1,721,036 research outputs found
Pengaruh Amoniasi Kulit Polong Kedelai Menggunakan Aras Urea dan Lama Pemeraman Berbeda terhadap Produksi VFA dan NH3 secara In vitro
Teaching Writting Trough Interactiona Approach
Pendekatan untuk pengajaran menulis sudah mulai bergeser, dari penekanan pada hasil menjadi penekanan pada proses. Akan tetapi, pendekatan jenis itu belum mengalami kemajuan yang berarti di dalam pengajaran menulis. Banyak dosen kesulitan dalam menentukan pendekatan mana yang ingin mereka gunakan dalam menggapai “writing”. Penulisan artikel bertujuan untuk menawarkan pendekatan interaktif (interactional approach) dalam pengajaran menulis. Pendekatan itu dipercaya dapat memberikan keuntungan dalam mengatasi masalah pengajaran yang ada pada pendekatan terdahulu. Dharapkan “interactional approach” dapat meningkatkan kualitas pengajaran menulis di kelas bahasa Inggris
Analisis Respon Mahasiswa dalam Pembelajaran Online Berbasis Aktifitas di Perguruan Tinggi
Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk melakukan analisis terhadap respon mahasiswa selama pembelajaran daring pada mata kuliah Pengelolaan Pendidikan dengan menggunakan E-learning berupa LMS yang disediakan oleh pihak kampus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan kuantitaif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah sukabumi yang mengambil mata kuliah pengelolaan pendidikan (n= 78) yang merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah angket respon mahasiswa selama pembelajaran daring dilaksanakan. Berdasarkan pengolahan dan analisis data bahwa pembelajaran daring yang dilaksanakan oleh dosen pada mata kuliah Pengelolaan Pendidikan sudah efektif, efisien, bervariasi, membantu mahasiswa memahami materi, membentuk kemandirian belajar, serta meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada penelitian ini juga diperoleh informasi berupa saran konstruktif dari mahasiswa terkait dengan pembelajaran daring yang harus dilakukan oleh dosen.selain itu mahasiswa juga menemukan sejumlah kedala terkait dengan pembelajaran daring mengunakan LMS, salah satu kendala yang paling umum adalah aksesibilitas mahasiswa dalam mengakses LMS serta beberapa fitur dalam LMS yang kurang praktis sehingga menghambat proses pembelajaran dalam LMS
Buruh Migran Perempuan di Desa Karanganyar Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap (Studi Pengambilan Keputusan Migrasi dan Penentuan Negara Tujuan)
Permasalahan BMI menunjukan jumlah yang cukup tinggi, jumlah di tahun 2019mencapai 4.544 kasus. Permasalahan muncul dari fase pra penempatan, penempatandan purna penempatan. Namun, permasalahan tersebut tidak berpengaruh signifikanterhadap niat para BMI untuk bekerja di luar negeri. Hingga saat ini jumlah BMI yangbekerja di luar negeri cukup banyak. BMI umumnya didominasi oleh Buruh MigranPerempuan (BMP), begitu juga yang terjadi Di Desa Karanganyar Kecamatan AdipalaKabupaten Cilacap, mereka umumnya bekerja di sektor informal yang sangat rentanterhadap permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilankeputusan, penentuan negara tujuan migrasi dan dampak dari pengambilan keputusanterhadap cara pandang BMP dengan sasaran BMP lajang yang ada di Desa Karanganyar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilansampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana penelitimemilih BMP lajang, orangtua BMP, Kepala Desa Karanganyar dan Pengurus LPK.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dandokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dariMiles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data danpenarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan BMP lajang di Desa Karanganyar memutuskanbekerja di luar negeri dikarenakan permasalahan ekonomi. Kesusahan ekonomi danharapan mendapatkan peningkatan ekonomi menjadi alasan mereka bekerja menjadiBMP. Umumnya BMP lajang mengalokasikan pendapatan ketika bekerja di luar negeriuntuk membantu perekonomian orangtua atau keluarga, membantu menyekolahkanadiknya, merenovasi atau membangun rumah, modal untuk menikah. BMP yangberstatus lajang masih menjadi tanggung jawab orang tua tetapi karena faktor ekonomimereka akhirnya memutuskan bekerja menjadi BMP di luar negeri. Pilihan bekerja keluar negeri muncul karena ada harapan mendapatkan pendapatan yang tinggi danharapan sukses, hal tersebut menjadi alasan utama dibandingkan bekerja di Indonesia.Kemudian kepasifan orang tua dalam proses perundingan pemberian izin mendorongperempuan lajang untuk bekerja di luar negeri. Penentuan negara tujuan migrasi padacalon BMP terlihat sangat rasional, di dalam menentukan negara tujuan mereka mempertimbangkan beban kerja, pendapatan atau gaji, bahasa di negara tujuan,kemudahan persyaratan untuk berangkat ke negara tujuan, cepat berangkat ke negaratujuandan aspek agama, pertimbangan ini diperoleh dari mantan BMP yang pernahbekerja di luar negeri dan sudah kembali ke desanya. Pengambilan keputusan padaBMP lajang juga memiliki dampak terhadap kehidupan setelah menjadi BMP berikutdampaknya terbagi jadi dua yaitu dampak ekonomi dan dampak sosial. Dampakekonomi yaitu terciptanya peningkatan taraf hidup dan terpenuhi kebutuhan ekonomi.Kemudian, untuk dampak sosialnya yaitu bertambahnya kemampuan memasak,bertambahnya pengetahuan bahasa negara lain, pengetahuan dan pengalaman semakinbertambah, mental semakin kuat, belajar etos kerja yang baik dan merubah pandanganterkait menikah. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai masukan bagi pemerintahuntuk menentukan kebijakan peraturan bekerja ke luar negeri, agar BMP yang pergiterhindar dari permasalahan ketika bekerja menjadi BM
PENGARUH PEMAHAMAN KEAGAMAAN TERHADAP PENDIDIKAN: Kajian Empiris Pada Keluarga Pemulung
Family is the main environment for children to make social interaction. The family has the most important role in building children’s personality. In the family environment, a child will learn knowledge system of norms accepted and recognized by society. Even in education, family should direct their children to get good education since every citizen has right to have education as good as possible. Furthermore, formal education is understood as an education, in which the children are taught to write, read, and count. The school is also good place for educating children and developing their talents. On the other hand, informal education is one obtained since they were born or they are in childhood. This informal education is about religion, moral, ethic, behavior, discipline, honesty, self-reliance and responsibility. The poverty of family is not barrier to get education. For rag picker family, formal education is one based on curriculum, having structure that is taken process through socialization of education in the school. Otherwise, informal education is related to other social regulation such as religion, economy, ethic and family
TRANSPARANSI INFORMASI PELAYANAN (STUDI KASUS DI BADAN PELAYANAN PERIZINAN DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN TULUNGAGUNG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transparansi informasi pelayanan surat izin usaha di Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Tulungagung yang meliputi (a) manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik, (b) prosedur pelayanan, (c) persyaratan teknis dan administratif, (d) rincian biaya, (e) waktu penyelesaian, (f) pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab, (g) janji pelayanan, (h) standart pelayanan, dan (i) lokasi pelayanan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan transparansi informasi pelayanan perizinan di Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Tulungagung. Pada teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik wawancara yang kemudian akan diperoleh data dari hasil wawancara tersebut. Teknik analisis data peneliti mengacu kepada beberapa tahapan yaitu : pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa transparansi informasi pelayanan izin usaha di Badan Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Tulungagung belum sepenuhnya trasnsparan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. Transparansi yang sudah dianggap baik meliputi prosedur pelayanan, persyaratan teknis dan administrasi, serta pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab. Sedangkan manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik, rincian biaya, waktu penyelesaian, janji pelayanan, standart pelayanan dan lokasi pelayanan belum dianggap baik oleh responden dan masih terdapat keluhan-keluhan. Prioritas kepentingan pengguna jasa belum sepenuhnya diprioritaskan. Hal ini dapat dilihat dari manajemen penyelenggaraan pelayanan publik yang belum dipublikasikan kepada masyarakat, biaya dan waktu penyelesaian pelayanan yang belum transparan, janji pelayanan yang masih belum ditepati pada pelanggan, standar pelayanan yang belum semuanya terpublikasikan di ruangan kantor dan lokasi pelayanan yang sulit dijangkau dan kurang memadai dalam hal melayani masyarakat
Peran Baitul Maal Hidayatullah Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga
ABSTRAK
Zakat sebagai instrumen ekonomi dalam Islam tampaknya belum dapat dikelola dengan baik dan profesional di negeri ini. Hal ini disebabkan selain karena faktor tidak efektifnya UU No 38 tahun 1999 dan hasil pengumpulannya masih relatif kecil, kinerja Badan/Lembaga Amil Zakat juga belum optimal. Mekanisme pendistribusian zakat di lembaga tersebut saat ini masih di dominasi oleh pola pendistribusian secara konsumtif sehingga belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, bahwa pengelolaan zakat di BMH Surabaya terdapat usaha untuk mendistribusikan zakat secara produktif. Usaha-usaha produktif tersebut dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin. Adapun tujuan program tersebut adalah membantu peningkatan taraf hidup masyarakat sekaligus kemandiriannya baik mental atau spiritual. Sedangkan tujuan jangka panjang sesuai dengan visi dan misi BMH Surabaya yaitu mengangkat keluarga miskin (mustahiq) dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan menuju kemuliaan dan kesejahteraan.
Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang diteliti adalah bagaimana program peningkatan ekonomi keluarga di BMH Surabaya dan bagaimana efektifitas program tersebut terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari dan mengkaji peranan BMH Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui efektifitas program tersebut terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
Paradigma yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan dramaturgis, jenis penelitiannya adalah kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Adapun hasil penelitiannya bahwa peran BMH Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga melalui Bina Usaha Mandiri adalah: 1. Pemberian modal usaha yang dilakukan melalui tahap seleksi mustahiq, pembinaan, kemudian pemberian modal dan peralatan serta pengawasan. 2. Pelatihan, yang meliputi pelatihan tata boga, sablon dan otomotif. Adapun dari kedua program tersebut, mulai tahun 2004 sampai 2007 terdapat 23 mustahiq yang menerima bantuan modal usaha dan peralatan. Dari hasil temuan dilapangan menunjukkan adanya peningkatan pendapatan dari mustahiq sesudah menerima bantuan modal usaha dari BMH Surabaya
Peran Baitul Maal Hidayahtullah Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga
Zakat sebagai instrumen ekonomi dalam Islam tampaknyabelum dapat dikelola dengan baik dan profesional di negeri ini. Hal ini disebabkan selain karena faktor tidak efektifnya UU No 38 tahun 1999 dan hasil pengumpulannya masih relatif kecil, kinerja Badan/Lembaga Amil Zakat juga belum optimal. Mekanisme pendistribusian zakat di lembaga tersebut saat ini masih di dominasi oleh pola pendistribusian secara konsumtif sehingga belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, bahwa pengelolaan zakat di BMH Surabaya terdapat usaha untuk mendistribusikan zakat secara produktif. Usaha-usaha produktif tersebut dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin. Adapun tujuan program tersebut adalah membantu peningkatan taraf hidup masyarakat sekaligus kemandiriannya baik mental atau spiritual. Sedangkan tujuan jangka panjang sesuai dengan visi dan misi BMH Surabaya yaitu mengangkat keluarga miskin (mustahiq) dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan menuju kemuliaan dan kesejahteraan.
Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang diteliti adalah bagaimana program peningkatan ekonomi keluarga di BMH Surabaya dan bagaimana efektifitas program tersebut terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari dan mengkaji peranan BMH Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui efektifitas program tersebut terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
Paradigma yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan dramaturgis, jenis penelitiannya adalah kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Adapun hasil penelitiannya bahwa peran BMH Surabaya terhadap peningkatan ekonomi keluarga melalui Bina Usaha Mandiri adalah: 1. Pemberian modal usaha yang dilakukan melalui tahap seleksi mustahiq, pembinaan, kemudian pemberian modal dan peralatan serta pengawasan. 2. Pelatihan, yang meliputi pelatihan tata boga, sablon dan otomotif. Adapun dari kedua program tersebut, mulai tahun 2004 sampai 2007 terdapat 23 mustahiq yang menerima bantuan modal usaha dan peralatan. Dari hasil temuan dilapangan menunjukkan adanya peningkatan pendapatan dari mustahiq sesudah menerima bantuan modal usaha dari BMH Surabaya
RESPON KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L ) TERHADAP PUPUK KANDANG SAPI DAN DOLOMIT DI ULTISOL KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI
Peaelitian tentang respon kacang tanah terhadap pemberian pupuk kandang sapi dan dolomit di Ultisol Kabupaten Bungo Provinsi Jambi telah dilakukan dengan tujuannya untuk mengetahui pertumbuhan dari hasil kacang
tanah terhadap pemberian dosis pupuk kandang sapi dan dolomit sehingga diperoleh pertumbuhan dan basil kacang tanah yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan
dan Hortikultura Kabupaten Bungo Provinsi Jambi sejak Bulan Juli sampai Desember 2012. Penelitian dilakukan menurut rancangan acak kelompok dalam faktorial 4x3 dengan tiga ulangan. Periakuan meliputi dosis pupuk kandang sapi
dan dolomiL Pupuk kandang sapi dengan dosis 0, 7,5, 15 dan 22,5 t ha' sedangkan dosis dolomit 0,4 dan 81 ha*'.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil kacang tanah tidak ditentukan oleh pengaruh interaksi pupuk kandang sapi dengan dolomit kecuali terhadap indeks luas daun kacang tanah pada umur 49 hst Indeks luas daun dengan peningkatan dosis dolomit 0 sampai 8 t ha*' ternyata menurunkan kebutuhan pupuk kandang hingga 7,5 t ha*'. Pemberian dolomit 4 tha*' sudah cukup memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan hasil biji kering kacang
tanah ha*' sebesar 30,19 % dibanding pemberian dosis dolomit 0 tha"'. Pemberian pupuk pupuk kandang sapi dari 0 - 22,5 t ha" memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di Ultisol Kabupaten Bungo Provinsi Jambi
Tingkat Partisipasi Anggota Koperasi Petani Sawit (KOPSA) Manunggal Abadi di Desa Tapung Lestari Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar
Member participation is one of the determining factors in developing a cooperation. Therefore, knowledge of the level of member participation in cooperation becomes very important for cooperation to arrange future strategies. This study aims to analyze; (1) The characteristics of the management, members and profile of KOPSA Manunggal Abadi; (2) The level of member participation in KOPSA Manunggal Abadi; (3) Factors influencing the level of participation of members of KOPSA Manunggal Abadi. The study was conducted at KOPSA Manunggal Abadi in Tapung Lestari Village, Tapung Hilir District, Kampar Regency, and was conducted for 6 months from June up to November 2019. This research was conducted by survey method, the method of sampling was done by simple random sampling, and samples were taken as many as 59 people from a total population of 576. The data used in this study were primary data and secondary data. Data were analyzed descriptively quantitatively and qualitatively using multiple linear regression analysis. The results showed that the average age of administrators was 45 years old and members were 47 years of age or productive age, the average level of education of senior high school administrators (12 years), and junior high school members (8 years), the average number of dependents of family administrators was 3, lives, and 4 members, the average board membership is 23 years, and members are 21.39 years. The average management income is Rp. 5,666,666 per month and members' average income is Rp.5,008,929 per month. Overall, the participation level of KOPSA Manunggal Abadi members was included in the range of high participation rates with a score of 3.84. While the factors that influence the level of participation of members of the KOPSA Manunggal Abadi based on the results of partial tests at a significance level of 5% indicate that the level of education and income significantly influence member of participation
- …
