UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media Komik Pada Materi Peristiwa Sumpah Pemuda Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Peserta Didik Kelas V di SDN 128 Palembang
ASSESSMENT OF INSECURITY IN SENIOR SCHOOLS IN IBI LOCAL GOVERNMENT AREA, TARABA STATE, NIGERIA
One major problem affecting Nigeria today, which also bothers every dick, tom and harry is insecurity. Consequently, insecurity has taken various forms in different parts of the country, as there has been educational, social, and physical insecurity among residents in Ibi, Taraba. When a nation is saddled with the problem of insecurity every other plan is put on hold. The hope for the country seems to be grim if children cannot go to school. It is on this light that this researcher deems it fit to assess insecurity among senior schools in Ibi Local Government Area, Taraba State. Quantitative research of descriptive survey design was adopted in the study. The research covered all schools in Ibi LGA. The population for this study were all stakeholders (13 principals, 23 Vice principals, 38 HODs and 146 school prefects) in public senior schools in Ibi LGA were 64, and 20 schools as well as 220 participants were sampled. The researcher used Insecurity in Senior Schools Questionnaire (ISSQ) in eliciting information for this study. Percentage was used to describe the demographic characteristics of the respondents, while research questions and hypotheses were answered and tested using percentage, mean rating, t-test and ANOVA were adopted for hypothesis. The study discovered the level of insecurity in senior schools in Ibi Taraba was high; the three main causes of insecurity in senior secondary schools in Ibi Local Government Area, Taraba State were: bad governance mismanagement, lack of accountability and transparency; the three main solutions to insecurity in senior schools in Ibi, Taraba: having crisis response team development for emergencies; networking or holistic approach; and getting a secure school design. Among other things, stakeholders in education to ensure that the level of insecurity should be reduced to barest minimum
STUDI LITERATUR: PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan pembalajaran matematika berdiferensiasi terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur dengan mencari berbagai artikel dari jurnal nasional maupun internasional pada Google Scholar pada rentang waktu 2020 sampai 2024. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa penerapan pembelajaran matematika berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik
PENGARUH PENGARUH ETIKA DAN KEPRIBADIAN GURU SEBAGAI ROLE MODEL DALAM MEMBENTUK KEMATANGAN EMOSIONAL SISWA: PENGARUH ETIKA DAN KEPRIBADIAN GURU SEBAGAI ROLE MODEL DALAM MEMBENTUK KEMATANGAN EMOSIONAL SISWA
The ethics and personality of teachers as role models have a significant influence on the formation of students' emotional maturity. This research aims to analyze the role of teacher ethics and personality, including aspects of integrity, empathy and justice, in influencing students' emotional regulation at SMA Negeri 6 Kerinci. Using qualitative methods with a descriptive approach, data was obtained through closed questionnaires and interviews with 20 students. The research results show that teachers who are highly ethical and have positive personalities, such as discipline, patience and communicativeness, are able to create a learning environment that supports the development of emotional regulation, empathy and rational decision making in students. Even though the majority of students expressed a positive impact, the aspect of teacher empathy in conflict situations still requires improvement. These findings emphasize the importance of optimizing teacher ethics and personality to form students who are not only academically intelligent but also emotionally mature
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TERINTEGRASI SILAM BERDASARKAN GENDER DI PONDOK PESANTREN HIDAYAHTULLAH BATAKTE
This study aimed to find out (1) the mathematic problem solving ability that is integrated eith islam; and (2) the differeces in mathematic problem solving ability between santri and santriwati (islamic student) of seventh grade students at MTs Hidayatullah Batakte. The subjects in this study were the 20 islamic students of seventh at MTS Hidayatullah Batakte 2020/2021 academic year, while the object of study was the test question. The data collection, data presentation, and drawing conclusions. The result showed the average that the average score of famale students (santriwati) had an average score that was much better than male students (santri). The average score for santriwati was 74, with the highest score 84 and the lowest 63, while the average score for santri was 60.7, with the highest score 84 and the lowest 43. The factor that influence the low ability to solve the mathemathics problems were the students did not understand the indicators taht have been applied by polya, besides students were not accustomed to answer the mathematics qustions ussing planning and strategy problem solving and exploring the problem-solving abilities. Santri and santriwati were only accustomed memorizing mathematics concepts formulas. The results pf the analysis clearly stated that the ability to solve mathematics problems between santri and santriwati was good, yet the ability to solve mathemathics problems integrated with islam needs to be improved
Pengendalian Sosial Perilaku Indisipliner Siswa dalam Proses Pembelajaran Sosiologi di SMA PGRI Kupang
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Tema IV Kewajiban Dan Hakku Pelajaran Ppkn Di Kelas III Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatar belakangi masih rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IIIB SD Inpres Oeba 2 pada mata pelajaran PPKn, oleh hasil observasi guru telah menngunakan model pembelajaran yang ada di sekolah tetapi nilai peserta didik belum mencapai KKM 70. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn. Bab IV Bagaiman mendapatkan semua hak dan kewajiban kita, kewajiban dan hakku dirumah dikelas III SD Inpres Oeba 2 melalui penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Pada hasil tes siklus I rata-rata perolehan nilai siswa ialah 63% pada siklus II nilai rata-rata 85%. Hal ini kriterianya mencapai ketuntasa n yang sangat baik yang sudah mencapai indikator keberhasilan nilai rata-rata KKM 70>85 dari jumlah peserta didik 17 orang. Kesimpulan, bahwa penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada tema IV kewajiban dan hakku kelas IIIB SD Impres Oeba 2 Tahun ajaran 2023/2024
Penerapan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Berbantuan Media Power Point Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas III Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menerapan model pembelajaran Value Clarification Techinique (VCT) berbantuan media power point untuk meningkatkan hasil belajar Pkn Siswa pada Tema 3 Benda di Sekitarku Sub Tema 1 Aneka Benda disekitarku Kelas III SD Inpres Oesapa Kecil 1 Tahun Ajaran 2022/2023, dari hasil observasi pra siklus guru menggunakan model pembelajran konvensional sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM 70. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pkn, tema 3 Benda di sekitarku, subtema 1 Aneka Benda di Sekitarku di Kelas III SD Inpres Oesapa Kecil 1 melalui penerapan model pembelajaran Value Clarification Techinique (VCT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Value Clarification Tachnique (VCT) dengan bantuan media power Point dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan hasil belajar siswa pada masing-masing siklus. Pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 69,40%, dan siklus II memperoleh nilai rata-rata 90,80%. Pada siklus I rata-rata peningkatan ketuntasan belajar sebesar 40%, dan pada siklus II sebesar 96%. Peningkatakan ini telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80% tuntas belajar dengan rata-rata KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) adalah 70
Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Inkuiri (IBL) Pada Siswa Tingkat Akhir Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan mengatasi rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SD Windu Putra yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan dampak learning loss pasca-pandemi Covid-19 dengan menerapkan model Inquiry Based Learning (IBL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 16 siswa kelas VI. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman membaca, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen tes divalidasi oleh ahli. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dua pertemuan. Siklus pertama menerapkan inkuiri terstruktur, menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,12 (kurang) menjadi 70,81 (cukup), namun siswa masih kesulitan menyusun simpulan dan berpikir kritis. Siklus kedua menggunakan inkuiri terbimbing dengan media poster dan video audiovisual, menghasilkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 83,33 (baik). Sebanyak 81,25% siswa mencapai skor di atas cukup, dengan kemampuan literasi membaca mencapai tingkat pemahaman kreatif. Hasil ini menegaskan efektivitas IBL dalam meningkatkan literasi membaca, dengan rekomendasi penggunaan media interaktif dan latihan kritis untuk penguatan lebih lanjut
Analisis Gaya Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Luar Biasa Negeri Bajawa
Gaya belajar merupakan metode yang diterapkan secara konsisten oleh peserta didik untuk mendapatkan informasi, memproses informasi, mengingat informasi, dan menyelesaikan tugas sehingga siswa mampu menafsirkan, menerjemahkan atau mengemukakan sesuatu dengan kemampuannya sendiri setelah sesuatu itu didapati dan dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar siswa berkebutuhan khusus pada Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bajawa. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di SLB Negeri Bajawa bahwa siswa berkebutuhan khusus pada sekolah luar biasa memiliki gaya belajar yang beragam, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki gaya belajar visual, sebanyak 20 siswa memiliki gaya belajar auditori dan 33 siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Hasil ini mejadi acuan untuk guru dan para peneliti lainnya sebagai landasan pertimbangan proses pembelajaran berkelanjutan siswa berkebutuhan khusus