1,720,966 research outputs found

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE SAM’IYAH SYAFAHIYAH DENGAN PERMAINAN ULANGI KALIMATNYA JIKA BENAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB SISWA MTS DARUL HUDA KAMPAR

    Full text link
    enelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Metode Sam’iyah Syafahiyah dengan Permainan Ulangi Kalimatnya Jika benar untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab siswa MTs Darul Huda Kampar. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah Penggunaan Metode Sam’iyah Safahiyah dengan Permainan Ulangi Kalimatnya Jika Benar Efektif Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab Siswa MTs Darul Huda Kampar?”. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu dimulai dari rancangan langkah pembelajaran, pelaksanaan, observasi, kemudian test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Darul Huda Kampar, tahun ajaran 2016/2017, dengan sampel siswa kelas 1A dan 1B MTs Darul Huda Kampar. Subjek penelitian adalah siswa dan guru bahasa Arab MTs Darul Huda Kampar. Objek penelitian ini adalah Efektifitas penggunaan Metode Sam’iyah Syafahiyah dengan permainan ulangi kalimatnya jika benar untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab Siswa MTs Darul Huda Kampar. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi dan test. Dari analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Metode Sam’iyah Syafahiyah dengan Permainan Ulangi Kalimatnya Jika Benar efektif untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab siswa MTs Darul Huda Kampar. Karena nilai To = 3.75 lebih besar dari Tt pada taraf signifikansi 5% = 2.01 dan taraf signifikansi 1% = 2.68. ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain Metode Sam’iyah Syafahiyah dengan Menggunakan Permainan Ulangi Kalimatnya Jika Benar efektif untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab siswa MTs Darul Huda Kampar. Kata Kunci: Efektifitas, Metode, Permainan, Kemampuan Berbicara

    تأثير التنغيم في المعني عن حوار فيلام صلاح الدين الأيوبي : دراسة تحليلية صوتية

    Full text link
    INDONESIA: Ketika kita mendengar pembicaraan, penyampaian atau lainnya, Suara terdengar dalam bentuk tekanan, hentian atau terdengar panjang dan pendeknya yang merupakan bagian dari intonasi. Intonasi memiliki fungsi yang sangat penting dalam banyak hal perbedaan makana disebabkan oleh intonasi. Rumusan masalah penelitian ini, pertama: Apa macam- macam intonasi yang terdapat dalam percakapan film sholahuddin Al Ayyubi? Kedua : Apa Fungsi intonasi untuk membatasi ucapan sholahuddin Al Ayyubi? Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan simak catat. Adapun tekni analisis data penelitian ini adalah Analisis Kontent. Adapun hasil penelitian ini adalah peliti menemukan lima macam intonasi dalam film sholahuddin Al Ayyubi yakni: intonasi ketika naik, intonasi ketika turun, intonasi ketika mendatar, intonasi naik turun, intonasi turun naik. Adapun fungsi Ekspresi Kejiwaan dan fungsi Ketatabahasaan. ENGLISH: When we hear talk, delivery or other sound is heard in the form of pressure, stop or sounded long and the short is part of the intonation. Intonation has a very important function in many ways due to differences makana intonation. The research problems are, first: What are the kinds of intonation contained in the film conversation Sholahuddin Al Ayubi? Second: What is the function of speech intonation to limit Sholahuddin Al Ayubi? This research is a qualitative research. The data collection technique used is the technique library and refer to notes. Tekni The data analysis of this study is Content Analysis. The results of this study are peliti find five types of intonation in the film Sholahuddin Al Ayubi namely: intonation when riding, intonation when down, intonation when flat, tone up and down, up and down intonation. The function Expression Psycho and grammatical function. ARABIC: لما سمعنا المتحدثين أو المخاضرين وغيرهم، فسُمع الصوت بشكل النبر والوقف أو سمع الصوت طويلة وقصيرة الخارج من الجوف والتنغيم. صار التنغيم له وظيفة اللغة المهمة في كثيرة الحال، كان اختلاف المعنى بسبب التنغيم أسئلة هذا البحث الأولى، ما أنواع التنغيم في حوار فيلام صلاح الدين الأيوبي؟ الثانية، ما وظيفة التنغيم لتحديد قول صلاح الدين الأيوبي؟ نوع البحث الذي استخدمته الباحثة هو البحث الكيفي. و طريقةجمع البيانات هي الطريقة المكتبية وطريقة السماع والكتابة. أما طريقة تحليل هذا البحث تستخدم الباحثة تحليل المضمون أما نتائج هذا البحث هي وجدت الباحثة 5 أنواع التنغيم في فيلام صلاح الدين الأيوب كما يلي: التنغيم عندما الصاعد هو التنغيم عندما الهابط هو التنغيم عندما المسطح هو التنغيم عندما الصاعد الهابط هو التنغيم عندما الهابط الصاعد أما وظيفة التعبير النفسي هو وظيفة التركيب اللغو

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT SYEKH UMAR BIN AHMAD AL BARAJA DALAM KITAB AKHLAK LIL BANIN JILID 1

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji dan menganalisis Pendidikan Agama Islam terhadap konsep akhlak di dalam kitab Akhlak Llil Banin jilid 1 serta mendeskripsiskan dan menganalilis konsepsi yang ditawarkan Syekh Umar Bin Ahmad Al Baraja serta relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam dalam. Serta bertujuan untuk mengenal Syekh Umar bin Ahmad Al Baraja mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Akhlak Lil Banin Jilid 1 penelitian ini tergolong penelitian library research yang sumber utamanya berasal dari kitab Akhlak Lil Banin jilid 1 serta tokoh yang diteliti Umar Bin Ahmad Baraja teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter yakni pengumpulan data dari peninggalan tertulis berupa arsip-arsip dan buku-buku tentang teori, pendapat, maupun hukum-hukum. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Akhlak dalam kitab Akhlak Lil Banin Jilid 1 merupakan serangkaian konsep dalam membentuk sifat, karakter, watak yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak-anak, remaja, dan dewasa. Syekh Umar memperkenalkan contoh dalam bentuk kisah agar pembaca lebih memahami konsep akhlak yang terdapat pada kitab tersebut. Pada aplikasinya syekh Umar mendasarkan nilai karakter pada kewajiban kepada Allah, Rasulullah, keluarga, ayah, ibu, dan saudara-saudara, kerabat, teman dan seluruh manusia. Nilai karakter lain menyangkut tentang sifat manusia yaitu jujur, bijaksana, sopan, dermawan, disiplin, amanah dan toleransi. Pendidikan Akhlak dalam kitab Akhlak lil banin memiliki relevansi terhadap tujuan Pendidikan Agama Islam meliputi toleran, religius, bijaksana, nasionalis, gotong rayong dan integritas kemudian nilai karakter yang digambarkan oleh syekh Umar dalam kitab Akhlak Lil Banin Jilid 1 juga sama dengan tujuan Pendidikan Agama Islam. Artinya nilai tersebut dapat membina anak menjadi Insan Kamil

    TEKS AGAMA DALAM TRANSMISI TEKS MAGI DI MASYARAKAT BANTEN: Studi Living al-hadis

    Full text link
    Living-hadis is the comprehension of hadis under the level of practice. Based on this, the shift of what Fazlur Rahman initiates does not differ all the way around from the study of living-hadis. Such comprehensions reflected in the level of practise, however, in some cases do not correspond with how others understand the hadis in question, but more reflect the contexts of different societies, which is to say, the cotextual comprehension. Any textual and contextual comprehension of hadis which is reflected in the level of practice within any society can be regarded to as living-hadis

    ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL : (TINJAUAN HADITS TENTANG ADAB BERBICARA)

    No full text
    This study examines communication ethics in the digital era from the perspective of Islamic teachings, focusing on the influence of digital communication on language values ​​and morals. Using qualitative methods with literature studies, this study analyzes hadiths related to social ethics, as narrated by Abu Daud, to emphasize the importance of maintaining speech and behavior in interactions. The phenomenon of the crisis in understanding ethics in the use of language on social media shows that people's understanding of ethics and linguistic values ​​is still low. The findings show that good communication ethics are needed to prevent negative practices such as cyberbullying, hoaxes, and hate speech, as well as to build a more ethical online environment. In addition, the hadith that reminds us of the dangers of uttering sentences without careful thought emphasizes the need for caution in conveying information. Therefore, this study provides recommendations to improve the understanding of communication ethics among social media users, in order to create more constructive and meaningful interactions in communication.Penelitian ini mengkaji etika komunikasi di era digital dari perspektif ajaran Islam, dengan fokus pada pengaruh komunikasi digital terhadap nilai dan moral berbahasa. Menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini menganalisis hadits-hadits yang berkaitan dengan etika bersosialisasi, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, untuk menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dalam berinteraksi. Fenomena krisis pemahaman etika dalam penggunaan bahasa di media sosial menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai etika dan nilai kebahasaan masih rendah. Temuan menunjukkan bahwa etika komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk mencegah praktik negatif seperti cyberbullying, hoaks, dan ujaran kebencian, serta untuk membangun lingkungan online yang lebih etis. Selain itu, hadits yang mengingatkan kita tentang bahaya mengucapkan kalimat tanpa pemikiran yang matang menekankan perlunya kehati-hatian dalam menyampaikan suatu informasi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pemahaman etika komunikasi di kalangan pengguna media sosial, demi terciptanya interaksi yang lebih konstruktif dan bermakna dalam berkomunikasi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore