Researcher saw that most of the poems contain elements Alibdieih and this is the argument. the qualitative descriptive methode is the method used in this research. The method used for all data is the way office. The method used to analyze the data is the way of qualitative analysis. It also will explain a glimpse subject Yma research in the third section of the containment and excellence, midst the number of topic and the number of his poems. Before Signifying, Researcher little poems set and then translated into the Indonesian language for ease of understanding. As I mentioned in the last paragraph that detailed analysis of data looking in this step. The chosen topic by the researcher is Thats morale in the office for Habib Ali bin Mohammed Al Habashi which contains the history and genius in all the talk that researcher wrote in this letter. Tell the author of this book is the story of a welcome in a beautiful world to explain, to have a picnic for people with brains have been reported in this Court benefits Algraub, is quoted in Wonderland and shortened things issues Aldwidh. Which multiple poems, Researcher saw that most of the poems contain elements Alibdieih and this topic

    Inovasi Akar Rumput sebagai Proses Pemecahan Masalah : (Studi Kasus: perajin Bambu Selaawi dan perajin Sapu Ijuk Purwakarta)

    No full text
    West Java is well known for its abundant natural resources and handicrafts. Because of the abundant natural resources, many handicrafts are produced by local craftsmen. One of them is bamboo handicrafts in Selaawi, which are known for their bird cages, woven bamboo baskets, and so on. Another craft in West Java that still survives and has become the hallmark of the region is the palm-fiber broom in Purwakarta. During the production process, bamboo craftsmen in Selaawi and palm-fiber broom craftsmen in Purwakarta are known to have unique production tools that are specially made for certain functions. These simple tools are developed based on the special needs of production combined with the limited availability of tools and materials. Even though it is simple in shape, this equipment is an essential production tool that plays an important part in craftsman’s production activities. Nowadays, the challenge is the lack of motivation of the younger generation who work as artisans due to economic factors and a lack of knowledge about alternative solutions to achieve affordable and simple production. Through the digitizing artifacts method, the author archived various handicraft products and their production techniques from two case study areas in craft-centers, namely Selaawi and Purwakarta. Data collection and interviews resulted in the findings that the craftsman had gone through an innovation process using a social approach.Jawa Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan hasil kerajinan yang beragam dari berbagai daerah. Selain karena faktor sumber daya alamnya, keunikan produk kerajinan juga merupakan hasil dari buah pikir dan tenaga para perajinnya. Salah satunya adalah kerajinan bambu di Selaawi yang dikenal melalui produk sangkar burung, keranjang anyaman bambu dan sebagainya. Kerajinan lain di Jawa Barat yang juga masih bertahan dan menjadi ciri khas daerahnya adalah sentra sapu ijuk di Purwakarta. Dalam melakukan proses produksi, para perajin bambu di Selaawi dan perajin sapu ijuk di Purwakarta diketahui memiliki beberapa alat produksi yang dibuat sendiri khusus untuk fungsi tertentu. Peralatan sederhana tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan khusus produksi serta ketersediaan alat dan material yang terbatas. Walaupun sederhana, peralatan tersebut merupakan senjata utama yang menjadi bagian penting dari aktivitas produksi para perajin. Tantangan yang saat ini terjadi adalah masih kurangnya motivasi generasi muda yang berprofesi sebagai perajin dikarenakan faktor ekonomi dan kurangnya pengetahuan mengenai berbagai alternatif alat produksi sederhana dan terjangkau. Melalui metode digitisasi artefak, penulis melakukan pengarsipan terhadap produk kerajinan dan teknik produksinya dari dua daerah studi kasus sentra kerajinan yaitu Selaawi dan Purwakarta. Pendataan dan wawancara menghasilkan temuan bahwa para perajin telah melalui proses inovasi dengan pendekatan sosial
    corecore