KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Latihan Passing Atas Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK Kartika IV-1 Malang
ABSTRAK Wahyudi, Imam. 2014. Pengembangan Model Latihan Passing Atas Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. ME. Winarno, M.Pd (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, latihan bolavoli, model latihan passing atas.Permainan bolavoli adalah permainan tim yang terdiri dari enam pemain, yang dalam permainannya menggabungkan unsur dari kemampuan teknik individu untuk menghasilkan kelancaran dalam bermain bolavoli. Berdasarkan hasil observasi selama latihan dan pertandingan, pemain SMK Kartika IV-1 Malang banyak melakukan kesalahan dalam melakukan Passing atas seperti saat bola berada di atas kepala meskipun bola itu hasil dari servis ataupun smash, pemain SMK Kartika IV-1 Malang kebingungan saat menjumpai bola-bola yang berada di atas kepala, serta tidak adanya program latihan passing atas di SMK Kartika IV-1 Malang.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan model latihan passing atas bolavoli yang bervariatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan semangat untuk berlatih dan menjadi tambahan variasi model latihan passing atas bolavoli di SMK Kartika IV-1 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari sepuluh langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah saja. (1) pengumpulan informasi, (2) rancangan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) revisi I, (5) uji coba tahap I, (6) revisi II dan uji coba tahap II, (7) revisi dan produk akhir. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner.Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil adalah 89,88% hasilnya valid, sedangkan uji coba kelompok besar adalah 87,09% hasilnya valid, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model latihan tersebut dapat diterapkan di SMK Kartika IV-1 Malang.Hasil produk pengembangan model latihan di SMK Kartika IV-1 Malang antara lain: (1) model latihan dalam buku panduan sesuai dengan siswa SMK Kartika IV-1 Malang, (2) tampilan model latihan dalam buku panduan terdapat gambar-gambar yang menunjukkan proses latihan sehingga memudahkan bagi pembaca dalam memahami model latihan.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PGSI KOTA MALANG TAHUN 2012 PERIODE KEPENGURUSAN 2010-2012 DENGAN PENDEKATAN EVALUASI MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT)
ABSTRAK Susilo, Deny Tri. 2013. Evaluasi pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP (Context, Input, process, product). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Kata Kunci: evaluasi, program kerja, PGSI Kota Malang Telah tercantum dalam Surat keputusan Binpres No. 14 KONI Kota Malang tahun 2012 yang berisi tentang evaluasi kegiatan akhir tahun program kerja yang disusun oleh semua cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Malang. Evaluasi program merupakan penelitian evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui akhir dari sebuah program kebijakan. Evaluasi program digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari adanya kebijakan dalam rangka menentukan rekomendasi atas kebijakan suatu program. Jadi dengan dilakukan evaluasi terhadap keterlaksanaan program kerja pada cabang olahraga gulat tahun 2012, maka dapat diketahui hasil yang telah dicapai dari rencana yang telah terprogram apakah sudah memenuhi target sesuai tujuan yang telah direncanakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 periode kepengurusan 2010-2012 dengan pendekatan evaluasi model CIPP yang mencakup tentang bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi. Penelitian ini menggunakan model CIPP (Context, Input, process, product). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan rumus persentase yang diperoleh dari jawaban responden dibagi dengan jumlah jawaban responden kemudian dikalikan 100%. Berdasarkan analiasis data tersebut, maka diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pada variabel context atau konteks dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 terkait dengan kebutuhan dan tujuan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan baik sekali. Kedua, pada variabel input atau masukan terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 adalah dikategorikan baik. Ketiga, pada variabel process atau proses terkait dengan pengolahraga, tenaga keolahragaan, pengorangisasian, pendanaan, sarana dan prasarana, penghargaan keolahragaan dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikategorikan cukup. Keempat pada variabel produk terkait dengan output dan outcomes dalam pelaksanaan program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 dikaptegorikan kurang. Program kerja PGSI Kota Malang tahun 2012 belum terealisasi sepenuhnya, terdapat beberapa yang masih belum memenuhi target dan hasil yang ingin dicapai dari bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana yang berhubungan dalam pencapaian prestasi yang diraih oleh atlet gulat Kota Malang. Dalam pelaksanaan program kerja yang telah disusun diperlukan suatu pengoptimalisasian kinerja, kerjasama dan hubungan yang baik dari semua pengurus, atlet dan pelatih. Masih terdapat aspek program kerja pada bidang kesekretariatan, bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi dan bidang sarana dan prasarana belum tercapai dan kurang sesuai dengan harapan dalam pencapaian prestasi, “maka perlu merevisi program kerja tahun 2012 yang telah disusun dan melanjutkan program kerja ditahun berikutnya”. ABSTRACT Susilo, Deny Tri. 2013. The Implementation of PGSI Malang Occupation Program 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach. Thesis, Department of Physical Education and Health, Sport Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Heru Widijoto, M.S. Key words: evaluation, occupation programs, PGSI Malang As states on the decree of Binpres No. 14 KONI Malang 2012 which contains the last year evaluation occupation program that arranged by all of the sports under the auspices of KONI Malang. The evaluation program is evaluative research which aims to know the end of a policy program. The evaluation program is used to know the result of the existence policy and to determine the recomendation of the policy of a program. Meanwhile, with the evaluation toward the implementation of occupation programs of wrestle 2012, then it can be known, the result that already reached from the plans which had been program, whether the result already fulfill the target that appropriate with the purposes that have been planned or not. This research was conducted with the aim of knowing the feasibility rate of the occupation program of PGSI Malang 2012 in the period management 2010-2012 by evaluation model CIPP (Context, Input, process, product) approach that cover secretarial, organization, achievement guidance. This research used CIPP (Context, Input, process, product) model. The data collection was implemented using questionnaire, interview, observation, and documentation. The data analysis used presentation formula from the respondent’s answer devided with the amount of respondents’ answer then it multiplied by 100%. Based on the data analysis above, the results obtained some conclusions as follows: first, on the variable of context or the context of the occupation program execution of PGSI Malang 2012 related to the necessity and purpose in implementing the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized very good. Second, on the variables of the input related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 was good. Third, on the variable of process related to the athlete, sport official, organization, funding, infrastructure, sportmanship award in implementing the occupation programs of PGSI Malang 2012 were categorized moderately. Fourth, In variable products related to the output and the outcomes in conducting the occupation programs PGSI Malang 2012 were categorized restricted. The occupation programs of PGSI Malang 2012 do not relized yet, there were some occupation programs that still had not reach the target and the result that want to achieve from the secretariat, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field related to reach the wrestling achievement that reached by wrestling athlete in Malang. In implementing the occupation programs that already drawn up requires an optimalize performance, cooperation, and good relation from every committee, athlete, and coach. There were some aspects on the sectretarial occupation programs, organization field, guidance achievement field, and infrastructure field that do not reach yet and lacking in conformity with the expectation in reaching the achievement, therefore it is recomended to revise the occuption work 2012 that have been complied and continue the occupation work for the next year
