KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Medical Equipment Management: A Case Study from Wiyung Sejahtera Hospital in Surabaya, Indonesia
Abstract- The effective maintenance management of medical technology influence the quality of care delivered and the profitability of healthcare fasilities. A good management in technology maintenance must be done, so medical equipment can be used timely, safet and approriate by operational standard for diagnostic. This study aimed to explore medical equipment management in Wiyung Sejahtera Hospital. A case study was conducted in Wiyung Sejahtera Hospital during two months (August until September in 2016). Collecting data through indept interview and observation in healthcare unit which using medical equipment. Assessment of the medical equipment management based on WHO guidelines about technology management cycle for healthcare. This study showed that bad medical equipment management make financial loss. Medical equipment management included planning and assessment, budgeting and financing, technology assessment and selection, procurement and logistics, installation and commissioning, training and skill development, operation and safety, maintenance and repair, decomissioning and disposal. Additionally, a medical equipment maintenance optimization module and quality control system are incorporated. The system is, therefore, expected to improve the realibility of medical equipment and significantly improve safety and cost-effeciency.Keywords: Biomedical Technology Management, Healthcare Delivery, Medical Equipment Maintenance, Quality ControlAvailable online at www.ijrat.org with urlhttp://www.ijrat.org/downloads/Vol-5/march-2017/paper%20ID-53201709.pd
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SANTRI KELAS 1 ULYA MADRASAH DINIYAH PONDOK PESANTREN ANWARUL HUDA KOTA MALANG
RINGKASANYulianto, Rinanda Eko. 2019. Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Konsentrasi Belajar Santri Kelas 1 Ulya Madarasah Diniyah Pondok Pesantren Anwarul Huda Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (II) Tika Dwi Tama, S.KM, M.Epid.Kata Kunci: intensitas cahaya, konsentrasi belajar, santriIntensitas cahaya (luminous intensity) adalah kuat cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah sumber cahaya ke arah tertentu, diukur dengan Candela. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori atau ingatan. Konsentrasi memegang peranan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekam, melanjutkan, dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinkan anak memperoleh prestasi yang optimal. belajar merupakan aktivitas yang memerlukan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, faktor yang mempengaruhi tingkat konsentrasi antara lain faktor fisik, stamina, kelelahan, pencahayaan, dan faktor lingkungan. Pencahayaan sangat dibutuhkan terutama ketika belajar pada malam hari dan di ruangan yang tidak mendapatkan cahaya alami. Pencahayaan dalam ruang diperlukan untuk menciptakan kenyamanan visual yang mendukung aktivitas dalam belajar.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap konsentrasi belajar santri kelas 1 Ulya Madarasah Diniyah Pondok Pesantren Anwaru Huda Kota Malang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga perlakuan pada intensitas cahaya, yakni penurunan intensitas cahaya ruang kelas, tidak ada intervensi intensitas cahaya ruang kelas, dan peningkatan intensitas cahaya ruang kelas. metode yang digunakan dalam penelitan adalah metode experimental dengan desain quasi experiment atau sering di sebut desain eksperimen semu dengan rancangan tiga faktorial yang melibatkan tiga kelompok dengan maksud untuk membedakan pengaruh variabel bebas dan variabel terikat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat intervensi penuruan intensitas cahaya ruang kelas dihasilkan sebesar 26 lux, pada saat tidak ada intervensi dihasilkan sebesar 56,7 lux, dan pada saat peningkatan sebesar 105,4 lux. Hasil skor tes konsentrasi terbesar santri yakni 57, sedangkan skor terkecil sebesar 30. Hasil uji homogenitas diperoleh nilai p (0,057) > 0,05 yang berarti hasil tes konsentrasi belajar santri dengan perlakuan tiga perlakuan intensitas cahaya ruang kelas adalah sama atau homogen. Uji analisis data meggunakan Anova One Way, diperoleh hasil (0,117) > 0,05, ini menandakan bahwa rata-rata hasil tes konsentrasi belajar santri kelas 1 Ulya Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Anwarul Huda Kota Malang tersebut tidak ditemukan perbedaan yang berarti atau tidak siginifikan pada ketiga kelompok perlakuan
Model Recovery Atlet Balap Sepeda
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode recovery aktif dengan pengaturan rasio gir dan rotasi per menit (RPM) dan recovery pasif dengan stretching pasif serta rubrik kegiatan harian dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi atlet secara efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan dan catatan lapangan, selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proses perubahan perilaku atlet terkait dengan pengaturan kegiatan recovery setelah latihan yaitu dengan menerapkan rasio gir dan RPM untuk recovery antar latihan dan setelah latihan. Rasio gir dan RPM recovery yang diterapkan disesuaikan dengan individu dan materi latihan. Atlet telah terbiasa bertanggung jawab terhadap kondisi kebugaran fisik masing-masing secara mandiri. Hal ini dibuktikan dengan atlet telah mampu mengisi rubrik kegiatan harian dan melaporkan kepada pelatih setiap minggu. Rata-rata waktu recovery atlet 4,2 sampai 5 menit. Hasil pengamatan denyut nadi istirahat atlet dirangkum dari rubrik kegiatan rata-rata 60-65 detakan per menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaturan recovery yang dilakukan berjalan dengan efektif dan dapat membantu menjaga kondisi kebugaran atlet balap sepeda PPLP Jawa Timur.Kata kunci: recovery aktif, recovery pasif, atlet balap sepeda
The Use of Blended Learning Model Integrated with Learning Management System in Volleyball Learning Subject in Faculty of Sports Science State University of Malang
Abstract. The purpose of this research was to develop volleyball learning product using blended learning model integrated with E-learning of State University of Malang (UM). The research method used was the research and development method (R&D), with the following steps (a) needs analysis, (b) initial product development and expert judgment in the form of (1) video of volleyball learning, (2) textbook (E-book) of volleyball, and (3) blended learning model of volleyball integrated with learning in UM, and (c) group test and experiment test to test the effectiveness. The result of the research obtained a valid product from volleyball experts, teaching media experts, and blended learning experts. This product was effectively used by a small group which was 80.95% and a large group which was 84.79%. The blended learning model I was better and more effective than the blended learning model II, the product created by the blended learning model was integrated with learning management system of State University of Malang which consists of a video of volleyball learning, E-book of volleyball learning and blended learning model I and II. Keywords; Learning, volleyball game, blended learnin
PENGARUH TINGKAT KEPUASAN PEMANFAATAN (UTILITY) POSYANDU TERHADAP STATUS GIZI BALITA (0-5 TAHUN) PADA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG
Masalah gizi di Indonesia tidak dapat kita abaikan karena dapat menimbulkan dampak yang negatif. Kekurangan gizi berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan intelektual dan produktivitas.Posyandu sebagai salah satu pelayanan kesehatan di desa untuk memudahkan masyarakat memantau keadaan gizi anak balitanya dapat membantu pencegahan secara dini masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Utility Posyandu terhadap status gizi Balita (0-5 tahun) di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Metode penelitian ini adalah analitik dengan rancang bangun crosssectional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah balita usia (0-5 tahun) di Posyandu wilayah Puskesmas Kota Malang. Dengan jumlah sampel adalah 105 responden yaitu Ibu yang memiliki balita berusia 0-5 tahun. Analisis data penelitian ini menggunakan uji somers’d Untuk mengetahui pengaruh utility posyandu terhadap kesehatan balita (0-5 tahun). Hasil penelitian ini adalah Berdasarkan pengukuran status gizi balita (0-5 tahun) di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Kota Malang maka dapat diperoleh hasil bahwa sebesar 78,9% balita berada pada status gizi normal. Diketahui bahwa sebesar 51,4% responden merasa puas terhadap pelayanan di Posyandu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara Pemanfaatan (Utility) Posyandu Terhadap Status Gizi Balita (0-5 Tahun) Pada Puskesmas Pandanwangi Kota Malang.Kata Kunci : utility, status gizi, posyand
Memperbaiki Keterampilan Teknik Dribble Bola Basket Menggunakan Metode Latihan Drill Variasidi Klub Bola Basket Indonesia Muda
ABSTRAKBola basket adalah olahraga beregu yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Dalam olahraga bola basket ada 4 teknik dasar yaitu passing, dribble, shooting, lay up. Salah satu contoh teknik dasar yang diteliti yaitu dribble. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki keterampilan teknik dribble dengan menerapkan metode latihan drill variasi.Kata Kunci:Bola basket, teknik dribble, metodedrill variasiDari observasi awal yang dilakukan untuk mengetahui rata-rata penguasaan gerak dan mengetahui apa yang perlu ditingkatkanuntuk memperbaiki keterampilan dribble atlet Klub Bola Basket Indonesia Muda, Peneliti mendapatkan hasil data bahwa pada teknik dribbleyang dimiliki masih dalam kategori cukup dan masih banyak yang perlu diperbaiki. Hal ini dapat dilihat dimana rata-ratapada penguasaan gerak awalan mencapai45,8%,pada posisi saat dribblemencapai44,4%,danpada saat akhiran mencapai41,63%. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti maka diperlukan perbaikan teknik dribbleatlet klub Indonesia Muda menggunakan metode drill variasiPenelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research)dengan dua siklus. Pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi. Terdapat empat tahapan dalam penelitian tindakan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah atlet Klub bola basket Indonesia Muda yang berjumlah 12 atletBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan terjadi perbaikan keterampilan teknik dribble menggunakan metode drill variasi pada atlet Klub bola basket Indonesia Muda. Pada observasi awal diperolehhasil rata-rata dariteknik dribble sebesar 43,9%. Pada siklus 1 terjadi perbaikan menjadi 60,60% dan pada siklus 2 terjadi perbaikan menjadi rata-rata 79,13%. Saran daripenelitian ini diharapkan hasil penelitian ini dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat efektivitas program latihan yang dikembangka
PENGEMBANGAN MEDIA PELATIHAN SIGNAL-SIGNAL WASIT BOLAVOLI MENGGUNAKAN M-LEARNING UNTUK MAHASISWA
Abstrak : Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk mengembangkan media pelatihansignal-signal wasit bolavoli yang dikemas dalam bentuk buku digital mobile learning. Selainitu, media buku digital mobile learning diharapkan dapat mempermudah peserta kegiatanlatihan untuk belajar dan mempraktekkan materi signal-signal wasit bolavoli secaramandiri. Model penelitian ini menggunakan model konseptual. Uji coba kelompokkeseluruhan melibatkan 45 anggota kegiatan latihan. Produk yang dihasilkan daripenelitian ini adalah media pelatihan signal-signal wasit bolavoli menggunakan MLearning.Dengan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase89,33% dan hasil analisis data uji kelompok besar diperoleh persentase 92,81%.Kesimpulan pengembangan media pelatihan signal-signal wasit bolavoli menggunakanM-Learning dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk anggota kegiatanUnit Aktivitas Bolavoli di Universitas Negeri Malang
Hubungan Power Tungkai, Power Lengan dan Tinggi Badan Dengan Kecepatan Renang 50 MeterGaya Crawl di Klub Renang Orca Kota Malang.Skripsi. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang
Renang merupakan aktivitas yang dilakukan di air dengan berbagai macam bentuk dan gaya yang sudah sejak lama dikenal manusia.Untuk dapat mencapai tujuan dalam berenang yaitu membutuhkan keterampilan teknik yang baik untuk pencapaian prestasi dan kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, serta kekuatan otot lengan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power tungkai, power lengan, dan tinggi badandengan kecepatan renang gaya crawl di Klub renang Orca Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan tiga variabel bebas yaitu: power tungkai (X1) power lengan (X2) dan tinggi badan(X3),serta satu variabel terikat yaitu kecepatan renang gaya crawl (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet usia 8-11 tahun di Klub Orca Kota Malang berjumlah 40 atlet. Sampel dalam penelitian ini hanya menggunakan 20 atlet. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes.Instrumen yang digunakan yaitu:a) tes Vertical jump untuk mengukur power tungkai, b) tes Two hand medicine ball putuntuk mengukur power lengan,dan c) tes Antropometeruntuk mengukur tinggi badan, serta d) tes kecepatan renang untuk mengetahui berapa waktuyang diperoleh dalam renang. Analisis data dimulai dari uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji hipotesis terdiri dari korelasi product moment dan regresi berganda. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara, (1) power tungkai dengan kecepatan renang diperoleh hasil rhitung(0,741)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05 (0,444),(2) power lengan dengan kecepatan diperoleh hasilrhitung(0,767)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05 (0,444), (3) tinggi badan dengan kecepatan renangdiperoleh hasil rhitung(0,718)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05(0,444), (4) power tungkai, power lengan, tinggi badan dengan kecepatan renang gaya bebasdiperoleh fhitung(19,284)> ftabel pada taraf signifikansi a = 0,05 (3,24). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu: power tungkai,power lengan, tinggi badanmemiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat yaitu kecepatan renang gaya crawl. Oleh karena itu saran untuk Pembina di samping memberikan latihan teknik renang, sebaiknya juga diberikan latihan power tungkai, power lengan, dan tinggi badan untuk meningkatkan kecepatan renang.
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Infeksi Toxoplasma Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga
RINGKASAN Latar belakang: Infeksi toxoplasma atau toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraseluler yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas, tetapi apabila diderita oleh wanita hamil akan membahayakan janin yang dikandungnya. Penyakit ini juga ditengarai sebagai salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita dan dihubungkan pula dengan seringnya terjadi abortus. Toxoplasmosis dapat menyerang siapa saja, tetapi karena yang lebih sering terkena dampak negatifnya adalah wanita usia subur, maka penyakit ini sering diidentikkan dengan penyakit wanita. Sumber penularan utama adalah melalui makanan terkontaminasi kista toxoplasma yang dimasak kurang matang dan juga melalui ookista yang dikeluarkan kucing bersama tinjanya. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yang dapat dilakukan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb, desa Klinterejo, kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah populasi, yaitu wanita usia subur yang memeriksakan diri di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb pada tanggal 20-26 Januari tahun 2014. Hasil: ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Kata kunci: Tooplasmosis, wanita usia subur, PHB
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWI PROGRAM STUDI S1 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI MALANG TERHADAP KEJADIAN AMENORE SEKUNDER
Pendahuluan: Salah satu tanda seks sekunder pada wanita adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan endometrium. Menstruasi merupakan hasil akhir suatu kerja sama yang sangat kompleks antara hipotalamus, hipofisis, ovarium, dan endometrium sehingga kelainan pada salah satu organ tersebut dapat mengganggu menstruasi atau mengganggu fungsi reproduksi seorang wanita. Salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami pada masa reproduktif adalah amenore. Amenore adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi selama paling sedikit 3 bulan berturut-turut. Amenore sekunder dialami oleh wanita yang sudah pernah mengalami siklus menstruasi. Amenore sekunder tidak selalu disebabkan kelainan organik yang membahayakan. Faktor psikis, perubahan hormon yang dipicu berat badan dan atau status gizi seseorang juga mampu memicu terjadinya amenore sekunder. Pengetahuan mengenai macam penyebab, diagnosis, dan macam terapi bagi penderita amenore sekunder akan memicu tindakan yang tepat bagi seseorang jika mengalami atau menemukan kasus amenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dari populasi mahasiswi tingkat 2 program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang sejumlah 59 orang. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Kata kunci: amenore sekunder, pengetahuan, sika