KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Studi keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sekolah dasar negeri se-kecamatan sanankulon kabupaten blitar
ABSTRAK Budi, Agung Prasetyo. 2013. Studi keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Pendidkan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd. (2) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : survei, keadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, sekolah dasar negeri Pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) Sekolah Dasar Negeri se-kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar masih belum diketahui keadaan sarana dan prasaranya, apakah keadaan tersebut sudah memenuhi kriteria ataukah belum, jika di sekolah tersebut tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai siswa akan sulit menerima pembelajaran pendidikan jasmani bahkan guru pun akan kesulitan untuk mengajar apabila sarana dan prasarana tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sudah ideal atau belum untuk sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Model penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang terdiri dari 20 Sekolah Dasar Negeri. Sampel yang dipakai atau yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar sebanyak 18 guru pendidikan jasmani dan 2 kepala sekolah yang tidak mempunyai guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, dokumentasi, dan angket penelitian yang berupa kuesioner. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dapat diketahui bahwa keadaan sarana dan prasarana tiap cabang tidak sama. Dari data yang diperoleh rata-rata persentase untuk cabang atletik keadaan sarananya 22,5% dalam kategori kurang dan untuk prasarananya 34% dalam kategori kurang sekali. Dan untuk cabang permainan keadaan sarananya 71,3% dalam kategori baik dan prasaranya 68,4% dalam kategori baik. Sedangkan untuk cabang senam, bela diri, aktivitas air dalam kategori kurang sekali dengan rata-rata persentase 6,5%
Pengembangan Media Puzzle Kancing Buatan Untuk Proses Pembelajaran Bilangan Siswa Kelas I Sekolah Dasar
ABSTRAK Sumiatun. 2014. Pengembangan Media Puzzle Kancing Buatan Untuk Proses Pembelajaran Bilangan Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (II)Dr. H. Sulton, M.Pd. Kata Kunci: Media Puzzle Kancing Buatan, Proses pembelajaran Bilangan Pembelajaran bilangan dalam konteks pembelajaran tematik hendaknya sesuai dengan karakteristik siswa dan mengacu pada tahapan penanaman konsep tbilangan Dienes. Pada pembelajaran tematik di lapang berdampak pada semua perangkat pembelajaran khususnya ketersedia media yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, ditemukan ketersediaan media pembelajaran tematik kurang mengaktifkan siswa dan pemahaman guru tentang tahapan penanaman konsep bilangan kurang.. Salah satu pemecahan masalah adalah dengan memilih mengembangkan media puzzle kancing buatan yang sesuai dengan karakteristik siswa. Media puzzle kancing buatan dapat menjadi pilihan media oleh guru dalam pembelajaran tema alam yang mengaktifkan siswa dan sesuai dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian dan pengembangnan ini adalah menghasilkan sebuah media puzzle kancing buatan yang dikembangkan untuk proses pembelajaran bilangan pada tema alam di kelas I SD. Media dilengkapi dengan buku seri menggunting dan menempel. Produk yang dihasilkan diukur berdasarkan tingkat kevalidan, keterterapan, dan keefektifannya. Penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan hasil modifikasi model pengembangan Borg & Gall serta Akbar & Sriwiyana. Model pengembangan terdiri dari 6 langkah yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba produk, dan (6) produk akhir. Ujicoba produk terdiri atas uji coba ahli dan uji coba terbatas. Hasil validasi ahli terhadap kelayakan media sebagai APM maupun kontens isi persentase sebesar 77,14% dengan kategori sangat valid. Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui keterterapan dan keefektifan.Tingkat keterterapan produk mencapai 78,5% dengan kategori cukup tinggi. Tingkat keefektifan produk mencapai 80% dengan kategori sangat baik.Berdasarkan data diatas, produk yang telah dikembangkan dapat dikatakan valid,memiliki keterterapan cukup tinggi dan memiliki keefektifan baik. Saran pemanfaatan media puzzle kancing buatan dalam pembelajaran terletak pada pemberian pengalaman pada siswa utuk memasang kancing atau menghias baju dengan kancing jumlah tetentu dan merangkai kancing hingga membentuk kancing puluhan. Media puzzle kancing buatan disarankan dapat didesiminasikan dalam skala luas dengan memperhatikan karakteristik siswa dan mmperhatikan proporsi banyak siswa dan media yang seimbang. Media Puzzle Kancing Buat ABSTRAKS umiatun. 2014. Pengembangan Media Puzzle Kancing Buatan Untuk Proses Pembelajaran Bilangan Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (II)Dr. H. Sulton, M.Pd. Kata Kunci: Media Puzzle Kancing Buatan, Proses pembelajaran Bilangan Pembelajaran bilangan dalam konteks pembelajaran tematik hendaknya sesuai dengan karakteristik siswa dan mengacu pada tahapan penanaman konsep tbilangan Dienes. Pada pembelajaran tematik di lapang berdampak pada semua perangkat pembelajaran khususnya ketersedia media yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, ditemukan ketersediaan media pembelajaran tematik kurang mengaktifkan siswa dan pemahaman guru tentang tahapan penanaman konsep bilangan kurang.. Salah satu pemecahan masalah adalah dengan memilih mengembangkan media puzzle kancing buatan yang sesuai dengan karakteristik siswa. Media puzzle kancing buatan dapat menjadi pilihan media oleh guru dalam pembelajaran tema alam yang mengaktifkan siswa dan sesuai dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian dan pengembangnan ini adalah menghasilkan sebuah media puzzle kancing buatan yang dikembangkan untuk proses pembelajaran bilangan pada tema alam di kelas I SD. Media dilengkapi dengan buku seri menggunting dan menempel. Produk yang dihasilkan diukur berdasarkan tingkat kevalidan, keterterapan, dan keefektifannya. Penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan hasil modifikasi model pengembangan Borg & Gall serta Akbar & Sriwiyana. Model pengembangan terdiri dari 6 langkah yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba produk, dan (6) produk akhir. Ujicoba produk terdiri atas uji coba ahli dan uji coba terbatas. Hasil validasi ahli terhadap kelayakan media sebagai APM maupun kontens isi persentase sebesar 77,14% dengan kategori sangat valid. Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui keterterapan dan keefektifan.Tingkat keterterapan produk mencapai 78,5% dengan kategori cukup tinggi. Tingkat keefektifan produk mencapai 80% dengan kategori sangat baik.Berdasarkan data diatas, produk yang telah dikembangkan dapat dikatakan valid,memiliki keterterapan cukup tinggi dan memiliki keefektifan baik.Saran pemanfaatan media puzzle kancing buatan dalam pembelajaran terletak pada pemberian pengalaman pada siswa utuk memasang kancing atau menghias baju dengan kancing jumlah tetentu dan merangkai kancing hingga membentuk kancing puluhan. Media puzzle kancing buatan disarankan dapat didesiminasikan dalam skala luas dengan memperhatikan karakteristik siswa dan mmperhatikan proporsi banyak siswa dan media yang seimbang. Media Puzzle Kancing Buatan dapat dikembangkan lebih lanjut pada tema pembelajaran yang berbeda, serta untuk proses pembelajaran di kelas tinggi dan operasi bilangan yang lain. an dapat dikembangkan lebih lanjut pada tema pembelajaran yang berbeda, serta untuk proses pembelajaran di kelas tinggi dan operasi bilangan yang lain
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Infeksi Toxoplasma dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di BPM Anis Nurlaily F, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
ABSTRAK Infeksi toxoplasma atau toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraseluler yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas, tetapi apabila diderita oleh wanita hamil akan membahayakan janin yang dikandungnya. Penyakit ini juga ditengarai sebagai salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita dan dihubungkan pula dengan seringnya terjadi abortus. Toxoplasmosis dapat menyerang siapa saja, tetapi karena yang lebih sering terkena dampak negatifnya adalah wanita usia subur, maka penyakit ini sering diidentikkan dengan penyakit wanita. Sumber penularan utama adalah melalui makanan terkontaminasi kista toxoplasma yang dimasak kurang matang dan juga melalui ookista yang dikeluarkan kucing bersama tinjanya. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yang dapat dilakukan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb, desa Klinterejo, kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah populasi, yaitu wanita usia subur yang memeriksakan diri di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb pada tanggal 20-26 Januari tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Kata kunci: infeksi toxoplasma, wanita usia subur, PHBS pada tatanan rumah tangg
Pengaruh latihan Senam Aerobik Intensitas Ringan Dan Sedang Irama Cepat Terhadap Kadar Trigliserida Perempuan Obes di Kota Batu
ABSTRAK Putra, StivianAfifullah. 2016. Pengaruh Senam Aerobik Intensitas Ringan dan Sedang Terhadap Kadar Trigliserida pada Perempuan Obes di Kota Batu. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Slamet Raharjo, M.Or., (II) dr. Rias Gesang Kinanti. Kata kunci: Senam aerobik, Trigliserida, obesitas.Senamaerobikmerupakanaktifitasfisik yang menggunakanseluruhotottubuhdengantujuanuntukmeningkatkankesehatan. Senamaerobikbersifat lama danmempunyaiintensitasringansampaisedangkarenamenggunakanoksigendanlemaksebagaienerginya. Obesitasmenjadisalahsatumasalahkesehatankarenabisamemicuterjadinyapenyakitkardiovaskuler, obesitasterjadikarenafaktorpolamakan, gayahidup, keturunandangangguanmetabolisme. Senamaerobikdapatmempengaruhikadartrigliseridapadapenderitaobesitas, karenapadasistemenergiaerobiktriglisridadijadikansumberenergibersamaoksigen. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhsenamaerobikintensitasringandansedangterhadapkadartrigliserida.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Matching Pretest-Posttes Comparison Group Design dengan 2 kelompok yaitu kelompok senam aerobik intensitas ringandan kelompok senam aerobik intensitas sedang. Sampel penelitian yang digunakan adalah perempuan obes yang memiliki IMT >25,0 sebanyak 20 orang. Penelitian dilakukan selama 8 minggu.Pengumpulan data dilakukan dengan memeriksakadartrigliseridadarahmenggunakan alat spectrophometer.Kemudian hasil laboratoriumkadartrigliseridaakan dianalisis menggunakan uji-t dua sampel berpasangan dan uji-t dua sampel bebas dengan taraf signifikansi 0.05.Hasil uji-t dua sampel berpasangan nilai sig < α yakni intensitas ringan 0,0
Survei Kondisi Fisik Tim Futsal PORPROV Kota Batu Tahun 2017
ABSTRAK Ardiansyah, Very. 2017. Survei Kondisi Fisik Tim Futsal PORPROV Kota Batu Tahun 2017. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd., (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Pd., M.Or. Kata kunci: kondisi fisik, futsal. Olahraga futsal sangat memerlukan kondisi fisik yang baik bagi semua atletnya. Agar mendapatkan hasil yang maksimal perlu melakukan latihan teknik, taktik, dan fisik dalam menghadapi pertandingan. Berdasarkan observasi sebelum melakukan tes kondisi fisik, pelatih menjelaskan bahwa belum ada data kondisi fisik atlet tim futsal Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kota Batu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik tim futsal PORPROV Kota Batu. Komponen kondisi fisik yang diukur adalah kekuatan, kelincahan, kecepatan, dan daya tahan paru jantung.Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tim futsal PORPROV Kota Batu yang berjumlah 26 atlet. Instrumen tes yang digunakan adalah tes sit up, illinois agility test, lari 30 meter, multi stage fitness test. Analisis data yang digunakan menggunakan deskriptif persentase dan T-score untuk menentukan peringkat.Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa profil kondisi fisik tim futsal Pekan Olahraga Provinsi Kota Batu persentase peringkingan tes kondisi fisik tim futsal PORPROV Kota Batu berdasarkan nilai T-score berada pada kategori cukup dengan persentase 84,62% (22 atlet), pada kategori kurang dengan persentase 15,38% (4 atlet). Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa profil kondisi fisik tim futsal PORPROV Kota Batu dalam lingkup cukup.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan kondisi fisik tim futsal PORPROV Kota Batu sebagai berikut: (1) Kekuatan otot perut masuk dalam kategori cukup, (2) kecepatan masuk dalam kategori cukup, (3) kelincahan masuk dalam kategori baik, (4) daya tahan cardiovascular masuk dalam kategori kurang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih dan atlet futsal Pekan Olahraga Provinsi Kota Batu diharapkan menambah program latihan kondisi fisik terutama pada segi daya tahan yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kondisi fisik atlet futsal PORPROV Kota Batu
Gambaran Kesadaran Moral Anak pada Cerpen Majalah Bobo Edisi 2010
ABSTRAK Wijakangka, Agga Ramses. 2012. Gambaran Kesadaran Moral Anak pada Cerpen Majalah Bobo Edisi 2010. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. (2) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata kunci: moral, kesadaran moral, semiotika, cerpen anak Dalam sastra anak, terkandung unsur moral yang dapat membentuk sikap dan kepribadian anak. Sastra anak dapat menanamkan nilai-nilai, karakter dan juga menggugah imajinasi kreativitas anak, sebab sastra mengajak berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora-metafora kehidupan anak yang terdapat di dalamnya. Hal itu melatarbelakangi penelitian ini. Permasalahan yang diteliti, adalah (1) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada kepatuhan & hukuman, (2) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada relativis instrumental (3) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada konformitas interpersonal. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan telaah deskriptif analitis mengenai gambaran kesadaran moral anak pada cerpen majalah Bobo yang tercitra pada tindakan atau perbuatan tokoh anak. Data penelitian diperoleh dari cerita anak dalam majalah Bobo edisi 2010. Data berupa kutipan-kutipan (monolog, dialog dan narasi) teks cerpen yang diindikasikan bermuatan kesadaran moral anak. Teknik pengumpulan data menggunakan telaah dokumentasi. Prosedur analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu menganalisis data menginterpretasi data dan menguji keabsahan data. Kajian kedalaman makna, diterapkan semiotika Barthes dengan sistem lima kode, yakni kode proaretik, hermeneutik, simbolis, gnomik dan semis. Hasil penelitian menunjukkan temuan tentang gambaran kesadaran moral anak pada cerpen majalah Bobo edisi 2010 sebagai berikut. Bentuk kesadaran moral orientasi kepatuhan & hukuman: Kesadaran moral ditanamkan orang tua pada anak yakni mematuhi anjuran orang tua, Kesadaran moral ditanamkan ibu pada anak yakni mengikut sudut pandang ibu, kesadaran moral ditanamkan ibu pada anak yaitu mematuhi nasihat ibu, dan kepatuhan murid pada aturan berbuat baik ditentukan oleh guru karena hukuman. Maknanya yakni berani melawan rasa takut jurum suntik ketika berobat demi kesehatan, pertahankan cita-cita meskipun banyak halangan, lebih baik terbiasa menabung uang receh daripada membuangnya, dan terbiasa berbuat baik di keseharian. Bentuk kesadaran moral orientasi relativitas instrumental dipahami pada: kakak memarahi adik tanpa peduli alasan dia, menjual barang ayah demi kebutuhan diri sendiri, mengusili teman untuk kesenangan, cara bermain bola yang baik yakni mencederai kawan sendiri, membawa lari mangga milik orang lain, & HP temuan tidak dikembalikan ke pemilik. Maknanya yaitu kakak tidak langsung menghakimi adik sebelum tahu kejelasan alasan perbutan, berani bertanggung jawab dengan kesalahan yang diperbuat, senang mengganggu orang lain maka nanti akan mendapat balasan dan menemukan suatu barang yang bukan milik kita, harus dikembalikan. Bentuk kesadaran moral orientasi konformitas interpersonal dipahami pada: membuat nyaman teman di situasi kelompok belajar, meyakinkan maksud baik pada teman yang tidak suka, meringankan pikiran teman, membantu kesulitan tetangga, meminta maaf dengan apa yang ia perbuat untuk meyakinkan maksud baik, menyenangkan teman dengan memberi barang sebagai motif perbuatan baik, memberi kado untuk menyenangkan teman yang berulang tahun, meminta maaf kepada teman karena melupakannya, dan meminta maaf karena berburuk sangka. Maknanya ialah hargai teman dahulu sebelum dihargai kembali, dukung kesuksesan teman dan tidak boleh iri hati, perbuatan baik itu akan membuahkan hasil yang baik pula, dan tidak berprasangka buruk kepada teman dan tidak melupakan teman. Kepada para pengajar, diharapkan hasil penelitian sastra anak digunakan sebagai bahan bacaan yang dapat digunakan untuk membentuk kepribadian anak-anak
Studi keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sekolah dasar negeri se-kecamatan sanankulon kabupaten blitar
ABSTRAK Budi, Agung Prasetyo. 2013. Studi keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Pendidkan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd. (2) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : survei, keadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, sekolah dasar negeri Pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) Sekolah Dasar Negeri se-kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar masih belum diketahui keadaan sarana dan prasaranya, apakah keadaan tersebut sudah memenuhi kriteria ataukah belum, jika di sekolah tersebut tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai siswa akan sulit menerima pembelajaran pendidikan jasmani bahkan guru pun akan kesulitan untuk mengajar apabila sarana dan prasarana tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sudah ideal atau belum untuk sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Model penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang terdiri dari 20 Sekolah Dasar Negeri. Sampel yang dipakai atau yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar sebanyak 18 guru pendidikan jasmani dan 2 kepala sekolah yang tidak mempunyai guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, dokumentasi, dan angket penelitian yang berupa kuesioner. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa keadaan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dapat diketahui bahwa keadaan sarana dan prasarana tiap cabang tidak sama. Dari data yang diperoleh rata-rata persentase untuk cabang atletik keadaan sarananya 22,5% dalam kategori kurang dan untuk prasarananya 34% dalam kategori kurang sekali. Dan untuk cabang permainan keadaan sarananya 71,3% dalam kategori baik dan prasaranya 68,4% dalam kategori baik. Sedangkan untuk cabang senam, bela diri, aktivitas air dalam kategori kurang sekali dengan rata-rata persentase 6,5%
Profil Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Juara 1 Tingkat Nasional Tahun 2010 SMK Negeri 1 Malang
ABSTRAK Rahayu, Sischa Aprillia Puri. Profil Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Juara I Tingkat Nasional Tahun 2010 SMK Negeri I Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lokananta Teguh Hari W, M. Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), Trias UKS (Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, Pembinaan Lingkungan Sehat Sekolah). Kesehatan adalah hal pokok yang harus dimiliki dan diusahakan oleh setiap orang dan menjadi kebutuhan pokok. Setiap orang memerlukan kondisi sehat agar dapat menjalankan aktifitasnya dengan baik dan dapat membuahkan hasil jika kondisi fisiknya prima. Apabila ada sedikit permasalahan kesehatan pada tubuh kita, maka akan mengganggu aktifitas yang sedang dikerjakan dana akan mempengaruhi hasil yang ingin dicapai. Kesehatan di sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, berkembang secara harmonis dan optimal. Mengingat pertumbuhan, perkembangan, keadaan lingkungan, dan kesehatan anak saling berkaitan, maka sekolah diharapkan dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu perlu disusun program kesehatan sekolah yang nantinya mampu menangani berbagai hal yang dapat menggangu kesehatan anak didik. Program tersebut dikenal dengan TRIAS UKS. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan Profil Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Juara I Tingkat Nasional Tahun 2010 SMK Negeri I Malang. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan selama pengumpulam data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data. Aktivitas yang dilakukan untuk mengecek keabsahan data dengan teknik triagulasi. Pada penelitian ini dengan cara mencocokkan kebenaran dan informasi yang didapat antara Wakil Ketua UKS SMK 1 Malang dengan Waka Sarana SMKN 1 Malang dan Sekretaris UKS SMKN 1 Malang. Hasil dan temuan penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Malang tidak hanya menjalankan program TRIAS UKS (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat), melainkan juga penerapkan pengolahan air limbah menjadi media pembelajran melalui Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL), menerapkan program lubang biopori sebagai lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkan kembali ke dalam tanah, serta program untuk memilah sampah, organik untuk pupuk yang anorganik digunakan sebagai kreasi kerajinan tangan dan yang masih mempunyai nilai ekonomis dipisahkan disetor ke Bank Sampah Malang (BSM). Berdasarkan temuan tersebut diharapkan: (1) bagi Dinas Pendidikan Kota Malang, diharapkan memberikan dukungan dan dorongan yang nyata terhadap pengembangan layanan kesehatan di sekolah-sekolah khususnya di wilayah Kota Malang, (2) bagi Dinas Kesehatan Kota Malang, diharapkan untuk lebih memberikan layanan kesehatan pada peserta didik dalam pembinaan dan pengembangan UKS yang ada di sekolah-sekolah lainnya, (3) SMK Negeri 1 Malang, diharapkan pihak sekolah lebih memperhatikan lagi sisi pentingnya pengelolaan UKS demi terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan diharapakan untuk lebih memaksimalkan ide serta gagasan guna mengembangkan UKS, (4) Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, diharapkan lebih banyak untuk mengkaji tentang pengelolaan UKS yang berhubungan dengan layanan khusus di sekolah, (5) peneliti lain diharapkan untuk lebih memperkuat temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan objek yang sama tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda atau variabel yang berbeda
Respon Latihan Renang Intensitas Moderat Pagi dan Malam Hari terhadap Peningkatan Hormon Kortisol pada Rattus norvegicus Strain Wistar
ABSTRAK Ritme sirkadian berperan pada fungsi kerja organ tubuh dalam sekresi hormon selama proses metabolisme tubuh. Pada keadaan normal sekresi hormon kortisol selama metabolisme energi pada waktu pagi hari lebih tinggi dibandingkan pada saat malam hari ketika menjelang waktu istirahat. Hormon kortisol berperan dalam menjalankan mekanisme glukoneogenesis untuk menyusun energi dan membantu kerja metabolisme tubuh lainnya. Namun karena adanya pengaruh stress fisik sekresi hormon kortisol dapat berlawanan dengan ritme sirkadian tubuh manusia. Atas dasar itu maka tujuan penelitian ini akan mengungkap respon latihan berupa renang dengan intensitas moderat pagi dan malam hari terhadap hormon kortisol pada Rattus novergicus strain wistar.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian random control group posttest-only design dengan 3 kelompok yaitu kelompok pertama perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu pagi hari, kelompok kedua perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu malam hari dan kelompok ketiga adalah kontrol sebagai pembanding. Sampel penelitian adalah tikus putih (rattus norvegicus strain wistar) sebanyak 18 ekor.Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan darah dari jantung tikus, selanjutnya darah dianalisis dengan menggunakan uji ELISA untuk mengetahui kadar hormon kortisol. Hasil laboratorium kadar hormon kortisol dianalisis dengan uji statistika menggunakan uji-anava satu arah dengan taraf signifikansi alfa 0.05. Uji statstika anava menghasilkan nilai rerata kelompok perlakuan lebih tinggi dengan kelompok perlakuan pertama memiliki nilai mean 63,17 ng/mL dan kelompok perlakuan kedua memiliki nilai mean 104,38 ng/mL, sedangkan kelompok kontrol dengan nilai mean 40,9 ng/mL. Hasil menunjukan bahwa latihan yang dilakukan dapat mempengaruhi perubahan hormon kortisol dengan perubahan tertinggi dialami oleh kelompok perlakuan pada pagi hari oleh tikus. jadi dapat disimpulkan bahwa latihan pada malam hari pada manusia lebih beresiko terjadinya stres ditandai dengan tingginya hormon kortisol
Pengaruh Permainan Target Terhadap Ketepatan Tendangan Penalti Menggunakan Punggung Kaki dan Kaki Bagian Dalam Bagi Peserta Ekstrakurikuler Futsal Di SMK Negeri 12 Malang
ABSTRAK Futsal adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing lima pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan futsal, tendangan penalti merupakan gerakan yang perlu dikuasai oleh setiap pemain. Kemampuan menendang penalti peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 12 Malang belum memenuhi kriteria ketepatan tendangan penalti. Hal ini dibuktikan 1 peserta (5%) melakukan dengan baik, 11 peserta (55%) dengan kategori cukup, sedangkan 8 peserta (40%) dengan kategori kurang. Kemampuan menendang penalti harus dikembangkan pada setiap pemain futsal guna meningkatkan kemampuan saat bermain futsal dengan tujuan dapat menciptakan gol.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh permainan target terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen macthing pretest-posttest control group design. Subyek penelitian ini adalah 20 pemain Futsal di SMK Negeri 12 Malang. Subyek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan permainan target menggunakan punggung kaki berjumlah 10 pemain dan kelompok eksperimen latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam berjumlah 10 pemain. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, latihan permainan target memberikan pengaruh terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang (P = 0,000 < α = 0,05). Kedua, latihan permainan target memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan kaki bagian dalam bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang (P = 0,000 < α = 0,05). Ketiga, tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam di SMK Negeri 12 Malang (P = 0,024 < α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam lebih baik untuk meningkatkan ketepatan tendangan penalti bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang hendaknya menggunakan latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan ketepatan tendangan penalti bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang