KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    101 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang Terhadap Kejadian Amenore Sekunder

    No full text
    Pendahuluan: Salah satu tanda seks sekunder pada wanita adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan endometrium. Menstruasi merupakan hasil akhir suatu kerja sama yang sangat kompleks antara hipotalamus, hipofisis, ovarium, dan endometrium sehingga kelainan pada salah satu organ tersebut dapat mengganggu menstruasi atau mengganggu fungsi reproduksi seorang wanita. Salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami pada masa reproduktif adalah amenore. Amenore adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi selama paling sedikit 3 bulan berturut-turut. Amenore sekunder dialami oleh wanita yang sudah pernah mengalami siklus menstruasi. Amenore sekunder tidak selalu disebabkan kelainan organik yang membahayakan. Faktor psikis, perubahan hormon yang dipicu berat badan dan atau status gizi seseorang juga mampu memicu terjadinya amenore sekunder. Pengetahuan mengenai macam penyebab, diagnosis, dan macam terapi bagi penderita amenore sekunder akan memicu tindakan yang tepat bagi seseorang jika mengalami atau menemukan kasus amenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dari populasi mahasiswi tingkat 2 program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang sejumlah 59 orang. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Kata kunci: amenore sekunder, pengetahuan, sika

    Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Infeksi Toxoplasma Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga

    No full text
    RINGKASAN Latar belakang: Infeksi toxoplasma atau toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraseluler yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas, tetapi apabila diderita oleh wanita hamil akan membahayakan janin yang dikandungnya. Penyakit ini juga ditengarai sebagai salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita dan dihubungkan pula dengan seringnya terjadi abortus. Toxoplasmosis dapat menyerang siapa saja, tetapi karena yang lebih sering terkena dampak negatifnya adalah wanita usia subur, maka penyakit ini sering diidentikkan dengan penyakit wanita. Sumber penularan utama adalah melalui makanan terkontaminasi kista toxoplasma yang dimasak kurang matang dan juga melalui ookista yang dikeluarkan kucing bersama tinjanya. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yang dapat dilakukan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb, desa Klinterejo, kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah populasi, yaitu wanita usia subur yang memeriksakan diri di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb pada tanggal 20-26 Januari tahun 2014. Hasil: ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Kata kunci: Tooplasmosis, wanita usia subur, PHB

    HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG INFEKSI TOXOPLASMA DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA

    No full text
    Latar belakang: Infeksi toxoplasma atau toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraseluler yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas, tetapi apabila diderita oleh wanita hamil akan membahayakan janin yang dikandungnya. Penyakit ini juga ditengarai sebagai salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita dan dihubungkan pula dengan seringnya terjadi abortus. Toxoplasmosis dapat menyerang siapa saja, tetapi karena yang lebih sering terkena dampak negatifnya adalah wanita usia subur, maka penyakit ini sering diidentikkan dengan penyakit wanita. Sumber penularan utama adalah melalui makanan terkontaminasi kista toxoplasma yang dimasak kurang matang dan juga melalui ookista yang dikeluarkan kucing bersama tinjanya. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yang dapat dilakukan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb, desa Klinterejo, kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah populasi, yaitu wanita usia subur yang memeriksakan diri di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb pada tanggal 20-26 Januari tahun 2014. Hasil: ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Kata kunci: Tooplasmosis, wanita usia subur, PHB

