7 research outputs found

    Peran Polri dalam Penyidikan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga (Studi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polresta Tebing Tinggi)

    No full text
    Segala bentuk kekerasan terutama kekerasan seksual dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusian serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus. Korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang kebanyakan adalah perempuan harus mendapat perlindungan dari negara dan/atau masyarakat agar terhindardari dan terbatas dari kekerasan atau ancaman kekerasan, penyiksaan, atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat kemanusiaan. Kehadiran unit PPA dalam lingkungan Polri untuk melaksanakan fungsi dan tugas dalam penyelidikan dan penyidikan kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, amak rumusan masalah dalam penelitian ini faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan, bagaimanakah peran Polri melalui Unit PPA Sat Reskrim Polresta Tebing Tinggi selaku penyidik dalam pengungkapan kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga dan hambatan apa saja yang dihadapi? Penelitian ini bersifat yuridis normatif yang dilakukan di unit PPA Sat Reskrim Polresta Tebing Tinggi, dengan metode pengumpulan data studi dokumen dilakukan dengan rangka mendapatkan data sekunder baik berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier, dan untuk mendukung data sekunder dilakukan dengan wawancara langsung ke lapangan dengan responden. Data yang diperoleh kemudian analisis secara kualitatif

    Kajian Hukum dalam Peranan Kepolisian Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas Akibat Kecelakaan yang Menyebabkan Matinya Orang Ditinjau dari Hukum Pidana

    No full text
    Pembahasan di dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana sebenarnya kendala yang dihadapi kepolisian dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana culpa pada perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan matinya orang lain. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana mendeskripsikan dan menganalisa pelaksanaan penyidikan tindak pidana culpa pada kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan matinya korban dan bagaimana mendeskripsikan dan menganilisa kendala dalam penyidikan tindak pidana culpa dalam kecelakaan laulintas yang mengakibatkan matinya korban. Untuk membahas permasalaban tersebut mnka dilakukan penelitian secara kepustakaan dan penelitian lapangan yang dilakukan di Polres Dair

    PERAN POLRI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA (STUDI DI UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK SAT RESKRIM POLRESTA TEBING TINGGI)

    No full text
    Segala bentuk kekerasan terutama kekerasan seksual dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus. Korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang kebanyakan adalah perempuan harus mendapat perlindungan dari negara dan/atau masyarakat agar terhindar dari dan terbatas dari kekerasan atau ancaman kekerasan, penyiksaan, atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat kemanusiaan. Kehadiran Unit PPA dalam lingkungan Polri untuk melaksanakan fungsi dan tugas dalam penyelidikan dan penyidikan kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Peranan Unit PPA Sat Reskrim Polresta Tebing bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan khusus kepada saksi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang termasuk ke dalam kekerasan dalam rumah tangga</p

    PERAN POLRI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA (STUDI DI UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK SAT RESKRIM POLRESTA TEBING TINGGI)

    No full text
    Segala bentuk kekerasan terutama kekerasan seksual dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus. Korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang kebanyakan adalah perempuan harus mendapat perlindungan dari negara dan/atau masyarakat agar terhindar dari dan terbatas dari kekerasan atau ancaman kekerasan, penyiksaan, atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat kemanusiaan. Kehadiran Unit PPA dalam lingkungan Polri untuk melaksanakan fungsi dan tugas dalam penyelidikan dan penyidikan kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Peranan Unit PPA Sat Reskrim Polresta Tebing bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan khusus kepada saksi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang termasuk ke dalam kekerasan dalam rumah tangg

