41 research outputs found
NILAI OVERRUN, DAYA LELEH, WARNA, DAN VISKOSITAS ES KRIM YANG DITAMBAHKAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) SEBAGAI BAHAN PENSTABIL
SHEVIA ANISA FITRI(2024): NILAI OVERRUN, DAYA LELEH, WARNA, DAN VISKOSITAS
ES KRIM YANG DITAMBAHKAN TEPUNG KULIT PISANG
KEPOK (Musa paradisiaca Linn) SEBAGAI
BAHAN PENSTABIL
Kulit pisang kepok memiliki kandungan pektin. Sifat pektin pada kulit pisang
kepok juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penstabil (stabilizer). Perlukanya
upaya pengelolaan tepung kulit pisang kepok seperti dijadikan es krim. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok
sebagai penstabil sampai konsentrasi 1,5% terhadap (overrun, daya leleh, warna,
dan viskositas). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan adalah persentase penambahan
tepung kulit pisang yang terdiri dari 0%; 0,5%; 1%, 1,5%. Kelompok adalah waktu
pembuatan pembuatan es krim. Parameter yang diamati terdiri dari overrun, daya
leleh, warna dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan
tepung kulit pisang kepok dengan konsentrasi sampai 1,5% sangat tidak nyata
menurunkan overrun, viskositas, dan warna lightness namun berpengaruh nyata
meningkatkan (P<0,05) daya leleh. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan
tepung kulit pisang kepok sampai level 1,5% belum dapat meningkatkan nilai
overrun, viskositas dan warna namun dapat meningkatkan daya leleh.
Kata Kunci: Tepung kulit pisang kepok,es krim, sifat fisik, overru
Green marketing & environmental concern: Minat beli generasi z terhadap personal care products
Beauty and Personal Care Industry merupakan salah satu sektor industri yang ber-kembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pertumbuhan sektor ini juga membawa tantangan baru, khususnya terkait timbunan sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green marketing dan environmental concern terhadap purchase intention generasi Z terhadap green personal care product. Peneliti menggunakan partial least squares (PLS) untuk menganalisis data yang berasal dari kuesioner didistribusikan secara purposive sampling kepada generasi Z di Indonesia yang berusia 17-26 tahun dan berwawasan green personal care product. Diperoleh 408 data, kemudian Model penelitian dikembangkan melalui ABC Theory. Temuan penelitian menunjukkan bahwa green marketing dan environmental concern memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli generasi z pada green personal care product. Namun, penelitian ini tidak menemukan pengaruh positif antara green product dan purchase intention yang dimediasi oleh environmental attitude. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk meningkatkan pemahaman dalam bidang manajemen pemasaran, terutama dalam konteks green marketing. Selain itu, diharapkan pula dapat memberikan panduan praktis bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam pasar yang semakin peduli terhadap isu lingkungan
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM DIKLAT ORIENTASI PPPK KEMHAN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS FUNGSIONAL PERTAHANAN BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan Program Diklat Orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berpedoman pada model evaluasi CIRO (Context, Input, Reaction, dan Output). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan, observasi langsung, serta telaah dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks pelaksanaan program sudah sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat kompetensi dasar ASN. Unsur input yang mencakup kurikulum, sarana prasarana, serta kualifikasi widyaiswara dinilai cukup memadai, meskipun masih terdapat kendala teknis pada pemanfaatan platform pembelajaran daring. Respon peserta juga positif. Pada aspek output, ditemukan peningkatan pemahaman peserta terkait nilai-nilai inti ASN (BerAKHLAK) dan sikap bela negara. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme evaluasi lanjutan, penyempurnaan kualitas materi digital, serta optimalisasi peran bimbingan dan pengasuhan untuk membentuk perilaku serta etos kerja PPPK yang profesional dan berintegritas.
*****
This research aims to examine and evaluate the implementation of the Orientation Training Program for Government Employees with Work Agreements (PPPK) at the Center for Technical and Functional Training (Pusdiklat Tekfunghan), Training and Education Agency of the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia. The research adopts a qualitative guided by the CIRO evaluation model (Context, Input, Reaction, and Output). Data were collected through in-depth interviews with informants, direct observation, and document analysis. The findings reveal that the contextual aspect of the program aligns with the need to strengthen the fundamental competencies of civil servants. Input elements, including curriculum, facilities, and instructor qualifications, were found to be generally adequate, although technical challenges remain, particularly in the use of online learning platforms. Participant responses were also positive. In terms of output, the training led to an increased understanding of core civil service values (BerAKHLAK) and national defense attitudes. The study recommends strengthening follow-up evaluation mechanisms, improving the quality of digital materials, and optimizing the role of mentoring and supervision to shape professional and integrity-driven work behavior among PPPK personnel
Pengaruh Celebrity Endorsement, Product Quality, dan Brand Image terhadap Purchase Intention Produk Skintific pada Konsumen Shopee di Indonesia
Perancangan Kampanye Promosi Laboratorium FSD UMN
Laboratorium Fakultas Seni dan Desain (Lab FSD) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) merupakan bagian dari Fakultas seni dan Desain. Alasan penulis memilih melakukan praktik magang di Lab FSD yaitu agar dapat menerapkan kemampuan mendesain dan kemampuan yang telah dipelajari selama masa perkuliahan dalam lingkungan kerja yang nyata, salah satunya yaitu kemampuan komunikasi dan membangun relasi yang baik di lingkungan kerja. Projek yang dikerjakan pernulis selama praktik kerja magang meliputi merancang template poster webinar, merancang kampanye promosi Lab FSD, dan virtual background video untuk Zoom. Pengalaman dari pelajaran yan dapat diperoleh selama melakukan magang yaitu, pentingnya mengkomunikasikan kesulitan yang dihadapi saat mebuat rancangan dan profesionalitas dalam bekerja sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan
GERAKAN LITERASI SEKOLAH DAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS IV SD NEGERI CILACAP 09
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan pengaruhnya terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di SD Negeri Cilacap 09. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan 26 siswa kelas IV (17 laki-laki dan 9 perempuan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di SD Negeri Cilacap 09 telah diterapkan melalui tiga tahapan, yaitu pembiasaan (membaca 15 menit), pengembangan (menulis ringkasan dari buku bacaan), dan pembelajaran (integrasi bacaan dalam kegiatan belajar). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa sebelum program GLS dilaksanakan secara intensif, dari 26 siswa kelas IV, sebanyak 12 siswa hanya mampu membaca tanpa memahami isi bacaan, sedangkan 14 siswa sudah mampu memahami isi bacaan. Setelah pelaksanaan GLS yang terstruktur, terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada mayoritas siswa.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik membaca buku cerita bergambar atau buku bertema petualangan. Guru juga mengamati bahwa siswa mulai mampu mengidentifikasi ide pokok, menjawab pertanyaan bacaan, dan menyimpulkan isi teks secara sederhana. Kegiatan literasi ini juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam membacakan atau menceritakan kembali isi bacaan di depan kelas. Namun demikian, kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan bahan bacaan yang sesuai dengan usia siswa, belum tersedianya sudut baca di tiap kelas, dan rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca di rumah
Exploring Gen-Z Online Fashion Purchase Intention Using SOR Model: The Moderating Role of Gender
Research aims: This study aimed to investigate Gen-Z online fashion purchase intention in Indonesia using the Stimulus-Organism-Response (SOR) model. In this model, social media marketing (SMM), electronic word-of-mouth (e-WoM), trust, and price served as stimuli, brand image (BI) functioned as the organism, and purchase intention (PI) represented the response, with gender acting as a moderating variable.Design/Methodology/Approach: A causal-comparative research design was used, collecting data from 384 Gen-Z respondents through structured questionnaires. Data analysis was conducted using SmartPLS 4.0, involving measurement model testing for validity and reliability, followed by structural model testing to evaluate path coefficients and hypothesis testing.Research findings: The results showed that trust, e-WoM, and SMM positively influenced PI, both directly and through BI mediation. Gender significantly moderated the effects of e-WoM and SMM on BI but did not affect the influence of trust or price. Furthermore, price showed no significant impact on PI, either directly or through BI mediation, confirming that non-price factors played a greater role in brand perception and purchase behavior among Gen-Z consumers.Theoretical Contribution/Originality: This study integrated BI as a mediating factor within the SOR model, providing deeper insights into Gen-Z brand perception in Indonesia's digital market. The incorporation of gender as a moderating variable showed distinct consumers responses to e-WoM and SMM, challenging the conventional role of price in brand engagement and PI formation.Practitioners/Policy Implications: Online fashion retailers targeting Gen-Z in Indonesia should prioritize trust-building, positive reviews, and authentic social media engagement to strengthen BI and PI. Given price’s limited influence, brands should focus on product quality, experience, and long-term value. Gender-sensitive strategies were also essential, as women responded to relational engagement, while men preferred direct, information-driven content.Research Limitations/Implications: The limitations of this study included a small sample size that might not capture the full range of Indonesian Gen-Z preferences, an exclusive focus on Gen-Z limiting broader applicability, and ambiguous gender effects. Therefore, future studies were recommended to explore technology, influencer marketing, and utilize qualitative methods for deeper insights.