    Survei Kondisi Fisik Pemain Futsal Tim Porprov Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN Ardianto, Ceppy. 2018 Survei Kondisi Fisik Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd,   Kata Kunci: Futsal, Kondisi Fisik. Futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati dan dimainkan oleh semua golongan umur. Agar mendapatkan hasil yang maksimal perlu melakukan latihan teknik, taktik, dan fisik dalam menghadapi pertandingan. Sebelum melakukan tes kondisi fisik, pelatih menjelaskan bahwa belum ada data kondisi fisik Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik (agility, speed, dan daya tahsan cardiovasculer) Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh pemain yang berjumlah 25 pemain. Instrumen tes yang digunakan adalah illinois agility test, lari 30 meter, multi stage fitness test. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) kelincahan menunjukkan kategori “rata-rata” atau “cukup”, (2) kecepatan menunjukkan kategori “di atas rata-rata” dan (3) daya tahan menunjukkan kategori “cukup”. Kesimpulan dari penelitian survei kondisi fisik ini adalah bahwa profil kondisi fisik tim Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang dalam lingkup cukup. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih dan pemain Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang adalah menambah program latihan kondisi fisik yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kondisi fisik Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN DRIBBLING DAN PASSING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA (SSB) ANGKATAN MUDA SAWUNGGALING (AMS) KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Suryantoro, Dameika. 2011. Pengembangan Variasi Latihan Dribbling dan Passing  dalam Permainan Sepakbola usia 12-14 tahun di Sekolah Sepakbola (SSB) Angkatan Muda Sawunggaling (AMS) Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd (II) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd   Kata kunci: pengembangan, variasi latihan, dribbling dan passing dalam permainan sepakbola   Kemampuan dribbling dan passing sangat penting  bagi pemain sepakbola, karena dribbling dan passing merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola dengan cara melindungi bola dari jangkauan lawan dan memberi ruang untuk bisa melakukan operan kepada teman satu tim.Dengan memvariasi latihan dribbling dan passing yang bermacam-macam atau tidak monoton dapat membuat seorang pemain sepakbola untuk lebih mengasah kemampuan pemain dalam mengatur serangan, menciptakan peluang dan membuat gol kegawang lawan. Sehingga hal tersebut  menjadi alasan mengapa dalam latihan di sekolah sepakbola  dribbling dan passing lebih banyak diajarkan. Dribbling dan passing paling baik dilakukan dengan menggunakan kaki. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya pada SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang, variasi latihan, dribbling dan passing masih belum mendapatkan perhatian secara khusus, sehingga diperlukan variasi latihan, dribbling dan passing yang jelas dan terprogram. Untuk itu peneliti akan mengembangkan variasi latihan, dribbling dan passing dalam permainan sepakbola yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan oleh pelatih dalam menerapkan model-model latihan yang dibutuhkan.             Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan dribbling dan passing dalam permainan sepakbola usia 12-14 tahun di SSB AMS Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan latihan dribbling dan passing.             Prosedur pengembangan variasi latihan dribbling dan passing dalam permainan sepakbola ini menggunakan research and development dari Borg dan Gall yang dimodifikasi melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi awal termasuk observasi lapangan sampai kajian teoritik, (2) Mengembangkan bentuk produk awal (berupa variasi latihan dribbling dan passing sepakbola dalam bentuk teks dilengkapi gambar), (3) Kegiatan evaluasi para ahli yaitu, 2 ahli kepelatihan sepakbola, 1 ahli sepakbola, (4) Uji coba kelompok kecil, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal. Uji coba dilakukan pada pemain sepakbola di SSB AMS Usia 12-14  Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dengan menggunakan 15 subjek yang akan diteliti dengan menggunakan teknik kuesioner yang kemudian dianalisis, (5) Revisi produk dari hasil uji coba kelompok kecil, (6) Uji lapangan dengan menggunakan 30 subjek. Uji coba dilakukan pada pemain sepakbola di SSB AMS Kepanjen Usia 12-14 Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang diteliti dengan menggunakan teknik kuesioner yang kemudian dianalisis, (7) Hasil produk pengembangan variasil latihan dribbling dan passing yang dihasilkan setelah melalui revisi uji lapangan.             Lokasi penelitian dilakukan di lapangan sepakbola Zipur Kec. Kepanjen, Kab Malang. Tinjauan para ahli terdiri dari 3 orang ahli yaitu 2 ahli Kepelatihan dan 1 ahli Sepakbola, subyek uji coba terdiri dari: (1) uji coba kelompok kecil adalah menggunakan 15 orang pemain sepakbola SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang yang diambil secara random sampling, dan (2) uji coba kelompok besar atau uji coba lapangan yang terdiri dari 30 orang pemain sepakbola SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang.             Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan variasi latihan dribbling dan passing permainan sepakbola usia 12-14 tahun di SSB AMS Kepanjen Kabupaten Malang dapat digunakan.             Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada sekolah sepakbola yang ada di sekitar tempat pengembangan produk, peneliti sendiri dan peneliti lain untuk dikembangkan ke arah lebih lanjut

    EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PGSI KOTA MALANG TAHUN 2012 PERIODE KEPENGURUSAN 2010-2012 DENGAN PENDEKATAN EVALUASI MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT)

    No full text
    ABSTRAK   Susilo, Deny Tri. 2013. Evaluasi pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP (Context, Input, process, product). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Kata Kunci: evaluasi, program kerja, PGSI Kota Malang Telah tercantum dalam Surat keputusan Binpres No. 14 KONI Kota Malang tahun 2012 yang berisi tentang evaluasi kegiatan akhir tahun program kerja yang disusun oleh semua cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Malang. Evaluasi program merupakan penelitian evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui akhir dari sebuah program kebijakan. Evaluasi program digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari adanya kebijakan dalam rangka menentukan rekomendasi atas kebijakan suatu program. Jadi dengan dilakukan evaluasi terhadap keterlaksanaan program kerja pada cabang olahraga gulat tahun 2012, maka dapat diketahui hasil yang telah dicapai dari rencana yang telah terprogram apakah sudah memenuhi target sesuai tujuan yang telah direncanakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP yang mencakup tentang bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi. Penelitian ini menggunakan model CIPP (Context, Input, process, product). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket, wawancara, observasi, dan  dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan rumus persentase yang diperoleh dari jawaban responden dibagi dengan jumlah jawaban responden kemudian dikalikan 100%. Berdasarkan analiasis data tersebut, maka diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama,  pada variabel context atau konteks dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 terkait dengan kebutuhan dan tujuan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan baik sekali. Kedua,   pada variabel input atau masukan terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 adalah dikategorikan baik. Ketiga, pada variabel process atau proses terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan cukup. Keempat pada variabel produk terkait dengan output dan outcomes dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikaptegorikan kurang. Program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 belum terealisasi sepenuhnya, terdapat beberapa yang masih belum memenuhi target dan hasil yang ingin dicapai dari bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana yang berhubungan dalam pencapaian prestasi yang diraih oleh atlet gulat Kota Malang. Dalam pelaksanaan program kerja yang telah disusun diperlukan suatu pengoptimalisasian kinerja, kerjasama dan hubungan yang baik dari semua pengurus, atlet dan pelatih. Masih terdapat aspek program kerja pada bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana belum tercapai dan kurang sesuai dengan harapan dalam pencapaian prestasi, “maka perlu merevisi program kerja tahun 2012 yang telah disusun dan melanjutkan program kerja ditahun berikutnya”.   ABSTRACT   Susilo, Deny Tri. 2013. The Implementation of PGSI Malang Occupation Program 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach. Thesis, Department of Physical Education and Health, Sport Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Key words: evaluation, occupation programs, PGSI Malang As states on the decree of Binpres No. 14 KONI Malang 2012 which contains the last year evaluation occupation program that arranged by all of the sports under the auspices of KONI Malang. The evaluation program is evaluative research which aims to know the end of a policy program. The evaluation program is used to know the result of the existence policy and to determine the recomendation of the policy of a program. Meanwhile, with the evaluation toward the implementation of occupation programs of wrestle 2012, then it can be known, the result that already reached from the plans which had been program, whether  the result already fulfill the target that appropriate with the purposes that have been planned or not. This research was conducted with the aim of knowing the feasibility rate of the  occupation program of PGSI Malang 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach that cover secretarial, organization, achievement guidance. This research used CIPP (Context, Input, process, product) model. The data collection was implemented using questionnaire, interview, observation, and documentation. The data analysis used presentation formula from the respondent’s answer devided with the amount of  respondents’ answer then it multiplied by 100%. Based on the data analysis above, the results obtained some conclusions as follows: first, on the variable of context or the context of the occupation program execution of PGSI Malang 2012 related to the necessity and purpose in implementing the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized very good. Second, on the variables of the input related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 was good. Third, on the variable of process related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 were categorized moderately. Fourth, In variable products related to the output and the outcomes in conducting the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized restricted. The occupation programs of PGSI Malang 2012 do not relized yet, there were some occupation programs that still had not reach the target and the result that want to achieve from the secretariat, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field related to reach the wrestling achievement that reached by wrestling athlete in Malang. In implementing the occupation programs that already drawn up requires an optimalize performance, cooperation, and good relation from every committee, athlete, and coach. There were some aspects on the sectretarial occupation programs, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field that do not reach yet and lacking in conformity with the expectation in reaching the achievement, therefore it is recomended to revise the occuption work 2012 that have been complied and continue the occupation work for the next year

    PENGEMBANGAN MODEL-MODEL PERMAINAN SEBAGAI LATIHAN PEMANASAN DALAM PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING GAYA JINGKAT UNTUK SISWA KELAS VIII A DI SMP NEGERI 1 SIMAN KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK   Febianti, Isna, Afifah.2013. Pengembangan Model-model Permainan Sebagai Latihan Pemanasan dalam Pembelajaran Lempar Lembing Gaya Jingkat untuk Siswa Kelas VIII A Di SMP Negeri 1 Siman Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata kunci: pengembangan, model permainan, pembelajaran lempar lembing. Pada pembelajaran lempar lembing pada umumnya terkesan sangat monoton jika proses pembelajarannya langsung menuju kepada inti materi dan praktik. Di dalam pembelajaran harus ada pendekatan dengan cara bermain. Melalui pola permainan menjadi salah satu prasyarat yang menguntungkan untuk pembentukan keterampilan gerak yang dapat menarik minat siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada satu guru pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Siman dan siswa SMP Negeri 1 Siman, pada saat pembelajaran lempar lembing belum pernah menggunakan model permainan sebagai pemanasan. Pada awal penelitian melalui penyebaran angket, guru pendidikan jasmani menyatakan pada waktu pembelajaran guru tidak pernah memberikan permainan sebagai pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing. 93,1% siswa menyatakan bahwa semua teknik dasar lempar lembing sudah diberikan dan 100% siswa menyatakan setiap pembelajaran lempar lembing tidak mendapatkan model-model permainan sebagai pemanasan. Dilihat dari data hasil observasi awal peneliti bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yaitu dengan mengembangkan model permainan sebagai pemanasan untuk pembelajaran lempar lembing. Terdapat 5 spesifikasi model permainan dalam pembelajaran (1) Permainan Lempar Bola Tali, (2) Permainan Lempar Kayu, (3) Permainan Lempar Botol ke Dalam Lingkaran Hula Hoop, (4) Permainan Menembak Kayu ke Sasaran, (5) Permainan Kardus Botol Berekor. Produk awal yang telah dijustifikasikan oleh dosen pembimbing 1 dan 2, pada aspek pendidikan jasmani diperoleh persentase 83.17%, pada aspek atletik diperoleh persentase 80.92% dan aspek permainan diperoleh persentase 83.42% dengan hasil akhir menunjukkan bahwa mode-model permainan sebagai latihan pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing dapat diujicobakan di SMPN 1 Siman. Dari hasil uji coba tahap I ( kelompok kecil) dengan jumlah 12 siswa diperoleh persentase 88.53%, dan pada uji coba tahap II (kelompok besar) dengan jumlah 30 siswa diperoleh persentase 89.81% sehingga model-model permainan sebagai latihan pemanasan dalam pembelajaran lempar lembing dapat digunakan di SMPN 1 Siman Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian maka dengan adanya variasi model perminan ini dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran lempar lembing. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang direncanakan, kemudian dilakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakasanakan

    Pengembangan Pembelajaran Bulutangkis Melalui Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas X SMA Sederajat

    No full text
    ABSTRAK Saputra, Aprindo Prisma. 2017. Pengembangan Pembelajaran Bulutangkis Melalui Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas X SMA Sederajat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd., (II) Drs.Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Bulutangkis, Multimedia interaktif, SMA SederajatPenggunaan metode ceramah dalam proses pembelajaran materi bulutangkis dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan  kurang efektif  karena pembelajaran berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif dan siswa merasa cepat bosan saat pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan guru untuk memahami dan memilih media pembelajaran yang digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran yang nantinya siswa dapat mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru dan siswa tidak merasa bosan.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk pembelajaran bulutangkis melalui multimedia interaktif untuk siswa kelas X SMA Sederajat yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dasar permainan bulutangkis bagi siswa dan juga dapat dijadikan alternatif untuk membantu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran bagi guru.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall yaitu sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan pengembangan produk, (3) pengembangan rancangan produk, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk pertama berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba lapangan (kelompok besar), dan (7) revisi produk sesuai hasil uji coba kelompok besar.Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah berupa pembelajaran bulutangkis yang terdiri dari materi sejarah, hakikat, teknik dasar, sarpras, perwasitan, peraturan, latihan fisik dan strategi permainan yang dikemas dalam multimedia interaktif dengan format exe menggunakan AutoPlay Media Studio 7.5. Analisis data validasi ahli pembelajaran diperoleh hasil 86,2% dengan kategori sangat valid, analisis data validasi ahli media diperoleh hasil 75,% dengan kategori cukup valid,  analisis data validasi ahli bulutangkis diperoleh hasil 90,8 dengan kategori sangat valid, analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 12 siswa diperoleh hasil 89,8% dengan kategori sangat valid, dan analisis data uji coba kelompok besar terhadap 30 siswa diperoleh hasil 92,7% dengan kategori sangat valid.Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bulutangkis melalui multimedia interaktif untuk siswa kelas X SMA sederajat ini layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran guna untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dasar siswa khususnya materi bulutangkis dalam pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Produk multimedia interaktif ini hendaknya dikembangkan lagi supaya lebih variatif dan menyenangkan.ABSTRACT Saputra, Aprindo Prisma. 2017. Development of Badminton Lesson throughInteractive Multimedia for 10 th Grade High School Students. Thesis,Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science,State University of Malang.Advisor (I). Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd., (II)Drs.TatokSugiarto, S.Pd, M.Pd. Keywords: Development,  Badminton, Interactive Multimedia, high school equalThe use of lecture method in the process of learning badminton material in physical education, sports and health less effective because of the teacher-centered learning so that students tend to be passive and students feel quickly bored when the learning takes place. Therefore, the success of learning achievement depends on the ability of teachers to understand and select the learning media used in the process of learning activities that students can easily understand the material presented by teachers and students do not feel bored.The purpose of this research and development is to produce badminton learning products through interactive multimedia for grade 10 high school students who are expected to improve the ability and basic skills of badminton games for students and also can be used as an alternative to help optimize learning activities for teachers.The research methods used in this research and development include 7 steps from 10 steps proposed by Borg & Gall as follows: 1) needs analysis, (2) product development planning, (3) development of product design, (4) Small, (5) first product revisions based on small group trial results, (6) field trials (large groups), and (7) product revisions according to the results of large group trials.the end result of this research and development activity is a form of badminton learning which consists of historical material, essence, basic technique, sarpras, perwasitan, regulation, physical exercise and game strategy which is packed in interactive multimedia with exe format using AutoPlay Media Studio 7.5. Expert validation analysis of learning resulted 86,2% with very valid category, expert media validation analysis obtained result 75,% with category enough valid, badmis expert validation analysis obtained result 90,8 with very valid category, analysis of small group test to 12 Students obtained 89.8% results with very valid category, and analysis of large group trials of 30 students obtained 92.7% results with very valid category. Based on the results of the above analysis, it can be concluded that the learning of badminton through interactive multimedia for 10 th grade high school students equivalent is feasible to be used as an alternative of learning media in order to improve the ability and basic skills of students, especially badminton material in physical education lessons, sports and health. This interactive multimedia product should be developed again to be more varied and fun

    PENGEMBANGAN LATIHAN BULUTANGKIS SEPERTI TAUFIK HIDAYAT DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

    No full text
    ABSTRAK Olahraga bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang dinaungi KONI kota Batu. Olahraga tersebut mendapat binaan secara kusus oleh PB Ganesha kota Batu. Olahraga Bulutangkis pada dasarnya harus menguasai teknik dasar bulutangkis. Selain berlatih langsung, multimedia menjadi salah satu alternatif penunjang dalam meningkatkan pemahaman para atlet bulutangkis kota Batu tentang latihan teknik dasar bulutangkis. Dari hasil observasi awal Para atlit senang bulutangkis (100%), tidak (0%), latihan bulutangkis 3 kali (100%),2 kali(0%), menguasai teknik dasar bulutangkis (36,6%), cukup menguasai (70%), cukup latihan secara verbal (46,87%), kurang (53,12%), media latihan praktek (81,25%), elektronik (18,7%), materi latihan yang diberikan menarik (68,75%), cukup menarik (31,25%), cukup kesulitan gerakan shadow (71,87%).Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan latihan  bulutangkis seperti Taufik Hidayat  melalui multimedia interaktif bagi para atlet PB Ganesha kota Batu yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dasar permainan bulutangkis bagi atlet dan juga dapat dijadikan alternatif untuk membantu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran bagi pelatih.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Subjek dalam penelitian ini adalah atlet PB Ganesha kota Batu sebanyak 32 orang dengan subjek ujicoba kecil 10 atlet dan subjek ujicoba besar berjumlah 22 atlet. Subjek evaluasi yang digunakan dalam penelitian  ini terdiri dari 3 ahli, yaitu ahli kepelatihan, ahli permainan bulutangkis dan ahli media.Hasil produk yang dikembangkan dalam penelitian pengembangan ini berupa multimedia interaktif Latihan Bulutangkis yang terdiri dari materi teknik-teknik dasar bulutangkis, yang disajikan dalam bentuk teks gambar dan video yang memuat 11 konten. Berdasarkan  hasil evaluasi dari 3 ahli  media menyatakan, 78,85% yang menunjukkan kelayakan produk untuk digunakan. Kedua, validasi kepraktisan oleh pelatih bulutangkis sebesar 83,33% yang menunjukkan kelayakan produk untuk digunakan. Ketiga, validasi kepraktisan ahli permainan bulutangkis sebesar 80,46% yang menunjukkan kelayakan produk untuk digunakan. hasil uji coba kelompok kecil sebesar 78,43%, dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 86,22%. Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa latihan bulutangkis menggunakan multimedia interaktif layak digunakan sebagai alternatif bagi atlet dan memberikan wawasan lebih luas bagi atlet. Produk multimedia interaktif ini hendaknya dikembangkan lagi supaya lebih variatif dan menyenangkan

    EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PGSI KOTA MALANG TAHUN 2012 PERIODE KEPENGURUSAN 2010-2012 DENGAN PENDEKATAN EVALUASI MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT)