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL DAERAH PASURUAN, PROBOLINGGO DAN LUMAJANG UNTUK MAHASISWA FIK UM
ABSTRAK Nugroho, Rasdita. 2014. Pengembangan Permainan Tradisional Daerah Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang Menggunakan Electronic Book (E-Book) untuk Mahasiswa FIK Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Pendidkan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd. (2) dr. H. Moch. Yunus, M.Kes Kata Kunci : pengembangan, permainan tradisional, media, electronic book Berdasarkan hasil penelitian pada tanggal 01-05 April 2013 terhadap analisis kebutuhan yang dilakukan melalui pengisian angket yang tersebar pada 16 mahasiswa FIK UM angkatan 2012 diperoleh data sebanyak 100% mahasiswa yang belum pernah mendapatkan media interaktif dalam pembelajaran permainan tradisional pada mata kuliah Modifikasi Olahraga. Hal ini menyebabkan mahasiswa merasa kesulitan dalam memahami materi pada pembelajaran permainan tradisional.Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian dan pengembangan pada permainan yaitu Patel Lele, Egrang, Gasing dan Gobag Sodor dengan menggunakan electronic book. Model penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan yang mengacu pada Borg & gall dalam Winarno,(2011:77) yang sudah dimodifikasi menjadi 7 langkah yaitu (1) Peneliti melakukan pengumpulan informasi dalam melakukan analisis kebutuhan dengan cara melakukan Observasi kelas, angket dan wawancara. (2) Pengembangan Produk (3) Revisi produk pertama berdasarkan hasil evaluasi dari para ahli . (4) Persiapan uji coba kelompok kecil. Revisi dilakukan pada kelompok kecil apabila data hasil tidak memenuhi kriteria nilai yang ditentukan,(5) Uji coba kelompok besar. (6) Revisi produk akhir berdasarkan uji hasil uji lapangan. Dan revisi dilakukan apabila data hasil uji kelompok besar tidak memenuhi kriteria yang ditentukan. (7) Hasil akhir produk akhir dari hasil revisi akan dikemas dalam bentuk E-Book pengembangan pembelajaran permainan tradisional di FIK Universitas Negeri Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, produk pengembangan permainan tradisional dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Modifikasi Olahraga. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan pada uji kelompok kecil dan besar. Hasil data uji coba kelompok kecil diperoleh 85,17% mahasiswa memahami materi yang telah dikembangkan. Hasil data uji kelompok besar diperoleh 85,41% mahasiswa memahami materi permainan tradisional yang telah dikembangkan
Pengaruh Olahraga Moderat Dengan Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Fungsi Reseptor Insulin Pada Tikus Wistar Diabetes Mellitus
ABSTRAK Masruro, Widatul. 2016.Pengaruh Olahraga Moderat dengan Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Fungsi Reseptor Insulin pada Tikus Wisar Penderita Diabates Mellitus.Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugiharto M.S., (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes. Kata Kunci:, Diabetes mellitus, olahragamoderat, musik klasik,reseptor insulin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik terhadap fungsi reseptor insulin, pada penderita diabetes mellitus. Penelitian menggunakan sampel hewan coba tikus putih dengan jenis rattus norvegicus strain wistar kelamin jantan, yang berjumlah 12 ekor dan terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol, olahraga moderat, mendengarkan musik klasik dan olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik. Perlakuan berupa olahraga treadmill dan mendengrakan musik klasik. Metode penelitian menggunakan Random Control Group Posttest-Only Design, yang digunakan untuk membandingkan kelompok kontrol, kelompok mendengarkan musik klasik, kelompok olahraga moderat dan kelompok olahraga dengan mendengarkan musik klasik. Olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik, olahraga moderat dan mendengarkan musik klasik dilakukan 3 kali seminggu selama 10 minggu, waktu olahraga moderat dan mendengarkan musik klasik dilakukan pada sore hari. Analisis sensitivitas reseptor insulin dilakukan dengan metode Sandwich ELISA, sedangkan analisis data menggunakan uji beda Anova dengan taraf signifikasi 0.05.Berdasarkan hasil analisis data, diartikan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok olahraga dengan mendengarkan musik klasik, mendengarkan musik klasik, olahraga moderat dengan kelompok kontrol (Sig. P > 0.05), sedangkan kelompok olahraga moderat dengan kelompok mendengarkan musik klasik tidak terdapat perbedaan (Sig. P < 0.05). Namun bila dilihat dari kecenderungan nilai rata-rata sensitivitas reseptor insulin,kelompok olahraga moderat dengan mendengarkan musik 84.83 ug/ml, sedangkan kelompok olahraga moderat 74.50 ug/ml dan kelompok mendengarkan musik klasik 66.91ug/mlterjadi kecenderungan kenaikan sensitivitasreseptor insulin kelompok olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik, olahraga moderat dan mendengarkan musik klasik mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perubahan sensitivitas reseptor insulin
