2,873 research outputs found

    仿真语言SIMAN简介

    No full text
    本文通过介绍仿真语言SIMAN的结构,功能,特点和使用方法,着重阐述了SIMAN中系统模型与实验框架的概念,并给出了物料传送系统仿真的例子。最后,提出了在SIMAN基础上开展进一步工作的设想

    Siman Tutuculu Tek Diş İmplant Destekli Kronlarda, Farklı Simantasyon Tekniklerinin Artık Siman Miktarı Üzerine Etkisinin Değerlendirilmesi

    No full text
    CORDANOĞLU EREN N, Effect of cementation technique aplied for singletooth implant crowns on residuel cement. Hacettepe University Faculty of Dentistry, Thesis in Prosthodontics, Ankara, 2018. Remaining cement has been shown to be associated with periimplant inflammation. The purpose of this study was to investigate and compare the amount and distribution of excess cement after cementation with different techniques of cement application for cement-retained implant-supported restorations. Thirty implants in twenty four patients were randomized to three different technique of cement application: 1) application to all internal surfaces of the crowns using microbrush, 2) full fill the crowns and 3) filled the coronal half of the crown. For each implant, one cement-retaining PMMA test crown were produced. The abutments used for cement-retaining test crowns were selected in the mouth as the buccal margin location would be equally with gingival level. The location of the margin of each implant was measured with a periodontal probe mesially, distally, buccaly, and lingually. Test crowns were attached to abutments by use of permanent zinc polycarboxylate cement. Then the abutment/crown unit was unscrewed and remnant cement in the soft tissue were recorded. The crown-abutment complexes were scanned with the 3shape intraoral scanner. STL images were evaluated using the Geomagix Design X program. In general, in the crowns and abutment regions, the presence, the amount and distribution values of remnant cements are found to be higher in the full fill method than in the other methods, but this difference was not statistically significant (p>0.05). In addition there was also an increase in amount and distribution values of remnant cement at buccal and distal surfaces and at increased depths of abutment margins (p>0.05). There was no statistically significant difference between methods in terms of presence of cement in soft tissue (p>0.05). As a result, although there are more cement increases in the full filling method; other methods for reducing the amount of cement used do not guarantee avoidance of subgingival cement residues after crown cementation. Key Words: Cementation, dental implant, abutment, residual cement, cement application techniqueCORDANOĞLU EREN N, Siman tutuculu tek diş implant destekli kronlarda, farkli simantasyon tekniklerinin artik siman miktari üzerine etkisinin değerlendirilmesi. Hacettepe Üniversitesi Diş Hekimliği Fakültesi, Protetik Diş Tedavisi Uzmanlık Tezi, Ankara, 2018. Siman tutuculu implant destekli restorasyonların en önemli dezavantajı artık siman bırakılmasına ilişkin peri implant hastalıklara neden olabilmesidir. Mevcut randomize klinik çalışmanın amacı siman tutuculu tek diş implant destekli kronlarda, farklı siman uygulama yöntemlerinin artık siman üzerine etkisinin araştırılmasıdır. Dişle sınırlı tek diş molar eksikliğine sahip 24 hastaya yerleştirilmiş 30 adet kemik seviyesi Strauman implant simantasyon yöntemine göre 3 gruba randomize edildi: 1) fırça ile uygulama, 2) kron içini tamamen doldurma ve 3) kronun içini koronal yarıya kadar doldurma. Her implant için bir adet siman tutuculu polimetilmetakrilat (PMMA) test kronu üretildi. Siman tutuculu test kronları için kullanılan dayanaklar bukkal basamak derinliği dişeti sınırında olacak şekilde ağız içinde seçildi ve periodontal sond kullanılarak dayanakların mesial, distal, bukkal ve lingualden basamak derinlikleri ölçüldü. Üretilen restorasyonlar seçilen dayanaklar üzerine çinko polikarboksilat siman ile yapıştırıldı ve taşan siman temizlendi. Simantasyon işleminden sonra kron-dayanak (K-D) kompleksi çıkarıldı ve yumuşak dokuda siman artığı olup olmadığı kaydedildi. Çıkarılan K-D kompleksleri 3shape ağız içi tarayıcı ile tarandı. Elde edilen STL görüntüleri Geomagix Design X programı kullanılarak değerlendirildi. Bulgular incelendiğinde genel olarak kron ve dayanak bölgelerinde artık siman varlığı ile miktarı ve dağılım değerlerinin tam doldurma yönteminde diğer yöntemlere kıyasla daha fazla olduğu görülse de bu fark istatistiksel olarak anlamlı bulunmadı (p>0.05). Ayrıca bukkal ve distal yüzeyler ile artmış basamak derinliklerinde artık siman miktarında ve dağılım değerlerinde artış olmasına rağmen bu bulgular da istatistiksel olarak anlamlı değildi. Yumuşak dokuda artık siman varlığı açısından yöntemler arasında istatistiksel olarak anlamlı fark görülmedi. Sonuç olarak tam doldurma yönteminde daha fazla siman artığı bulunmasına rağmen, kullanılan siman miktarının azaltılmasına yönelik diğer yöntemler siman artığı bırakılmamasını garanti etmemektedir. Anahtar Kelimeler: Simantasyon, dental implant, dayanak, artık siman, siman uygulama yöntemler

    KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DESA SIMAN TERHADAP PENGGUNAAN TANAH DESA (BENGKOK) YANG DIPERUNTUKKAN PENDIRIAN WARUNG REMANG-REMANG (Studi di Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo)

    No full text
    Penelitian ini diberi judul Kebijakan Pemerintahan Desa Siman Terhadap Penggunaan Tanah Desa (BENGKOK) Yang Diperuntukkan Pendirian Warung Remang-Remang. Tujuan dalam penelitian ini pada dasarnya untuk mengetahui Kebijakan Pemerintahan Desa Siman dalam penggunaan tanah desa (bengkok). Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan ini untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang Kebijakan Pemerintahan Desa Siman terhadap penggunaan tanah desa yang diperuntukkan pendirian warung remang-remang di Desa Siman Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Adapun yang dijadikan sebagai informan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kebijakan Pemerintahan Desa Siman kurang bijak dalam membuat suatu kebijakan khususnya tentang pengelolaan / penggunaan tanah desa (bengkok). Terdapat beberapa masalah dalam kebijakan pengelolaan / penggunaan tanah desa (bengkok), Diantaranya 1) Kurang bijaknya Pemerintahan Desa dalam membuat keputusan tersebut, 2) Pemerintahan Desa menggunakan tanah desa tidak sesuai dengan peraturan-peraturan desa tentang penggunaan tanah desa padahal tanah desa tidak asal digunakan untuk pendirian usaha, biasanya digunakan untuk kegiatan sosial-kemasyarakatan untuk kepentingan warga, 3) Kurang selektifnya dari pihak Pemerintahan Desa dalam melakukan kegiatan sewa menyewa tanah desa atau bengkok tersebut, 4) Pemerintahan Desa lebih memikirkan keperluan pribadi atau tidak memikirkan dampaknya padahal kebijakan tersebut lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya 5) Dan kurangnya tanggapan masyarakat dalam hal tersebut, masyarakat terlalu acuh atau tidak memperdulikan lingkungan di sekitar masyarakat itu sendiri. Kata Kunci : kebijakan, Pemerintahan Desa Siman, warung remang-remang, Tanah Desa (Bengkok

    Kalat Siman. Church of Kalat Siman, near view

    No full text
    Title from: Catalogue of photographs & lantern slides ... [1936?].Caption on negative: Church of Kalat Siman, near view.On negative: 1691, 1693.Date from Matson LOT cards.Gift; Episcopal Home; 1978

    Khataman Al-Qur’an Dalam Kegiatan Gema Sholawat Bumi Siman PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo (studi living Qur’an)