    No full text
    ABSTRAK   Susilo, Deny Tri. 2013. Evaluasi pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP (Context, Input, process, product). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Kata Kunci: evaluasi, program kerja, PGSI Kota Malang Telah tercantum dalam Surat keputusan Binpres No. 14 KONI Kota Malang tahun 2012 yang berisi tentang evaluasi kegiatan akhir tahun program kerja yang disusun oleh semua cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Malang. Evaluasi program merupakan penelitian evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui akhir dari sebuah program kebijakan. Evaluasi program digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari adanya kebijakan dalam rangka menentukan rekomendasi atas kebijakan suatu program. Jadi dengan dilakukan evaluasi terhadap keterlaksanaan program kerja pada cabang olahraga gulat tahun 2012, maka dapat diketahui hasil yang telah dicapai dari rencana yang telah terprogram apakah sudah memenuhi target sesuai tujuan yang telah direncanakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP yang mencakup tentang bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi. Penelitian ini menggunakan model CIPP (Context, Input, process, product). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket, wawancara, observasi, dan  dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan rumus persentase yang diperoleh dari jawaban responden dibagi dengan jumlah jawaban responden kemudian dikalikan 100%. Berdasarkan analiasis data tersebut, maka diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama,  pada variabel context atau konteks dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 terkait dengan kebutuhan dan tujuan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan baik sekali. Kedua,   pada variabel input atau masukan terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 adalah dikategorikan baik. Ketiga, pada variabel process atau proses terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan cukup. Keempat pada variabel produk terkait dengan output dan outcomes dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikaptegorikan kurang. Program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 belum terealisasi sepenuhnya, terdapat beberapa yang masih belum memenuhi target dan hasil yang ingin dicapai dari bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana yang berhubungan dalam pencapaian prestasi yang diraih oleh atlet gulat Kota Malang. Dalam pelaksanaan program kerja yang telah disusun diperlukan suatu pengoptimalisasian kinerja, kerjasama dan hubungan yang baik dari semua pengurus, atlet dan pelatih. Masih terdapat aspek program kerja pada bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana belum tercapai dan kurang sesuai dengan harapan dalam pencapaian prestasi, “maka perlu merevisi program kerja tahun 2012 yang telah disusun dan melanjutkan program kerja ditahun berikutnya”.   ABSTRACT   Susilo, Deny Tri. 2013. The Implementation of PGSI Malang Occupation Program 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach. Thesis, Department of Physical Education and Health, Sport Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Key words: evaluation, occupation programs, PGSI Malang As states on the decree of Binpres No. 14 KONI Malang 2012 which contains the last year evaluation occupation program that arranged by all of the sports under the auspices of KONI Malang. The evaluation program is evaluative research which aims to know the end of a policy program. The evaluation program is used to know the result of the existence policy and to determine the recomendation of the policy of a program. Meanwhile, with the evaluation toward the implementation of occupation programs of wrestle 2012, then it can be known, the result that already reached from the plans which had been program, whether  the result already fulfill the target that appropriate with the purposes that have been planned or not. This research was conducted with the aim of knowing the feasibility rate of the  occupation program of PGSI Malang 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach that cover secretarial, organization, achievement guidance. This research used CIPP (Context, Input, process, product) model. The data collection was implemented using questionnaire, interview, observation, and documentation. The data analysis used presentation formula from the respondent’s answer devided with the amount of  respondents’ answer then it multiplied by 100%. Based on the data analysis above, the results obtained some conclusions as follows: first, on the variable of context or the context of the occupation program execution of PGSI Malang 2012 related to the necessity and purpose in implementing the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized very good. Second, on the variables of the input related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 was good. Third, on the variable of process related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 were categorized moderately. Fourth, In variable products related to the output and the outcomes in conducting the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized restricted. The occupation programs of PGSI Malang 2012 do not relized yet, there were some occupation programs that still had not reach the target and the result that want to achieve from the secretariat, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field related to reach the wrestling achievement that reached by wrestling athlete in Malang. In implementing the occupation programs that already drawn up requires an optimalize performance, cooperation, and good relation from every committee, athlete, and coach. There were some aspects on the sectretarial occupation programs, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field that do not reach yet and lacking in conformity with the expectation in reaching the achievement, therefore it is recomended to revise the occuption work 2012 that have been complied and continue the occupation work for the next year

    4

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