    Efektivitas Strategi Counterinsurgency “Oplan Bayanihan” di Filipina

    No full text
    Abstrak - Kelompok Insurjensi di Filipina tidak muncul dalam waktu dekat, melainkan sejak awal merdekanya Republik Filipina. Dengan kemunculan beberapa kelompok insurjensi, maka Filipina telah beberapa kali melakukan strategi counterinsurgency hingga akhirnya pada masa Pemerintahan Benigno Aquino III, muncullah strategi “Oplan Bayanihan” sebagai konsep strategis untuk menghadapi insurjensi. Namun, strategi ini tidak begitu saja lahir karena Presiden Aquino III sendiri telah mengklaim adanya keberlanjutan kebijakan dan strategi pemimpin sebelumnya dalam hal ini sehingga penulis menyebut “Oplan Bayanihan” ini sebagai strategi revolusi dalam konteks counterinsurgency di Filipina. Dalam tulisan ini, dijelaskan bagaimana Oplan Bayanihan dapat menjadi penerus strategi counterinsurgency yang berpengaruh besar bagi keamanan dan perdamaian internal, serta sejauh mana efektivitasnya terhadap sistem keamanan di Filipina. Selain itu, penulis juga sedikit menyinggung strategi counterinsurgency di Indonesia sebagai studi komparasi agar menemukan solusi penyelesaian konflik insurjensi yang tepat.Kata Kunci: insurjensi, counterinsurgency, Oplan Bayanihan, sistem keamanan Filipina Abstract  - Insurgency groups in the Philippines does not appear in the near future, but since the beginning of the independence of the Republic of the Philippines. With the emergence of several insurgency groups, the Philippines has made several counterinsurgency strategy until finally the Government of Benigno Aquino III, comes the strategy of "Oplan Bayanihan" as a strategic concept to face the insurgency. However, this strategy does not just born since President Aquino III himself has claimed their sustainability policy and strategy of the previous leader in this regard so that the author calls "Oplan Bayanihan" is a revolutionary strategy in the context of counterinsurgency in the Philippines. In this paper, it is explained how the Oplan Bayanihan counterinsurgency strategy could be the successor to a major influence on internal peace and security, as well as the extent to which the effectiveness of the security system in the Philippines. In addition, the authors also slightly offensive counterinsurgency strategy in Indonesia as a comparative study in order to find solutions appropriate conflict resolution insurgency.Keywords: insurjensi, counterinsurgency, Oplan Bayanihan, the security system of the Philippine

    Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Jambu Biji Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Abses Periodontal

    No full text
    Karies gigi dan penyakit periodontal dikenal sebagai masalah kesehatan mulut teratas di negara berkembang dan maju yang mempengaruhi sekitar 20-50% penduduk dunia. Staphylococcus aureus menjadi suatu bakteri yang menyebabkan abses periodontal. Abses periodontal ialah penyakit infeksi yang mengakibatkan kerusakan di dalam jaringan pendukung gigi. Daun sirih di dalamnya terkandung komponen aktif misalnya minyak atsiri dan zat yang bersifat antimikroba seperti eugenol, kavikol, kavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hidroksikavikol dan asam askorbat. Daun jambu biji memiliki beragam senyawa aktif, antara lain tanin, triterpenoid, flavonoid, dan saponin sehingga daun jambu biji berkhasiat misalnya antidiare, antibakteri, efek kuratif, dan berpengaruh terhadap penyakit periodontal. Kedua daun tersebut terbukti mempunyai efek antibakteri. Tujuan yang hendak diwujudkan melalui riset ini adalah guna memperoleh suatu informasi terkait efektivitas yang terdapat pada ekstrak daun sirih dan daun jambu biji untuk mengakibatkan terhambatnya bakteri Staphylococcus aureus penyebab abses dalam bertumbuh di periodontal pada manusia. Riset ini ialah quasi eksperiment dimana menggunakan rancangan posttest only with control group design. Sampel yang dipergunakan ialah biakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian daya hambat dengan teknik difusi disk. Ekstrak daun sirih dan daun jambu biji dimana pembuatannya menerapkan teknik maserasi menggunakan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dan diulangi sejumlah empat kali. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri, konsentrasi 100% merupakan konsentrasi daya hambat optimal pada daun sirih dan daun jambu biji. Dan daun jambu biji mempunyai daya hambat yang melebihi daun sirih. Hasil yang diperoleh pada uji One Way Anova didapatkan nilai p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) bagi ekstrak daun sirih dan p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) bagi ekstrak daun jambu biji. Persoalan ini memperlihatkan dijumpainya perbedaan luas zona hambat yang signifikan antara konsentrasi 25%, konsentrasi 50%, konsentrasi 75%, konsentrasi 100%, kontrol positif, dan kontrol negatif pada ekstrak daun sirih dan ekstrak daun jambu biji.&nbsp; Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dan daun jambu biji efektif dalam memberikan hambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Dental caries and periodontal disease are recognized as the top oral health problems in developing and developed countries that affect about 20-50% of the world's population. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that causes periodontal abscess. Periodontal abscess is an infectious disease that damages the supporting tissues of the teeth. Betel leaf contains active components such as essential oils and antimicrobial substances such as eugenol, kavikol, cavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hydroxykavikol and ascorbic acid. Guava leaves have a variety of active compounds, including tannins, triterpenoids, flavonoids, and saponins so that guava leaves have properties such as antidiarrheal, antibacterial, curative effect, and influence on periodontal disease. Both leaves have been shown to have antibacterial effects. The purpose of this study was to determine the effectiveness of betel leaf and guava leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus causes periodontal abscess in humans. This research is a quasi-experimental design with posttest only with control group design. The sample used was Staphylococcus aureus. Inhibition test using disk diffusion technique. Extracts of betel leaf and guava leaf were made by maceration technique with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% and were repeated four times. The results of the antibacterial test showed that 100% concentration was the optimal concentration of inhibitory power on betel leaf and guava leaf. And guava leaves have a greater inhibitory power than betel leaves.test results One Way Anova obtained p value: &lt;0.001 (p&lt;0.05) for betel leaf extract and p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) for guava leaf extract. This shows that there is a significant difference in the area of ??the inhibition zone between the concentration of 25%, 50% concentration, 75% concentration, 100% concentration, positive control, and negative control on betel leaf extract and guava leaf extract. In conclusion, betel leaf and guava leaf extracts were effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus

    Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Jambu Biji Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Abses Periodontal

    No full text
    Karies gigi dan penyakit periodontal dikenal sebagai masalah kesehatan mulut teratas di negara berkembang dan maju yang mempengaruhi sekitar 20-50% penduduk dunia. Staphylococcus aureus menjadi suatu bakteri yang menyebabkan abses periodontal. Abses periodontal ialah penyakit infeksi yang mengakibatkan kerusakan di dalam jaringan pendukung gigi. Daun sirih di dalamnya terkandung komponen aktif misalnya minyak atsiri dan zat yang bersifat antimikroba seperti eugenol, kavikol, kavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hidroksikavikol dan asam askorbat. Daun jambu biji memiliki beragam senyawa aktif, antara lain tanin, triterpenoid, flavonoid, dan saponin sehingga daun jambu biji berkhasiat misalnya antidiare, antibakteri, efek kuratif, dan berpengaruh terhadap penyakit periodontal. Kedua daun tersebut terbukti mempunyai efek antibakteri. Tujuan yang hendak diwujudkan melalui riset ini adalah guna memperoleh suatu informasi terkait efektivitas yang terdapat pada ekstrak daun sirih dan daun jambu biji untuk mengakibatkan terhambatnya bakteri Staphylococcus aureus penyebab abses dalam bertumbuh di periodontal pada manusia. Riset ini ialah quasi eksperiment dimana menggunakan rancangan posttest only with control group design. Sampel yang dipergunakan ialah biakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian daya hambat dengan teknik difusi disk. Ekstrak daun sirih dan daun jambu biji dimana pembuatannya menerapkan teknik maserasi menggunakan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dan diulangi sejumlah empat kali. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri, konsentrasi 100% merupakan konsentrasi daya hambat optimal pada daun sirih dan daun jambu biji. Dan daun jambu biji mempunyai daya hambat yang melebihi daun sirih. Hasil yang diperoleh pada uji One Way Anova didapatkan nilai p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) bagi ekstrak daun sirih dan p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) bagi ekstrak daun jambu biji. Persoalan ini memperlihatkan dijumpainya perbedaan luas zona hambat yang signifikan antara konsentrasi 25%, konsentrasi 50%, konsentrasi 75%, konsentrasi 100%, kontrol positif, dan kontrol negatif pada ekstrak daun sirih dan ekstrak daun jambu biji.&nbsp; Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dan daun jambu biji efektif dalam memberikan hambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Dental caries and periodontal disease are recognized as the top oral health problems in developing and developed countries that affect about 20-50% of the world's population. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that causes periodontal abscess. Periodontal abscess is an infectious disease that damages the supporting tissues of the teeth. Betel leaf contains active components such as essential oils and antimicrobial substances such as eugenol, kavikol, cavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hydroxykavikol and ascorbic acid. Guava leaves have a variety of active compounds, including tannins, triterpenoids, flavonoids, and saponins so that guava leaves have properties such as antidiarrheal, antibacterial, curative effect, and influence on periodontal disease. Both leaves have been shown to have antibacterial effects. The purpose of this study was to determine the effectiveness of betel leaf and guava leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus causes periodontal abscess in humans. This research is a quasi-experimental design with posttest only with control group design. The sample used was Staphylococcus aureus. Inhibition test using disk diffusion technique. Extracts of betel leaf and guava leaf were made by maceration technique with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% and were repeated four times. The results of the antibacterial test showed that 100% concentration was the optimal concentration of inhibitory power on betel leaf and guava leaf. And guava leaves have a greater inhibitory power than betel leaves.test results One Way Anova obtained p value: &lt;0.001 (p&lt;0.05) for betel leaf extract and p: &lt;0.001 (p&lt;0.05) for guava leaf extract. This shows that there is a significant difference in the area of ??the inhibition zone between the concentration of 25%, 50% concentration, 75% concentration, 100% concentration, positive control, and negative control on betel leaf extract and guava leaf extract. In conclusion, betel leaf and guava leaf extracts were effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus
    corecore