1,720,988 research outputs found
Pengaruh latihan bosu ball pistol squats dan single leg RDL with press terhadap keseimbangan atlet poomsae taekwondo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan bosu ball pistol squats dan single leg RDL with press terhadap keseimbangan atlet poomsae Taekwondo dan sebagai inovasi dan masukan untuk pelatih taekwondo dalam latihan keseimbangan pada poomsae Taekwondo. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen Two Groups Pretest-Posttest Design, dengan membagi menjadi dua kelompok, kelompok A dengan perlakuan latihan bosu ball pistol squats, sedangkan untuk kelompok B dengan latihan single leg RDL with press. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari atlet poomsae UKM Universitas PGRI Semarang dengan total populasi 30 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan sampel yang terpilih berjumlah 16 orang atlet putra dengan pembagian sampel secara ordinal pairing. Instrumen yang digunakan adalah tes keseimbangan menggunakan Balance Measuring Instrument. Analisis data mengunakan pada penelitian ini menggunakan uji t. Hasil pengujian data menunjukkan adanya pengaruh yaitu peningkatan keseimbangan pada kelompok bosu ball pistol squats dengan peningkatan 37.97%, dengan signifikasi pada kelompok bosu ball pistol squats dengan t hitung 11.237> 2.36 (t-tabel). Hasil kelompok dengan latihan single leg RDL with press memperlihatkan peningkatan sebesar 31.21%, dengan t hitung 5.835> 2.36 (t-tabel). Metode latihan bosu ball pistol squats lebih baik daripada metode latihan single leg RDL with press dalam meningkatkan keseimbangan atlet poomsae taekwondo
HUBUNGAN KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DENGAN SELF CARE DIABETES PADA KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Self care diabetes merupakan hal penting dalam pengelolaan DM tipe 2, komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan dengan klien akan mendorong perubahan perilaku perawatan diri yang lebih mandiri dan memberikan dampak pada peningkatan derajad kesehatan yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi petugas kesehatan dengan self care diabetes pada klien DM tipe 2 di RSUD Karanganyar. Desain penelitian cross sectional pada 30 responden dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil analisis uji pearson product moment menunjukkan komunikasi petugas kesehatan berhubungan dengan self care diabetes dengan p=0.001 dan r=0.51. Perlu dikembangkan edukasi diabetes yang terprogram.</jats:p
STRATEGI PUBLIC RELATION WISATA SENI BUDAYA DI PASAR RAKYAT BARENG MALANG
Abstrak: Strategi Public Relation Wisata Seni Budaya Di Pasar Rakyat Bareng Malang. Public relation memegang peranan yang cukup penting bagi keberhasilan kegiatan pemasaran yang dilakukan organisasi/perusahaan.. Data yang diperoleh dalam penelitian berbenatuk kualitatif, selanjutnya dapat dikembangkan secara kuantitaif melalui perhitungan Analisis SWOT. Hasil perhitungan dengan diagram SWOT diperoleh hasil pada kuadran pertama didasarkan titik koordinat (1,22;1,38). Strategi Public relation terhadap pengembangan Pasar Seni dan Budaya Bareng Kota Malang, perlu didukung oleh dinas Pemerintah Daerah yang terkait. Keberhasilan mencapai tujuan organisasi yang mengelola pasar seni dan budaya tidak dapat dicapai begitu saja tanpa ada pengertian, penerimaan dan keikutsertaan masyarakat. Pengelola berupaya menjadikan pasar seni dan budaya Bareng sebagai distinasi wisata berbasis Edukasi. Strategi yang digunakan dengan Kekuatan dan peluang yaitu Strategi public relation dengan Edukatif dan Persuasif. Pendekatan Edukatif dan Persuasif ini mempunyai peranan penting untuk menciapai perubahan sikap mental yang negatif dari masyarakat. Abstract: Public Relations Strategy for Cultural Arts Tourism in the People\u27s Market Together, Malang. Public relations plays an important role for the success of marketing activities carried out by the organization/company.. The data obtained in qualitative research can then be developed quantitatively through SWOT analysis calculations. The results of calculations with the SWOT diagram obtained results in the first quadrant based on the coordinates (1.22; 1.38). Public relations strategy for the development of the Malang City Arts and Culture Market, needs to be supported by the relevant local government agencies. The success of achieving the goals of an organization that manages the arts and culture market cannot be achieved without the understanding, acceptance and participation of the community. The manager tries to make the art and culture market together as an education-based tourism destination. The strategy used with Strengths and Opportunities is a public relations strategy with educative and persuasive. This educative and persuasive approach has an important role to achieve a change in the negative mental attitude of the communit
TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY OF KAMPOENG KAJOETANGAN HERITAGE
Kampoeng Kajoetangan - a historic area in Malang city and also business center during the Dutch colonial period until today. Many Dutch heritage buildings, including numerous residences in the Kampoeng Kajoetangan, have been kept in their original form. This is a prosperous area to become a tourist center. However, Kampoeng Kajoetangan need an improvement on management aspect. Therefore, we aim to analyze the strength, weakness, opportunity and also threat of this area and plan the best strategy to improve the tourism development of Kampoeng Kajoetangan. Descriptive qualitative with SWOT analysis was used in this study. This study found that SWOT quadrant position located in quadrant 1 and indicated by point (1.22;1.38). Those shows that Tourism Awareness Group (Pokdarwis) is highly possible to continue carry out the activities that they already have to increase growth and achieve maximum progress in marketing context. Power and opportunities strategy that was used in this study is marketing strategy with educative and persuasive approach. This approach has an important role in achieving a change of the community or local government negative mental attitude, especially from the mass media in order to more positively participate in actualizing the goals of developing tourism in Kampoeng Kajoetangan Malang
KEPRIBADIAN ATLET DAN NON ATLET
Kepribadian merupakan suatu organisasi psikodinamik yang unik dalam proses penyesuaian diriindividu dengan lingkungan. Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadianada dua yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Olahraga sebagai sarana pembentuk kepribadianjuga sebagai sarana untuk mengetahui karakteristik kepribadian memiliki satu ilmu pendukung yangdapat digunakan sebagai cara mengetahui kepribadian seseorang. Psikologi olahraga merupakan ilmuyang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilakusederhana sampai kompleks yang berhubungan dengan olahraga. Salah satu pembentuk kepribadianyang berasal dari luar adalah faktor lingkungan dan interaksi individu dengan lingkungan. Atlet sebagaisalah satu komponen pelaku olahraga tentu memiliki kepribadian yang berbeda dengan individu yangkurang berkecimpung dalam lingkungan olahraga (non atlet). Perbedaan ini tentu menjadi menarik ketikaolahraga yang dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas manusia justru pada akhirakhirini dipertanyakan tentang manfaat dari segi psikologis.Kata kunci: kepribadian, olahraga, atlet</jats:p
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. H DENGAN THYPOID DI RUANG IRNA II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG
PENGARUH ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN BATIK BROTOSENO DI SRAGE
Perusahaan didirikan pada umumnya bertujuan untuk dapat bertahan hidup dan menekan kerugian. Perusahaan dalam mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran tenaga kerja manusia yang profesional. Perusahaan dalam usaha meningkatkan kepuasan kerja karyawan dengan memperhatikan gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan lingkungan kerja yang baik. Perumusan masalah adalah 1) Apakah terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara bersama-sama?, 2) Apakah terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara parsial? Dan 3) Manakah pengaruh yang paling dominan
antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan? Hipotesis yang disampaikan adalah 1) Diduga ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara secara bersama-sama. 2) Diduga ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara individu. 3) Diduga bahwa motivasi merupakan faktor yang mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil analisis data sebagai berikut: 1) Ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara secara bersama-sama. 2) Ada pengaruh yang signifikan
antara gaya kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara individu. 3) Motivasi merupakan faktor yang mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kepuasan kerja karyawan
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Pidana Narkotika
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh peredaran Narkotika di Indonesia sangat merajalela walaupun sudah diatur oleh pemerintah berikut sanksinya akan tetapi tidak ada titik temunya. Peneliti mencoba membandingkan sanksi antara hukum positif maupun hukum Islam.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah 1.Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap Undang-Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Pidana Narkotika?2.Bagaimana isi Undang-Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Pidana Narkotika?
Dengan dibahasnya skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Pidana Narkotika” maka akan diperoleh kegunaan untuk kepentingan ilmiah dapat menambah perbendaharaan hukum Islam maupun hukum positif yang pada akhirnya dapat dijadikan sebagai pegangan atau study banding dalam kajian-kajian selanjutnya. Dan untuk kepentingan ilmu terapan akan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam menentukan hukum sebuah permasalahan yang muncul berkaitan dengan topik yang dibahas.
Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan jenis penelitian library research. Sehubungan karya ilmiah ini menggunakan library research, maka sebagai data diperoleh dari kitab klasik, buku, Undang-Undang dan literatur lainya, dalam kajian pustaka ini sumber data dibagi menjadi dua : sumber primer dan sekunder. Sumber primer mencakup Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 dan buku tentang hukum Islam. Dalam hal ini sumber sekunder berupa buku, artikel yang sesuai dengan topik kajian
Jenis Penelitian yang penulis gunakan ialah metode penelitian pustaka. Penulis menggunakan metode analisis data berupa data induktif dan deduktif.
Setelah penulis mengadakan penelitian dengan menggunakan beberapa metode diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : 1.Pandangan hukum Islam tentang Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 hendaknya hukum pidana Narkotika sanksinya sebanding pada masa Islam dahulu yaitu hukuman Had dan Ta’zir agar pelaku tersebut jera dan tidak akan mengulanginya lagi.2.Isi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang pidana Narkotika dibahas pada pasal 78 sampai pasal 100. Pada dasarnya yaitu pengguna Narkotika pasal 85, produsen pasal 80 dan pengedar pasal 82
Pengembangan Model Tes Fisik Calon Atlet Taekwondo Usia 11-13 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model tes fisik calon atlet taekwondo yang valid dan reliabel berdasarkan indikator fisik taekwondo.
Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan survei melalui tes pengukuran. Penelitian pengembangan mengadaptasi langkah-langkah penelitian dari Borg & Gall (2003: 570) sebagai berikut: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain Produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji coba pemakaian, (9) Revisi Produk, (10) Produk massal. Uji coba skala kecil dilakukan pada anak yang mengikuti taekwondo pada usia 11-13 tahun di klub taekwondo SMP N 1 Yogyakarta dan SMP N 7 Yogyakarta yang berjumlah 30 anak. Uji coba skala besar menggunakan sampel dari sembilan klub taekwondo dengan jumlah 320 anak. Instrumen tes yang digunakan meliputi tes tinggi dan berat badan, panjang tungkai, kelentukan, kecepatan reaksi, kekuatan otot perut, power tungkai, kekuatan otot lengan dan kelincahan. Populasi penelitian adalah anak dengan usia 11-13 tahun yang mengikuti taekwondo di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan anak yang ikut taekwondo kurang dari 6 bulan dan berusia 11-13 tahun. Bentuk tes merupakan rangkaian dari beberapa tes fisik yang sesuai dengan komponen biomotor taekwondo.
Hasil penelitian dan pengembangan berupa model tes fisik untuk calon atlet taekwondo usia 11-13 tahun. Model tes fisik yang disusun dinyatakan layak karena data normal. Teknik analisis data validitas menggunakan construct validity dengan korelasi Product Moment Pearson, Z skor untuk menyamakan satuan dan reliabilitas menggunakan test retest Conbrach’s Alpha dengan hasil reliabilitas panjang tungkai 1.00, kelentukan 0.992, kecepatan reaksi 0.639, kekuatan perut 0.604, power tungkai kanan 0.992, power tungkai kiri 0.998, kekuatan lengan 0.721 dan kelincahan 0.974. Hasil model tes fisik calon atlet taekwondo usia 11-13 tahun yang berupa norma dan buku panduan dapat digunakan sebagai pedoman pelatih dalam memilih bibit atlet taekwondo usia 11-13 tahun
- …
