1,720,992 research outputs found
PEMANFAATAN NILAI BUDAYA LOKAL TARI TOPENG MALANG SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Salah satu budaya yang dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran di Sekolah Dasar yaitu nilai – nilai budaya lokal Tari Topeng Malang yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan ajar. Budaya lokal ini banyak mengandung nilaibudaya yang dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sebagai bagian pendidikan budaya dan karakter bangsa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar IPSberbasis nilai budaya lokal yang terdiri dari bahan ajar siswa, panduan untuk siswa dan panduan untuk guru yang diperuntukkan bagi siswa Kelas IV smester I.Kelayakan produk dinilai berdasarkan tingkat validitas dari para ahli, tingkat kemenarikan, tingkat keefektifan dan tingkat keterterapan yang tinggi melalui uji coba produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan antara lain lembar validasi para ahli, angket tanggapan siswa, angket tanggapan guru, lembar penilaian dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Temuan penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa hasil uji validasi para ahli menyatakan sangat valid dengan skor presentase rata-rata sebesar 83,58%. Tingkat kemenarikan produk dengan skor presentase rata-rata sebesar 89,76% masuk kriteria sangat menarik. Produk efektif digunakan dengan rata-rata skor presentase sebesar 79,66%. Dan keterterapan produk sangat baik dengan presentase skor rata-rata sebesar 87,52%.Kata Kunci: Bahan Ajar, Nilai Budaya Lokal, Tari Topeng Malan
Kemampuan Calon Guru Sekolah Dasar Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi di Program Studi PGSD FKIP Universitas Jambi
Penggunaan media TIK yang masif dapat membantu siswa memahami isi materi yang diajarkan. hal ini disebabkan siswa sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkrit, dimana siswa pada tahap ini telah mampu berpikir secara logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Dengan menggunakan media TIK ini, guru dapat menghadirkan benda-benda konkrit yang divisualisasikan melalui media TIK ke dalam kelas untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan dan kualitas media pembelajaran berbasis TIK yang dirancang, diproduksi dan dimanfaatkan oleh calon guru sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan menggunakan data deskriptif prosentase sebagai metode mencari data dan mendeskripsikan hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian ini melibatkan 125 orang calon guru sekolah dasar yang telah melaksanakan praktik peer teaching menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Pengumpulan data dalam penelitian ini memggunakan angket yang disebarkan kepada calon guru. Hasil penelitian ini menunjukkan, calon guru sekolah dasar telah mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK dengan baik. Diharapkan dimasa yang akan datang, akan ada media pembelajaran berbasis TIK yang berkualitas dalam pembelajaran untuk anak usia sekolah dasar
Pengembangan Materi Keterampilan Mengajar Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kevalidan, kepraktisan dan kemenarikan untuk produk pengembangan materi keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi yang disusun kedalam bentuk modul belajar. Langkah – langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mengikuti langkah – langkah Model Dick, Carrey & Carrey (2009) yang disederhanakan menjadi sembilan dari sepuluh langkah yang ada. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket validasi ahli angket kepraktisan dari teman sejawat dan uji kemenarikan dari mahasiswa. Dari hasil uji kelayakan produk pengembangan pada hasil uji validasi ahli mendapat skor presentase sebesar 84,62%, produk yang sudah dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Uji kepraktisan berdasarkan hasil tanggapan dosen terhadap modul belajar sebesar 91,2 %, produk yang dikembangkan masuk dalan kategori kriteria digunakan tanpa revisi. Pada uji kepraktisan melalui tanggapan perserta didik diperoleh hasil dengan presentase rata-rata sebesar 75,16%, hasil ini berada pada tingkat kualifikasi layak.
Kata Kunci: problem based learning, kompetensi pedagogik
Abstract
This study aims to obtain validity, practicality and attractiveness for the development of teaching skills based on Problem Based Learning materials to improve the pedagogical competence of students of the Jambi University Language and Literature Education Study Program at the University of Jambi which is organized into learning modules. The steps taken in this study follow the steps of Model Dick, Carrey & Carrey (2009) which are simplified into nine of the ten steps. The instruments used in this study were expert validation questionnaires from practical questionnaires from peers and tests of student interest. From the results of the product development feasibility test on the results of the expert validation test got a percentage score of 84.62%, the products that have been developed are very feasible to use. Practicality test based on the results of the lecturers' responses to the learning module was 91.2%, the products developed in the criteria category were used without revision. In the practicality test through student responses obtained results with an average percentage of 75.16%, these results are at the level of eligibility.
Keywords: problem based learning, pedagogic competenc
Pengembangan Bahan Ajar Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Pada Pembelajaran Tematik di SDN 81 Kota Bengkulu
The problem in implementing thematic learning at SDN 81 Kota Bengkulu is the teachers have not developed teaching materials optimally. This is because teachers do not have the knowledge and skills in developing thematic learning teaching materials. The development of teaching materials has benefits both for teachers and for students. The methods used in this community service activity are training and mentoring. The results achieved in this activity are; (1) teachers of SDN 81 Kota Bengkulu easily understand the material about the nature of thematic learning, the essence of teaching materials, and the Discovery Learning model; (2) making RPP and developing teaching materials using the Discovery Learning learning model conducted by SDN 81 teachers. The results were 5 groups in very good category and 1 group in good category; and (3) the implementation of thematic learning practices using the Discovery Learning model and teaching materials that have been developed, the results are in the very good category, while the student learning outcomes achieve 100% completeness. The conclusions from the results of this activity are: (1) The teachers of SDN 81 Kota Bengkulu already understand the material of PPM activities well; (2) the making of rpp and teaching materials resulted in 5 groups in the very good category and 1 group in the good category; and (3) the implementation of thematic learning practices is in the very good category, while student learning outcomes achieve 100% completeness.Keywords: Teaching Materials, Discovery Learning, Thematic Learnin
Kajian Literasi Finansial dalam Budaya Suku Serawai sebagai Sumber Materi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan literasi finansial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. Tradisi budaya seperti himat (hemat), neman (rajin), dan ngawuak (berbagi) diidentifikasi sebagai elemen literasi finansial yang relevan untuk pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka atau library research, dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dokumen, dan sumber relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deduktif dan induktif berdasarkan relevansi nilai budaya lokal dengan konsep literasi finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi finansial dapat diintegrasikan dengan materi IPS melalui pendekatan berbasis budaya, seperti teori konsumsi, produksi, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, model Advance Organizer dapat digunakan untuk menyusun pembelajaran yang sistematis dan menarik. Kesimpulannya, pengembangan literasi finansial berbasis budaya lokal efektif untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola keuangan
Kreativitas Guru Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Di Kelas V Sekolah Dasar
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran di kelas V SDN No.34/I Teratai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan informan penelitian yaitu guru dan siswa kelas VB SDN No. 34/I Teratai. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tiga cara yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menggunakan media saat dalam pembelajaran, guru menggunakan lebih dari satu media, guru juga memperoleh media dari internet, dari sekolah dan media lingkungan. guru menggunakan media untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran, media juga sesuai dengan materi dan diarahkan untuk mencpai tujuan pembelajaran. Selanjutnya guru melakukan evalusai dan tindak lanjut kepada siswa tentang pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru telah menggunakan media pembelajaran seperti media gambar, media powerpoint, dan media lingkungan. Sebagian kecil media yang di buat melalui sumber internet. Namun guru belum optimal dalam melaksanakannya, hal ini dapat terlihat saat guru menggunakan media powerpoint masih belom sempurna, dan tidak setiap hari guru menggunakan media pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Kata Kunci : Kreatifitas, Media Pembelajara
Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbasis Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Di SD Negeri 64/I Muara Bulian Kabupaten Batanghari
Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatan IbM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah lesson study yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini berlangusng selama 4 bulan dimulai dari bulan Agustus dan berakhir pada bulan November 2017 yang bertempat di SD N 057/VII Sei Benteng I Kabupaten Sarolangun. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, pengawas dan guru yang berjumlah 29 orang. Kegiatan ini berlangsung dengan sukses, semua peserta antusias dan kooperatif dalam pelaksanaan pengabdian dari awal hingga berakhirnya kegiatan. Adapun hasil dari pelatihan tersebut yaitu: (1) Teridentifikasinya kata kerja operasional pengembangan tujuan pencapaian kompetensi aspek keterampilan yang akan di ukur. Minimal 50% guru dapat mengidentifikasi KKO berdasarkan tingkat kompetensi keterampilan sesuai dengan langkah – langkah pendekatan saintifik; (2) Kemampuan guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan aspek – aspek keterampulan yang akan diukur. Minimal 75% guru dapat menyusun rumusan tujuan pencapaian kompetensi aspek keterampilan; (3) Adanya kelompok kerja guru yang terampil dalam merancang dan menyusun instrument penilaian aspek keterampilan. Minimal seluruh sekolah peserta KKG dapat merancang dan menyusun instrument penilaian aspek keterampilan; (4) Adanya produk berupa instrument penilaian yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya, minimal guru dapat merancang dan menyusun kompetensi keterampilan berdiskusi, keterampilan membaca, menulis, melakukan demonstrasi dan lain sebagainya; dan (5) Adanya peluang untuk mengembangkan jiwa kewirahusahaan, dengan memproduksi berbagai insrumen penilaian aspek keterampilan yang inovatif yang memiliki nilai jual
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Analisis Kebutuhan Pengembangan Materi Keterampilan Mengajar Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Pada Mahasiswa FKIP Universitas Jambi
Guru kompeten adalah guru yang memiliki kemampuan, keterampilan dan kompetensi dalam melaksanakan praktik pendidikan, terutama di dalam kelas. Kegiatan ini wajib dilakukan oleh guru dalam mengembangkan seluruh aspek yang dimiliki oleh peserta didik. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan materi keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik pada mahasiswa FKIP Universitas Jambi. Salah satu langkah dalam prosedur penelitian dan pengembangan 4D yang digunakan untuk mengembangkan pengembangan materi keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik pada mahasiswa FKIP Universitas Jambi ini adalah tahap pendefinisian (define). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: Pertama, produk yang dihasilkan selama ini belum terarah kepada perangkat pembelajaran yang menarik dalam format yang baku dan utuh; Kedua, Konsistensi dan standar dalam menghasilkan perangkat pembelajaran yang menjadi patokan sangat dirasakan perlu dalam menunjang keselarasan dan kesesuaian untuk pencapaian kompetensi yang diinginkan dan Ketiga, kebutuhan format dan desain dari perangkat pembelajaran yang baku dan spesifik. Dalam perkembangan selanjutnya model desain perangkat pembelajaran akan diujikan dalam kelompok kecil yang akan dijadikan informasi dalam perbaikan dan analisis kekurangan terhadap produk yang dihasilka
- …
