1,721,004 research outputs found
Pendekatan Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Adapun kemampuan berpikir matematis siswa yang diteliti adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan mengajukan pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII dari sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Cirebon. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, lembar observasi, tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan tes kemampuan mengajukan pertanyaan matematis. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi dengan data diasumsikan normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa  terdapat pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Pendekatan problem posing memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan berpikir kreatif daripada kemampuan mengajukan pertanyaan. Melalui pendekatan problem posing, siswa akan semakin terbiasa mengajukan pertanyaan dan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis, Kemampuan Mengajukan Masalah Matematis, Pendekatan Problem Posing
Pendekatan Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Adapun kemampuan berpikir matematis siswa yang diteliti adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan mengajukan pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII dari sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Cirebon. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, lembar observasi, tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan tes kemampuan mengajukan pertanyaan matematis. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi dengan data diasumsikan normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Pendekatan problem posing memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan berpikir kreatif daripada kemampuan mengajukan pertanyaan. Melalui pendekatan problem posing, siswa akan semakin terbiasa mengajukan pertanyaan dan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis, Kemampuan Mengajukan Masalah Matematis, Pendekatan Problem Posing
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PADA MATERI STATISTIKA
Representasi merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika, namun dalam kenyataannya kemampuan representasi siswa masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan representasi matematis dapatditingkatkan melalui pembelajaran yang menggunakan berbagai model, pendekatan,metode, strategi pembelajaran serta bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan bahan ajar berupa LKS yang dapat menumbuhkan kemampuanrepresentasi matematis siswa. Penelitian ini menghasilkan: bahan ajar berupa LKSmatematika terhadap kemampuan representasi matematis pada materi statistika dimanahasil persentase validasi bahan ajar LKS oleh ahli adalah sebesar 94% yang termasukdalam kriteria sangat valid yang berarti LKS tersebut layak digunakan dalam pembelajaranmateri statistika
BLENDED LEARNING: THE EFFECTIVENESS OF SCHOOLOGY BASED E-LEARNING ON MATHEMATIC COMMUNICATION ABILITY
BLENDED LEARNING: KEEFEKTIFAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATISAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-learning berbasis schoology terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada materi Sistem Persaman Linier Dua Variabel (SPLDV). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Kota Cirebon. Sampel terdiri atas kelas VIII-B2 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan schoology dan VIII-C2 sebagai kelas kontrol tanpa menggunakan schoology. Adapun proses pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan komunikasi matematis dan angket respons. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen yang menggunakan schoology lebih baik daripada tanpa menggunakan schoology. Hasil rata-rata N-gain yang diperoleh sebesar 0,68 dan berada pada kategori peningkatan sedang. Siswa memiliki respons positif terhadap pembelajaran menggunakan schoology. Melalui aplikasi schoology, siswa belajar secara berkelanjutan tanpa terbatas oleh ruang kelas dan efektif digunakan sebagai media dalam pembelajaran.AbstractThis study was aimed at determining the effectiveness of schoology based e-learning on the mathematical communication ability of junior high school students on the Linier Equation System of Two Variables (LESTV). The population in this study were all students of class VIII junior high school in Cirebon. The sample consisted of two classes, VIII-B2 as an experimental class applying schoology and VIII-C2 as a control class without using schoology. The sampling process used purposive sampling technique. This type of research used was a quasi-experimental design with Nonequivalent Control Group Design. The data collection techniques were carried out by tests of mathematical communication skills and response questionnaires. The data were analyzed using normality test, homogeneity test, t-test, and gain test. The results show that the students of experimental class that use schoology have higher ability than the students of the control class. The average N-gain obtained is 0.68 and as moderate category. The students have a positive response to learning using schoology. Through the schoology application, students allow to learn continuously without being limited by the classroom and effectively used as a medium in learning
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA SMA NEGERI 2 TUNGKAL JAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan adakah pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak113. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik simple random sampling sehingga terpilih kelas X.1 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan X.2 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelas kontrol. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data tes menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil tes (kelas eksperimen) yang menggunakan model experiential learning dalam kemampuan menulis puisi adalah 82,22 lebih tinggi dibandingkan (kelas kontrol) yang tidak menggunakan model experiential learning dalam pembelajaran menulis puisi dengan nilai rata-rata hasil tes adalah 77,48. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan pembelajaran model experiential learning
Perspektif tokoh-tokoh ilmu falak tentang fenomena gerhana bulan penumbra dan implikasinya terhadap pelaksanaan shalat khusuf
Gerhana tidak luput dari unsur religius umat Islam. Ketika fenomena gerhana terjadi baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari umat Islam disyari’atkan untuk mendirikan shalat. Ulama-ulama fiqih banyak menjelaskan tentang hukum dan ketentuan-ketentuan shalat gerhana ketika gerhana bulan sebagian dan total atau ketika gerhana matahari sebagian dan total terjadi. Namun mereka tidak menjelaskan bagaimana hukum nya jika yang terjadi adalah gerhana bulan penumbra. Secara astronomis, gerhana bulan penumbra tidak dapat diamati secara kasat mata, hal ini yang membedakannya dengan gerhana lainnya. Karena ketiadaan penjelasan hukum shalat gerhana, maka peran tokoh ilmu falak sangat penting untuk memberikan penjelasan dan keterangan tentang fenomena ini dan bagaimana implikasi terhadap ibadah shalat khusuf.