    No full text
    Fenomena Living Qur’an menjadi fokus penelitian ini dengan objek penelitian Tradisi Khataman Al-Qur’an Dalam Kegiatan Gema Sholawat Bumi Siman di PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Tradisi Khataman Al-Qur’an berada di dalam kegiatan yang bernama Gema Sholawat Bumi Siman yang pertama kali diadakan pada masa jabatan Mas Andrian sebagai ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo atas anjuran KH. Ahmad Sarbani yang merupakan salah satu ulama di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data utama bersumber dari observasi langsung kegiatan Khataman Al-Qur’an dan sholawatan. Wawancara dengan sesepuh mas Andrian, ketua, pengurus dan Alumni PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Ponorogo, dan warga Kecamatan Siman yang mengikuti kegiatan Khataman Al-Qur’an. kemudian Tahap analisis data menggunakan teori fungsionalisme dan teori interaksionisme simbolik. Beberapa hasil penelitian ini yaitu, praktik Tradisi Khataman Al-Qur’an dibagi menjadi tiga yaitu: Pertama, pra-acara yakni menyiapkan semua kebutuhan kegiatan. Kedua, Pelaksanaan yakni Tawasul pengiriman Al-Fatihah kepada leluhur, pembacaan khataman Al-Qur’an, tahlil, dan do’a. Ketiga, Pasca-acara yakni konsumsi. Fungsi tradisi Khataman Al-Qur’an menggunakan teori fungsionalisme Brownislaw Malinowski, yaitu: Pertama, terpenuhinya kebutuhan psikologi dan biologis. dibuktikan dari terpenuhinya kebutuhan rohani yang menenangkan jiwa karena menjalani pembacaan Al-Qur’an, tahlil, dan Do’a. Juga terpenuhinya kebutuhan biologis karena terpenuhinya kebutuhan pangan dan minum. Kedua, kebutuhan struktural sosial kebutuhan ini terpenuhi dibuktikan dari adanya interaksi sosial yang terjadi oleh antar Anggota PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Ponorogo dan juga kepada masyarakat Siman. Ketiga, Kebutuhan simbolik yaitu dibuktikan dari PAC IPNU IPPNU Kecamatan Siman Ponorogo dan warga Kecamatan Siman menjaga tradisi agar tetap berjalan hingga saat ini. Makna Simbolik Tradisi Khataman Al-Qur’an yaitu: Pertama, Khataman Al-Qur’an sebagai simbol hubungan dengan tuhan. Kedua, Khataman Al-Qur’an sebagai simbol hubungan dengan leluhur. Ketiga, Khataman Al-Qur’an sebagai simbol hubungan dengan sesama. Keempat, Khataman Al-Qur’an sebagai simbol hubungan dengan diri sendiri

    Pengembangan Model-model Permainan Sebagai Latihan Pemanasan dalam Pembelajaran Lempar Lembing Gaya Jingkat untuk Siswa Kelas VIII A Di SMP Negeri 1 Siman Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   Febianti, Isna, Afifah.2013. Pengembangan Model-model Permainan Sebagai Latihan Pemanasan dalam Pembelajaran Lempar Lembing Gaya Jingkat untuk Siswa Kelas VIII A Di SMP Negeri 1 Siman Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata kunci: pengembangan, model permainan, pembelajaran lempar lembing. Pada pembelajaran lempar lembing pada umumnya terkesan sangat monoton jika proses pembelajarannya langsung menuju kepada inti materi dan praktik. Di dalam pembelajaran harus ada pendekatan dengan cara bermain. Melalui pola permainan menjadi salah satu prasyarat yang menguntungkan untuk pembentukan keterampilan gerak yang dapat menarik minat siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada satu guru pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Siman dan siswa SMP Negeri 1 Siman, pada saat pembelajaran lempar lembing belum pernah menggunakan model permainan sebagai pemanasan. Pada awal penelitian melalui penyebaran angket, guru pendidikan jasmani menyatakan pada waktu pembelajaran guru tidak pernah memberikan permainan sebagai pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing. 93,1% siswa menyatakan bahwa semua teknik dasar lempar lembing sudah diberikan dan 100% siswa menyatakan setiap pembelajaran lempar lembing tidak mendapatkan model-model permainan sebagai pemanasan. Dilihat dari data hasil observasi awal peneliti bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yaitu dengan mengembangkan model permainan sebagai pemanasan untuk pembelajaran lempar lembing. Terdapat 5 spesifikasi model permainan dalam pembelajaran (1) Permainan Lempar Bola Tali, (2) Permainan Lempar Kayu, (3) Permainan Lempar Botol ke Dalam Lingkaran Hula Hoop, (4) Permainan Menembak Kayu ke Sasaran, (5) Permainan Kardus Botol Berekor. Produk awal yang telah dijustifikasikan oleh dosen pembimbing 1 dan 2, pada aspek pendidikan jasmani diperoleh persentase 83.17%, pada aspek atletik diperoleh persentase 80.92% dan aspek permainan diperoleh persentase 83.42% dengan hasil akhir menunjukkan bahwa mode-model permainan sebagai latihan pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing dapat diujicobakan di SMPN 1 Siman. Dari hasil uji coba tahap I ( kelompok kecil) dengan jumlah 12 siswa diperoleh persentase 88.53%, dan pada uji coba tahap II (kelompok besar) dengan jumlah 30 siswa diperoleh persentase 89.81% sehingga model-model permainan sebagai latihan pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing dapat digunakan di SMPN 1 Siman Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian maka dengan adanya variasi model perminan ini dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran lempar lembing. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang direncanakan, kemudian dilakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakasanakan

    Analisis Bentuk Penyajian Kesenian Gembrungan Paguyuban Gembrung Khotaman Nabi Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Abstrak Kesenian Gembrungan merupakan warisan budaya kesenian musik tradisi mengandung unsur akulturasi dua kebudayaan antara islam dan jawa, yang hingga kini terus dilestarikan Paguyuban Gembrung Khotaman Nabi. Paguyuban ini terbentuk mulai tahun 1998 di Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Kesenian Gembrungan menjadi kesenian yang konteks dalam kegiatan ritual di masyarakat dan menjadi pembeda dengan fungsi kesenian lainnya, maka kesenian Gembrungan berperan sebagai cerminan nilai tradisi dari masyarakat sebagai bentuk ekspresi masyarakat. Kearifan lokal dalam kesenian Gembrungan diwujudkan melalui bentuk penyajian tembang maupun instrumen alat musik, hal tersebut menjadikan kesenian Gembrungan unik dan menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan teori bentuk penyajian dengan pendekatan jenis penelitian kualitatif pada objek bentuk penyajian kesenian Gembrungan paguyuban Gembrung Khotaman Nabi Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Sumber data diperoleh dari pencarian data secara langsung di lokasi penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasu atau perekaman. Menggunakan teknik analisis data sebagai proses pengolahan data yang diperoleh dengan tahapan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Langkah akhir dalam analisis data digunakanlah triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu guna menguji validitas data atau keabsahan data. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kesenian Gembrungan paguyuban Gembrung Khotaman Nabi memiliki tiga tahapan penyajian yaitu, 1) Sebelum pementasan dilakukan doa bersama masyarakat, 2) Saat pementasan dilakukan penyajian dari IX Pala 3) Setelah pementasan dilakukan doa bersama masyarakat sebagai penutup acara. Memiliki tata pemanggungan yang selalu sama di setiap kesenian Gembrungan ini disajikan. Melalui penelitian ini diharapkan perlu adanya penelitian lanjutan dan upaya regenerasi demi keberlangsungan kesenian Gembrungan dari paguyuban Gembrung Khotaman Nabi Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo di masa mendatang.       Kata Kunci: Bentuk penyajian, Kesenian Gembrungan, Paguyuban Gembrung Khotaman Nabi

    Digital/Analog:Spaces.Transformations

    No full text
    Literatur und Informationen wandern aus den Lesesälen der Bibliotheken immer mehr in den digitalen Raum ab. Doch gerade die wachsende Unabhängigkeit von physischen Leseorten führt zu einer Renaissance der Bibliothek als Ort und öffentlicher Raum – wie imposante neue Bibliotheksbauten und ihr Publikum weltweit belegen. So eröffnet das Begriffspaar digital/analog ein weites Spannungsfeld, in dem sich Bibliotheken heute positionieren. Anlässlich des zweijährigen Bestehens der ICI Library greifen wir dieses Thema mit einer Lesung auf. Gleichzeitig eröffnen wir in Anwesenheit der Künstlerin Orit Siman-Tov die Ausstellung: spaces.transformations. Programm 19.00: Begrüßung durch Christoph Holzhey, Direktor des  ICI Berlin und Corinna Haas, wissenschaftliche Bibliothekarin 19:30: Lesung: Digital/Analog Anschließend: Eröffnung der Fotoausstellung mit Arbeiten von Ort Siman-Tov spaces.transformations und kleiner Empfan

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PELAYANAN UMUM KECAMATAN SIMAN

    No full text
    Fasilitas pelayanan umum merupakan suatu hal yang penting dan sangat kita butuhkan keberadaannya. Tapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi maupun informasi tentang fasilitas pelayanan umum. Selain itu kebanyakan orang enggan untuk mencari tahu tentang informasi maupun lokasinya. Kecamatan siman adalah kecamatan yang memiliki wilayah yang cukup luas dan memiliki pelayanan umum yang banyak dan tersebar. Sehingga banyak masyarakat kecamatan Siman yang kurang mengetahui lokasi dan informasi pelayanan umum di kecamatan Siman. Untuk mengatasi masalah tersebut pada proyek akhir ini penulis membuat suatu Sistem Informasi Geografis tentang pemetaan pelayanan umum di kecamatan Siman. Dengan system informasi pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi bagi pengguna untuk mengetahui lokasi maupun informasi tentang pelayanan umum di kecamatan Siman secara mendetail, cepat, tepat dan akurat. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan GIS (Geographical Information System). GIS adalah suatu integrasi perangkat komputer, perangkat lunak, data geografi dan proses desain dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan menyimpan, merubah, menganalisa dan menampilkan seluruh bentuk informasi tentang geografi. Kata kunci: Sistem Informasi, GIS, Sima
    corecore