1,720,961 research outputs found

    TANTANGAN PESANTREN DALAM KOMERSIALISASI PENDIDIKAN DI TENGAH GLOBALISASI

    Full text link
    This adult education including schools facing the challenge of globalization, which results insilaisasi komer education. In this era of human tradition to main-tain their existence through education included in its schools received a serious challenge, because education too real for some people used to accumulate tal ca-pitalization and profits. Education used as a commodity and not all people can access it. It is this fact that must be faced by the schools were able to provide the required service quality education at a low cost. Pesantren there was the ins-titution grow and develop in society and become a driving force of community itself, by him that, when the cost of education in schools is expensive or difficult to reach, then schools will alienate them from society

    Implementasi strategi Emotional Branding pada Cafe Warunk Upnormal Kota Malamg

    Full text link
    مستخلص البحث عدد سكان مدينة مالانج أكثرية من الطلاب وتسبب في ظهورتجارة الطعام أو مطعم. لذلك أكثر من المطعو في مدينة مالانج تشجيع المنافسة الشديدة في تجارة الطعام و جذب العملاء لإختار مطعم الجيد ومريح، لذلك إدارة المطعم واجب لتطبيق استراتيجي الذي اتجاه في مريح العملاء لتحقيق شركة. ًWarunk Upnormal في مدينة مالانج واجب لتطبيق ايتراتيجي تسويق الصحيح، واحد منهم هو استيراتيجي Emosional Branding. فالهدف من هذا البحث ليعرب تطبيق استراتيجي Emosional Branding في Warunk Upnormal مالانج وتحليل صفها استراتيجي Emosional Branding لتحقيق أهداف الشركة. استخدمت الباحث في هذا البحث منهج الكيفي الوصفي. طريقة جمع البيانات المستخدمة في هذا البحث هي مقابلة، ملاحظة، وتوثيق. أجريت المقابلة شركة و العملاء وأما ملاحظة في ظروف والبيئة المطعم، وسيلة إجتماعي، وسيلة سبيكة وتوثيق الشركة. وجد الباحث من هذا البحث يثبت تطبيق استراتيجي Emosional Branding في Warunk Upnormal مالانج بتقريب Technical Criteria, Economic Sacrifice, Legalistic Criteria, Integrative Criteria, Adaptive Criteria, Intrinsic Criteria. يرعي Warunk Upnormal بأقصى لبناء العلاقة مع العملاء وهي المتعلقة بالخدمة و التسهيلات المقدمة لعملاء. لديه Warunk Upnormal منتج متفوق وهي Indomie Kuah Keju و Kopi Gayo الأصلي من اتجيه. بتقريب Integrative Criteria و Intrinsic Criteria وهي المتعلقة بالعطور، الموسيقى للتصويت في المطعم و webset لتحمل بيئة المسرة وبصر الشفاف و لديك اتصال عاطفي مع العملاء لم يستطيع أن يدير بأقصى. ABSTRACT The condition of Malang with a majority of the inhabitants are students cause many culinary businesses or Cafes are popping up. Along with the large number of Cafe that stand in the city of Malang foster intense competition in business or culinary Cafe and attracts potential customers to choose the best and comfortable Cafe to hang out, therefore, the management of the Cafe need to apply the strategies on the convenience of the consumers in an attempt to achieve company goals. Cafe Warunk Upnormal Malang need to apply proper marketing strategies, one of which is the Emotional Branding Strategy. This research aims to uncover the implementation strategy of Emotional Branding on Cafe Warunk Upnormal Malang as well as analyze and describe the Emotional Branding Strategy is being applied in an attempt to achieve company goals. This research is qualitative research with the descriptive approach. Methods of data retrieval done through data collection techniques interviews, observation and documentation. The interview was conducted on the company and the consumer, whereas the observation made on the conditions and environment of the Cafe, social media, print media and documentation are owned by the company. The results of this research show that the implementation of the strategy of Emotional Branding on Cafe Warunk by using re-purposed Technical criteria, Economic sacrifice, Legalistic Criteria, Integrative criteria, criteria, Intrinsic Adaptive criteria. Cafe Warunk Upnormal mengola optimally in constructing relationship with the customers, namely with regard to services and facilities provided to the consumer. The superior products are Indomie with cheese Soup and original gayo Coffee from Aceh. Aspects of Integrative approach criteria and Criteria that is related to the Intrinsic scent, music to vote on Cafe or the website that brings an exhilarating atmosphere and vision are transparent and have a relationship emotionally with consumers haven't been able to be managed optimally. ABSTRAK Kondisi Kota Malang dengan mayoritas penduduknya adalah mahasiswa menyebabkan banyak bisnis kuliner atau Cafe yang bermunculan. Seiring dengan banyaknya Cafe yang berdiri di Kota Malang menumbuhkan persaingan yang ketat dalam bisnis kuliner atau Cafe dan menarik minat calon pelanggan untuk memilih Cafe yang terbaik dan nyaman untuk nongkrong, sehingga manajemen Cafe perlu menerapkan strategi yang tepat dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Cafe Warunk Upnormal Kota Malang perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat, salah satunya adalah strategi Emotional Branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan strategi Emotional Branding pada Cafe Warunk Upnormal Kota Malang serta menganalisis dan mendeskripsikan strategi Emotional Branding yang diterapkan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengambilan data yang dilakukan melalui teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada perusahaan serta konsumen, sedangkan observasi dilakukan pada kondisi dan lingkungan Cafe, media sosial, media cetak serta dokumentasi yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi strategi Emotional Branding pada Cafe Warunk dengan menggunakan pedekatan Technical criteria, Economic sacrifice, Legalistic Criteria, Integrative criteria, Adaptive criteria, Intrinsic criteria. Cafe Warunk Upnormal mengola secara maksimal dalam mambangun hubungan dengan pelanggan, yaitu berkaitan dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada konsumen. Produk unggulan yang dimiliki yaitu Indomei Kuah keju dan Kopi gayo asli dari Aceh. Aspek yang pendakatan Integrative criteria dan Intrinsic Criteria yaitu berkaitan dengan wangi-wangian, musik untuk memberikan suara pada Cafe maupun webset yang membawa suasana yang menggembirakan dan visi yang transparan dan memiliki hubungan secara emosional dengan konsumen belum mampu dikelola secara maksimal

    Tingkat Organizational Citizhenship Behavior (OCB) pada Pengurus HMJ di Fakultas Ushuluddin UIN Antasari Banjarmasin

    Full text link
    Sumber daya manusia (SDM) suatu organisasi sangat penting untuk kinerjanya karena mereka bertindak sebagai agen perubahan dan inisiator. Pengembangan prosedur dan budaya meningkatkan kapasitas perubahan organisasi. Usaha perubahan pada organisasi membutuhkan kemampuan dari masing-masing individu untuk terus termotivasi untuk selalu berada pada organisasi, para anggota organisasi juga harus menjalankan peran sesuai dengan uraian tugas dan tuntutan atau pengakuan kepada organisasi untuk mendorong mereka bekerja lebih keras dari yang diperlukan, bentuk perilaku yang diberikan kepada organisasi, seperti perilaku bijak, perilaku gotong royong, mendorong kerjasama anggota, saling menghormati, kemauan bekerja lebih keras dari diperlukan, dan motivasi kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat Organizational Citizhenship Behavior (OCB) dan seberapa besar kontribusi tiap-tiap aspek Organizational Citizhenship Behavior (OCB) pada pengurus HMJ UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, lokasi penelitian ini di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin, dengan sampel pengurus HMJ di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin, dengan jumlah sampel 80 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tingkatan Organizational Citizhenship Behavior (OCB) pada pengurus HMJ di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin berada dalam kategori sedang 54,32%. Adapun aspek yang berkontribusi bessar atau lebih dominan yaitu aspek Altruisme sebesar 584,765 dengan nilai T sebesar 73, 096 atau 73

    Humanisasi Pendidikan; Meneguhkan Sisi Kemanusiaan dalam Proses Pembelajaran

    Full text link
    Humanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi-potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secara manusiawi (memanusiakan rnanusia), sehingga peserta didik dapat berkembang baik menuju kearah kesempurnaan. Pandangan manusia dan proses humanisasi, banyak diuraikan dan diyakini selalu menjadi perhatian para pemikir dalam pelbagai bidang ilmu. Namun, meskipun ada banyak pendapat tentang humanisme, yang paling jelas, baik secara sadar ataupun tidak sadar, eksplisit maupun implisit, terarah pada keinginan yang besar untuk mengkultuskan manusia. Humanisasi pendidikan merupakan upaya untuk menyiapkan generasi yang cerdas nalar, cerdas emosional, dan cerdas spiritual, bukan menciptakan manusia yang kerdil, pasif, dan tidak mampu mengatasi persoalan yang dihadapi. Pendidikan meniscayakan untuk lebih membentuk manusia lebih manusiawi, dan tentunya dengan mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan, karena peserta didik adalah manusia yang harus dimanusiakan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN IPA KELAS VI PASCA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR ISLAM NURUL AZHAR CIPADU KOTA TANGERANG

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa setelah pandemi akibat kebiasaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar IPA, metode yang digunakan, serta hambatan dan solusi yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Nurul Azhar, Cipadu, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Responden terdiri dari dua guru dan enam siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki berbagai peran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, motivator, dan evaluator. Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi penugasan, ceramah, demonstrasi, diskusi-presentasi, tanya jawab, latihan, dan simulasi. Dalam proses pembelajaran, guru menghadapi berbagai tantangan seperti perbedaan tingkat motivasi siswa, kebosanan, kantuk, sering ke toilet, kurangnya minat belajar, bermain game, mengobrol, menurunnya semangat saat sakit, suasana kelas yang berisik, serta frustrasi yang dialami siswa. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, seperti bermain kuis, bernyanyi, ice breaking, membangun komunikasi dan kedekatan emosional dengan siswa, serta memberikan motivasi dan pujian. Penelitian ini memberikan manfaat bagi guru dalam memahami strategi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pasca-pandemi
    corecore