Penelitian ini membahas: 1.) Bagaimana perspektif tokoh-tokoh Ilmu Falak tentang fenomena gerhana bulan penumbra, dan 2.) Bagaimana pendapat tokoh-tokoh ilmu falak tentang implikasi gerhana bulan penumbra terhadap pelaksanaan shalat khusuf. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1.) Mengetahui bagaimana perspektif tokoh-tokoh Ilmu Falak tentang fenomena gerhana bulan penumbra, dan 2.) Mengetahui bagaimana pendapat tokoh-tokoh ilmu falak tentang implikasi gerhana bulan penumbra terhadap pelaksanaan shalat khusuf.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Field Research (penelitian lapangan), Berdasarkan metode analisis penelitian, penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber primernya adalah wawancara dengan tokoh-tokoh Ilmu Falak untuk mengetahui bagaimana perspektif mereka tentang gerhana bulan penumbra beserta implikasinya. Sumber sekundernya adalah data-data yang valid dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), buku-buku, yang berkaitan dengan gerhana bulan penumbra. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan perspektif tokoh Ilmu Falak tentang gerhana bulan penumbra dan implikasinya terhadap pelaksanaan shalat khusuf.
Penemuan hasil penelitian ini adalah: Pertama, dalam memaknai gerhana bulan penumbra tokoh-tokoh Ilmu Falak mempunyai perspektif yang sama, yakni gerhana bulan penumbra adalah suatu peristiwa astronomi. Kedua, menurut tokoh-tokoh Ilmu Falak, gerhana bulan penumbra tidak memiliki implikasi terhadap pelaksanaan shalat khusuf karena syarat dan sebab dilaksanakan shalat khusuf adalah jika benda langit terjadi perubahan saat gerhana terjadi, perubahan cahaya yang terjadi saat gerhana bulan penumbra tidak cukup untuk dijadikan sebab dilaksanakannya shalat khusuf. Selain itu, gerhana bulan penumbra adalah gerhana falaky yakni gerhana yang bisa dihisab atau diprediksi namun tidak bisa diamati, oleh karena itu shalat khusuf tidak disyari’atkan ketika gerhana bulan penumbra terjadi
KORELASI MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS KELAS VI DI SEKOLAH DASAR NEGERI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial pada siswa kelas VI Semester II Sekolah Dasar Negeri Bugel 02 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Bugel 02 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 21 siawa, dan sekaligus sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan statistik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada korelasi positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar hipotesis antara X dengan Y diketahui nilai rhit > rtabel dengan nilai 0,874 > 0.602 dan taraf signifikan kurang dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi signifikan antara motivasi belajar dengan nilai prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Namun masih banyak variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi nilai prestasi belajar.Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, IP
Pengembangan Bahan Ajar Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Mahasiswa Pendidikan Matematika
Abstrak. Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan materi ajar media pembelajaran berdasarkan kearifan lokal, dan (2) mengetahui kualitas dan kelayakan bahan ajar berbasis ahli material, pakar media, peer reviewer, dalam hal ini adalah dosen media/multimedia belajar matematika. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran, dalam penelitian ini adalah memodifikasi dari model yang dikenal dengan Model 4D. Modifikasi yang dilakukan adalah penyederhanaan model dari empat tahap menjadi tiga tahap, yaitu: (1) Define, (2) Design, dan (3) Develop. Tahap penyebaran terbatas pada lokasi penelitian, hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu peneliti. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi bahan ajar dan teknik analisis data dilakukan dengan cara kualitatif dengan metode deskriptif. Melalui proses pengembangan penelitian diperoleh alat pembelajaran matematika dalam bentuk modul media berdasarkan kearifan lokal yang valid yaitu 74,67.Kata kunci: Pengembangan Modul, Kearifan Lokal, Bahan Ajar Abstract. The existing teaching materials or learning media have not adequately integrated, explored the values of local wisdom, although they have met some of the eligibility criteria of the textbook, that is, the content of the content, presentation, language, and the feasibility of the graphics. However, the material still has not raised the richness of local culture. The purpose of this research is (1) to develop teaching materials of learning media based on local wisdom, and (2) to know the quality and feasibility of teaching materials based on material expert, media expert, peer reviewer, in this case is lecturer of media / multimedia learning mathematics. The research method used is experimental method with development model, development model used to develop learning device, in this research is to modify from model known as Four-D Model. Modifications made are simplification of the model from four stages into three stages, namely: (1) Define, (2) Design, and (3) Develope. The deployment stage is limited to the research site, this is done because of the limited time of the researcher. Through the process of development research obtained by learning tools of mathematics in the form of a media module based on valid local wisdom of 74.67.Keywords : Module’s Development, Local Wisdom, Teaching Materials
Penerapan Prinsip Pertanggungjawaban Negara Terhadap Kasus Pelanggaran HAM Etnis Rohingya Di Myanmar
Negara sebagai pemangku HAM mempunyai kewajiban untuk menjamin pelaksanaan HAM di wilayah negaranya. Apabila negara tidak menunaikan kewajibannya maka negara telah melakukan pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM yang terjadi akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan bertanggung jawab atas suatu pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM yang terjadi di Myanmar yang menimpa etnis Rohingya telah terjadi sejak tahun 1962. Diawali dengan diskriminasi dan berujung pada pelanggaran HAM berat. Artikel ini dibuat untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban negara Myanmar atas pelanggaran HAM yang terjadi. Tulisan ini dibuat menggunakan metode penelitian doktrinal dengan kajian pustaka untuk mengumpulkan data. Sebagai negara hukum, Myanmar memiliki kewajiban untuk menjamin HAM warga negaranya tanpa unsur diskriminasi. Myanmar dalam kasus ini harus bertanggung jawab kerugian dan kerusakan yang terjadi. Pelanggaran HAM merupakan salah satu state wrongfull action adapun bentuk tanggung jawabnya adalah dengan melakukan tindakan penghentian dan penegakan hukum dan HAM terhadap pelakunya serta menjamin bahwa pelanggaran HAM yang serupa tidak akan terjadi lagi
Pengembangan Bahan Ajar Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Mahasiswa Pendidikan Matematika
Abstrak. Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan materi ajar media pembelajaran berdasarkan kearifan lokal, dan (2) mengetahui kualitas dan kelayakan bahan ajar berbasis ahli material, pakar media, peer reviewer, dalam hal ini adalah dosen media/multimedia belajar matematika. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran, dalam penelitian ini adalah memodifikasi dari model yang dikenal dengan Model 4D. Modifikasi yang dilakukan adalah penyederhanaan model dari empat tahap menjadi tiga tahap, yaitu: (1) Define, (2) Design, dan (3) Develop. Tahap penyebaran terbatas pada lokasi penelitian, hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu peneliti. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi bahan ajar dan teknik analisis data dilakukan dengan cara kualitatif dengan metode deskriptif. Melalui proses pengembangan penelitian diperoleh alat pembelajaran matematika dalam bentuk modul media berdasarkan kearifan lokal yang valid yaitu 74,67.Kata kunci: Pengembangan Modul, Kearifan Lokal, Bahan Ajar Abstract. The existing teaching materials or learning media have not adequately integrated, explored the values of local wisdom, although they have met some of the eligibility criteria of the textbook, that is, the content of the content, presentation, language, and the feasibility of the graphics. However, the material still has not raised the richness of local culture. The purpose of this research is (1) to develop teaching materials of learning media based on local wisdom, and (2) to know the quality and feasibility of teaching materials based on material expert, media expert, peer reviewer, in this case is lecturer of media / multimedia learning mathematics. The research method used is experimental method with development model, development model used to develop learning device, in this research is to modify from model known as Four-D Model. Modifications made are simplification of the model from four stages into three stages, namely: (1) Define, (2) Design, and (3) Develope. The deployment stage is limited to the research site, this is done because of the limited time of the researcher. Through the process of development research obtained by learning tools of mathematics in the form of a media module based on valid local wisdom of 74.67.Keywords : Module’s Development, Local Wisdom, Teaching MaterialsÂ
- …
