1,720,992 research outputs found

    PENGARUH LOKASI TERHADAP AKTIVITAS TERMINAL (STUDI KASUS: TERMINAL GIRI ADIPURA dan SUB TERMINAL KRISAK KOTA WONOGIRI)

    Get PDF
    Perkembangan Terminal Giri Adipura di Kota Wonogiri dipengaruhi oleh kondisi fisik terminal, lokasi terminal serta perilaku pengguna terminal. Dari aspek lokasi, Terminal Giri Adipura berada di daerah pinggiran kota dan berdekatan dengan Sub Terminal Krisak, sedangkan dari aspek perilaku pengguna, terjadi kecenderungan penggunaan Sub Terminal Krisak sebagai objek beraktivitas. Kedua kondisi tersebut berpengaruh terhadap kurang optimalnya pemanfaatan Terminal giri Adipura Sebagai Terminal Induk di Kota Wonogiri. Dari fenomena tersebut, memunculkan suatu pertanyaan studi mengenai ”Bagaimanakah Pengaruh Lokasi Terhadap Perkembangan Aktivitas Terminal?”. Dalam menjawab pertanyaan studi tersebut, langkah awal yang perlu dikaji adalah mengidentifikasi sistem aktivitas, sistem pergerakan dan sistem jaringan di Kota Wonogiri serta mengidentifikasi karakteristik terminal baik itu Terminal Giri Adipura maupun Sub Terminal Krisak. Hasil dari kedua identifikasi tersebut merupakan input bagi analisis lokasi terminal, analisis pengembangan lokasi terminal nearside dan central, serta analisis perilaku aktivitas terminal. Metode yang digunakan dalam pengkajian beberapa analisis tersebut adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dari analisis yang dilakukan, dihasilkan temuan studi berupa adanya pengaruh lokasi terminal terhadap perkembangan Terminal Giri Adipura dan Sub Terminal Krisak. Pengaruh tersebut berupa adanya perbedaan perkembangan antara kedua terminal tersebut yang bertolak belakang. Perkembangan Terminal Giri Adipura kurang berkembang akibat kestrategisan lokasi yang kurang memenuhi kriteria lokasi terminal dibandingkan dengan lokasi Sub Terminal Krisak, sehingga perkembangan Sub Terminal Krisak lebih menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari temuan studi tersebut, dapat diidentifikasi jika lokasi terminal berpengaruh terhadap perkembangan aktivitas dalam terminal. Lokasi Sub Terminal Krisak yang lebih memiliki tingkat kesesuaian lokasi berdasarkan kriteria lokasi terminal, mempenmgaruhi perkembangan aktivitas terminal yang lebih baik dibandingkan dengan perkembangan aktivitas terminal pada Terminal Giri Adipura, baik ditinjau dari banyaknya jumlah calon penumpang maupun operator kendaraan yang beroperasi dalam terminal. Beberapa hal yang dapat direkomendasikan terhadap temuan penelitian ini antara lain berupa pelarangan yang tegas bagi angkutan umum jalur luar kota/provinsi untuk tidak menggunakan pelayanan Terminal Tipe C sebagai objek menaikkan dan menurunkan penumpang serta pengoptimalan jalur penghubung ke arah Terminal Giri Adipura melalui peningkatan kapasitas dan perkerasan jalan yang sangat memadai untuk dilalui kendaraan umum yang menghubungkan langsung ke jalur utama

    RANCANG BANGUN KENDALI ALAT PERAGA “MODULAR PRODUCTION SYSTEM UNTUK INSPECTION PROCESS” MENGGUNAKAN KONTROLLER ARDUINO NANO

    Get PDF
    Modular Production System merupakan alat peraga praktikum   otomatisasi   proses produksi di sebuah industri yang terdapat di Laboratorium Mekatronika Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. Sebagai sistem kendali MPS digunakan Programmable Logic Controller (PLC), untuk menunjang praktikum mikrokontroller yang merupakan salah satu matakuliah di Prodi Elektronika Politeknik Negeri Semarang   maka MPS dikembangkan pada sistem kendali menggunakan sistem   Arduino Nano yang diajarkan di prodi elektronika Politeknik Negeri Semarang menggantikan sistem PLC yang sudah digunakan sebelumnya . Pada Inspection Procces yaitu proses pengujian   benda kerja berdasarkan ketebalannya digunakan potensiometer linear sebagai sensor, apabila ketebalan benda kerja tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan maka   sistem MPS akan memisahkan benda kerja ke bagian benda rusak untuk tidak diteruskan ke proses produksi berikutnya. Proses   mekanis pada MPS digunakan sistem   Pneumatics yang dilengkapi dengan berbagai jenis   sensor masukan yang berupa , sensor reed switch, proximity induktif, photoelectric, sensor tekanan, dan sensor fiber optic. Sedangkan untuk perangkat keluarannya diantaranya berupa motor dc, silinder aktuator, lampu indikator, tower light, dan buzzer. Utuk menjalankan kendali sistem Arduino maka perlu dibuat program dengan Bahasa pemrogramman C.Kata kunci : MPS, Arduino Nano, PLC, Inspection process, Pneumatics

    Terhambatnya Bongkar Muatan LNG Jenis Methane (CH4) di SS. Tangguh Batur

    No full text
    Abstraksi-- Muatan gas alam cair (LNG) atau Methane CH4 sebagai muatan yang mempunyai karakteristik khusus karena sifatnya yang sangat mudah terbakar. Penanganan muatan inipun sangat berbeda dengan muatan yang lain karena harus disimpan pada suhu yang sangat dekat dengan titik didihnya yang mana sekitar 160oC. Metode penelitian yang digunakan adalah fishbone analysis untuk manentukan masalah dari setiap faktor dan teknik analisis data dan USG (Urgency, Seriousness, Growtth) untuk menentukan masalah yang menjadi prioritas utama. Teknik pengumpulan data berupa pendekatan terhadap obyek melalalui observasi, wawancara secara langsung terhadap subyek serta menggunakan dokumen dan data yang berhubungan dengan proses bongkar. Hambatan selama proses bongkar muatan LNG adalah kerusakan pompa, HD Compressor, kerusakan alat komunikasi, kurang terampilnya perwira dalam mengoperasikan CCR, dan kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Disimpulkan bahwa kurangnya pengalaman personil kapal di kapal LNG jenis membrane akan mengakibatkan pelaksanaan bongkar muatan LNG tidak berjalan secara efektif dan efisien, saran penulis adalah diadakan pengarahan dengan harapan agar para crew lebih paham akan tugas dan tanggung jawabnya, merawat alat-alat bongkar muatan seperti pompa muatan, HD Compressor serta alat komunikasi, memberikan pelatihan terhadap semua perwira

    [ERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PRASARANA PASCA PEREMAJAAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN DI MOJOSONGO SURAKARTA

    Get PDF
    The renewal of slum area is done to optimize the public space by arrangging the public housing especially for the low cost housing. In this case there are some types of the renewal that can be used. In Mojosongo, it was done by redevelopment, resettlement and the program without changing area structure. After implementation the program, they need infrastructure management. The purpose of this research based to increase community participation in the infrastructure management by knowing the forms of participation, the level of participation and influence factors. In order to reach those goal, there is quantitative analyst by cross tabulation support by qualitative description. In different area in Mojosongo that have been improved with different program there are the same types of community participation in infrastucture management. In the form of donation, peoples like to give the force form and in the activitiy form, there is mass action to maintain and develop the infrastructure. The meeting activity done once a month that present a part of the society in the RW level, in the R7' level present all of the society. Those meeting regularly done at the same time and different place or at different time and the same place. In this case for the RT level tend to form as direct participation while on the RW level is indirect participation. About the voluntary degree there is free participation form. The community participation level in infrastructure management in Mojosongo totally high and according to Arstein it can be classified at the delegated power level. It shows that the jugdment about how low the level of community participation was not entirely correct. Concerning the influence factors, in RW I (redevelopment), the form of participation be influenced by the number of neighbors known, the form of donation during the renewal that has be done, leader presence and how much the government assistance. For the participation level be influenced by the age, the form of donation during the renewal, perception the benefit of community participation and infrastructure characteristic. In RW II-VI, the form of participation be influenced by the age, occupation, the number of neighbors known, perception of the infrastucture management responsibility and role of external agencies. For the level of community participation be influenced the age, income level, the level of community participation during the renewal, perception of the benefit of community participation, the government help on fund and material. In RW VII (resettlement), the form of community participation be influenced by education level and the number of neighbors known. For the level of participation be influenced by education level, the perception of the benefit of community participation, the number of neighbors known, the long of the living and the level of participation during the renewal. As for the whole area improved, the form of comm. unity participation be influnced by the number of neighbor knowns and the level of community participation is influenced by the perception of the benefit of community participation in infrastructure management. To increase the level of community participation in the whole area in Mojosongo that has been improved in the renewal of slum area, the factors that must be concerned if the community more participate in infrastucture management are the number of neighbors factor and the perception of the benefit of community participation. This effort must be supported with the activities to decrease community participation constraints especially in the economic and government bureaucracy. Peremajaan lingkungan permukiman dilakukan untuk mengoptimalkan ruang kegiatan masyarakat dengan melakukan penataaan perinukiman kumuh terutama yang dihuni oleh kelompok masyarakat kota berpenghasilan rendah. Dalam hal ini terdapat berbagai tipe peremajaan yang dapat dilakukan. Di Mojosongo yang pada awalnya merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Surakarta, peremajaan dilakukan dengan redevelopment, resettlement dan peremajaan tanpa perubahan struktur kawasan. Dalam peremajaan tersebut dibutuhkan adanya pengelolaan prasarana pasca pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan prasarana dengan mengetahui bentuk peran serta, tingkat peran serta dan .faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisa kuantitatif dengan tabulasi silang yang didukung dengan diskriptifkualitatif Di Mojosongo, bentuk-bentuk peran serta masyarakat dalam pengelolaan prasarana untuk tiap-flap lingkungan yang terkena program peremajaan yang berbeda pada dasarnya sama. Untuk bentuk sumbangan dalam pengelolaan prasarana berupa lenaga dan bentuk kegiatan berupa kerja bakti. Kegiatan pertemuan dilakukan satu kali dal= sebulan ditnana kehadiran warga diwakili oleh sebagian warga untuk tingkat RW dan untuk tingkat RT dihadiri seluruh warga. Pertemuan tersebut dilakukan rutin pada waktu sama dan tempat berbeda atau sebaliknya. Dalam hal ini untuk tingkat R7' cenderung berbentuk peran serta langsung sedangkan tingkat RW berbentuk peran sena tak langsung. Mengencti derajad kesukarelaan maka kegiatan yang ada berbentuk peran serta bebas. • Secara keseluruhan tingkat peran serta masyarakat tinggi dalam pengelolaan prasarana dan menurut kategori Arstein dapat digolongkan pada tingkat delegated power. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian rendahnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan prasarana di Mojosongo tidak selamanya henar. Mengenai faktor yang berpengaruh, di RW I (redevelopment), bentuk peran serta dipengaruhi oleh jztmlah tetangga yang dikenal, bentuk sumbangan dalam peremajaan, kehadiran pemimpin dan besamya bantztcna dart pemerintah. Untuk tingkat peran serta dipengaruhi oleh umur, bentuk sumbangan dalam peremajaan, persepsi manfaat dan karakteristik prasarana. Di RW II-k? (program peremajaan tanpa merubah struktur kawasan), bentuk peran serta dalam pengelolaan prasarana dipengaruhi oleh umur, jenis pekerjaan, jumlah tetangga yang dikenal, persepsi tanggungjawab dan bantuan pihak ketiga. Untuk tingkat peran serta masyarakat dipengaruhi oleh mazer, tingkat pendapatan, tingkat peran serta selama peremajaan, persepsi manfaat, pemberian bantuan dana dan material oleh pemerintah. Pada akhirnya di RW VII (resettlement), bentuk peran serta dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan jumlah tetangga yang dikenal. Untuk tingkat peran serta dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, persepsi manfaat peran serta, jumlah tetangga yang dikenal, lama tinggal dan tingkat peran serta selama peremajaan. Sehingga secara keseluruhan pada kawasan yang telah diremajakan bentuk peran serta dipengaruhi oleh jumlah tetangga yang dikenal dan tingkat peran serta dipengaruhi persepsi manfaat kegiatan peran serta. Dengan demikian untuk meningkatkan peran serta masyarakat di seluruh kawasan yang telah diremajakan di Mojosongo maka faktor yang harus diperhatikan agar masyarakat dapat lebih terlibat dalam pengelolaan prasarana adalah faktor jumlah tetangga yang dikenal dan faktor persepsi manfaat kegiatan. Upaya ini harus didukung dengan usaha-usaha untuk memperkecil hambatan-hambatan masyarakat dalam berperan serta terutama di bidang ekonomi dan birokrasi dari Pemerintah

    RANCANG BANGUN KENDALI ON/OFF LAMPU PENERANGAN DENGAN TEKNOLOGI WIRELESS ZIGBEE SEBAGAI PENUNJANGPRATIKUM MIKROKONTROLER

    Get PDF
    Penerangan ruang merupakan kebutuhan utama yang sangat diperlukan pada setiap   tempat atau ruang baik untuk rumah tangga, perkantoran, tempat-tempat usaha, industri dan tempat- tempat lain. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan alat kendali lampu penerangan ruang jarak jauh menggunakan teknologi nirkabel dengan protokol Zigbee, sehingga kendali lampu penerangan menjadi lebih mudahdan nyaman.Pembuatan alat kendali lampu nirkabel terdiri dari dua unit yaitu unit kendali yang terdapat saklar kendali ON/OFF lampu dan Unit beban yang berfungsi menterjemahkan informasi data digital menjadi keluaran nyala/padam lampu penerangan. Pada penelitian ini digunakan mikrokontroler AVRATMega 328 sebagai pusat kendali dan modul Zigbee DRF 1604 sebagai penghubung komunikasi data antara unit kendali dan unit beban. Hasil penelitian menunjukan bahwa data digital dapat dikirimkan melalui modul Zigbee sehingga perintah dari unit kendali dapat digunakan untuk memberi perintah nyala atau padam pada lampu penerangan. Pada penelitian ini juga dibuat program untuk merealisasikankendali lampu menggunakan bahasa C menggunakan program IDE Codevision yang merupakan bahasa pemrograman mikrokontroler yang banyak digunakan saat ini

    Pengaruh Penggunaan Macromedia Flash Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Materi Sistem Pernafasan Pada Manusia Ditinjau dari Aktivitas BElajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surskarta Tahun Ajaran 2011-2012

    Get PDF
    Pembelajaran biologi yang berlangsung di kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012 ditemukan kelemahan sebagai berikut ; a) siswa pasif dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru saat pembelajaran, b) siswa ramai pada saat pembelajaran, c) jenuh dan bosan pada pembelajaran yang monoton. d) konsentrasi dan pemahaman siswa kurang setiap pembelajaran biologi, dan e) prestasi belajar siswa rendah. Berdasarkan hasil observasi tersebut maka peneliti mencoba menerapkan pembelajaran dengan dilengkapi macromedia flash untuk mendapatkan hasil belajar yang dan aktivitas belajar yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) pengaruh penggunaan media yaitu Macromedia Flash (2) pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar biolgi, dan (3) interaksi antara pembelajaran dengan pemanfaatan macromedia flash dan aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar biologi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta kelas VIII semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 5 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIIIPK sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan tes (post test). Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis yang menggunakan metode lilliefors untuk uji normalitas dan metode Lavene Statistic untuk uji homogenitas. Dari hasil analisis data dengan taraf signifikasi 5% dipenuhi bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara siswa yang menggunakan media pembelajaran dengan macromedia flash dan tanpa macromedia flash terhadap hasil belajar siswa, dengan Fa = 23,927 > 4,000, (2) terdapat pengaruh aktivitas belajar siswa yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan Fb = 10,105 > 3,150, dan (3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara media pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajarsiswa, dengan Fab = 6,284 > 3,150. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1. Penggunaan Macromedia flash dapat menghasilkan hasil belajar yang lebih tinggi dari pada pembelajaran tanpa menggunakan macromedia flash, 2. Semakin tinggi aktivitas belajar siswa, maka semakin baik hasil yang dicapai dan sebaliknya semakin rendah aktivitas belajar siswa, maka semakin rendah pula hasil belajar siswa

    ANALISA TERHAMBATNYA PROSES BONGKAR MUATAN LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) JENIS METHANE DI SS. TANGGUH BATUR

    Get PDF
    ABSTRAKSI SIHONO, NIT: 51145198.N, 2019, “Analisa Terhambatnya Proses Bongkar Muatan Liquefied Natural Gas (LNG) Jenis Methane Di SS. TANGGUH BATUR”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Moh. Aziz Rohman, M.M., M.Mar, Pembimbing II: Henny Wahyu W., M.Pd Muatan gas alam cair (LNG) atau Methane CH4 sebagai muatan yang mempunyai karakteristik khusus karena sifatnya yang sangat mudah terbakar. Penanganan muatan inipun sangat berbeda dengan muatan yang lain karena harus disimpan pada suhu yang sangat dekat dengan titik didihnya yang mana sekitar 160oC. Dalam proses penanganan muatan jenis ini di perlukan perhatian yang lebih karena sifat muatan yang berbahaya. Penulis akan membahas tentang hambatan yang terjadi pada saat proses bongkar muatan berjenis CH4. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis di dalam menyampaikan masalah adalah fishbone analysis untuk manentukan masalah dari setiap faktor dan teknik analisis data dan USG (Urgency, Seriousness, Growtth) untuk menentukan masalah yang menjadi prioritas utama. Dalam hal ini Teknik pengumpulan data berupa pendekatan terhadap obyek melalalui observasi, wawancara secara langsung terhadap subyek serta menggunakan dokumen dan data-data yang berhubungan dengan proses bongkar muatan LNG. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis selama praktek layar di SS. TANGGUH BATUR mengenai proses bongkar muatan gas alam cair (LNG) jenis methane ditemukan adanya masalah-masalah dalam kegiatan pembongkaran LNG yaitu terdapat perwira jaga yang belum mengerti akan persiapan-persiapan pendinginan tangki-tangki muatan, dan minimnya pengalaman personil kapal ketika dipekerjakan di kapal LNG jenis membrane. Hambatan-hambatan selama proses bongkar muatan LNG adalah kerusakan pompa, HD Compressor, kerusakan alat komunikasi, kurang terampilnya perwira dalam mengoperasikan CCR, dan kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Dalam hal ini disimpulkan bahwa kurangnya pengalaman personil kapal di kapal LNG jenis membrane akan mengakibatkan pelaksanaan bongkar muatan LNG tidak berjalan secara efektif dan efisien, adapun saran penulis adalah diadakan pengarahan dengan harapan agar para crew lebih paham akan tugas dan tanggung jawabnya, merawat alat-alat bongkar muatan seperti pompa muatan, HD Compressor serta alat komunikasi yang sebaiknya dilakukan secara rutin, memberikan pelatihan terhadap semua perwira di atas kapal. ABSTRACT SIHONO, NIT: 51145198.N, 2019, “Analysis of the Obstruction of the Liquefied Natural Gas (LNG) Discharge Process Methane Type On SS. TANGGUH BATUR”, Minithesis Nautica Department, Diploma Program IV, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, Supervisor I: Capt. Moh. Aziz Rohman, M.M., M.Mar, Supervisor II: Henny Wahyu W., M.Pd Liquefied Natural Gas (LNG) cargo or Methane CH4 as a cargo has special characteristics because of the nature so easy to burned. This cargo handling very different from another type of cargo because it must be stored at temperature which is very close to the boiling point which is around -160oC. On the cargo handling process at this type need more attention because characteristic of the cargo is dangerous. The writer will discuss about obstruction which is happen during discharging CH4 cargo type process. The research method used by the writer inn conveying the problem is fishbone analysis to determine the problem of each factor and the USG (Urgency, Seriousness, Growth) data analysis technique to determine the main priority problem. In this case the technique of data collection is in the form of approaching objects through observation, interviews directly with the subject and using document and data relating to the discharging process on LNG vessels membrane type. Regarding of research result which is do by the writer since sea project on SS. TANGGUH BATUR regarding the process of discharging methane Liquified Natural Gas (LNG) found problem in LNG demolition activities, namely there are guard officers who do not understand the preparation for cooling cargo thanks, and lack of experience of ship personnel when employed in LNG vessels membrane type. Obstacles during the LNG discharging process are pump damage, HD compressor, damage to communication equipment, lack of skilled officers in operating CCR and misunderstanding in communication. The discussion of the result of this research is that crew who are on duty are expected to know the correct handling procedure for LNG loads by studying the cargo handling manual on board. In this case, it is concluded the lack of experience of vessel personnel in membrane LNG vessels will result in LNG discharging effective and efficient, as the author’s suggestion, a briefing was held in the hope that the crew would better understand their duties and responsibilities, maintain unloading equipment such as loading pump, HD compressor and communication tools that should be routinely carried out, provide training for all officers on board

    Peningkatan Kapasitas Keterampilan Sablon di Panti Asuhan Muhammadiyah Al Amin Yogyakarta

    Get PDF
    Panti asuhan sebagai lembaga tempat menampung dan menyantuni anak yang tidak diasuh oleh orang tuanya memiliki kewajiban memberikan bekal hidup agar menjadi mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Al Amin Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan keterampilan teknik sablon kepada anak panti agar dapat berwirausaha sehingga menjadi mandiri. Peserta pelatihan berjumlah 14 anak santri dengan jenjang pendidikan SMP sampai perguruan tinggi. Metode pelatihan dilakukan dengan metode teori dan praktik. Metode teori digunakan untuk menjelaskan pengetahuan tentang teknik sablon dan kewirausahaan, sedangkan metode praktik digunakan untuk memberikan keterampilan teknik sablon dari proses afdruk screen sablon sampai penerapan teknik sablon pada media kaus. Setiap tahapan teknik sablon diikuti dengan antusias dan dipraktikkan langsung oleh semua peserta pelatihan. Pelaksanaan pengabdian dalam bentuk pelatihan keterampilan akan efektif dilakukan dengan cara mengombinasikan metode teori dan praktik. Hasil pelatihan ini berupa keterampilan sablon kaus dengan gambar imbauan memakai masker untuk mencegah Covid-19. Teknik sablon dilakukan tiga kali cetak dengan tiga warna, yaitu hitam, biru. dan merah. Tim pengabdian memberikan stimulan alat dan bahan sablon kepada peserta pelatihan agar peserta pelatihan dapat mendalami keterampilan sablon dan mengembangkan secara mandiri

    LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PPL LOKASI SD NEGERI NGEPOSARI Disusun Sebagai Tugas Akhir Pelaksanaan Kegiatan PPL

    Get PDF
    Program PPL adalah program kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) , yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik atau tenaga kependidikan. Mata kuliah PPL mempunyai sasaran utama yaitu masyarakat sekolah, baik dalam kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang mendukung berlangsungnya pembelajaran. Kegiatan PPL diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang sangat mengesankan bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman pembelajaran. Dimana mahasiswa langsung diterjunkan kelapangan untuk mempraktekkan [5] pengalamannya setelah melaksanakan training yaitu pengajaran mikro teaching, selain itu juga diharapkan prktikan bisa menjalin hubungan sosialisai yang baik dengan masyarakat diluar sekolah Praktek Pengalaman Lapangan dilaksanakan di SD Negeri Ngeposari yang beralamat d Ngepos,Ngeposari, Semanu , Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berlangsung dari tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 17 September 2014. Kegiatan yang di lakukan praktikan pada PPL kali ini yaitu mengajar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan pada kelas 1 sampai dengan kelas VI. Rancangan kegiatan PPL terdiri dari persiapan PPL, pelaksanaan PPL, praktek persekolahan dan penyusunan laporan. Persiapan Praktek Mengajar meliputi: A) Observasi pembelajaran di kelas yaitu persiapan perangkat pembelajaran, perilaku siswa, sarana dan prasarana. B) Pembuatan persiapan mengajar yaitu persiapan diri dan persiapan administrasi. Pelaksanaan Praktek Mengajar meliputi: A) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan tanggal 15 Juli 2014 sampai dengan 15 September 2014 di kelas I sampai dengan kelas VI. B) Umpan balik dari pembimbing Analisis Hasil Pelaksanaan meliputi: A) Analisis keterkaitan program dan pelaksanaannya B) Hambatan dalam pelaksanaan PPL C) Usaha dalam mengatasai hambatan Oleh karena itu, PPL dapat dijadikan sebagai wahana untuk pembentukan calon guru atau tenaga kependidikan yang professional,yaitu untuk menjadi pendidik yang berbudi luhur dengan mengamalkan pancasila yang mana pada kegiatan PPL ini praktikan dapat menerapkan pengalamannya dalam mengajar,bukan hanya dalam bangku perkuliahan tetapi juga ilmu akadmis yang lain yang erat kaitannya dengan pendidikan jasmani olahraga kesehatan

    Inovasi Penilaian Tes Kemampuan Ekspresif Pada Buku Bahasa Arab LP2PPM

    No full text
    This study analyzes the forms of expressive Arabic language competency tests in the Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2PPM) MTs Arabic language textbook for grade VII. The results of the study show that there are two types of tests, namely (1) subjective speaking skills tests (dialogue pronunciation, picture description, sentence structure changes), and (2) objective writing skills tests (sentence modification, improvement, and creation). The author offers alternative test forms, including audio conversation barcodes, stimulus picture descriptions, interviews, and serial picture comments for speaking skills; as well as variations in spelling and writing picture comments for writing skills. This study is expected to produce a more effective, relevant, and applicable assessment model for students and teachers, while contributing to the development of Arabic language learning at the MTs level in Indonesia
    corecore