Pengaruh Kualitas Produk,Kualitas Pelayanan,harga,dan Citra merek Terhadap Keputusan Pembelian Amanda Brownies (Studi Kasus Pada Amanda Brownies Cabang Mulyosari Surabaya)
Perkembangan dunia bisnis bakery di Indonesia sudah sangat meluas dan meningkat. Berbagai jenis kue dan roti sudah menjadi makanan favorite dikalangan semua usia, salah satunya adalah kue cokelat atau brownies. Amanda Brownies merupakan brand yang juga telah memproduksi dan menjual berbagai varian brownies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian Amanda Brownies. Metode pengambilan sampelnya adalah purposive sampling dengan menggunakan kuesioner dan disebarkan kepada 100 responden yang merupakan konsumen Amanda Brownies Cabang Mulyosari Surabaya dengan ketentuan pernah melakukan pembelian minimal 1 (satu) kali dan berusia diatas 17 tahun Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS versi 20.0 dapat dikatakan semua item pernyataan yang dihasilkan valid dan semua variabel dinyatakan reliabel. Pada Uji t didapatkan hasil penelitian variabel Kualitas Produk (X1) = thitung 3.369 > t tabel 1.985 dengan tingkat signifikan 0.001 0.05 yang artinya Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, variabel Harga (X3) = thitung 4.173 > t tabel 1.985 dengan tingkat signifikan 0.000 0.05 yang artinya Citra Merek tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa variabel Kualitas Pelayanan dan Citra Merek tidak berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Amanda Brownies, sedangkan variabel Kualitas Produk dan Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Amanda Brownies
DETEKSI PENYAKIT CABAI MERAH BESAR BERDASARKAN CITRA DAUN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) DAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)
Salah satu tantangan utama yang menyebabkan rendahnya produksi cabai merah besar adalah gangguan penyakit yang dapat menyerang tanaman mulai dari tahap persemian hingga hasil panen. Gejala visual kunci suatu penyakit menjadi petunjuk kritis dalam menentukan patogen penyebabnya. Beberapa penyakit yang secara signifikan mempengaruhi produksi cabai merah besar di Indonesia meliputi penyakit kuning, embun tepung, mosaik keriting, dan kuning keriting. Penyebaran cepat penyakit ini terjadi karena kurangnya perhatian khusus dari petani, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman mereka tentang karakteristik dan penanganan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan sistem deteksi yang akurat, cepat, dan efisien dalam mengidentifikasi penyakit pada tanaman cabai. Salah satu cara pendeteksian adalah dengan mengklasifikasikan citra daun. Data penelitian bersumber dari pertanian di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh pada 21 September hingga 1 Oktober tahun 2023. Teknologi rekognisi citra dilakukan untuk mengenali jenis hama dan penyakit pada tanaman cabai merah besar. Langkah pertama dalam penelitian adalah mengumpulkan citra daun, kemudilan melakukan preprocessing dan dilanjutkan tahap proses ekstraksi fitur warna, fitur tekstur dan fitur bentuk, hasil ekstraksi citra digunakan sebagai input dalam proses klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Learning Vector Quantization (LVQ). Accuracy hasil prediksi data training dan testing dengan metode SVM kernel polynolial adalah 95% dan 97%, sedangkan accuracy data training dan testing menggunakan metode LVQ adalah 53% dan 57%. Model terbaik dalam memprediksi penyakit cabai adalah model SVM dengan kernel polynomial.
========================================================================================================================
One of the primary challenges contributing to the low production of large red chili peppers is the prevalence of diseases that can affect plants from the seedling stage to the harvest. Key visual symptoms of a disease serve as critical indicators in determining the causative pathogen. Several diseases significantly impact the production of large red chili peppers in Indonesia, including yellowing disease, powdery mildew, mosaic curl, and yellow curl. The rapid spread of these diseases is attributed to the insufficient specific attention from farmers, resulting in a lack of understanding regarding the characteristics and management of these diseases. Therefore, it is crucial to develop an accurate, rapid, and efficient detection system to identify diseases in chili plants. One method of detection involves classifying leaf images. The research data is sourced from agricultural activities in the Bener Meriah Regency, Aceh Province, from September 21 to October 1, 2023. Image recognition technology is employed to identify types of pests and diseases affecting large red chili plants. The first step in the research involves collecting leaf images, followed by preprocessing and subsequent stages of color feature extraction, texture feature extraction, and shape feature extraction. The extracted image features serve as parameters in the classification process using the Support Vector Machine (SVM) and Learning Vector Quantization (LVQ) algorithms. The accuracy of the prediction results for the training and testing data using the SVM with a polynomial kernel method is 95% and 97%, respectively. In contrast, the accuracy of the training and testing data using the LVQ method is 53% and 57%, respectively. Therefore, the best model for predicting chili plant diseases is the SVM model with a polynomial kernel