OLAHRAGA DENGAN MENDENGARKAN MUSIK KLASIK DALAM MENCEGAH ATROFI OTOT PADA TIKUS PUTIH WISTAR DIABETES MELLITUS
ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengungkap olahraga dengan mendengarkan musik klasik dalam mencegah atrofi otot pada tikus putih Wistar diabetes mellitus tipe 2 (DM2). Penelitian ini menggunakan rancangan Random Control Group Posttest-Only Design, yang terdiri dari 4 kelompok yaitu kontrol, olahraga moderat, mendengarkan musik klasik dan olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik, sedangkan sampel yang dipilih adalah tikus putih jenis kelamin jantan Rattus Norvegicus Strain Wistar berjumlah 12 ekor dengan usia 2-3 bulan dan berat badan 200-250 gram. Tikus diinduksi zat STZ dengan kadar 40 mg/kg, kemudian cek gula darah 3 hari setelah induksi. Perlakuan berupa olahraga lari diatas treadmill dengan kecepatan 14-16 m/mnt atau setara dengan 8 rpm yang diiringi musik klasik dengan tempo sedang 92 beats/min, frekuensi suara antara 5-58 kHz. Olahraga dilakukan pada sore hari selama 12 minggu dengan frekuensi 3 kali/minggu. Musik yang digunakan yaitu musik klasik jenis orkestra, karya dari Chopin yang berjudul “Mazurka in D Major. Analisis protein otot soleus menggunakan metode (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) ELISA, sedangkan analisis data menggunakan uji beda Anova. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan protein otot soleus antar kelompok (P < 0.01). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik, olahraga moderat dan mendengarkan musik klasik mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perubahan atrofi otot (DM2)
Pengembangan pembelajaran keterampilan atletik modifikasi lari sambung dengan pendekatan outbound training Dalam pembelajaran pendidikan jasmani Melalui vcd pada kelas x di SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo
ABSTRAK Agus Wardana, Hendra. 2013. Pengembangan pembelajaran keterampilan atletik modifikasi lari sambung dengan pendekatan outbound training Dalam pembelajaran pendidikan jasmani Melalui vcd pada kelas x di SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Lari Sambung, Outbound Training, VCD, SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo. Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting dalam satu regu terdapat empat orang pelari. Pembelajaran lari sambung (estafet) ini dapat dilakukan dengan pendekatan Outbound training. Hal ini dikarenakan Outbound training merupakan kegiatan belajar mandiri yang sangat luas mulai dari mengatasi rasa takut, ketergantungan, dan percaya diri sehingga dapat mengenal jati diri dan mau mendengarkan orang lain. Di SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo, dapat disimpulkan bahwa 80% siswa menganggap pembelajaran lari sambung (estafet) tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan penyampaian materi yang kurang menarik dan kurang variasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan model permainan dengan pendekatan outbound yang menyenangkan dalam pembelajaran lari sambung (estafet) kelas X-2 di SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo. Sehingga dengan adanya model-model permainan ini, dapat membuat siswa-siswi senang dan tertarik dengan pelajaran lari sambung (estafet). Rancangan penelitian ini menggunakan metode pengembangan, model penelitian pengembangan Video Compact Disk (VCD) atletik lari sambung (Estafet) sebagai media pembelajaran ini mengacu pada model penelitian pengembangan Borg and Gall (1983:775) terdapat 10 langkah tetapi peneliti memodifikasi menjadi 7 langkah. Data yang diperoleh dari analisis kebutuhan (data yang diperoleh dari penyebaran angket kepada siswa kelas X dan guru penjas di SMA Negeri 1 Leces Kabupaten Probolinggo) sebanyak 10 siswa menyatakan setuju jika diadakan model permainan dengan pendekatan outbound yang menyenangkan dalam pembelajaran lari sambung (estafet) dan Guru penjas menyatakan pernah memberikan pembelajaran lari estafet kepada siswanya sebanyak 2x pertemuan. Tetapi materi kurang bisa diserap dengan sempurna oleh siswa. Data hasil evaluasi ahli pembelajaran, ahli media, ahli outbound dan ahli atletik menyatakan susunan kalimat dan bahasa dalam materi permainan outbound sudah sesuai dengan bahasa indonesia yang baik yaitu komunikatif, mudah dipahami dan dimengerti cukup sesuai sehingga menambah wawasan siswa dan meningkatkan minat belajar siswa. Model permainan outbound memiliki total persentase >80%. Sehingga Sebagian besar siswa menyatakan pembelajaran lari sambung (estafet) dengan pendekatan outbound sangat jelas dan sangat membantu dalam belajar lari sambung (estafet)
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER CABANG OLAHRAGA DI SMKN 2 MALANG
ABSTRAK Putri, Rega Nata 2016. Profil Kebugaran Jasmani Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Cabang Olahraga Di SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd., (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: survey, kebugaran jasmani, esktrakurikuler, cabang olahraga. Berdasarkan penelitian latihan peserta ekstrakurikuler cabang olaharaga di SMKN 2 Malang memiliki kebugaran jasmani dalam kategori rendah sehingga dibutuhkan pelatihan dan pembinaan kebuagarn jasmani dan pelatih tidak memiliki data kebugaran jasmani setiap individu peserta esktrakurikuler. Berdasarkan masalah tersebut penulis melakukan penelitian berjudul Profil Kondisi Fisik Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Cabang Olahraga Di SMKN 2 Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan kebugaran jasmani setiap individu peserta ekstrakurikuler cabang olahraga di SMKN 2 MalangPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 93 siswa dengan rentang usia 15-19 tahun. Instrument tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi fisik subjek adalah tes kebugaran jasmani Indonesia. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan ketentuan standart tes kebugaran jasmani dan dianalisis secara deskriptif dilakukan secara manual dengan bantuan meng-gunakan kalkulator Casio FX-115ES Plus dan dengan bantuan dari jasa komputer progam SPSS versi 20.Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi fisik komponen kecepatan memiliki rata-rata sedang, komponen kelincahan memiliki rata-rata baik, komponen daya tahan memiliki rata-rata kurang sekali, komponen kelentukan memiliki rata-rata sedang, komponen kekuatan memiliki rata-rata sedang, dan komponen daya ledak memiliki rata-rata sedang. Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa 93 kebugaran jasmani perserta ekstrakurikuler cabang olahraga dalam kategori “sedang”. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan kepada pelatih untuk memperhatikan kondisi fisik setiap individu dan memberikan latihan serta pembinaan terhahap setiap komponen kebugaran jasmani guna menunjang kemampuan teknik dan taktik serta menampilkan perfoma terbaik
Pengembangan BukuSakuPembelajaran Model Senam Lantai Gerakan Meroda Pada Siswa Di SMP Negeri 3 Trenggalek
ABSTRAK Fakhruddin,FajarInzan. 2015. PengembanganBukuSakuPembelajaran Model SenamLantaiGerakanMerodaPadaSiswa Di SMP Negeri 3 Trenggalek. Skripsi, Jurusan PendidikanJasmanidanKesehatan, Fakultas IlmuKeolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I NengahSudjana, S. Pd M. Pd, (II) FahrialAmiq, S. Or M. Pd. Kata Kunci:bukusakupembelajaran, model senamlantaigerakanmeroda, SMP Negeri 3 Trenggalek.Ketersediaan bahan ajar yang belum sesuai dengan kebutuhan menyebabkan kurang maksimalnya pembelajaran penjaskes di SMP Negeri 3Trenggalek. Hasil persentase penyebaran angket kepada siswa menunjukkan 58% siswa merasa kurang memahami materi yang diberikan oleh guru, 71,6% siswa merasa kurang hafal jika diminta untuk mengulangi gerakan secara mandiri dan cukup sering menemui kesulitan mengenai materi gerak yang telah diajarkan oleh guru, 59% siswa merasa sangat perlu diciptakan sebuah produk buku saku penunjang belajarmateri gerak senam lantai meroda. Selain itu, dari data pertanyaan essay, 63% merasa belajar akan lebih mudah jika ada sebuah penunjang belajar berupa gambar gerak meroda yang dikemas dalam bentuk buku saku.Tujuanpenelitiandanpengembanganiniadalahmengembangkanprodukbukusakupembelajaransenamlantai, mendiskripsikanujicobaprodukbukusakupembelajaran model senamlantaigerakanmerodauntuksiswakelas VII SMP Negeri 3 Trenggalek.Prosedur penelitian(Research and Development)dari Borg&Gall yang terdiri dari 10 langkah. Tetapipenelitimenggunakan 7 langkah yang diambildariArdhana (2009:9) tahapan-tahapan sebagai berikut (1) analisiskebutuhan, (2) produkawal, (3) tinjauanahli, (4) ujicobakelompokkecil, (5) revisi produk awal, (6) ujicobakelompokbesar, (7) revisi produk akhir. Subjek coba pada penelitian ini adalah 3 ahli pembelajaran, 3 ahli media, 8 siswaujicobakelompokkecildan 30 siswaujicobakelompokbesar. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan persentase. Data yang bersifat kualitatif dianalisis dan dipertimbangkan sebagai bahan revisi produk, sedangkan data kuantitatif dari uji kelayakan produk dianalisis dengan rumus dan persentase.Hasil penelitian dan pengembangan inidapat disimpulkan sebagai berikut, berdasarkan penilaian ahli pembelajaranmenunjukkan bukusaku pembelajaran layakdigunakansebagaibahan ajar siswa dengan persentase 86,8%, penilaian ahli media menunjukkan bukusaku pembelajaran layakdigunakansebagaibahan ajar siswadengan persentase 88,8%, berdasarkan uji coba kelompokkecilmenunjukkan persentase 85,9%, sedangkan berdasarkan uji coba kelompokbesar menunjukkan persentase 83,6%bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran penjaskes di sekolah. Kajian yang telahdirevisiolehbeberapaahliberupabukusakuproduk yang telahdihasilkanmakahasilpengembanganinihanyaditujukanpadaanak SMP Negeri 3 Trenggalek.Saran pemanfaatanprodukinidapatdigunakansebagaipanduanataureferensi guru untukmengajar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan Bermuatan Kecakapan Hidup (Life Skills) Meng-gunakan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa Kelas X Sekolah Mene-ngah Atas (SMA) Negeri 3 Surakarta
ABSTRAK Upaya meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan dengan berbagai cara, namun kualitas pendidikan belum meningkat secara signifikan. Hal ini ditan-dai dengan rendahnya keterserapan lulusan yang berakibat pada tingginya angka pengangguran terutama pada siswa lulusan SMA. Hal ini menunjukkan bahwa re-levansi pendidikan di SMA dengan kehidupan nyata dan dunia kerja masih cukup rendah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan penyempurnaan ku-rikulum yaitu mengintegrasikan muatan kecakapan hidup (life skills) dalam kuri-kulum. Pengembangan perangkat pembelajaran ini merupakan salah satu usaha mengintegrasikan muatan life skills pada muatan wajib Biologi. Pelaksanaan pem-belajaran Biologi yang berorientasi life skills memerlukan model pembelajaran yang tepat yang dapat melatih siswa untuk memecahkan permasalahan dalam ke-hidupan sehari-hari. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan life skills adalah inkuiri terbimbing (guided inquiry). Pengembangan perangkat pembelajaran diorientasikan pada permasalahan yang ada di SMA Negeri 3 Sura-karta yaitu kurangnya kecakapan hidup siswa dan belum adanya perangkat pem-belajaran yang mengintegrasikan muatan life skills dan berbasis guided inquiry. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk pe-rangkat pembelajaran ekosistem dan pencemaran lingkungan bermuatan kecakap-an hidup (life skills) untuk siswa kelas X SMA Negeri 3 Surakarta berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, dan modul pembelajaran. Prosedur pengembangan me-ngadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari tahap: (1) pe-nelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk awal; (4) uji coba terbatas dan revisi produk; serta (5) uji coba utama dan revisi produk. Hasil analisis skor penilaian perangkat pembelajaran menunjukkan rata-rata persentase penilaian oleh ahli materi sebesar 94,66%, ahli desain pembe-lajaran 87,33%, serta praktisi pelaksana pembelajaran sebesar 87,58%. Hasil penilaian modul dalam uji kelompok kecil menunjukkan rata-rata persentase pe-nilaian sebesar 85,185%. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembe-lajaran telah layak diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Uji coba utama (main field testing) dilakukan pada dua kelas yaitu kelas X-1 dan X-3 SMA Negeri 3 Surakarta dan dilaksanakan hanya pada Kompetensi Dasar 4.1 dan 4.2. Penerapan perangkat pembelajaran bermuatan life skills dengan model inkuiri terbimbing pada tahap uji coba utama pada materi ekosistem me-nunjukkan hasil gain rata-rata aktual maksimum sebesar 0,54% sedangkan materi pencemaran sebesar 0,61%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran memiliki tingkat keefektifan medium atau dengan kata lain perangkat pembelajaran bermuatan life skills dengan model inkuiri ter-bimbing telah cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran. Hasil pretest dan post test menunjukkan bahwa rata-rata capaian hasil belajar siswa berdasarkan tes me-ningkat dengan diterapkannya perangkat pembelajaran bermuatan life skills meng-gunakan model inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilaksanakan, beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu: (1) pemanfaatan silabus, RPP, modul, dan instru-men penilaian memerlukan pemahaman yang baik sehingga pelaksanaan pembela-jaran dapat sesuai dengan harapan dikembangkannya perangkat pembelajaran; (2) pada pengembangan lebih lanjut, penelitian ini dapat dilaksanakan sampai pada ta hap uji coba operasional (operational field testing) dan diseminasi; serta (3) perlu sosialisasi baik dalam forum guru MGMP, seminar ilmiah, maupun sosialisasi me lalui situs terkait untuk mendiseminasikan perangkat pembelajaran ini
Pengembangan Panduan Latihan Passing Bawah Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMP Negeri 1 Batu
ABSTRAK Arfiansyah, Donny. 2013. Pengembangan Panduan Latihan Passing Bawah Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMP Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, panduan, latihan, passing bawah bolavoli. Pengembangan dalam penelitian ini adalah panduan latihan yang berisikan pola variasi latihan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu, Panduan adalah hal pokok yang menjadi dasar pegangan/petunjuk untuk menentukan sesuatu, dapat diartikan juga sebagai kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan. Latihan adalah kegiatan yang terencana dan didalamnya terdapat unsur-unsur kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara bertahap dengan tujuan untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sedangkan passing bawah adalah usaha memainkan bola menggunakan satu atau dua lengan yang dirapatkan didepan badan, perkenaan bola pada bagian lengan bawah. Untuk dapat bermain bolavoli passing bawah adalah teknik yang harus dikuasai oleh siswa. Dalam melatih teknik dasar passing bawah diperlukan latihan yang berulang-ulang. Selain itu, membutuhkan teknik dasar yang benar, juga diperlukan variasi-variasi pola latihan untuk mencegah kebosanan berlatih. Kenyataan yang ada dilapangan, setelah melakukan observasi awal pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu, masih banyak siswa yang tidak menguasai teknik dasar passing bawah pada khususnya. Ini dapat dilihat banyak passing yang tidak tepat sasaran. Sehingga diperlukan panduan latihan passing bawah bolavoli yang dapat digunakan siswa sebagai acuan atau cara berlatih passing bawah bolavoli. Untuk itu, peneliti akan mengembangkan panduan latihan passing bawah dalam permainan bolavoli yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan oleh siswa dalam latihan mandiri passing bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan latihan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu yang ditujukan kepada siswa pada tingkat keterampilan pemula atau dasar pengikut ekstrakurikuler bolavoli. Sehingga dengan adanya panduan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mempercepat proses penguasaan teknik passing bawah bolavoli secara baik dan benar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development dari Borg dan Gall (1983:775). Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan panduan latihan passing bawah bolavoli adalah sebagai berikut. (1) kajian pustaka, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk awal berdasarkan evaluasi para ahli dan kegiatan uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar , dan (7) revisi produk akhir. Hasil evaluasi dan persentase dari ahli bolavoli menyatakan 90,52% produk pengembangan valid sehingga dapat digunakan. Dari ahli kepelatihan menyatakan 83,33% produk pengembangan panduan latihan passing valid sehingga dapat digunakan. Kemudian dari hasil uji kelompok kecil terdapat persentase sebesar 89,96% sehingga produk dapat digunakan, sedangkan persentase dari uji coba kelompok besar terdapat penilaian sebesar 90,40% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan panduan latihan ini dapat digunakan pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu