1,721,079 research outputs found
Layanan Informasi tentang Perguruan Tinggi untuk Persiapan Siswa Memasuki Perguruan Tinggi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Kampar
ABSTRAK
Shinta Dwi Rahayu, (2020): Layanan Informasi tentang Perguruan Tinggi untuk Persiapan Siswa Memasuki Perguruan Tinggi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Kampar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan memasuki perguruan tinggi dan pelaksanaan layanan informasi untuk persiapan siswa memasuki perguruan tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat layanan informasi untuk persiapan siswa memasuki perguruan tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan utamanya adalah guru BK dan siswa kelas XII yang memilih untuk mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi. Informan siswa dalam penelitian ini berjumlah 6 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpalan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan persiapan yang dilakukan dalam menentukan perguruan tinggi yang akan dipilih siswa yaitu mempersiapkan alternatif pilihan peminatan jurusan namun tidak semua siswa memiliki banyak alternatif pilihan, bahkan ada siswa yang lebih memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan. Kondisi ini disebabkan faktor ekonomi dan dukungan orang tuanya yang masih terkendala. Pelaksanaan layanan informasi dilakukan dalam dua bentuk yaitu secara individual dan klasikal. Faktor yang penghambat layanan informasi yaitu terkendala dengan metode layanan yang diberikan secara klasikal melalui ceramah yang membuat siswa tidak konsentrasi terhadap apa yang disampaikan, sehingga berjalan kurang efektif, sedangkan faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama dengan berbagai universitas dalam melakukan sosialisasi langsung kepada siswa mengenai kampus yang dapat dipilih siswa.
Kata Kunci: Layanan Informasi, Persiapan, Perguruan Tingg
ANALISIS DAMPAK IBU BABY BLUES DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF PSIKOLOGI KELUARGA DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung)
Shinta Dwi Novitasari, 12102193038, Analisis Dampak Ibu Baby Blues Dalam Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Psikologi Keluarga dan Hukum Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung), Sikripsi, Progam Studi Hukum Keluarga Islam, Jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2023, Pembimbing: Dr. H. Nur Efendi, M.Ag.
Kata Kunci: Dampak Ibu Baby Blues, Keharmonisan Rumah Tangga, Psikologi Keluarga Islam, Hukum Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi dampak ibu baby blues dalam keharmonisan rumah tangga. Baby blues yaitu depresi ringan ibu pasca melahirkan akibat penyesuaian kelahiran bayi. Baby blues tidak boleh dianggap remeh, agar tidak menimbulkan dampak konflik dalam rumah tangga. Fenomena ini masih asing di kalangan masyarakat dan tanpa disadari banyak yang mengalami, terutama masyarakat Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Maka, penelitian ini dibuat bertujuan agar masyarakat mengetahui dampak ibu baby blues dalam keharmonisan rumah tangga.
Rumusan masalah penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana kondisi ibu yang mengalami baby blues? (2) Bagaimana dampak ibu baby blues dalam keharmonisan rumah tangga perspektif psikologi keluarga Islam? (3) Bagaimana dampak ibu baby blues dalam keharmonisan rumah tangga perspektif hukum Islam?
Dalam metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari ibu-ibu muda yang pernah mengalami baby blues di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung dengan batasan umur 19-30 tahun. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dari lapangan, berupa hasil wawancara dan dokumentasi ke beberapa pihak narasumber terkait kondisi dan dampak yang ditimbulkan ibu baby blues dalam keharmonisan rumah tangganya. selanjutnya hasil data dianalisis dan disimpulkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kondisi ibu baby blues mengalami perubahan emosi, mudah marah, tersinggung, sedih, teriak tidak jelas, merasa berjuang sendirian dan lain-lain. Faktornya hormon belum stabil, ekonomi, kurangnya peran dan dukungan suami serta lingkungan sosial. (2) Dampaknya kurangnya dukungan sosial, kurangnya kepuasan batin, komunikasi, keterbukaan dan kurangnya kewajiban suami dalam membantu istri merawat anaknya. (3) Dilihat dari hasil penelitian dari delapan responden, terdapat hubungan yang signifikan/relevan antara dampak ibu baby blues dengan keharmonisan rumah tangga. Terutama bagi suami yang istrinya mengalami baby blues harus menjalankan hak serta kewajiban masing-masing sebagai orang tua dengan seimbang sesuai ajaran Islam. orang tua dengan porsi seimbang sesuai dengan ajaran Islam
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR UNTUK MATERI MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR UNTUK MATERI MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Shinta Dwi Kurnia1, Djunaidah Zen2 dan Siti Huzaifah2 1. Alumni Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya 2. Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya Jln Raya Palembang-Inderalaya Km 32, Inderalaya Ogan Ilir Sumatera Selatan  ABSTRAK Penelitian pengembangan telah dilakukan dengan tujuan menghasilkan instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai aspek psikomotor siswa pada materi mekanisme transpor membran sel. Metode yang digunakan adalah metode Research and Development Borg dan Gall dengan langkah-langkah pengembangan meliputi tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, wawancara, catatan validator, observasi dan angket. Data yang dianalisa adalah data catatan validator, kepraktisan dan keterampilan siswa. Validasi instrumen penilaian dilakukan oleh 2 orang ahli, yaitu ahli materi dan ahli evaluasi. Instrumen penilaian dinyatakan valid dengan nilai 3 dan 2,71 dan dinyatakan praktis dengan nilai 2,75 dan 2,5. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan sudah terpenuhinya syarat-syarat instrumen penilaian yang baik, yaitu validitas, objektivitas, praktikabilitas dan ekonomis. Kata Kunci : Pengembangan, Instrumen penilaian, dan Psikomotor  ABSTRACT The Development research has been conducted with the aim of making the assessment instrument used to assess aspects of students psychomotor on material of cells membrane transport mechanism. The method was used the method of Research and Development the Borg and Gall with development measures include preliminary stages, stage of development and evaluation stage. The data was collected with the documentation technique, interviews, records, observation and questionnaire. The data is analyzed with the note of validator, practicality and the skills of the students. The validation of the assessment instruments was carried out by two experts, i.e. expert material and expert evaluation. The assessment instrument is declared valid with value 3 and 2,71, practical expressed with value  2.75 and 2.5. The results of development research shows already satisfy the terms of a good assessment instruments, namely the validity, objectivity, can be in practise and economical. Key words: Development, Assessment Instruments, and Psychomoto
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDN 2 PATIANROWO NGANJUK
Skripsi dengan judul “Penerapan Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk” yang ditulis oleh Shinta Dwi Rachmawati, NIM. 126205213216, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dosen pembimbing: Dr. Zainudin, S.Ag., M.Pd.I.
Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Kearifan Lokal, Minat Belajar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perkembangan pendidikan di Indonesia terutama perkembangan kurikulum yang merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai upaya pemulihan pembelajaran Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyempurnakan kurikulum 2013 dengan meluncurkan kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan nilai-nilai budaya, tradisi dan kebikjasanaan lokal dalam proses belajar-mengajar.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk? (2) Apa saja bentuk-bentuk kearifan lokal yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk? (3) Apa saja peluang dan tantangan dalam implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal yang ada di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk, mengetahui dan menjelaskan bentuk-bentuk kearifan lokal yang diterapkan dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk, mengetahui apa saja peluang dan tantangan dalam proses implementasi kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar Negeri 2 Patianrowo Nganjuk.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertempat di SD Negeri 2 Patianrowo Nganjuk. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data pokok (primer) dan sumber data pelengkap (sekunder). Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi dan bahan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal secara efektif dapat menanamkan nilai-nilai leluhur yang terkandung dalam tradisi dan budaya lokal seperti gotong-royong, musyawarah, sopan santun serta peduli dengan lingkungan, (2) Bentuk-bentuuk kearifan lokal yang diterapkan di SD Negeri 2 Patianrowo Nganjuk meliputi: penerapan proyek-proyek sederhana yang mengangkat tema kearifan lokal seperti membuat miniatur rumah adat ataupun mengidentifikasi jenis-jenis kerajinan yang ada di sekitar Desa Patianrowo yang dapat mendorong peserta didik untuk ikut terlibat aktif dalam proses belajar-mengajar, sekolah secara berkala mengadakan kunjungan ke situs-situs budaya atau tempat bersejarah seperti Makam Tumenggung Kopek, Pondok Pesantren Sunan Kalijaga (Al-Qomar), Monumen Dr. Soetomo Ngepeh dengan tujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung terhadap peserta didik, (3) Peluang dan tantangan dalam implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal yaitu: implementasi kurikulum dapat membuka peluang untuk mempererat kerja sama antara sekolah dengan berbagai elemen masyarakat seperti sanggar seni, pengrajin lokal serta organisasi kebudayaan, ketersediaan buku ajar, modul ataupun materi pembelajaran yang secara spesifik membahas kearifan lokal yang ada di SD Negeri 2 Patianrowo Nganjuk masih sangat terbatas
PERANAN PENDUDUK BUMIPUTERA DALAM PROSES PENYEBARAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN PADA MASYARAKAT JAWA DI MALANG TAHUN 1857-1942
ABSTRAKPrasasti, Shinta Dwi. 2009. Peranan Penduduk Bumiputera dalam Proses Penyebaran Agama Kristen Protestan pada Masyarakat Jawa di MalangTahun 1857-1942. Skripsi, Jurusan Sejarah. Program Studi Ilmu Sejarah.FS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Joko Sayono,M.Pd., M.Hum., (II) Drs. Slamet Sujud P.J., M.HumKata kunci : peranan, bumiputera, penyebaran, Kristen ProtestanPenyebaran agama Kristen Protestan pada masyarakat Jawa di Malangmemiliki keunikan tersendiri. Agama Kristen Protestan dalam prosespenyebarannya banyak melakukan penyesuaian dengan budaya Jawa. Carapenyebaran ini menjadikan agama Kristen Protestan relatif mudah diterimamasyarakat. Proses penyesuaian ajaran agama Kristen dengan budaya Jawa inijuga melibatkan penduduk bumiputera. Peranan penduduk bumiputera mulaitampak dominan saat gereja memasuki era kemandirian (1931). Sebagai salah satucontoh adalah peranan bumiputera dalam proses penyebaran agama KristenProtestan di Malang. Penyebaran agama Kristen di Malang telah dimulai sejaktahun 1857. Latar belakang inilah yang mendorong peneliti untuk melakukanpenelitian tentang peranan penduduk bumiputera dalam penyebaran agamaKristen Protestan pada masyarakat Jawa di Malang tahun 1857-1942.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana latar belakangtokoh bumiputera yang menyebarkan agama Kristen Protestan pada masyarakatJawa di Jawa Timur tahun 1857-1942 ?, 2) bagaimana penyebaran agama KristenProtestan pada masyarakat Jawa di Malang tahun 1857-1942 ?, 3) bagaimanaperanan penduduk bumiputera dalam proses penyebaran agama Kristen Protestanpada masyarakat Jawa di Malang tahun 1857-1942 ?. Tujuan dari penelitian iniadalah 1) mengetahui latar belakang tokoh bumiputera yang menyebarkan agamaKristen Protestan pada masyarakat Jawa di Jawa Timur tahun 1857-1942, 2)mengetahui penyebaran agama Kristen Protestan pada masyarakat Jawa di Malangtahun 1857-1942, 3) mengetahui peranan penduduk bumiputera dalam prosespenyebaran agama Kristen Protestan pada masyarakat Jawa di Malang tahun1857-1942. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodepenelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari 5 tahap yaitu 1)pemilihan topik, 2) heuristik, 3) verifikasi, 4) interpretasi, 5) historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penduduk bumiputera memilikiandil dalam proses penyebaran agama Kristen Protestan di Jawa Timur. Tokohbumiputera penyebaran agama Kristen Protestan ini memiliki kesamaan latarbelakang kebudayaan yaitu budaya masyarakat agraris. Mereka menggunakancara yang sama dalam mengajarkan agama Kristen Protestan pada masyarakatJawa. Mereka menyesuaikan ajaran agama Kristen Protestan dengan kebudayaanmasyarakat sekitar mereka yang agraris. Ajaran agama Kristen menjadi mudahditerima oleh masyarakat Jawa. Penyebaran agama Kristen Protestan di Malangmenyesuaikan dengan garis-garis yang telah ditentukan zending, yaitu pada 1870-1910 zending dipusatkan di desa dan merupakan sebuah karya pendidikan danpada tahun setelah 1910, zending baru mulai memasuki kota-kota.viPenyebaran agama Kristen Protestan memakai tiga saluran yaitu saluranpertanian, pendidikan dan kesehatan. Penggunaan saluran pertanian yaitu dengancara membuka desa baru yang memiliki basis ekonomi pertanian. Pekabaran Injilmenggunakan saluran pendidikan dengan cara mendirikan sekolah yang bertujuanmemberikan pendidikan agama anak-anak Kristen Jawa. Penggunaan salurankesehatan ini dapat dilihat dari berdirinya rumah sakit Zending dan poliklinik ditiap desa beserta pelayanannya.Penduduk bumiputera yang memiliki andil dalam penyebaran agamaKristen di Malang berdasarkan kronologi terbagi dalam tiga peran yang berbeda,yang pertama sebagai pembuka desa, kedua sebagai guru Injil dan ketiga sebagaipendeta. Peran yang pertama dan kedua berlangsung pada rentang tahun 1857-1931. Peran ini berjalan secara berdampingan, artinya pembukaan hutan menjadidesa Kristen biasa dilakukan penduduk bumiputera. Pembukaan desa biasa diikutidengan penentuan pengasuh jemaat (guru Injil), yang juga berasal dari pendudukbumiputera. Peran yang ketiga sebagai pendeta berlangsung pada tahun 1931hingga tahun 1942. Proses penyebaran agama Kristen di Malang pada tahun1931-1942 juga melibatkan penduduk bumiputera yang berkecimpung di duniapendidikan dan kesehatan.Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas masalahupaya kemandirian greja dalam kaitannya dengan pergerakan nasional. Penelitiantersebut diharapkan dapat mengungkap hubungan munculnya upaya untukmenjadikan greja mandiri dan merdeka dengan upaya untuk meraih kemerdekaanIndonesia. Penelitian ini bisa melengkapi pembahasannya tersebut denganmenggunakan teori-teori baru misalnya poskolonial dan menggunakan carapandang seorang Kristen bumiputera. Penggunaan teori ini diyakini dapatmengungkap motif berdirinya organisasi-organisasi yang menjadi motorkemandirian greja. Cara pandang yang digunakan akan menunjukkan hasil yangberbeda dalam menyikapi kemandirian greja dibandingkan dengan hasilpenelitian yang sudah ada
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
